• Tidak ada hasil yang ditemukan

TM 15. Produk Rekombinasi dan Aplikasi Biologi Molekuler di Bidang Kesehatan

N/A
N/A
Risky Dea Novita

Academic year: 2025

Membagikan "TM 15. Produk Rekombinasi dan Aplikasi Biologi Molekuler di Bidang Kesehatan"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

BIOLOGI SELULER DAN MOLEKULER

KODE MK : 04015061 JUMLAH SKS : 2 SKS SEMESTER : III (TIGA)

(2)

Produk Rekombinasi dan Aplikasi Biologi Molekuler

di Bidang Kesehatan

Tatap Muka ke-15

(3)

Pokok Bahasan Utama

• Pengenalan produk-produk rekombinan pada bidang Farmasi

• Pengenalan aplikasi biologi molekuler

pada bidang kesehatan

(4)

Ingat Kembali Teknik Rekombinasi

DNA

(5)

Ingat Kembali Teknik PCR

(6)

Produk-produk rekombinan pada

bidang Farmasi

(7)

Teknologi Rekombinasi DNA  Produk Rekombinan

Produk rekombinan

(8)

• Rekombinan Protein Pengganti (Human Protein Replacement)

• Protein Terapeutik

• Vaksin Rekombinan

Beberapa Produk Rekombinan di

Bidang Farmasi

(9)

Human Protein Replacement

• Dikenal sebagai terapi protein pengganti:

Pengobatan yang dilakukan dengan mangganti atau

menambah protein pada pasien yang mengalami kekurangan atau defisiensi protein tersebut.

• Pertama kali dikenal pada 1922: penambahan insulin pada pasien diabetes melitus.

• Contoh:

Insulin

hGH

(10)

Insulin

Diproduksi oleh sel Langerhans Pankreas

Terdiri dari 51 asam amino yang dipecah menjadi 2 rantai polipeptida:

Rantai A 21 asam amino

Rantai B 30 asam amino

Digunakan untuk terapi Diabetes Melitus

Terapi awal:

Insulin diisolasi dari sel pankreas babi dan sapi insulin babi/sapi berbeda 3 asam amino dari human insulin reaksi alergi

Produk insulin rekombinan sebagai alternatifnya

(11)

Tahap Produksi Insulin Rekombinan

Insulin dari DNA rekombinan mulai dibuat pada 1970

Terapi mulai diujicobakan pada 17 relawan di Guy Hospital, London, pada tahun 1980

Tahun 1982 menadapatkan approval

Tahun 1986 mulai dipasarkan secara komersil oleh Eli Lilly company

(12)

Human Growth Hormone (hGH)

Human Growth Hormone (hGH) diproduksi oleh Kelenjar Pituitari

hGH terdiri dari 26 asam amino

Kekurangan hGH dapat

menyebabkan kekerdilan (Dwarfism)

Pasien yang mengalami kekerdilan dapat diterapi dengan penambahan hGH

(13)

Fungsi hGH

(14)

Produksi hGH Rekombinan

(15)

Protein Faktor Koagulasi VIII

Digunakan untuk proses menutup luka

Terapi protein faktor koagulasi VIII digunakan untuk

pengobatan Haemophilia A

Produksi rekombinan faktor koagulasi VIII:

Menyelipkan gen pengkode faktor koagulasi VIII yang memiliki

ukuran 186 kb ke plasmid E. coli

(16)

Contoh Terapi Protein Rekombinan Pengganti Lainnya

Jenis Protein Merk Dagang Fungsi Contoh Penggunaan

Klinis

Insulin Humilin, Novolin

Meregulasi

kandungan glukosa di darah

Diabetes melitus

Factor VIII Bioclate, ReFacto Faktor koagulasi

darah Haemophilia A

Factor IX Benefix Faktor koagulasi

darah Haemophilia B

Lactase Lactaid Mencerna laktosa

Diare dikarenakan tidak dapat mencerna laktosa

(17)

• Merupakan molekul protein yang memiliki aktivitas sebagai obat sehingga dapat digunakan untuk keperluan klinis

• Pada tahun 2017*, sebanyak 239 protein atau peptide yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA)

untuk digunakan dalam kepentingan klinis. Beberapa diantaranya diproduksi menggunakan teknologi DNA rekombinan

Protein Terapeutik

(18)

Klasifikasi Protein Terapeutik

(19)

Produksi Protein Terapeutik Rekombinan

• Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan produksi protein rekombinan:

