• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana praktik jasa perantara dalam jual beli kopi di Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur. Bagaimana Tinjauan Hukum Dagang Syariah Terhadap Praktek Jual Beli Jasa Perantara Kopi Di Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Bagi para sarjana, hal ini merupakan sarana untuk memperdalam dan mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum. Bagi Fakultas Syariah dan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dapat dijadikan sebagai tambahan informasi dan tambahan literatur dalam pengembangan ilmu Hukum Islam terkait Hukum Ekonomi Syariah (Muammalah). Penelitian ini dilakukan di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur dengan tujuan untuk membantu memberikan pemahaman agar dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Penelitian Terdahulu

Bedanya, penelitian ini membahas tentang kontrak penggunaan jasa perantara dalam jual beli mobil bekas. Sedangkan penelitian yang dilakukan penulis berkaitan dengan praktik jasa perantara dalam pembelian dan penjualan kopi. Bedanya, penelitian ini mengenai pembayaran uang muka dalam pembelian dan penjualan buah kelapa yang merupakan adat/kebiasaan masyarakat desa Ngeseng.

Sementara itu, dalam penelitian yang akan penulis laksanakan, dibahas mengenai praktik jual beli jasa perantara kopi.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Waktu dan Lokasi Penelitian
  • Subjek/Informan Penelitian
  • Sumber dan Tekhnik Pengumpulan Data
  • Teknis Analisis Data

Khusus data diperoleh melalui wawancara langsung dengan masyarakat di Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur yang melakukan jual beli kopi dengan menggunakan jasa perantara (Samsarah). Dokumentasi dalam penelitian ini adalah pengumpulan data yang diperoleh dari pengumpulan dokumen, penelitian tulisan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan praktek jual beli jasa perantara kopi. Dengan demikian peneliti dapat memperoleh data aktivitas dari praktik jual beli pedagang perantara kopi yang berlangsung.

Metode ini digunakan untuk mengetahui bagaimana praktik jasa perantara dalam jual beli kopi yang terdapat di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur.

Sistematika Penulisan

Untuk menganalisis data kualitatif, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan dan menjelaskan data yang dikumpulkan dalam bentuk kalimat atau uraian kata-kata. Yaitu pengertian Hukum Ekonomi Syariah dan tujuannya, jual beli, dasar hukum jual beli, syarat dan ketentuan jual beli, pengertian jasa perantara (samsarah), dasar hukum perantara atau samsarah, syarat dan ketentuan perantara atau samsarah, imbalan kepada perantara atau samsarah dan akibat hukum yang berkaitan dengan perantara.

KAJIAN TEORI

Pengertian Hukum Ekonomi Syariah

Tujuan Hukum Ekonomi Syariah

Jual Beli

  • Pengertian Jual Beli
  • Dasar Hukum Jual Beli
  • Rukun dan Syarat Jual Beli

Ayat ini menyanggah hujah orang musyrik yang menentang penghalalan jual beli di dalam al-Quran. Orang musyrik tidak mengiktiraf konsep jual beli sebagaimana yang telah ditetapkan dalam al-Quran dan menganggapnya sama dan sama. Dia berkata, "Seorang lelaki bekerja dengan tangannya, dan setiap pembelian adalah bersih." Sejarah al-Bazzar.

Menurut Jumhur Ulama, rukun jual beli ada empat, yaitu: Penjual, Pembeli, Shighat (izin dan qabul), Ma'qud 'alayh (subyek akad). 1) Akad (ijab qabul). Pilar jual beli yang kedua adalah aqid atau orang yang mengadakan akad, yaitu penjual dan pembeli. Sebab, dalam jual beli terdapat dua hak yang bertentangan, yaitu akseptasi dan penyerahan.

Subyek akad harus memenuhi syarat-syarat: barang yang akan dijual harus ada, sehingga tidak sah jual beli barang yang tidak ada. Oleh karena itu, jual beli yang dilakukan oleh anak kecil yang belum waras dan tidak waras adalah tidak halal. 29 Diah Ayu Wulandari, Rukun Fiqh Muamalah dan Syarat Jual Beli Dalam Islam, (Sekolah Islam Negeri (Noda) Jurai Siwo Metro.

Hal ini sering terjadi pada proses jual beli di supermarket yang tidak ada proses tawar menawar. Unsur terpenting dalam jual beli adalah nilai tukar barang yang dijual pada hari ini, yaitu uang.

