• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump at Angsana BIB Mess-May 2023 ...

N/A
N/A
Unggul Baskoro

Academic year: 2023

Membagikan "TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump at Angsana BIB Mess-May 2023 ..."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Term Of Reference (TOR)

Revision : 0

Date : May 2023

Project : Supply & Installation Diesel Fire Pump User Department ERT & HRGA BIB

ToR No : 001/BIB/DFP/ERT-GA/PEDNBI/V/2023 Custodian

Project Engineering Development & Business

Improvement Location : Fire Pump House at Angsana BIB Mess

ERT & HRGA

2023

(2)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 1 of 22 Revisi 0

BAGIAN I

PENDAHULUAN PASAL 1: LATAR BELAKANG

1.1 Latar belakang :

Sehubungan dengan peningkatan standarisasi sarana dan alat Pemadam kebakaran di sekitar Camp PT. Borneo Indobara (BIB), maka BIB akan meningkatkan standar tersebut dengan melakukan, mengganti 1 unit Existing Electric Fire Pump, diganti dengan 1 unit New Diesel Fire Pump (remove

& replacement).

1.2 Kegiatan :

Mengganti 1 unit Existing Electric Fire Pump, diganti dengan 1 unit New Diesel Fire pump (remove

& replacement). 1 unit Existing Electric Fire Pump dipindahkan ke Warehouse Bunati 10 Ha Area.

Maps: https://goo.gl/maps/FzQwmTQ9QudRkh7J7 1.3 Jenis Pekerjaan :

Supply & Installation Diesel Fire pump.

1.4 Lokasi :

Fire pump house di Camp angsana PT BIB, Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

Maps: https://www.google.com/maps/@-3.7014738,115.558949,447m/data=!3m1!1e3

Gambar I.1.

Foto Drone Camp Angsana PT BIB

PASAL 1 : MAKSUD DAN TUJUAN

2.1 Dokumen ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi para Peserta Tender dalam mengikuti Supply &

Installation Diesel Fire pump dan untuk mempermudah para Peserta Tender dalam mempelajari dan mengajukan penawaran harga yang jelas dan lengkap, serta sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam ToR ini.

2.2 Tujuan pekerjaan ini adalah mencari Kontraktor yang pengalaman untuk Supply & Installation Diesel Fire pump.

(3)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 2 of 22 Revisi 0

BAGIAN II

KETENTUAN – KETENTUAN TENDER DAN PENAWARAN

PASAL 1 : DEFINISI UMUM

Untuk kepentingan dokumen tender dan dokumen pendukung lain yang terkait, istilah-istilah yang di tetapkan di dalam bagian ini, mempunyai arti sebagai berikut:

a. PT. Borneo Indobara, selaku pemberi pekerjaan selanjutnya di sebut PT. BIB.

b. Peserta Tender atau Penawar berarti perusahaan yang diundang untuk mengikuti proses tender dan lelang untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi sesuai dengan isi Dokumen Lelang dan Addendum nya, selanjutnya disebut Kontraktor.

c. Penawaran berarti dokumen penawaran dari Penawar untuk melaksanakan Pekerjaan, sesuai dengan isi Dokumen Tender.

d. Panitia Tender adalah panitia pelaksana penyelenggara yang ditunjuk oleh PT. BIB untuk melaksanakan tender atau lelang pekerjaan/pengadaan barang dan jasa atau konstruksi.

e. Jasa berarti seluruh kewajiban yang harus dilakukan oleh Penawar seperti dijelaskan dalam dokumen tender/lelang.

PASAL 2 : RAPAT PENJELASAN, KUNJUNGAN LAPANGAN, DAN KLARIFIKASI DOKUMEN TENDER

Rapat penjelasan dan kunjungan lapangan akan dilaksanakan sesuai jadwal pada pasal 2 dengan tempat di kantor PT. BIB Site di Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Penawar wajib mengikuti rapat penjelasan dan kunjungan lapangan dengan biaya sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penawar. Penawar dapat menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan paket Pekerjaan ini dalam kurun waktu yang ditentukan pada saat rapat penjelasan. Pertanyaan agar diajukan secara tertulis dan disampaikan melalui email. PT. BIB akan menyampaikan jawaban atas pertanyaan dimaksud secara tertulis kepada seluruh Penawar.

PASAL 3 : BIAYA TENDER

Seluruh biaya yang timbul dalam rangka penyiapan dokumen Penawaran menjadi beban Penawar dan tidak akan di ganti oleh PT. BIB.

