• Tidak ada hasil yang ditemukan

tradisi puasa riya<d}ah dalam menjaga hafalan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "tradisi puasa riya<d}ah dalam menjaga hafalan"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

Pertama, menganalisis pelaksanaan amalan puasa riya>d{ah untuk menjaga hafalan Al-Qur'an siswa. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan mempunyai beberapa keistimewaan, salah satunya adalah mempunyai kegiatan seperti tradisi riya>d{ah Al-Qur'an.

Rumusan Masalah

Untuk mendeskripsikan implementasi dan bentuk amalan riya>d{ah dalam menjaga hafalan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan. Untuk mendeskripsikan makna amalan riya>d{ah yang dilakukan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan.

Manfaat Penelitian

15 Orlando, “Tradisi Mujahadah Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Daar Al-Furqon Kudus (analisis Al-Qur’an yang hidup).” 16 Zulfa, “Tradisi Menghafal Al-Qur’an di Perumahan Islam (Studi Al-Qur’an Hidup di Perumahan Islam Al-Mubarok Mranggen Demak).”

Metode Penelitian

Sedangkan pembahasan kedua adalah Signifikansi amalan puasa riya>d{ah dalam penguatan hafalan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan. Pembahasan kedua adalah analisis makna puasa riya>d{ah dalam penguatan hafalan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan.

Pendekatan Fungsional dalam Perspektif Living Qur’an

Riya>d{ah juga berarti pendidikan atau pelatihan jiwa agar keinginan duniawi tidak menggerogoti jiwa yang mandul untuk mencapai keridhaan-Nya. Riya>d{ah merupakan latihan batin dengan upaya membiasakan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang mencemari jiwa. Riya>d{ah hanya berbeda pengucapannya menurut pandangan masing-masing individu, namun definisinya tidak berbeda jauh.

Menurut kalangan kependudukan Islam, riya>d{ah praktek mengendalikan dan mengekang hawa nafsu melalui puasa atau meditasi. Kedua riya>d{ah ini sangat penting untuk menjaga amanah yang diberikan Allah SWT kepadanya. Yang terpenting dalam riya>d{ah adalah melatih jiwa untuk meninggalkan ketergantungan pada hal-hal yang enak-enak.

Dan tujuan utama riya>d{ah ini adalah untuk memudahkan dalam mengingat dan memudahkan dalam menghafal. Oleh karena itu, tujuan amalan riya>d{ah adalah mengendalikan diri, baik jiwa maupun raga, agar batin tetap suci. Selain itu, tidak boleh seorang guru membebankan kepada siswanya riya>d{ah atau hal-hal yang berat dalam mata pelajaran dan budi pekerti.

Paparan data Umum

  • Sejarah Singkat Berdiri dan Perkembangan Pesantren
  • Sarana dan Prasarana Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al- Hasan
  • Lembaga Yang ada di Pondok Pesantren Tahfiidzul Qur’an Al- Hasan
  • Program Kegiatan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Dalam rangka mewujudkan cita-cita serta tujuan dalam menghasilkan
  • Staf Pengajar dan Santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al- Hasan
  • Tata Tertib Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan
  • Metode Pembelajaran Pondok Pesantren

Pondok Pesantren ini terletak di Jalan Parang Menang, Patihan Wetan, Babadan, Ponorogo, Jawa Timur. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan merupakan satu-satunya Pondok Pesantren di desa Patihan Wetan yang fokus kajiannya pada pembelajaran Al-Quran.Namun sebenarnya nama ini juga diambil dari nama cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan yang berharap keberkahan keluarga Nabi Muhammad SAW juga bisa mengalir ke Tahfidzul Quran. Sekolah Berasrama. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan terletak di Jalan Parang Menang No. 32 Patihan Wetan Babadan Ponorogo, kurang lebih 300 meter sebelah utara Jalan Batoro Katong.

Perjalanan menuju Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan sangat mudah karena dekat dengan jalan utama. Visi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan adalah “Memasyarakatkan Al-Quran dan memasyarakatkan Al-Quran di tengah masyarakat”. Sarana dan prasarana merupakan unsur yang dapat dipisahkan dalam mencapai tujuan pendidikan, walaupun sarana dan prasarana tidak selalu menentukan hasil, namun dapat membantu dalam terciptanya suatu tujuan pendidikan, diantara sarana dan prasarana yang ada di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan sekolah, yaitu.