Pengetahuan pemilihan sistem ekspresi untuk memperoleh protein terapeutik dengan sifat dan aktivitas sesuai harapan,

Penyesuaian dengan regulasi dari badan berwenang untuk tujuan komersialisasi,

Penguasaan berbagai metode untuk karakterisasi dan purifikasi protein,

Pengetahuan mengenai status permasalahan terkini dari protein terapuetik dan pemecahannya untuk melakukan pengembangan melalui modifikasi protein

(20)

Erythropoietin

Interferon

Albumin serum manusia

Aktivator plasminogen jaringan

Antithrombin

Limfokin

Faktor Nekrosis Tumor (TNF(

Dismutase superoksida

Beberapa Contoh Protein Terapeutik

(21)

Erythropoietin (EPO)

Disintesis di ginjal

Digunakan untuk terapi

anemia CKD (Chronic Kidney Disease)

Pertama kali diproduksi oleh Amgen tahun 1989

Tahun 1997 Ortho-Biotech memproduksi rekombinan EPO

Rekombinan EPO disebut Epogen

(22)

• Interferon: substansi antiviral

IFN-α

IFN-β

IFN-γ

Interferon (IFN)

Gen pengkode IFN diselipkan ke dalam plasmid E. coli

(23)

• Digunakan untuk terapi thrombosis

Tissue Plasminogen Activator (tPA)

(24)

Dnase I

• Berfungsi untuk menghidrolisis DNA yang panjang menjadi oligonukleotida

• Dnase I biasa digunakan untuk terapi Cystic Fibrosis (CF)

• Pasien CF biasanya mengalami infeksi bakteri pada paru- paru yang mengakibatkan akumulasi mucus sehingga

menghalangi pernafasan

• Gen pengkode Dnase I diisolasi kemudian diekspresikan pada E.coli  Produk rekombinan Dnase I

(25)

Contoh Protein Terapeutik Lainnya

Jenis Protein

Terapeutik Merk Dagang Fungsi Contoh Penggunaan

Klinis

Erythropoietin Epogen Menstimulasi

erythropoiesis

Anemia dikarenakan kegagalan renal

(ginjal) Type I alpha-

interferon Infergen Immunoregulator Infeksi Hepatitis C kronis

Tissue Plasminogen

Activator (tPA) Activase Meningkatkan

fibrinolysis

Serangan jantung (mycocardial

infarction), Stroke

Streptokinase Streptase

Mengubah

plasminogen menjadi plasmin

Serangan jantung (mycocardial

infarction),

(26)

Contoh Protein Terapeutik Lainnya

Jenis Protein

Terapeutik Merk Dagang Fungsi Contoh Penggunaan

Klinis Collagenase Collagenase

Mehancurkan kolagen pada nekrosis luka

Kulit yang luka/terbakar

Dnase I Pulmozyme

Mendegradasi DNA pada sekresi paru- paru

Cystic fibrosis

(27)

• Merupakan salah satu jenis vaksin yang diproduksi melalui proses teknologi DNA rekombinan

• Vaksin Rekombinan dikembangkan dengan memasukkan gen pengkode antigen (seperti protein permukaaan bakteri) yang dapat menstimulasi respon imun

Vaksin Rekombinan

(28)

Jenis-Jenis Vaksin

(29)

Produksi Vaksin Rekombinan

(30)

Aplikasi biologi molekuler pada

bidang kesehatan

(31)

• Pengembangan produk Biosimilar

• Forensik DNA

• Diagnostik Penyakit

• Farmakogenomik & Farmakogenetik

• Terapi Gen

• Stem Cell

• Diagnosa penyakit dengan metode Biomarker

Beberapa Aplikasi Molekuler

di Bidang Kesehatan

(32)

Produk Biosimilar

• Produk Biosimilar adalah produk biologi medis yang bentuk molekulnya sangat menyerupai dengan obat biologis.