PASAL 4 : PENYUSUNAN PENAWARAN

Penawar membuat penawaran yang lengkap dengan kriteria sebagai berikut:

4.1 Surat Penawaran

a. Surat penawaran asli bermaterai cukup (Rp. 10.000), bertanggal, dicap serta mencantumkan masa berlaku penawaran yaitu selama 90 (sembilan puluh) hari kalender, dengan melengkapi dan mengisi BoQ Pekerjaan seperti lampiran ini.

b. Ditandatangani oleh Pimpinan/Direktur Utama atau Penerima Kuasa dari Pimpinan/direktur utama yang namanya tercantum dalam akte pendirian/perubahan atau kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat atau pejabat yang menurut perjanjian kerja sama adalah yang berhak mewakilinya.

4.2 Penawaran Teknis terdiri dari a. Pendekatan dan Metodologi

a.1 Penawar harus menyampaikan uraian metode pelaksanaan yang menjelaskan:

 Bagaimana Penawar akan mengatur dan melaksanakan pekerjaan yang termasuk dalam lingkup Pekerjaan.

 Bagaimana Penawar akan melaksanakan Pekerjaan dengan memperhitungkan

(4)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 3 of 22 Revisi 0

gangguan selama Pekerjaan, dengan metodologi pekerjaan yang terukur untuk menghindari Pekerjaan menjadi lama (delay) yang mengakibatkan gangguan terhadap penghuni di sekitarnya.

 Prosedur QA/QC yang akan diterapkan dalam melaksanakan Pekerjaan.

a.2 Rencana kerja dan progress Pekerjaan dengan laporan harian dan mingguan.

a.3 Proses detail engineering design, penyusunan drawing issued for review sampai issued for construction, laporan Analisa perhitungan dan simulasi engineering.

a.4 Fasilitas pendukung dalam melaksanakan Pekerjaan. Penawar dapat memberikan tanggapan terhadap data barang dan fasilitas yang disediakan oleh PT. BIB.

b. Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structure)

Melengkapi jadwal Pekerjaan dengan uraian mengenai item-item Pekerjaan, urutan dan Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan termasuk rencana shutdown, apabila ada. Urutan jadwal Pekerjaan berdasarkan pricing schedule/BoQ dan list Pekerjaan; list Pekerjaan didetailkan dalam WBS sampai ke level activities.

c. Organisasi Project dan Jadwal Personil (Manpower)

c.1. Uraian mengenai organisasi proyek untuk melaksanakan Pekerjaan ini.

c.2. Uraian mengenai daftar tenaga ahli dilengkapi dengan nama, posisi jabatan yang diusulkan, ditandatangani Direktur dan distempel Perusahaan, dilengkapi dengan CV personil inti dan sertifikat-sertifikat yang dimilikinya.

c.3. Organization Chart dari team.

c.4. Penjelasan tugas masing-masing tenaga ahli.

c.5. Organization Chart dilengkapi dengan atasan dari Project Manager sebagai penasehat terhadap Pekerjaan ini.

d. Vendor List dan Sub-kontraktor

Diperbolehkan mengacu pada vendor list dan sub-kontraktor yang telah PT. BIB sampaikan, atau mengajukan vendor dan sub-kontraktor yang harus disetujui PT. BIB.

e. Project Schedule dan Key Milestones Dates

Project Shedule harus sinkron dengan bobot hasil pekerjaan dilapangan serta dengan kurva-S progress claim yang di masukan oleh Kontraktor, yang di dukung oleh Berita Acara Progress Pekerjaan.

f. Data Teknis Peralatan

Penawar harus menyampaikan data teknis peralatan yang ditawarkan minimal terdiri dari spesifikasi ringkas peralatan, brosur (jika ada) dan merk/pabrik pembuat, berdasarkan informasi dari manufaktur serta melampirkan spesifikasi teknikal dari manufaktur

g. Penandatanganan Dokumen Penawaran

Dokumen Penawaran harus ditandatangani oleh Direktur Utama yang diberi kuasa untuk menandatangani Dokumen Penawaran dimaksud yang dibuktikan dengan Surat Kuasa.

PASAL 5 : JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE)

5.1 Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan diselesaikan selama 120 hari kalender (“Hari”) sejak Berita Acara Permulaan Pekerjaan (BAPP) ditandatangani Para Pihak.

5.2 Jangka Waktu Pemeliharaan, yaitu 6 (enam) bulan terhitung sejak ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan I (BAST I) hingga ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan II (BAST II) oleh Para Pihak/perwakilannya yang sah atas penyelesaian pemeliharaan dan berakhirnya Jangka Waktu Pemeliharaan (termasuk pelaksanaan penggantian dan/atau perbaikan terkait Pekerjaan oleh Pihak Kontraktor). Atas penyelesaian Pekerjaan sampai dengan selesainya Jangka Waktu Pemeliharaan, termasuk pelaksanaan penggantian dan/atau perbaikan terkait Pekerjaan oleh Pihak Kontraktor yang diperlukan, maka Para Pihak akan membuat Berita Acara Serah Terima Pekerjaan II (BAST II) yang ditandatangani oleh Para Pihak/perwakilannya yang sah

(5)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 4 of 22 Revisi 0

5.3 Sebelum Pekerjaan dimulai, Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang memuat uraian pekerjaan, waktu pekerjaan, bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja.

