• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum islam terhadap profesi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tinjauan hukum islam terhadap profesi"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bagaimana hukum Islam mengulas profesi pemberi izin produk kecantikan di Pasar Panorama Kota Bengkulu.

Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu

9 Zulrahma Dermawan, Peran Celebrity Endorser Dalam Menarik Minat Beli Pengguna Media Sosial Instagram (Studi pada Mahasiswa UIN Alauddin Makassar), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, di http://repository.uin-alauddin.ac .id, diunduh pada 17 Februari 2021. 2 September 2014 dengan judul “Pengaruh Selebriti yang Terdiri dari Variabel Kredibilitas Daya Tarik Kesesuaian Endorser Terhadap Minat Beli (Survei Pengunjung Toko 3Second Jalan Soekarno Hatta Malang)”. Majalah ini berfokus pada pengaruh celebrity endorser terhadap minat konsumen dalam membeli produk 3Second di Jalan Soekarno Hatta Malang.

2 Agustus 2016 dengan judul “Pengaruh Endorsement Selebriti di Instagram Terhadap Minat Membeli Produk Fashion Lokal (Studi pada Sharena Gunawan)”. Majalah ini berfokus pada tanggapan responden mengenai rekomendasi selebriti terhadap minat pembelian secara parsial dan simultan.12. 12 Lidia Rochmania dan Fajar Siddiq Adi Prabowo, “Pengaruh Celebrity Endorsement di Instagram Terhadap Minat Membeli Produk Fashion Lokal (Studi pada Sharena Gunawan)”, Jurnal e-Proceeding Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, ( jilid.

Berdasarkan uraian penelitian dapat dipahami bahwa ketiga penelitian tersebut mempunyai persamaan yaitu pembahasan mengenai endorsement. Namun dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang Revisi Hukum Islam pada Profesi Endorsemen Produk Kecantikan (Studi Pasar Panorama Kota Bengkulu).

Metode Penelitian

Oleh karena itu, data disajikan dalam bentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian dengan mengunjungi langsung Pasar Panorama di Kota Bengkulu sebagai lokasi yang digunakan untuk penelitian. Data primer merupakan data dasar yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan metode wawancara lapangan langsung dan pengumpulan data agar data yang dikumpulkan benar-benar data yang valid dan kemudian menjadi salah satu sumber data penelitian.

Data sekunder dalam penelitian ini adalah data dokumenter yang diperoleh melalui sumber lain yaitu data yang diperoleh dari tabloid, internet dan buku yang merupakan salah satu data pendukung dalam penelitian ini. Metode dokumentasi adalah serangkaian fakta dan data yang disimpan dalam bentuk dokumentasi, dan sebagian besar data yang tersedia berupa transaksi, buku, surat kabar, majalah, tesis, makalah, jenis karya tulis, agenda dan lain sebagainya. pada. Observasi atau observasi adalah suatu kegiatan observasi melalui apa yang peneliti lihat, dengar, rasakan, secara langsung mengenai hak-hak yang berkaitan dengan data yang penulis perlukan.

Menurut Sugiyono, analisis kualitatif adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data-data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi dokumenter, kemudian memilih mana yang penting dan akan dipelajari serta menarik kesimpulan agar mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain. . Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan data yang diperoleh dari peristiwa, fakta dan bukti nyata yang dapat dibuktikan.

Endorsement

  • Pengertian Endorsement
  • Macam-Macam Endorsement
  • Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014
  • Penjelasan Umum Undang-Undang Jaminan Produk
  • Dampak Positif dan Dampak Negatif

-Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal hadir untuk menjamin kepastian hukum mengenai jaminan produk halal. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal disahkan oleh Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada 17 Oktober 2014. - Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal mulai berlaku sejak diundangkan pada 17 Oktober 2014 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsudin di Jakarta.

- UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal telah dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 295. Penjelasan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dimuat dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5604. Jaminan terkait produk halal harus diberikan sesuai dengan prinsip perlindungan, keadilan, kepastian hukum, akuntabilitas, dan transparansi. efisiensi dan efektivitas serta profesionalisme.