(33)

Beberapa Contoh Produk Biosimilar

(34)

Forensik DNA

• Untuk kasus-kasus forensik, sperma, daging, tulang, kulit, air liur atau sampel biologis apa saja yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dapat dijadikan sampel tes DNA Fingerprint

DNA Fingerprint merupakan teknik untuk

mengidentifikasi seseorang berdasarkan pada profil DNA nya memanfaatkan penanda genetik

(35)

Paternity Testing

(36)

Ilustrasi DNA Fingerprint pada TKP

(37)

• Dapat diaplikasikan untuk diagnostik penyakit genetik maupun penyakit yang disebabkan oleh pathogen

• Implementasinya memanfaatkan teknik PCR

Diagnostik Penyakit

(38)

Diagnostik Penyakit

(39)

Diagnostik Patogen Penyebab

Penyakit

(40)

Mari mengenal perbedaan keduanya 1. Farmakogenetik

Ilmu yang mempelajari bagaimana pewarisan sifat (genetika) mempengaruhi respon tubuh terhadap obat

Studi gen tunggal dan pengaruhnya terhadap interindividual

2. Farmakogenomik

Ilmu yang mempelajari bagaimana pengaruh genom manusia dan variasi antar individu dalam ekspresi dan fungsinya

terhadap respon obat/metabolism

Farmakogenomik - Farmakogenetik

(41)

Farmako - Genomik vs Genetik

(42)

Manfaat Farmakogenetik

(43)

Peranan Farmakogenomik

1. Dapat mengembangkan obat yang lebih spesifik dan mengurangi kerusakan sel sehat karena obat yang diberikan;

2. Dapat mengembangkan obat yang lebih akurat dengan dosis yanag lebih tepat;

3. Membuat pengembangan obat menjadi lebih mudah, cepat, dan murah;

4. Dapat mengurangi waktu uji coba obat dan proses uji coba lebih singkat.

(44)

Merupakan suatu metode terapi pada individu yang mengalami kegagalan DNA dengan cara mentransfer materi genetik untuk memperbaiki gen yang cacat/tidak berfungsi sehingga dapat memperbaiki/mengontrol ekspresi gen yang tidak diinginkan

Terapi gen ditujukan untuk:

Penggantian gen abnormal

Mengendalikan regulasi gen abnormal

Melenyapkan gen abnormal dengan rekombinasi homolog

Beberapa penyakit yang dapat ditangani dengan terapi gen:

Terapi Gen

(45)

Illustrasi Terapi Gen

(46)

Ada 2 Strategi dalam Terapi Gen:

1. Terapi Gen secara In vivo, dimana vector gen dikirim ke dalam suatu tipe sel yang selektif tingkatannya. Seperti

proses injeksi jaringan secara langsung atau melalui proses reseptor termediasi

2. Terapi Gen secara Ex vivo, yang dilakukan degan mengambil jaringan pasien, transfeksi (atau transfeksi virus) sel dalam suatu kultur dan penempatan kembali selnya yang telah

diperbaiki secara genetic ke pasiesn

Strategi Terapi Gen

(47)

Terapi Gen In Vivo

(48)

Terapi Gen Ex Vivo

(49)

Aplikasi Terapi Gen

(50)

• Merupakan sel yang berasal dari embryo yang nantinya akan membentuk sel somatik dan sel germinal

• Dalam proses reproduksi, perkembangan zygot yang

membentuk bola kecil yang terdiri dari sekumpulan sel (sel pluripotent). Bentukan ini yang dinamakan Stem Cell

Stem Cell / Sel Punca

(51)

Stem Cell memiliki 2 sifat/karakter:

1. Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain yang lebih spesifik (sel saraf, sel otot, sel epitel, dsb) -

Differentiate

2. Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri – Self-regenerate/Self-renew

Stem Cell / Sel Punca

(52)

Bagan Perkembangan Stem Cell

(53)

Melakukan Kultivasi Stem Cell

(54)

Pemanfaatan Terapi Stem Cell

Beberapa penyakit yang potensial dapat diterapi dengan Stem Cell:

Parkinson dan Alzheimer

Cidera medula spinalis

Stroke

Luka bakar

Penyakit jantung

Diabetes

Osteoporosis

Sirosis hepatis

Leukimia

Anemia sel sabit (sickle cell anemia)

Osteoarthritis

(55)

Diagnosa Penyakit dengan Biomarker

• Biomarker merupakan suatu penanda/indikator yang

dapat terukur keberadaannya dan dapat mengindikasikan keberadaan atau kondisi suatu penyakit.

• Prinsip diagnosa dengan teknik hibridisasi yang dapat digunakan untuk diagnosa penyakit genetik

• Beberapa teknik yang dapat digunakan adalah:

FISH

PCR (realtime/digital)

Sekuensing (NGS)

(56)

Fluorescence In Situ Hybridization

(57)

Digital Polymerase Chain Reaction

(58)

Next Generation Sequencing

(59)

Referensi

Dokumen terkait