• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TEOLOGIS TENTANG HIKMAT AMENEMOPE DALAM KITAB AMSAL 22:16 – 29:1

N/A
N/A
Abigail Sandra Dewi

Academic year: 2023

Membagikan "TINJAUAN TEOLOGIS TENTANG HIKMAT AMENEMOPE DALAM KITAB AMSAL 22:16 – 29:1"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ANUGRAH INDONESIA

TINJAUAN TEOLOGIS TENTANG HIKMAT AMENEMOPE DALAM KITAB AMSAL 22:16 – 29:1

TUGAS KITAB AMSAL

NAMA : SANDRA DEWI

NIM : 1320259.MT

PRODI : S-2 Teologi Agama Kristen

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ANUGRAH INDONESIA STTAI – SURABAYA

TAHUN 2021

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur hanya bagi Tuhan Yesus Kristus, oleh karena anugerah-Nya yang melimpah, kemurahan, penyertaan, hikmat, dan kasih setia-Nya yang besar akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah berjudul “Tinjauan Teologis Tentang Hikmat Amenemope Dalam Kitab Amsal 22:16 – 29:1”

Dalam penyusunan makalah ini Penulis banyak mempelajari hal-hal baru termasuk mengenai pengertian hikmat sendiri dan bagaimana hikmat dari Allah begitu luar biasa dibandingkan dengan pengetahuan yang manusia miliki. Penulis merasa diberkati sekali dalam penyusunan makalah ini dan melihat bagaimana Roh Kudus menuntun Penulis untuk memahami setiap penjelasan dari literature dan Firman Tuhan yang sudah Penulis baca.

Penulis berharap makalah ini dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Akhir kata, Penulis menyadari bahwa sebagai manusia masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan.

Tuhan Yesus memberkati.

Surabaya, 7 Maret 2021

Sandra Dewi

1

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...1

DAFTAR ISI...1

BAB IPENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...2

C. Tujuan Masalah...2

BAB IILANDASAN TEORI...3

A. Pengertian Hikmat...3

B. Hikmat Menurut Kitab Amsal...4

C. Hubungan antara Hikmat Amenemope dan Kitab Amsal...5

BAB IIIPEMBAHASAN...7

A. Tinjauan Teologi Hikmat Amenemope dalan Kitab Amsal...7

BAB IVKESIMPULAN...10

A. Kesimpulan...10

DAFTAR PUSTAKA...11

1

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ada begitu banyak persoalan di dalam hidup manusia yang mengharuskan manusia untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat. Dalam mengambil keputusan yang tepat, manusia juga perlu dasar-dasar dan pertimbangan yang benar sesuai dengan persoalan yang dihadapi. Walaupun hidup manusia selalu berhadapan dengan berbagai macam persoalan, manusia tetap berusaha untuk selalu mencari jalan keluar dengan berbagai macam cara..

Firman Tuhan dalam Amsal 9:10 mengatakan “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” yang berarti takut akan Tuhan dan hikmat adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Hikmat digambarkan dengan kebijaksanaan, kebajikan, kearifan1 dan karena penggambaran ini manusia mencari hikmat sebagai jalan untuk mendapatkan pemecahan masalah maupun sebagai dasar untuk pertimbangan dalam membuat setiap keputusan. Begitu banyak pencarian yang manusia lakukan mulai dari menempuh pendidikan tinggi sampai belajar kepada ahli, namun manusia tidak pernah lepas dari masalah dan persoalan hidup.

Allah Bapa di sorga yang begitu mengasihi manusa adalah sumber Hikmat itu sendiri. Namun, bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah Bapa menganggap bahwa hikmat berasal dari dewa, pengalaman-pengalaman, maupun filsafat. Dijelaskan bahwa filsafat merupakan refleksi rasional atas keseluruhan realitas untuk mencapai

1 Kamus Besar Bahasa Indonesia

1

(5)

2 hakikat (kebenaran) dan memperoleh hikmat (kebijaksanaan).2 Salah satu sumber pencarian kebenaran juga dilakukan oleh manusia melalui hikmat Amenemope.