5.4 Untuk pelaksanaan Pekerjaan yang terperinci, maka Kontraktor:

a. Harus membuat rencana kerja harian, mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh Pengawas PT. BIB.

b. Harus membuat gambar kerja, untuk pegangan/ pedoman bagi kepala tukang yang harus diketahui Pengawas PT. BIB.

c. Harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan

5.5 Rencana kerja tersebut harus sudah mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Pengawas PT. BIB, paling lambat dalam waktu 7 (Tujuh) hari kalender setelah Kontrak ditandatangani oleh Kontraktor.

Rencana kerja yang telah disetujui akan disahkan oleh PT. BIB.

5.6 Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule), sebanyak 3 (tiga) lembar kepada Pengawas PT. BIB dan 1 (satu) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja.

5.7 Pengawas PT. BIB akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) dan Progress pekerjaan yang ada dan harus dibuat dalam grafik prestasi pekerjaan.

PASAL 6 : DASAR PEMBAYARAN

6.1 Pembayaran Supply dilakukan sebagai berikut:

6.1.1 Berdasarkan penerimaan material onsite dan terpasang dengan baik dan benar, yang dibuktikan dengan telah ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima Material (BASTM) dan Berita Acara Pemasangan Material (BAPM) oleh Para Pihak.

6.2 Pembayaran Installation dilakukan sebagai berikut:

6.2.1 Pembayaran ke–1: sebesar 95% (sembilan puluh lima persen) dari Total Nilai Pekerjaan dibayarkan secara bertahap per bulan sesuai dengan kemajuan fisik di lapangan setelah dikurangi dengan retensi 5% secara proporsional, yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan ditandatangani oleh kedua belah Pihak dan sampai dengan pekerjaan selesai 100% (seratus persen) yang dibuktikan dengan BAST I ditandatangani oleh kedua belah Pihak.

Pihak Kontraktor tetap bertanggung jawab penuh terhadap hasil Pekerjaan yang telah diselesaikannya selama Jangka Waktu Pemeliharaan baik Pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan oleh Pihak Kontraktor ataupun Pekerjaan lanjutan Pihak Kontraktor yang sebelumnya telah dikerjakan sebagian oleh Kontraktor lain. Apabila ditemukan kekurangan dan/atau ketidaksempurnaan atas hasil Pekerjaan yang dilakukan oleh Pihak Kontraktor, Pihak BIB berhak menginstruksikan kepada Pihak Kontraktor untuk segera mengganti dan/atau memperbaiki kekurangan dan/atau ketidaksempurnaan tersebut dengan seluruh biaya yang timbul merupakan beban Pihak Kontraktor sepenuhnya.

6.2.2 Pembayaran ke-2: Sebesar 5% (lima persen) dari Total Nilai Pekerjaan sebagai retensi (“pembayaran yang ditahan”) yang akan dibayarkan oleh Pihak BIB kepada Pihak Kontraktor setelah:

 Berakhirnya Jangka Waktu Pemeliharaan;

 Para Pihak/perwakilannya yang sah secara bersama-sama melakukan pemeriksaan akhir atas hasil Pekerjaan, termasuk seluruh penggantian dan/atau perbaikan yang wajib dilakukan oleh Pihak Kontraktor; dan

 Ditandatanganinya BAST II oleh Para Pihak/Perwakilannya yang sah.

PASAL 7 : PENALTI

7.1 Keterlambatan Pekerjaan berdasarkan kesepakatan tanggal dimulainya Pekerjaan di dalam Berita Acara Permulaan Pekerjaan. Perhitungan penalti adalah sebesar 1/1000 dari nilai Pekerjaan per hari untuk setiap hari keterlambatan.

(6)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 5 of 22 Revisi 0

7.2 Keterlambatan penyelesaian Pekerjaan di mana penyelesaian Pekerjaan melebihi dari Jangka Waktu Pelaksanaan. Perhitungan penalti adalah sebesar 1/1000 dari nilai Pekerjaan per hari untuk setiap hari keterlambatan dan batas penalti maksimal secara akumulasi untuk kedua keterlambatan di atas adalah sebesar 5% dari total nilai Pekerjaan.

7.3 Detail dari pasal 7 ini akan dijelaskan pada kontrak kerja yang ditanda tangani oleh PT BIB dan Kontraktor pelaksana.

PASAL 8 : KENAIKAN HARGA/FORCE MAJURE

8.1 Tugas mengerjakan pekerjaan tambah/kurang diberitahukan dengan tertulis dalam buku harian oleh pengawas pt. Bib serta persetujuan pemberi tugas.