Perantara Jual Beli (Samsarah)

  • Pengertian Perantara (Samsarah)
  • Dasar Hukum Perantara (Samsarah)
  • Rukun dan Syarat Perantara (Samsarah)
  • Pemberian Upah Perantara (Simsar)
  • Konsekuensi Hukum Mengenai Perantara

Sedangkan dalam bahasa Arab perantara disebut samsarah yang berarti perantara perdagangan atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memperlancar jual beli. Secara umum samsarah adalah perantara perdagangan (orang yang menjual barang dan mencari pembeli), atau perantara antara penjual dan pembeli untuk memperlancar jual beli.36. Dengan adanya perantara maka penjual dan pembeli akan lebih mudah bertransaksi, baik berupa jasa maupun barang.37.

Nabi Shallallahu 'alayhi wasallam melarang menyambut (mencegat) kafilah dagang (sebelum mereka mengetahui harga di pasar) dan juga melarang warga kota untuk berjualan kepada penduduk desa. Untuk melaksanakan hubungan kerjasama tersebut harus ada perantara (simsar) dan pemilik properti (partner), agar kerjasama dapat berjalan. Seorang perantara atau simsar harus jujur, ikhlas dan terbuka serta tidak melakukan penipuan atau bisnis yang haram atau tidak sah.

38 Imam Hafizh Ali bin Hajar al-Asqalani, Fathul Baari Syarah Shahih Al-Bukhari Juz V, (Bairut: Dar al-Fikr, 1996), hal.212. . Mereka yang menggunakan jasa perantara atau simsar harus segera memberikan ganti rugi. Agar kerjasama itu sah, kedua belah pihak harus membuat perjanjian kerjasama (agreement) yang memuat hak dan . kewajiban kedua belah pihak. Perantara atau broker merupakan salah satu bentuk kerjasama yang baik, karena penjual dan pembeli merasa terbantu untuk mempercepat proses jual beli dan sangat membantu.

Apabila seorang pialang atau perantara dalam menjalankan pekerjaannya menghindari perbuatan-perbuatan yang dilarang menurut hukum syariah, seperti penipuan, penggelapan, maka ia berhak menerima imbalan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan atau adat, atau ditetapkan oleh undang-undang.40 . Kewajiban tersebut adalah untuk kepentingan orang yang memberi kuasa dalam hal ini petani kopi agar perantara membeli dan menjual komoditi tersebut, namun dilakukan oleh seseorang sebagai wakil.

GAMBARAN UMUM DESA TANJUNG AUR

Sejarah Desa Tanjung Aur

Karena tidak ada pedagang besar atau pembeli besar hasil pertanian di desa Tanjung Aur. Tidak adanya pedagang besar atau pembeli besar hasil pertanian yang datang ke desa Tanjung Aur menjadi alasan kami menjual kopi yang kami peroleh kepada petani melalui jasa perantara. Selain wawancara dengan petani kopi, penulis juga melakukan wawancara dengan pembeli dan penjual di Desa Tanjung Aur.

Produk pertanian di Desa Tanjung Aur cukup banyak yang membuat saya tertarik untuk menjadi perantara penjualan. Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Pada Praktek Jasa Perantara Pembelian dan Penjualan Kopi di Desa Tanjung Aur. Jasa perantara pembelian dan penjualan kopi di Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur. Praktek jasa intermediasi atau Samsarah di Desa Tanjung Aur terjadi pada jual beli kopi.

Perjanjian transaksi antara petani kopi dengan perantara jual beli kopi di Desa Tanjung Aur kurang tepat. Dalam praktik mediasi pembelian dan penjualan kopi di Desa Tanjung Aur tidak terpenuhi syaratnya. Oleh karena itu, penulis menyimpulkan Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktek jual beli kopi di desa Tanjung Aur adalah haram atau tidak diperbolehkan.

Praktik jasa perantara dalam jual beli kopi di Desa Tanjung Aur dilakukan oleh petani kopi dan perantara dalam jual beli kopi. Hukum ekonomi syariah mengulas praktek jual beli jasa perantara kopi di desa Tanjung Aur haram atau tidak diperbolehkan.

Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat

Keadaan Sosial Penduduk

Guna memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Tanjung Aur diperlukan sarana dan prasarana pendukung yang dapat membantu aktivitas masyarakat.