Begitu banyak pandangan manusia mengenai hikmat hingga melupakan bahwa hikmat yang sebenarnya berasal dari Allah sendiri. Ditemukan bahwa hikmat amenemope memiliki kemiripan dengan Amsal 22:16 – 29:1. Konsep pemahaman mengenai hikmat antara bangsa yang mengenal Allah Bapa dan bangsa yang tidak mengenal Allah Bapa sudah memiliki perbedaan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di jelaskan, dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang akan di bahas, yaitu :

1. Apa pengertian Hikmat menurut Kitab Amsal?

2. Bagaimana pandangan hikmat menurut Alkitab mengenai hikmat Amenemope?

C. Tujuan Masalah

Tujuan dari rumusan masalah diatas adalah :

1. Untuk memahami arti Hikmat menurut Kitab Amsal

2. Untuk mengetahui pandangan Alkitab mengenai hikmat Amenemope.

2 Ahmad Taufik Nasution, Filsafat Ilmu: Hakikat Mencari Pengetahuan ,(Yogyakarta:Deepublish,2016), 7

2

(6)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Hikmat

Amsal 8:22 menjelaskan bahwa Tuhan menciptakan hikmat sebagai permulaan pekerjaan-Nya. Melalui kebenaran Firman tersebut dapat dipahami bahwa hikmat sudah ada sejak sebelum langit dan bumi juga seluruh isinya diciptakan.

Amsal 3:19 juga menegaskan bahwa dengan hikmat Tuhan meletakkan dasar bumi dan dengan pengertian ditetapkanNya langit.

Hikmat secara etimologi ada 3 akar kata dalam bahasa Ibrani yang menunjuk pada kata hikmat yaitu ‘hokmah (hikmat), bina (pengetahuan), dan tevuna (kebijakan) semuanya menunjuk pada hal praktis konkret bukan sekedar teoritis.3

C. Hassel Bullock dalam bukunya yang berjudul ‘Kitab-Kitab Puisi dalam Perjanjian Lama’ menjelaskan :

Hikmat dalam Alkitab khususnya Perjanjian Lama menggunakan dua padanan kata yang mengandung dua arti dimana untuk kata benda “Hocmah” yang berarti hikmat dan kata sifat “Hacham” yang berarti bijaksana, dimana dua kata tersebut tidak hanya dipakai untuk menggambarkan suatu sifat namun mengandung hal-hal yang merujuk pada berbagai keahlian dan keterampilan yang dilakukan secara nyata.4

Tremper Longman juga menjelaskan bahwa :

3 Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid I (Jakarta : YKBK/OMF, 2009), 391

4 C. Hassel Bullock, Kitab-Kitab Puisi dalam Perjanjian Lama,(Malang : Gandum Mas, 2014), 25

3

(7)

4

Berdasarkan dua kata diatas yang memberikan penggambaran mengenai hikmat, maka dapat dilihat bahwa hikmat tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan atau sekedar kecerdasan intelektual dalam diri seseorang, namun hikmat itu sendiri berkaitan dengan kemampuan atau keterampilan atau tindakan nyata dalam diri seseorang untuk menghadapi serta merespon setiap masalah yang muncul atau setiap kenyataan yang ada. Hikmat yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sebuah konsep yang mudah untuk dijelaskan oleh manusia, diperlukan penelusuran yang sungguh-sungguh untuk dapat mengerti dan memahami konsep tersebut.5

Setiap manusia tidak bisa hanya mengandalkan kecerdasan intelektual saja untuk memecahkan masalah mengingat bagaimana kemampuan manusia yang terbatas, bukan juga hikmat yang berasal dari manusia sendiri, namun hikmat yang berasal dari Allah Bapa.

Dapat disimpulkan bahwa hikmat adalah suatu kualitas yang terdapat dalam diri seseorang, namun bukan hanya berpegang pada kecerdasan intelektual atau pengetahuan secara teoritis tetapi juga keterampilan dan keahlian yang dilakukan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari yang berasal dari Allah dan diberikan kepada manusia.