Oleh karena itu, tujuan Jaminan Penyelenggaraan Produk Halal adalah untuk menjamin kenyamanan, keselamatan, keamanan dan kepastian ketersediaan Produk Halal bagi masyarakat untuk mengkonsumsi dan menggunakan produk tersebut, serta meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha dalam produksi dan penggunaan produk halal. penjualan produk halal. . Sementara itu, berbagai peraturan perundang-undangan terkait pengaturan produk halal belum memberikan keamanan dan jaminan hukum kepada masyarakat muslim.

Konsep Endorsement Dalam Hukum Islam

  • Pengerian Endorsement Dalam Hukum Islam
  • Etika Endorsement Dalam Hukum islam
  • Ijarah
  • Landasan Hukum Ijarah
  • Rukun dan Syarat Ijarah
  • Ujrah

Artinya: “Dan janganlah kamu memakan harta yang ada di antara kamu dengan jalan yang bathil, dan (janganlah) kamu menyuap hakim-hakim dengan perkara-perkara itu, dengan maksud supaya kamu dapat memakan harta orang lain dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui”. :"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya mereka menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)". Maksudnya: "278: Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu berlaku adil di sisi Allah. dan tinggalkan sisa riba (yang tidak dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman 279. Maka jika kamu tidak mengerjakan yang demikian (tinggalkan sisa riba), ketahuilah maka bahawa Allah dan rasul-Nya akan memerangi kamu.

Barang atau produk yang disetujui adalah produk asli. Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa mempromosikan produk palsu adalah suatu kezaliman karena akan merugikan konsumen jika ia tidak mengetahuinya, dan jika ia mengetahui produk tersebut palsu maka dipromosikan oleh dirinya dan orang lain, dan ketiga, keempat dan seterusnya, yang pertama kali mempromosikan produk palsu menanggung dosa. Artinya : Sesungguhnya Kamilah yang membangkitkan orang mati dan Kami mencatat apa yang mereka kerjakan dan jejak-jejak yang mereka (tinggalkan). Sedangkan Komplikasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) pada pasal 20 mengartikan ijharat sebagai “ijharat disewa untuk jangka waktu tertentu dengan pembayaran”.

Maksudnya: “Dan para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, iaitu bagi yang hendak menyusukan sepenuhnya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan dan akan memberi balasan kepada kamu atas amalan itu. Jadikan dia seorang pekerja (untuk kita), dia benar-benar orang yang terbaik untuk diambil sebagai pekerja (untuk kita), seorang yang kuat dan boleh dipercayai."

Pada ayat di atas dapat dipahami bahwa seseorang itu kuat dan dapat dipercaya, artinya dia layak untuk kita ajak bekerja sama karena dia mempunyai dua sifat yang baik, yaitu kuat dan dapat dipercaya, dan jika sifat ini ada pada seseorang ditemukan. maka dia akan menjadi orang yang paling layak untuk melakukan pekerjaan itu. Ulama madzhab Hanafi menyatakan bahwa orang yang mengadakan akad, sewa/imbalan dan manfaat termasuk dalam syarat al-Ijarah, bukan rukunnya. Upah adalah harga yang dibayarkan kepada pekerja (buruh) atas jasanya dalam proses produksi.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa upah adalah imbalan berupa uang yang diberikan atas manfaat suatu jasa. Dari penjelasan di atas dapat dibedakan antara jasa dan persewaan, yaitu jasa tenaga kerja yang memerlukan kejelasan mengenai ciri-ciri jasa yang diperjanjikan. Adapun mengenai persewaan barang, selain syarat-syarat yang sama, juga diwajibkan dapat dilihat pada saat akad berlangsung, sama dengan barang yang diperjualbelikan.