Struktur Perangkat Desa Tanjung Aur

Tingkat Pendidikan

Dari penelitian yang penulis lakukan, terdapat berbagai penjelasan dari para petani kopi dan perantara jual beli kopi yang menjelaskan tentang praktek jual beli kopi melalui jasa perantara. Melalui wawancara yang penulis lakukan di Desa Tanjung Aur, penulis bertanya kepada beberapa petani kopi salah satunya Pak Juanda, penulis menanyakan bagaimana sistem jual beli kopi melalui jasa perantara. Adanya perantara jual beli tentu sangat membantu kita dalam memasarkan kopi yang kita peroleh.

Dengan demikian, dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa praktek jual beli kopi melalui jasa perantara di desa Tanjung Aur tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi para petani kopi. Kebetulan ayah saya adalah seorang perantara jual beli hasil pertanian di desa Tanjung Aur, sehingga saya tertarik menjadi perantara jual beli hasil pertanian dan banyak belajar dari beliau. Perbedaan harga yang diberikan perantara jual beli kopi dengan harga pasar kemudian disebabkan sulitnya akses jalan yang dilalui perantara saat melakukan penjualan.

Dalam hal ini, petani tidak mempunyai pilihan lain untuk menjual produk kopinya selain melalui perantara jual beli. Dengan demikian, petani tidak punya pilihan lain untuk menjual produk kopinya selain melalui perantara jual beli. Petani terpaksa menjual hasil pertaniannya tanpa memperhatikan kecukupan harga yang ditawarkan oleh perantara jual beli.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah

Dalam konteks hukum Islam, istilah perantara dikenal dengan simsar, yaitu orang yang menjadi penghubung atau perantara yang memperlancar proses jual beli. Jasa perantara dalam jual beli memegang peranan yang sangat penting dalam menghubungkan penjual dan pembeli untuk pelaksanaan transaksi jual beli selanjutnya. Islam mewajibkan jual beli melalui perantara, dalam hal ini perantara yang akan melakukan penjualan karena masyarakat memerlukannya.

Sebab, jumlah kebutuhan yang mendesak atau banyak dan harus segera dipenuhi, sementara pedagang besar atau pengepul atau pembeli besar hasil pertanian belum ada yang datang ke Desa Tanjung Aur. Bagi perantara jual beli atau simsar agar selalu menjalankan amanahnya dengan penuh rasa jujur, tanggung jawab, dan tidak melakukan penipuan yang dapat merugikan orang lain. Diharapkan para petani kopi dapat lebih memahami tentang jual beli melalui jasa perantara yang baik sehingga dapat terhindar dari unsur penipuan atau penipuan yang dilakukan melalui jual beli melalui perantara sehingga tidak mengalami kerugian.

Maka diharapkan peran pemerintah terkait khususnya Pemerintah Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, untuk mengawal berbagai bentuk sistem jual beli untuk melindungi masyarakat dari berbagai oknum yang dapat merugikan. Bisnis Jual Beli Online (Toko Online) Hukum Islam dan Hukum Tata Negara, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. Asy'ari, Muhammad Ridwan, Praktik Broker Jual Beli Kelapa Studi Kasus di Desa Ngeseng, Gemolong, Sragen, Yogyakarta: muamalat Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2016.

Hermansyah, Broker Practices for Buying and Selling Used Cars at the Dira Motor Palangka Raya Showroom (Sharia Economic Law Perspective), Palangka Raya: Sharia Economic Law, Sharia Faculty, Palangka Raya State Islamic Institute, 2017. Wulandari, Diah Ayu, Fiqh Muamalah Rukun en verkoop- en aankoopvoorwaarden in Islam, (State Islamic College (Stain) Jurai Siwo Metro, 2016.

PENUTUP

Saran

Selain itu, pemerintah juga perlu mengadakan berbagai macam sosialisasi khususnya di bidang pertanian untuk meningkatkan pemahaman masyarakat petani di Desa Tanjung Aur. Tentu saja sosialisasi kepada masyarakat petani kopi dapat lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Al-Asqalani, Imam Hafizh Ali bin Hajar al-Asqalani, Fathul Baari Syarah Sahih Al-Bukhari Juz V.

Andiko, Toha, Suansar Khatib, Romi Adetio Setiawan, Maqashid Syariah in Islamic Economics, Yogyakarta: Samudra Biru, 2018. Sembiring, Boy Jerry Wven, Tanti Budi Suryani, Bagas Yusuf Kausan, Nusantara Economy biedt oplossingen om Indonesië te herstellen, Jakarta: WALHI National Uitvoerend, 2021.

Referensi

Dokumen terkait