8.2 Pekerjaan tambah/kurang hanya berlaku bila memang nyata-nyata ada perintah tertulis dari pengawas pt. Bib atas persetujuan pemberi tugas.

8.3 Biaya pekerjaan tambah/kurang akan diperhitungkan menurut daftar harga satuan pekerjaan yang dimaksudkan oleh Kontraktor yang pembayarannya diperhitungkan bersama-sama angsuran terakhir.

8.4 Untuk pekerjaan tambah yang harga satuannya tidak tercantum dalam harga satuan yang dimasukkan dalam penawaran, harga satuannya akan ditentukan lebih lanjut oleh pengawas pt. Bib bersama-sama Kontraktor dengan persetujuan pemberi tugas.

8.5 Adanya pekerjaan tambah tidak dapat dijadikan alasan sebagai penyebab kelambatan penyerahan pekerjaan, tetapi pengawas PT. BIB dapat mempertimbangkan perpanjangan waktu karena adanya pekerjaan tambah tersebut.

PASAL 9 : PEKERJAAN TAMBAH/KURANG

9.1 Tugas mengerjakan pekerjaan tambah/kurang diberitahukan dengan tertulis dalam buku harian oleh pengawas pt. Bib serta persetujuan pemberi tugas.

9.2 Pekerjaan tambah/kurang hanya berlaku bila memang nyata-nyata ada perintah tertulis dari pengawas pt. Bib atas persetujuan pemberi tugas.

9.3 Biaya pekerjaan tambah/kurang akan diperhitungkan menurut daftar harga satuan pekerjaan yang dimaksudkan oleh Kontraktor yang pembayarannya diperhitungkan bersama-sama angsuran terakhir.

9.4 Untuk pekerjaan tambah yang harga satuannya tidak tercantum dalam harga satuan yang dimasukkan dalam penawaran, harga satuannya akan ditentukan lebih lanjut oleh pengawas pt. Bib bersama-sama kontraktor dengan persetujuan pemberi tugas.

9.5 Adanya pekerjaan tambah tidak dapat dijadikan alasan sebagai penyebab kelambatan penyerahan pekerjaan, tetapi pengawas PT. BIB dapat mempertimbangkan perpanjangan waktu karena adanya pekerjaan tambah tersebut.

(7)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 6 of 22 Revisi 0

BAGIAN III

KETENTUAN – KETENTUAN UMUM PASAL 1 : PERSYARATAN UMUM PT. BORNEO INDOBARA (PT. BIB)

1.1. Semua pekerja yang bekerja di PT BIB wajib memiliki sertifikat ketiga Covid 19.

1.2. Mematuhi aturan tata tertib yang berlaku di area kerja PT. BIB.

1.3. Mematuhi kebijakan K3LH yang berlaku di PT. BIB.

1.4. Memiliki kemampuan finansial (copy rekening Bank 2 tahun terakhir).

1.5. Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

1.6. Menyediakan tenaga kerja yang kompeten, handal di bidangnya, berpengalaman dan sudah pernah mengerjakan pekerjaan yang sama minimal 3 tahun. Tenaga kerja terdiri dari termasuk namun tidak terbatas pada:

 Project Manager (Team Leader).

 Project Engineer/ Discipline Engineer (sipil/struktur/mep).

 Site Engineer/Supervisor/Pengawas Lapangan.

 Tenaga Ahli yang berkompeten dan sesuai dengan bidangnya.

 Safety Officer.

1.7. Melakukan kunjungan lapangan (Aanwijzing) untuk melihat lokasi Pekerjaan sebelum mengajukan Penawaran Pekerjaan.

1.8. Menyediakan Penanggung Jawab Operasional (PJO) Pekerjaan dengan memiiliki ijazah Diploma (D3) dan memiliki sertifikat Pengawas Operasional Pertama (POP)

1.9. Menyediakan Penanggung jawab Safety dengan memiiliki ijazah Diploma (D3) dan memiliki sertifikat Pengawas Operasional Pertama (POP).

1.10. Menyediakan Penanggung jawab Electric/Listrik dengan memiiliki ijazah Diploma (D3) dan memiliki sertifikat ahli K3 Listrik.

1.11. Semua pekerja wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat Pekerjaan berlangsung dan menggunakan unit atau perlengkapan sesuai dengan peruntukannya.

 Pemenuhan Key Performance Measure (KPM) sebagai berikut:

 Pemenuhan quality, quantity dan waktu; pekerjaan sesuai dengan BoQ.

 Pemenuhan K3LH selama Pelaksanaan Pekerjaan.

