210
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2023 (SENASTIKA 2023) Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8 09 Desember 2023
TOLERANSI DIAMETER BAJA TULANGAN BETON
Robby Nikolus, 1,a*, Stepani Sandan2,b dan Suratno3
1Jalan A. yani no 115 RT 16 B Muara Teweh,
2 Jalan Indah Permai no. 32 Muara Teweh
3 Jalan Indah Permai no. 32 Muara Teweh
a[email protected], b[email protected]
Abstrak
Berdasarkan Analisa SNI satuan pembayaran besi tulangan adalah satuan berat, hal ini akan berkaitan dengan diameter tulangan. Banyak kontraktor yang sudah memakai besi standar (logo SNI) tetapi setelah diukur diameternya ternyata masih ditemukan ketidak sesuaian karena adanya toleransi diameter dari pabrikan. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada pembayaran besi tulangan yang terpasang. Sehingga sering kali pemaikaian besi tulangan SNI pun akan jadi teuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena selisih berat dari besi tulangan rencana dan besi tulangan terpasang sehingga sebaiknya saat perhitungan berat besi memperhitungkan toleransi diameter baja tulangan beton sesuai SNI. Berdasarkan data data yang didaapt, apabila di suatu daerah sulit untuk mendapatkan besi SNI yang diameter nominalnya sama maka sebaiknya perencana saat meperhitungkan berat besi, menggunakan perhitungan manual dengan lebih dahulu mengurangi diameter besi tulangan beton sesuai toleransi SNI.
Kata kunci : Berat, besi, tulangan.
Latar belakang
Baja tulangan beton dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan bentuknya yaitu baja tulangan polos dan baja tulangan beton sirip. Pada prakteknya tulangan dibedakan lagi menjadi tulangan SNI dan tulangan tidak standar (tulangan banci) yaitu baja batangan untuk keperluan umum (BjKU). Salah satu perbedaannya adalah pada diameter tulangan tersebut.
Pada tulangan SNI telah diberikan toleransi ukuran minimal terhadap ukuran nominal.
Kalau besi tulangan melebihin toleransi minimal diameter maka akan dikategorikan besi tidak standar (BjKU)
Berdasarkan analisa SNI satuan
pembayaran besi tulangan adalah dengan satuan berat, hal ini berkaitan dengan diameter tulangan. Banyak kontraktor yang sudah memakai besi standar (logo SNI) tetapi setelah diukur diameternya ternyata masih ditemukan ketidak sesuaian karena adanya toleransi diameter dari pabrikan. Tentunya hal ini seharusnya akan berpengaruh pada pembayaran besi tulangan yang terpasang, sehingga sering kali pemakaian besi tulangan SNI pun akan jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena akan terjadi selisih berat dari besi tulangan rencana dan besi tulangan terpasang
211
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2023 (SENASTIKA 2023) Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8 09 Desember 2023
Metode
Penelitian yang dilakukan adalah dengan mengambil ukuran diameter baja tulangan dengan menggunakan sigmat digital di berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasilnya akan di bandingkan dengan diameter baja tulangan nominal dan juga diameter toleransi baja tulangan beton berdasarkan SNI.
Tabel 1 di bawah ini merupakan perbandingan diameter besi tulangan beton nominal dengan diameter besi tulangan real.
Tabel 1 Perbandingan diameter besi tulangan beton nominal dengan diameter besi tulangan real
No Diameter Besi Nominal (milimeter)
Diameter Besi Yang
terukur (milimeter)
1 6 ±5,9
2 8 ±7,8
3 10 ±9,8
4 12 ±11,8
5 16 ±15,9
Berdasarkan SNI-07-2015 tentang Baja tulangan tertera toleransi diameter besi tulangan beton seperti tabel 2
Tabel 2 Toleransi diameter baja tulangan beton
No Diameter (mm)
Toleransi Penyimpangan kebundaran (%)
1 6 ±0,3 Maks 70 dari
batas toleransi 2 8 ≤d ≤14 ±0,4
3 16 ≤d≤
25
±0,5 4 28 ≤d
≤34 ±0,6 5 D >346 ±0,8
Hal ini menguatkan bahwa sangat memungkinkan bahwa baja tulangan
beton dipasaran memiliki diameter yang kurang dari diameter nominal.