B. Hikmat Menurut Kitab Amsal

Dalam Kitab Amsal hikmat diartikan sebagai pengertian, pengetahuan, dan kebijaksanaan (Amsal 8:12) Hikmat sebagai pemberian, telah disinggung sehubungan dengan Salomo. Tetapi, diluar tradisi Salomo pun, hikmat dipahami sebagai pemberian Allah bagi kepentingan umat-Nya6. Pengaruh hikmat yang begitu besar dalam kehidupan ini juga terlihat dari hikmat yang diperoleh oleh Raja Salomo dan Ratu Syeba yang memuliakan nama Allah Bapa (1 Raja-Raja 10:9). Allah

5 Tremper Longman, Hikmat dan Hidup Sukses, (Jakarta: Scripture Union Indonesia, 2007), 5

6 Ayub Ranoh, Kepemimpinan Kharismatis: Tinjuan Teologis-etis Atas Kepemimpinan Sukarno, (Jakarta: Gunung Mulia,2006), 136

(8)

5 memberikan hikmat dan pengertian yang sangat besar kepada Salomo melebihi segala hikmat orang Mesir (1 Raja-Raja 4:29-30). Bukan hanya pemimpin-pemimpin saja yang membutuhkan petunjuk hidup untuk penyelesaian masalah dan membedakan baik dan benar. Hikmat Ibrani adalah seni untuk mencapai keberhasilan dan Kitab Amsal adalah buku petunjuk untuk hidup yang berhasil. Dengan mengutip dan melukiskan kebiasaan hidup yang negatif dan positif, Kitab Amsal menjelaskan perilaku yang benar dan salah dalam berbagai keadaan.7 Pentingnya hikmat sudah tergambar jelas dan dibutuhkan oleh setiap orang dalam menjalani kehidupan juga untuk memecahkan setiap permasalahan. Pengkotbah 8:1 menjelaskan tanpa hikmat justru terjerat di dalam masalah, namun dengan hikmat orang dapat memahami dan mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak semula Kitab Amsal sudah menegaskan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan (Amsal 1:7). Takut akan Allah adalah dasar hikmat yang sejati. Hikmat sangat berkaitan dengan kesanggupan dan keahlian menggunakan pengetahuan dengan baik dalam situasi yang tepat. Rasa takut akan Tuhan bukanlah rasa takut yang membuat bersembunyi dan menjauhi Tuhan.

Melainkan Rasa takut yang sehat yang didasari dengan hormat, kerinduan hati untuk melakukan segala kehendak Allah dan menjauhi kejahatan (Amsal 8:13). Sumber hikmat hanya berasal dari Allah dan bukan dari manusia.

C. Hubungan antara Hikmat Amenemope dan Kitab Amsal W.S. LaSor, D.A Hubbard dan F.W. Bush menjelaskan bahwa

Ungkapan dalam Amsal 22-17-23:11 sangat mirip dengan suatu bagian amsal Mesir dari Amenemope, yang mungkin hidup kira-kira pada tahun 1000 SM atau lebih awal. Selama beberapa dasawarsa, para ahli memperbedatkan

7 W.S. LaSor, D.A Hubbard dan F.W. Bush, Pengantar Perjanjian Lama 2:Sastra dan Nubuat,(Jakarta:

Gunung Mulia, 2007), 90

(9)

6 tentang kumpulan mana yang mempengaruhi yang lain. Sekarang ada persetujuan yang luas yang mendukung amsal-amsal Amenemope sebagai yang asli. 8

Penjelasan lebih jauh mengenai amsal Amenemope dijabarkan secara rinci oleh Chrisoph Barth dan Marie-Claire Barth-Frommel:

Salomo mulai memanggil orang-orang bijak menjadi penasihat-penasihatnya atau guru-guru untuk anak-anak raja serta calon pegawai kerajaan. Naskah- naskah ditukar atau diterjemahkan dan disesuaikan dengan lingkaran baru.

Demikianlah Amsal 22:17 -23:11 diambil dari ajaran Amenemope, guru raja di Mesir, dan ditambah dengan 22:19 dan 23 untuk mengaitkan ajarannya dengan iman akan Tuhan.. Dari lingkungan istana, pengaruh hikmat meluas ke segala lapisan masyarakat. Seluruh kota Yerusalem mulai turut serta di dalam gerakan pembaruan budi dan perilaku itu. Lama-kelamaan ajaran dan sikap itu mempengaruhi seluruh masyarakat Israel. Ia menegaskan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang mencerminkan kehendak ilahi.9