PASAL 2 : LINGKUP PEKERJAAN SECARA UMUM

Berikut ini adalah lingkup pekerjaan secara umum dari tahapan Pekerjaan:

2.1 Membuat Risk Profile, AKA (Analisis Kerja Aman), Standard Operating Procedure (SOP) dan Prosedur yang berhubungan dengan K3LH.

2.2 Melakukan Medical Check Up (MCU) bagi semua karyawan.

2.3 Melakukan induksi dan pengajuan simper untuk karyawan yang mengoperaikan unit sarana maupun unit alat berat.

2.4 Mengumpulkan data teknis yang diperlukan untuk design engineering.

2.5 Memperhitungkan segala kondisi yang ada (existing) di Tapak yang meliputi antara lain, pepohonan, saluran drainase, pipa, kabel dibawah tanah dan lain sebagainya yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

2.6 Apabila dalam pelaksanaan Pekerjaan harus dilakukan pembongkaran ataupun pemindahan hal-hal tersebut diatas, maka Kontraktor diwajibkan memperbaiki kembali, atau menyelesaikan pekerjaan tersebut sebaik mungkin tanpa mengganggu sistem yang ada.

2.7 Membuat spesifikasi material dan peralatan sesuai yang telah disyaratkan.

2.8 Menyiapkan pengajuan material-material yang akan digunakan sesuai dengan yang telah disyaratkan dan dicantumkan di dalam ToR.

2.9 Membuat jadwal perencanaan dan pelaksanaan proyek.

2.10 Membuat Laporan Progress Pekerjaan dan Laporan Akhir.

(8)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 7 of 22 Revisi 0

2.11 Menyediakan Tenaga Kerja yang mempunyai Kompetensi sesuai bidangnya dan dilengkapi dengan Sertifikasinya.

2.12 Menyiapkan semua peralatan kerja yang diperlukan (termasuk kendaraan operasional, genset, alat bantu kerja, dll).

2.13 Menyiapkan Direksi Keet dan Mess Pekerja diluar lokasi Camp angsana PT. BIB.

2.14 Pekerjaan yang akan dilakukan adalah Mengganti 1 unit Existing Electric Fire Pump, diganti dengan 1 unit New Diesel Fire pump (remove & replacement)

2.15 Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor secara garis besar adalah Supply & Installation Diesel Fire Pump

2.16 Untuk kelancaran Pelaksanaan Pekerjaan di lapangan, Kontraktor menyediakan sarana pekerjaan:

a) Tenaga pelaksana yang selalu ada di lapangan, tenaga kerja yang terampil dan cukup jumlahnya dengan kapasitas yang memadai dengan pengalaman untuk prasarana pekerjaan.

b) Bahan-bahan pekerjaan harus tersedia di lapangan dengan jumlah yang cukup dan kualitas sesuai dengan spesipikasi teknis.

c) Melaksanakan tepat sesuai dengan time schedule.

2.17 Pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh keahlian, sesuai dengan syarat-syarat (ToR), gambar rencana, Berita Acara Penjelasan serta mengikuti petunjuk dan keputusan pengawas lapangan BIB.

2.18 Gambar layout item Pekerjaan ada di halaman lampiran, sebagai acuan kerja.

PASAL 3 : FOTO DOKUMENTASI

3.1 Kontraktor dengan biaya sendiri harus membuat/melaporkan foto-foto berwarna dari Pelaksanaan Pekerjaan dengan mengikuti petunjuk dari Pengawas PT. BIB.

3.2 Untuk lampiran laporan-laporan, dibuat foto pelaksanaan masing-masing 2 (dua) Rangkap yang disampaikan kepada Pengawas PT. BIB pada tahap-tahap pelasanaan pekerjaan 0%, 50% dan 100%.

3.3 Untuk lampiran permintaan pembayaran angsuran, maka dibuat foto kemajuan pekerjaan pada waktu itu, masing-masing 2 (dua) rangkap.

PASAL 4 : LAPORAN Kontraktor wajib membuat:

4.1 Buku Harian

Yang digunakan, untuk tamu yang hadir, acara-acara lapangan, teguran-teguran/saran – saran terhadap aktivitas lapangan dari Pengawas PT. BIB ataupun pihak yang terkait.

4.2 Laporan Harian

Yang memuat catatan setiap hari pekerjaaan yang dilaksanakan, jumlah tenaga kerja setiap hari, Kondisi cuaca, peralatan.

4.3 Laporan Mingguan

Berisikan hasil kemajuan / tingkat penyelesaian pekerjaan setiap minggu terhadap bobot fisik tiap item pekerjaan dilapangan.

4.4 Laporan Bulanan

Berisikan hasil kemajuan / tingkat penyelesaian pekerjaan setiap bulan dari komulatif mingguan terhadap bobot fisik tiap item pekerjaan dilapangan.

