• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Yuridis Terhadap Harta Peninggalan dari Perkawinan Beda Agama Menurut Hukum Di Indonesia.

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Tinjauan Yuridis Terhadap Harta Peninggalan dari Perkawinan Beda Agama Menurut Hukum Di Indonesia."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Heny Faramita. NPM 17.81.0625. Tinjauan Yuridis Terhadap Harta Peninggalan dari Perkawinan Beda Agama Menurut Hukum Di Indonesia. Pembimbing 1 Dr. Indah Dewi Megasari, S. HI, M. HI. Pembimbing 2 Dr. Muhammad Aini, S.HI., M.H

Perbedaan agama dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat menghambat seseorang mendapatkan hak perwalian dan hak harta dari kedua orang tuanya, penghalang pembagian harta dari perkawinan beda agama salah satunya adalah perbedaan agama antara pewaris dan ahli waris yang dapat menggugurkan hak seseorang untuk mewarisi harta peninggalan. Yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Untuk mengetahui akibat hukum dari perkawinan beda agama menurut hukum di Indonesia. 2) Untuk mengetahui harta peninggalan anak dari hasil perkawinan beda agama menurut hukum di Indonesia.

Jenis penelitian ini yaitu hukum normatif, penelitian hukum normatif dilakukan untuk menghasilkan

argumentasi, teori atau

konsep baru sebagai prespektif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sifat penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analitis. Penelitian ini juga menguraikan ataupun mendeskripsikan data yang diperoleh secara normatif lalu diuraikan untuk melakukan suatu telaah terhadap data tersebut secara sistematik

Berdasarkan hasil penelitian tentang Tinjauan Yuridis Terhadap Harta Peninggalan dari Perkawinan Beda Agama Menurut Hukum Di Indonesia, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Akibat hukum dari perkawinan beda agama menurut hukum di Indonesia. Akibat hukum perkawinan beda di Indonesia dikembalikan kepada ketentuan agama masing masing. Anak yang lahir dari pasangan beda agama namun perkawinan tersebut tidak dilarang dari agama kedua orang tuannya maka anak tersebut sah namun jika perkawinan tersebut dilarang maka anak tersebut anak luar kawin. Putusan Mahkamah Konstitusi No.46/ PUU-VIII/2010 ini berimplikasi terhadap perubahan nilai nilai dalam masyarakat mengenai status dan hak terhadap anak luar kawin. 2) Harta peninggalan anak dari hasil perkawinan beda agama menurut hukum di Indonesia. Perkawinan beda agama menimbulkan harta bersama dan harta bawaan jika sah menurut agama pasangan beda agama tersebut. Dari uraian maka dapat disimpulkan Hak waris seseorang berbeda agama terhadap pewaris tetap bisa mendapatkan harta dari pewaris yang beda agama dalam bentuk hibah, wasiat dan hadiah. Hukum yang ada di Indonesia menuruti hukum islam yaitu memperbolehkan seseorang untuk memberikan atau menghadiahkan sebagian atau seluruh harta kekayaannya ketika masih hidup kepada orang lain. Jika menganut hukum Islam tidak membatasi jumlah harta seseorang yang dihibahkan atau dihadiahkan

Kata Kunci:Harta Peninggalan, Perkawinan Beda Agama, Hukum Di Indonesia

(2)

perkawinan

.

DAFTAR PUSTAKA

A.

Buku

Ahmad Azhar Bazhar, (2011),Hukum Waris Islam, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia Asmin,(2006),Status Perkawinan Antar Agama, Jakarta: PT Dian Rakyat

Abd. Shomat, (2012) Hukum Islam Penoraman Syariah dalam Hukum Indonesia, Jakarta: Prenada Media Group

Beni Ahmad Saebani, (2013),Fiqih Mawaris, Bandung :Pustaka Setia

Dewi Sukarti, (2013), Perkawinan Antar agma menurut Al-qur’a>n dan Hadis Vol. 15, Jakarta: PBB UIN Ibrahim, (2015),Metodologi Penelitian Kualitatif,Bandung: Alfabeta

Maman Suparman, (2019), Hukum Waris Perdata, Jakarta Timur: Sinar Grafik

M. Karsayuda, (2006),Perkawinan Beda Agama: Menakar Nilai-Nilai Keadilan Kompilasi Hukum Islam, Yogyakarta : Total Media Yogyakarta

Muhammad Muslih, (2012),Fiqih, Bogor: Yudhistira

(3)

Muhammad Yasin dkk, (2014),Tanya Jawab Nikah Beda Agama Menurut Hukum di Indonesia, Jakarta Selatan: PT Justika Siar Publika

Nana Syaodih Sukmadinata, (2012), Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung:

RemajaRosdakarya

Peter Mahmud Marzuki, (2010),Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana Prenada Media Group Sugiyono, (2012),Metode Penelitian Pendidikan

Suharyadi dan Purwanto, (2016),Statistika Untuk Ekonomi.Jakarta: Salemba Empat

Suhrawardi K. Lubis dan Komis Simanjuntak, (2008),Hukum Waris Islam, Jakarta: Sinar Grafika Surah an-Nisa: 11

Tim penyusun Kamus Pusat Bahasa, (2011),Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Apabila kita urutkan rangkaian penyelesaian sengketa yang dapat ditempuh oleh para pihak terdiri dari musyawarah mufakat, melalui mediasi perbankan, forum arbitrase, dan apabila belum