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

Sejarah Pasar Panorama

Produk kecantikan adalah suatu benda yang digunakan orang pada bagian luar tubuh (kulit, rambut, dan bibir) dengan tujuan untuk membersihkan, mengharumkan, dan menyempurnakan penampilan. Dengan berkembangnya produk kecantikan, semakin banyak variasi dan jenisnya, banyak pula merek-merek baru. Oleh karena itu, para pedagang mencari strategi baru agar produk yang mereka jual tetap diminati konsumen. Pedagang membuat strategi promosi dimana strategi promosi dilakukan dengan menggandeng tokoh dan selebritis yang ada di kota Bengkulu untuk membantu mempromosikan produk kecantikan yang dijualnya. untuk menarik minat konsumen.

Namun dalam proses praktik endorsement sendiri, pelaku usaha atau toko produk kecantikan di Pasar Panorama kurang cermat dalam memilih pelaku endorsement. Endorser yang mempromosikan suatu produk kecantikan yang diendorse tidak memakai atau menggunakan produk kecantikan tersebut, endorser memberikan promosi yang belum terbukti kebenarannya. Sistem yang digunakan oleh pelaku usaha atau pemilik toko produk kecantikan di Pasar Panorama Kota Bengkulu adalah sistem feedback.

Melakukan perawatan tubuh atau wajah dengan menggunakan produk kecantikan yang tersedia di Pasar Panorama Bengkulu tidak selalu efektif atau cocok untuk tubuh atau wajah. Wawancara Tri Astari, salah satu pembeli atau konsumen toko kecantikan di Pasar Panorama Bengkulu; Karena bentuk kerjasama yang digunakan dalam bookmark ini tidak mengikat dan tidak ada ketentuan saya harus menggunakan produk yang diberikan kepada saya untuk kemudian mempromosikannya. Mereka hanya meminta saya untuk mempromosikan produk yang dijualnya dengan menambahkan informasi menarik untuk membujuk konsumen agar membeli dan mencoba produk kecantikan yang saya endorse di Rini Beauty Shop di Pasar Panorama Bengkulu”33.

Pelaku usaha atau pemilik toko produk kecantikan di Pasar Panorama Kota Bengkulu dalam memilih pemeran pendukung tidak selektif berdasarkan jumlah follower saja dan lebih mengutamakan like dan viewer. Sementara itu, toko-toko yang menjual produk kecantikan di pasar Panorama kota Bengkulu sangat melebih-lebihkan kualitas produk kecantikan yang dijualnya. Konsumen membeli suatu produk kecantikan karena melihat dan mengetahui bahwa endorser yang mereka kenal menggunakan produk kecantikan dari toko kecantikan yang mereka rekomendasikan kepada kita konsumen.

Promosi yang dilakukan oleh beberapa toko kecantikan di Pasar Panorama dengan menggunakan endorser terkesan suka berbohong, tidak jujur, dan tidak dapat dipercaya. Hal ini dikarenakan kedua belah pihak baik pemilik toko produk kecantikan maupun endorsernya jujur ​​dan transparan dalam melakukan promosi, sehingga konsumen dan pendukung yang berkompeten yang telah membeli dan menggunakan produk kecantikan yang diterimanya dari toko produk kecantikan tidak merasa demikian. puas. dan kecewa dengan hasil yang mereka dapatkan. Berdasarkan lima strategi promosi endorsement yang dianjurkan syariat Islam, pelaku usaha produk kecantikan di pasar Panorama kota.

Praktek endorse produk kecantikan di Pasar Panorama Kota Bengkulu dilakukan antara pedagang kosmetik dengan endorser yang ada di kota Bengkulu dengan sistem feedback yang saling menguntungkan dimana pedagang kosmetik mencari endorser melalui media sosial, kemudian pedagang kosmetik mencoba menghubungi pihak supplier. dan mengatakan bahwa niat pedagang kosmetik terhadap supplier adalah mengajak supplier untuk bekerja sama dengan salah satu toko produk kecantikan di pasar Panorama kota Bengkulu setelah supplier menerima tawaran dari salah satunya. . Sebagai pelaku endorsement produk kecantikan di Panorama Market, wawancara 12 Desember 2021 Rochmania, Lidia dan Fajar Siddiq Adi Prabowo,.

Referensi

Dokumen terkait