Program kegiatan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan Untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan dalam berkarya Guna mewujudkan cita-cita dan tujuan dalam menciptakan santri yang berkualitas dan berakhlak mulia, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan Patihan School Wetan Babadan Ponorogo menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dipimpin oleh mahasiswa meliputi kegiatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Khusus pada hari Jum'at, Takrar Al-Qur'an dilaksanakan setelah salat subuh bagi santri putra dan sore hari setelah salat Dzuhur bagi santri putri. Kegiatan rutin ziarah kubur ini dilakukan seminggu sekali pada hari Jumat setelah salat subuh berjamaah. Kegiatan ini dimulai setelah wafatnya Abah ya’i Hussein Ali selaku wali Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Islamic Internat.

Tokoh sentral dalam PPTQ Al-Hasan adalah pendiri dan wali Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan yaitu K. Yatim Munawaroh, tenaga pengajar di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan sebagian besar berasal dari luar pesantren yang sebelumnya merupakan santri Pondok Pesantren Al-Hasan.

Deskripsi Data Penelitian

Makna Amalan Puasa Riya>d{ah Dalam Memperkuat Hafalan Para Santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan

Berkaitan dengan tradisi riyad{ah dan taubat, Gus Dur juga menekankan pentingnya keduanya dalam sebuah puisi. Hanya saja puisi Gus Dur tidak menjelaskan konsep riya>d{ah yang diinginkan. Ia selalu meyakini mengamalkan tradisi puasa riya>d{ah sebagai amalan yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hafalan Al-Quran.

Dan masih banyak lagi pengaruh dari amalan riya>d{ah Al-Qur'an. Oleh karena itu para santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan beranggapan dan meyakini bahwa dengan adanya kegiatan tradisi puasa riya>d{ah, mereka dapat melestarikan hafalan Al-Qur'an dan menguatkan hafalannya. Selain itu, kegiatan adat puasa riya>d{ah merupakan kegiatan melestarikan Al-Qur'an, sehingga kecintaan seseorang terhadap Al-Qur'an terlihat secara dhohir melalui kegiatan ini.

Sebab amalan puasa riya>d{ah yang dilakukan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan memberikan efek yang lebih mudah dalam mempertahankan dan memantapkan pembelajaran Al-Qur'an secara hafalan. Namun semua tergantung bagaimana masing-masing santri melaksanakan riya>d{ah tersebut. Analisis Implementasi Tradisi Puasa Riya>d{ah di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan Babadan Ponorogo.

Analisis Implementasi Tradisi Puasa Riya>d{ah Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Babadan Ponorogo

Jadi, pada bulan Dzulqadah pada masa Nabi SAW digunakan untuk beribadah kepada Allah, oleh karena itu di kediaman Tahfidzul Qur'an Al-Hasan Islam mereka melaksanakan puasa riya>d{ah pada bulan Dzulqadah. Menurut penulis, riya>d{ah yang dilakukan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan sangat baik. Dalam konteks ini, hal yang pantas bagi seorang penghafal Al-Qur'an adalah melakukan riya>d{ah atau yang kita kenal dengan istilah taubat.

Ada banyak jenis riya>d{ah yang dapat dilakukan oleh seorang penghafal Al-Qur'an, salah satunya adalah puasa. Banyak lembaga keagamaan Islam bergaya pesantren yang menerapkan riya>d{ah puasa bagi santrinya. Puasa Riya>d{ah yang dilakukan di sini memiliki ciri-ciri yang sangat jarang ditemukan di sekolah diet Islam lainnya.

Sedangkan seorang penghafal Al-Quran yang mengamalkan puasa riya>d{ah disertai tark arru>h memiliki beberapa manfaat antara lain kemampuan menghafal lebih cepat dan kuat, menjaga keseimbangan tubuh dan juga terhindar dari gangguan kognitif. Dengan berbagi manfaat puasa riya>d{ah, maka penghafal Al-Qur'an mempunyai peluang lebih besar. Analisis Makna Tradisi Puasa Riyad{ah di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan Babadan Ponorogo.