Perhitungan Berat Besi
Berdasarkan analisa harga satuan SNI, pembayaran besi tulangan beton adalah jumlah berat besi tulangan beton yang terpasang dikalikan harga besi. Sering kali dalam perencanaan berat besi diasumsikan ideal yaitu diameter besi tulangan beton sama dengan diameter besi tulangan nominal. Kekurangan dari metode perhitungan ini adalah saat pelaksanaan pekerjaan, baik dengan dengan sengaja atau tidak sengaja kontraktor akan memakai besi tulangan beton yang diameter nya kurang dari diameter nominal. Hal ini dikarenakan asumsi kontraktor apabila besi tulangan beton sudah ada logo SNI maka besi tersebut sudah sesuai diameternya tanpa dilakukan pengukuran kembali.
Ada dua alternatif untuk menghitung berat besi tulangan beton. Pertama adalah dengan langsung mengambil berat besi tulangan beton yang terdapat pada literatur, seperti pada tabel 3 berikut.
Tabel 3 Ukuran baja tulangan beton polos
No. Penamaan Diamet er (mm)
Luas penamp
ang nominal
(cm2)
Berat nomi
nal per meter (kg/m
)
1 P.6 6 0,2827 0,222
2 P.8 8 0,5027 0,395
3 P.10 10 0,7854 0,617
4 P.12 12 1,131 0,888
5 P.14 14 1,539 1,12
6 P.16 16 2,011 1,58
7 P.19 19 2,835 2,23
8 P.22 22 3,801 2,98
9 P.25 25 4,909 3,85
10 P.28 28 6,158 4,83
11 P.32 32 8,042 6,31
212
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2023 (SENASTIKA 2023) Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8 09 Desember 2023
Cara kedua untuk mendapatkan berat besi adalah dengan melakukan perhitungan manual dengan perhitungan sebagai berikut.
Berat Besi = volume besi x berat jenis besi
Berat Besi = (1/4 x π x d2 x l) x 7850 kg/m3
Berat Besi = 1/4 x 3,14 x d2 x L x 7850 kg/m3
Berat Besi = ¼ x 3,14 x 1x10-6 x d2 x L x 7850
Berat Besi = 0,006165 x d2 x L
Contoh misalnya besi diameter 12, maka berat nominalnya per meter adalah 0,006165 x 122 = 0,888 kg/m.
Hasilnya akan sama dengan tabel.
Foto Hasil Penelitian di Lapangan
Gambar 1 Besi Tulangan Baja Diameter Nominal 8
Gambar 2 Besi baja tulangan diameter nominal 10
Gambar 3 Besi baja tulangan diameter nominal 12
213
Prosiding Seminar Nasional Teknik Tahun 2023 (SENASTIKA 2023) Universitas Islam Kalimantan MAB
ISBN : 978-623-7583-57-8 09 Desember 2023
Gambar 5 Besi baja tulangan diameter nominal 16
Kesimpulan
Berdasarkan data data yang didaapt, apabila di suatu daerah sulit untuk mendapatkan besi SNI yang diameter nominalnya sama maka sebaiknya perencana saat meperhitungkan berat besi, menggunakan perhitungan manual dengan lebih dahulu mengurangi diameter besi tulangan beton sesuai toleransi SNI.
Contoh bila menggunakan besi tulangan beton diameter 12, maka dilakukan perhitungan berat besi dengan menggunakan diameter 11,7 mm s/d 11,9 mm, sehingga berat besi yang terbayarkan tidak jauh berbeda.
Contoh
Berat besi = 11,8 x 11,8 x 0.006165 Berat besi = 0,86 kg/m
Kalau menggunakan data tabel akan didapat berat besi beton diameter 12 adalah 0,888 kg/m. Sekilas perbedaannya sangat sedikit, tetapi kalau dalam proyek skala besar akan sangat berpengaruh pada pembayaran besi tulangan beton.
Referensi
[1] SNI 07-2052-2002
[2] Ir. V Sunggonok h, 1995, Buku Teknik Sipil, bandung. Nova
[3] Geraibajaindonesia, besi beton ulir SNI,htpp://WWW.geraibaja.co.id/archives/19 8