Perbandingan mengenai kemiripan antara hikmat Amenemope dan Kitab Amsal juga ditemukan. W.S. Lasor, D.A Hubbard dan F.W. Bush menemukan perbedaan dalam keserupaan amsal-amsal tersebut dengan melihat bagaimana keduanya memiliki kemiripan kata namun kitab Amsal jauh lebih menjelaskan pada sebab akibat. Dalam buku ‘Pengantar Perjanjian Lama 2:Sastra dan Nubuat’

dijelaskan :

Apapun sumbernya amsal-amsal ini telah dibentuk dan disusun oleh orang- orang bijak Israel dalam kerangka iman dan sejarah Israel sehingga amsal- amsal tersebut menjadi bagian dari pemberitaan yang diilhami Allah.

Misalnya Amenemope memperingatkan :“Jagalah dirimu terhadap perampasan orang yang tertekan dan penindasan orang-orang tak mampu”(ps 2) sedangkan Kitab Amsal menambahkan alasan yang penting untuk tidak ikut dalam perampasan seperti itu : “Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan…

sebab TUHAN membela perkara mereka…”(Amsal 22:22-23)10

8 Ibid, 98

9 Chrisoph Barth dan Marie-Claire Barth-Frommel ,Teologi Perjanjian Lama 2 (Jakarta: Gunung Mulia, 2010), 179

10 W.S. LaSor, D.A Hubbard dan F.W. Bush, Loc.cit, 2007, 98

(10)

BAB III PEMBAHASAN

A. Tinjauan Teologis Hikmat Amenemope dalan Kitab Amsal

Hikmat Amenemope yang merupakan suatu bagian dari amsal Mesir menjadi salah satu sumber hikmat yang diandalkan oleh manusia. Dalam Kitab Amsal 22:16 – 29:1 didapati beberapa kesamaan pada amsal Amenemope. Kesamaan ini membuat para ilmuan memperdebatkan mana yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Setelah melalui beberapa penyelidikan diketahui bahwa hikmat Amenemope-lah yang mempengaruhi penulisan Amsal 22:16 – 29:11. Pengaruh hikmat Amenemope tidak menghilangkan iman orang Israel kepada Allah. Amsal Amenemope telah dibentuk dan disusun oleh orang-orang bijak Israel dalam kerangka iman dan sejarah Israel sehinggal amsal-amsal tersebut menjadi pemberitaan yang diilhami Allah.11 Maka dengan kata lain, hikmat Amenemope bukan menjadi dasar kebenaran yang mutlak, namun dibentuk oleh orang-orang bijak Israel yang disesuaikan dalam kerangka iman sehingga menjadi pemberitaan yang diilhami Allah dan bukan ilham yang berasal dari manusia.

Naskah-naskah ditukar atau diterjemahkan dan disesuaikan dengan lingkaran baru. Demikianlah Amsal 22:17 -23:11 diambil dari ajaran Amenemope, guru raja di Mesir untuk mengaitkan ajarannya dengan iman akan Tuhan.12 Keterkaitan dengan iman akan Tuhan ini membuat amsal Amenemope menjadi inspirasi dalam penulisan Kitab Amsal dalam hal bahasa, namun tidak menjadikannya serta merta sama persis

11 Ibid, 98

12 Ibid, 98

7

(11)

8 dengan iman Kristus. Ajaran yang diilhami oleh Allah memberikan penjelasan penting mengenai suatu perbuatan. Misalnya Amenemope memperingatkan:“Jagalah dirimu terhadap perampasan orang yang tertekan dan penindasan orang-orang tak mampu”(ps 2) sedangkan Kitab Amsal menambahkan alasan yang penting untuk tidak ikut dalam perampasan seperti itu : “Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan… sebab TUHAN membela perkara mereka…”(Amsal 22:22-23)13 Atau ketika Amenemope memperingatkan “Berikanlah telingamu, dengarkan apa yang dikatakan, Berikanlah hatimu untuk mengerti perkataan-perkataan itu. Maka akan bermanfaat bila engkau menaruhnya dihatimu” (ps.1) sedangkan Kitab Amsal menjelaskan “Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak, berilah pengertian kepada pengetahuanku. Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu” (Amsal 22:17-18a). Perbedaan ini terlihat jelas pada hikmat Amenemope yang hanya memperingatkan namun Kitab Amsal dapat menjelaskan peringatan yang diberikan dan sebab akibat.