Analisis pemaknaan tradisi puasa riya>d{ah di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan Babadan Ponorogo

Para santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan meyakini dan beranggapan bahwa kegiatan puasa riya>d{ah ini dapat melestarikan hafalan dan menguatkan hafalannya. Dengan adanya tradisi puasa riya>d{ah di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan yang dilaksanakan oleh para pengamal sehingga memberikan penjelasan bagaimana penjelasan puasa riya>d{ah. Manfaat tradisi puasa riya>d{ah yang dilakukan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan yaitu puasa 40 hari dan membaca wirid amaliyah dapat mempertebal dan melestarikan hafalan Al-Qur'an .

Setelah mengetahui manfaat dari tradisi puasa rija>d{ah yang dilakukan santri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan, peneliti menemukan bahwa santri memberikan makna terhadap tradisi puasa tersebut. Kedua, tradisi puasa rija>d{ah merupakan budaya yang sudah ada sejak awal berdirinya pondok pesantren Al-Islam. Jelas Al-Qur'an telah mampu menjadikan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Al-Qur'an Al-Hasan menjadi satu kesatuan, dengan aktivitas adat puasa rija>d{ah.

Dari sini terlihat bahwa para santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan melakukan rija>d{ah karena bertujuan untuk melestarikan pembelajaran dengan hati. Dari kegiatan puasa rija>d{ah terlihat bahwa Al-Qur'an dapat berbaur dan berbaur dalam masyarakat. Namun kedua hal tersebut wajib dilakukan oleh seorang hafiz Al-Qur'an, tidak hanya dengan rija>d{ah atau tikrar saja.

Kesimpulan

Makna fungsional puasa riya>d{ah, yaitu, Pertama, fungsi biologis, puasa riya>d{ah adalah cara pemenuhan kebutuhan fisik setelah 40 hari puasa sempurna, pantang makanan hidup. Fungsi instrumental yang kedua, puasa riya>d{ah adalah sebagai cara untuk melatih kesabaran, mendidik seseorang untuk jujur, melatih kedisiplinan dan memiliki kepekaan sosial. Kemudian fungsi yang ketiga adalah agama dan seni, riya>d{ah vas juga merupakan seni yang dapat dirasakan dalam hati, diwujudkan dengan amalan ketaqwaan untuk menahan hawa nafsu, dalam rangka ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT.

Saran

Bagi penelitian yang akan datang, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber dan bahan pertimbangan mengenai tradisi riya>d{ah Al-Qur'an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Hasan Babadan Ponorogo, dan menjadi sebuah titik awal untuk penelitian lebih lanjut. Signifikansi Fungsional Pembacaan Ayat Al-Quran Dalam Prosesi Tingkeban Adat Jawa (Studi Living Quran di Desa Lembah, Babadan, Ponorogo), 2022. Farhan, Ahmad Menghidupi Al-Qur'an Sebagai Metode Alternatif Dalam Kajian Al-Qur'an: dalam jurnal "El-Afkar Vol.

Pondok Pesantren Majmu' Tahfidzul Qur'an Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo, (Ponorogo: Kementerian Kehakiman, 2022), Cet. Junaedi, Menghidupi Al-Qur'an: Pendekatan Baru dalam Mengkaji Al-Qur'an (Studi Kasus di Pondok Pesantren As-Siroj Al-Hasan Desa Kalimukti Kecamatan Riyadhah Tradisi Santri Menghafal Al-Qur'an (Studi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an an Ma'unah Sari Bandar Kidul Kediri Jawa Timur), 2019.

Penerimaan Al-Quran di Wisma Islam (Kajian Bacaan Surat Al-Fath dan Surat Yasin untuk Pembangunan Pondok Pesantren Putri Roudloh Al-Thohiriyyah Kajen Margoyoso Pati). Tingkat kecerdasan spiritual dan kemampuan menghafal Al-Qur’an.” Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. Tradisi Mujahadah Tahfidz Al-Qur'an di Pondok Pesantren Daar Al-Furqon Kudus (analisis Living Qur'an).

Referensi

Dokumen terkait