4.5 As built drawing

Gambar-gambar perubahan selama masa pelaksanaan

PASAL 5 : KUASA KONTRAKTOR DI LAPANGAN

5.1 Di lapangan pekerjaan, Kontraktor wajib menunjuk seorang Kuasa Kontraktor atau biasa disebut Site Manager/Penanggung Jawab Lapangan, berpendidikan S1 atau D3 dengan pengalaman minimum 3 (tiga) tahun, dan cakap untuk memimpin Pelaksanaan Pekerjaan di lapangan dan mendapat kuasa penuh dari Kontraktor dan dibawah pengawasan Project Manager.

5.2 Dengan adanya Pelaksana, tidak berarti bahwa Kontraktor melepas tanggung jawab sebagian maupun keseluruhan terhadap kewajibannya.

(9)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 8 of 22 Revisi 0

5.3 Kontraktor wajib memberi tahu secara tertulis kepada Pengawas PT. BIB, Nama dan jabatan Pelaksana untuk mendapatkan persetujuan.

5.4 Bila kemudian hari menurut pendapat Pengawas PT. BIB, Pelaksana kurang mampu atau tidak cakap memimpin Pekerjaan, maka akan diberitahukan kepada Kontraktor secara tertulis untuk menggantinya dengan personil yang memenuhi syarat.

5.5 Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan Surat Pemberitahuan, Kontraktor harus sudah menunjuk pelaksana baru atau Kontrator sendiri (penanggung jawab/DirekturPerusahaan) yang akan memimpin Pelaksanaan Pekerjaan.

PASAL 6 : TENAGA KERJA / BAHAN / PERALATAN/TEMPAT PEYIMPANAN

6.1 Kontraktor wajib mengajukan bagan struktur organisasi tenaga kerja yang akan bertanggung jawab terhadap project ini.

6.2 Mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli di bidang pekerjaannya masing – masing, seperti tukang besi, tukang batu, tukang cat dan lain-lainnya.

6.3 Sebelum material bahan bangunan didatangkan ke lokasi Kegiatan, ECP kontraktor harus mengajukan Request For Information dari spesifikasi bahan bangunan kepada PT. BIB dan bila sesuai dengan persyaratan dan disetujui maka barulah boleh didatangkan dalam jumlah yang besar menurut keperluan Kegiatan.

6.4 Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan terlebih dahulu.

6.5 Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan Kegiatan, harus tepat pada waktunya dan kualitasnya dapat disetujui oleh Pengawas PT. BIB.

6.6 Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Pengawas PT. BIB, harus segera dikeluarkan dari lokasi Kegiatan, paling lambat 24 jam sesudah surat pernyataan penolakan dikeluarkan.

6.7 Bahan bangunan yang berada dilokasi Kegiatan dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan bangunan, tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Kegiatan.

6.8 Pelaksana harus menyediakan alat - alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar supaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan.

6.9 Area Laydown atau tempat penyimpanan adalah area yg diperbolehkan oleh PT. BIB kepada Kontraktor untuk menyimpan dan menjaga alat dan material (laydown) yang berhubungan dengan Pekerjaan ini. Lokasi area ini di dalam lingkungan Pekerjaan dan persentase luasan akan ditentukan bersama sesuai kebutuhan, yang mana keamanannya adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor.

PASAL 7 : JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA

7.1 Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja, Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu Kontraktor harus mengikutkan pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK/BPJS) sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku.

7.2 Pada pekerjaan - pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh, maka Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut dan menggunakan scaffoldings independen.

7.3 Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila diperlukan.

7.4 Bila terjadi musibah atau kecelakaan dilapangan yang memerlukan perawatan yang serius, maka Kontraktor harus segera membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada PT. BIB.

7.5 Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih, cukup dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas, baik yang berada dibawah tanggung jawabnya maupun yang berada dibawah pihak ketiga.

(10)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 9 of 22 Revisi 0

PASAL 8 : SITUASI DAN UKURAN

Semua alat-alat untuk pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh Kontraktor, sebelum pekerjaan secara fisik dimulai dalam keadaan baik dan siap dipakai, antara lain:

a. Perlengkapan penerangan untuk pekerjaan lembur.

b. Alat - alat lainnya yang sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan.

PASAL 9 : SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN PEKERJAAN

9.1 Jenis dan mutu bahan (beton) yang dipakai diutamakan produksi dalam negeri sesuai dengan keputusan bersama Menteri Perdagangan dan Koperasi, Menteri Perindustrian dan Menpen. NO:

472/Kop//XII/80, No: 813/Menpen/1980, No:64/Menpen/1980, Taggal 23 Desember 1980.

9.2 Semua bahan bangunan yang akan dipergunakan harus diperiksakan dahulu Pengawas PT. BIB untuk mendapatkan persetujuan.