Pengaruh hikmat yang begitu besar dalam kehidupan ini juga terlihat dari hikmat yang diperoleh oleh Raja Salomo dan Ratu Syeba yang memuliakan nama Allah Bapa (1 Raja-Raja 10:9). Allah memberikan hikmat dan pengertian yang sangat besar kepada Salomo melebihi segala hikmat orang Mesir (1 Raja-Raja 4:29- 30). Bukan hanya pemimpin-pemimpin saja yang membutuhkan petunjuk hidup untuk penyelesaian masalah dan membedakan baik dan benar

Manusia hanya dapat memahami segala sesuatu terbatas pada kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Namun hikmat yang berasal dari pada Allah melebihi itu semua. Hikmat Amenemope hanya dapat memberikan petunjuk sebatas

13 Ibid, 98

(12)

9 dari pengetahuan namun hikmat Allah jauh lebih sempurna dalam menjelaskan segala sesuatu.

Kitab Amsal sudah menegaskan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan (Amsal 1:7). Takut akan Allah adalah dasar hikmat yang sejati. Hikmat sangat berkaitan dengan kesanggupan dan keahlian menggunakan pengetahuan dengan baik dalam situasi yang tepat. Rasa takut akan Tuhan bukanlah rasa takut yang membuat bersembunyi dan menjauhi Tuhan. Melainkan rasa takut yang didasari dengan hormat, kerinduan hati untuk melakukan segala kehendak Allah dan menjauhi kejahatan (Amsal 8:13). Melalui rasa takut yang benar dihadapan Tuhan lah segala sesuatu menjadi jelas dan tidak menyimpang.

(13)

BAB IV KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Banyaklah hikmat-hikmat yang dunia tawarkan namun hikmat yang sejati hanya berasal dari Allah saja. Manusia hanya dapat melakukan segala sesuatu terbatas pada kemampuan dan pengetahuan yang sudah dimiliki. Rasa takut akan Tuhan bukanlah rasa takut yang membuat bersembunyi dan menjauhi Tuhan, melainkan rasa takut yang didasari dengan hormat, kerinduan hati untuk melakukan segala kehendak Allah, dan menjauhi kejahatan (Amsal 8:13). Takut akan Tuhan adalah dasar hikmat yang sejati (Amsal 1:7).

Hikmat Amenemope hanya dapat memberikan petunjuk sebatas kemampuan dan pengetahuan manusia miliki, namun hikmat yang berasal dari Allah menjelaskan, menuntun, dan membimbing lebih dari pada hikmat manusia.

Keserupaan hikmat Amenemope dan Kitab Amsal 22:16 – 29:1 tidak menghilangkan ajaran iman akan Tuhan. Hikmat Amenemope menjadi inspirasi dalam penulisan untuk mengaitkan dengan ajaran iman akan Tuhan dalam nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang mencerminkan kehendak Allah. Meskipun tersinpirasi dari hikmat Amenemope, amsal-amsal ini telah dibentuk dan disusun oleh orang-orang bijak Israel dalam kerangka iman dan sejarah Israel sehingga amsal-amsal tersebut menjadi bagian dari pemberitaan yang diilhami Allah.

10

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Barth, Christoph dan Marie-Claire Barth-Frommel ,Teologi Perjanjian Lama 2, Jakarta: Gunung Mulia, 2010

Bullock, C. Hassel, Kitab-Kitab Puisi dalam Perjanjian Lama, Malang : Gandum Mas, 2014

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid I , Jakarta : YKBK/OMF, 2009

LaSor , W.S., D.A Hubbard dan F.W. Bush, Pengantar Perjanjian Lama 2:Sastra dan Nubuat, Jakarta: Gunung Mulia, 2007

Longman, Tremper, Hikmat dan Hidup Sukses, Jakarta: Scripture Union Indonesia, 2007

Nasution,Ahmad Taufik, Filsafat Ilmu: Hakikat Mencari Pengetahuan ,Yogyakarta:Deepublish, 2016

Ranoh, Ayub, Kepemimpinan Kharismatis: Tinjuan Teologis-etis Atas Kepemimpinan Sukarno, Jakarta: Gunung Mulia, 2006

Referensi

Dokumen terkait