9.3 Bahan bangunan yang telah didatangkan oleh Kontraktor di lapangan pekerjaan, tetapi ditolak pemakaiannya oleh Pengawas PT. BIB, harus segera dikeluarkan dari lapangan pekerjaan selambat- lambatnya dalam waktu 2 x 24 jam terhitung dari jam penolakan.

9.4 Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilakukan Kontraktor tetapi ternyata ditolak Pengawas PT. BIB, harus segera dihentikan dan selanjutnya dibongkar atas biaya Kontraktor dalam waktu yang ditetapkan oleh Pengawas PT. BIB.

PASAL 10 : PEMERIKSAAN PEKERJAAN

10.1 Sebelum memulai pekerjaan lanjutan yang apabila bagian pekerjaan ini telah selesai, akan tetapi belum diperiksa oleh Pengawas PT. BIB, Kontraktor diwajibkan meminta kepada Pengawas PT. BIB.

10.2 Kemudian jika Pengawas PT. BIB telah menyetujui bagian pekerjaan tersebut, Kontraktor dapat meneruskan pekerjaannya.

10.3 Bila permohonan pemeriksaan itu dalam waktu 2 x 24 jam (dihitung dari jam diterimanya permohonan pemeriksaan , tidak terhitung hari libur/hari raya), tidak dipenuhi oleh Pengawas PT.

BIB, Kontraktor dapat meneruskan pekerjaannya dan bagian yang sebenarnya diperiksakan dianggap telah disetujui Pengawas PT. BIB. Hal ini dikecualikan bila Pengawas PT. BIB meminta perpanjangan waktu.

10.4 Bila Kontraktor melanggar ayat 1 pasal ini, Pengawas PT. BIB berhak memerintahkan membongkar bagian pekerjaan sebagian atau seluruhnya untuk memperbaiki, biaya pembongkaran dan pemasangan menjadi tanggungan Kontraktor.

(11)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 10 of 22 Revisi 0

BAGIAN IV

KETENTUAN – KETENTUAN TEKNIS PASAL 1 : REKAYASA DAN PERENCANAAN (ENGINERING DESIGN) 1.1 RUANG LINGKUP

Dalam membuat Suengineering design harus:

a. Mempertimbangkan kemudahan dalam proses maintenance.

b. Mempertimbangan Ergonomis dalam operasional.

c. Menggunakan material yang umum sehingga memudahkan dalam perawatan.

1.2 TEKNOLOGI

Kontraktor diwajibkan untuk memenuhi minimum tools perancangan (Design) dan rekayasa (Engineering) terkini/terupdate untuk mendukung kelancaran pekerjaan, diantaranya:

a. Autocad 2018 minimum

b. Google Sketchup pro 2020 minimum c. Dialux

d. Google earth e. MS Office f. MS Project

1.3 TENAGA AHLI

Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan Pekerjaan ini adalah:

a. Ketua Tim (Team Leader). Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1) Jurusan Teknik sipil / arsitektur lulusan universitas negeri atau yang telah disamakan, berpengalaman sesuai bidang pekerjaannya tersebut di atas, sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebanyak 1 (satu) orang. Memiliki sertifikat keahlian perencanaan bidang sipil/struktur dengan kompetensi madya Sebagai ketua tim, tugas utamanya adalah:

• Memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja/ tenaga pengawas dalam pelaksanaan pekerjaan selama waktu pelaksanaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

• Memimpin rapat koordinasi dengan pihak pelaksana dan dinas yang dilaksanakan 2 kali dalam sebulan, atau koordinasi lapangan.

• Menetapkan metode kerja untuk menyesuaikan waktu konstruksi.

• Menyelaraskan desain arsitektural dengan perhitungan struktur

• Memastikan progres perencanaan sesuai dengan jadwal.

b. Tenaga Ahli Mekanikal Elektrikal. Tenaga Ahli Mekanikal Elektrikal disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1) Jurusan Teknik elektro/ mekanikal lulusan universitas negeri atau yang telah disamakan, berpengalaman sesuai bidang pekerjaannya tersebut di atas, sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun sebanyak 1 (satu) orang. Memiliki sertifikat keahlian perencanaan Mekanikal Elektrikal dengan kompetensi muda. Sebagai Tenaga Mekanikal Elektrikal, tugas utamanya adalah:

• Merencanakan pekerjaan yang berkaitan dengan mekanikal dan elektrikal pada bangunan berdasarkan acuan yang berlaku dan relevan.

• Merekomendasikan metode pekerjaan mekanikal dan elektrikal yang telah lolos uji kepada team leader.

• Merekomendasikan model lampu dan bahan pekerjaan mekanikal dan elektrikal yang telah lolos uji kepada team leader.

• Membuat barchart skedul pelaksanaan pekerjaan Mekanikal Elektrikal

(12)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 11 of 22 Revisi 0

PASAL 2 : PEKERJAAN PERSIAPAN 2.1 PEMASANGAN PAPAN NAMA PROYEK

Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan kegiatan. Papan Nama Proyek ini dibuat dari triplek t. 6 mm dengan ukuran 100 x 120 cm, ditopang kayu kaso (5/7) kelas 2 (borneo) dengan tinggi 220 cm dari permukaan tanah dan dicat dasar warna atau banner yang sesuai dan huruf cetak berwarna hitam yang berisi informasi mengenai cakupan kegiatan yang akan dilaksanakan, antara lain :

a. Nama Kegiatan

b. Pekerjaan yang harus dilaksanakan c. Biaya pekerjaan/ nilai kontrak d. Sumber dana

e. Jangka waktu

Nama penyedia jasa Papan nama proyek dipasang pada lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat, serta tidak mengganggu lalu lintas

2.2 PEMBERSIHAN DAN PERAPIHAN

Semua permukaan area kerja harus bersih dari segala macam kotoran dan dalam keadaan baik sempurna, serta sisa dari bahan-bahan yang sudah digunakan yang berupa apapun harus dibersihkan atau dibuang.

2.3 MOBILISASI MATERIAL

Semua peralatan kerja yang akan dipakai dalam pekerjaan ini harus sudah dipersiapkan oleh Kontraktor. Peralatan tersebut harus dalam kondisi baik dan layak pakai. Jika dalam masa pelaksanaan pekerjaan, peralatan mengalami kerusakan/tidak bisa dipergunakan, Kontraktor harus segera menyiapkan peralatan pengganti yang baru yang laik pakai. Penempatan material di areal site harus dikonsultasikan dengan Pengawas PT. BIB, agar tidak mengganggu pekerjaan selama proses pekerjaan berlangsung.

PASAL 3 : LINGKUP PEKERJAAN

1. Supply dan installation 1 unit Diesel Fire Pump System, kapasitas 500 GPM dengan Total Discharge Head 140 Psi (10 Bar)

2. Menyiapkan Fire Pump system dalam satu Packages (Fire Pump Skid Mounted) sudah termasuk dengan piping, controller, dsbnya paling utama fire pump ini sesuai dengan design NFPA20 yang sudah certified UL/FM approved dari manufacture (Plug in Play, hanya dikoneksi di site).

(13)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 12 of 22 Revisi 0

Gambar IV.1.

Design Fire Pump House Existing

Gambar IV.2.

Single Line Diagram (SLD) Fire Pump Existing

(14)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 13 of 22 Revisi 0

(15)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 14 of 22 Revisi 0

(16)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 15 of 22 Revisi 0

(17)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 16 of 22 Revisi 0

Gambar IV.3.

PNID (Pipe and Instrument Diagram) Fire Fighting Packages – Standards

Gambar IV.4.

Fire Fighting Packages – Standards

No Equipment No Equipment No Equipment

1 Electrical Pump 5a Overflow 10 Test-running Relief Valve 2 Jockey Pump 6 Pressure Tank 11 Overpressure Return Valve 3 Compressor 7 Priming Tank 12 Fire Hydrant

4 Control Panel 8 Water Supply 13 Wet type system 5 Water Tank 9 Alarm Valve 14 Dry Pipe system

(18)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 17 of 22 Revisi 0

Gambar IV.5.

Detail basic component Fire Fighting Packages – Standards

Gambar IV.6.

Electric Fire pump Existing

(19)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 18 of 22 Revisi 0

Gambar IV.7.

Existing Layout Jalur Pipa Hydrant & Hydrant Pilar BIB Camp Angsana

(20)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 19 of 22 Revisi 0

Gambar IV.8.

Tabel Hydrotest

(21)

TOR Supply & Installation Diesel Fire Pump Page 20 of 22 Revisi 0

BAGIAN V PENUTUP

I. Meskipun dalam ToR ini pada uraian pekerjaan dan uraian ada bahan-bahan tidak dinyatakan, tetapi disebutkan dalam penjelasan pekerjaan (aanwijzing) mengenai suatu bagian pekerjaan yang termasuk harus dikerjakan oleh Kontraktor, maka bagian tersebut dianggap ada dan dimuat dalam ToR ini.

II. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pelaksanaan pekerjaan ini, tetapi tidak diuraikan atau tidak dibuat dalam ToR ini, tetap diselenggarakan dan diselesaikan oleh Kontraktor.

III. Setiap melalui pekerjaan Kontraktor, harus ijin tertulis serta membuat gambar penjelasan (shop drawing) dan berikut target volume pekerjaan yang dilaksanakan.

IV. Kontraktor diharuskan membuat gambar sesuai pelaksanaan (As-built Drawing) yang harus mendapat persetujuan dan pengesahan dari Konsultan Pengawas dan Pengendali kegiatan.

Referensi

Dokumen terkait