• Tidak ada hasil yang ditemukan

Training on Organic Leachate Fertilizer Application for Lemon Plants

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Training on Organic Leachate Fertilizer Application for Lemon Plants"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

P-ISSN: 2722-9270 ejournal.uksw.edu/jms

Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Lindi pada Tanaman Jeruk Lemon

Alberta Gabrielle Krisnawati* Gracia Ayu Septiandar Duta Mauna Wimantra Syakti Wildan Ramadhan

Kristin Selfi Saputri

Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

A R T I C L E I N F O

Article history:

Received 18 Juli 2022 Revised 24 Juli 2022 Accepted 12 Agustus 2022

Key words:

Pupuk Organik, Lindi, Sampah

A B S T R A C T

Excessive use of chemical fertilizers can cause damage to the environment. With this in mind, we aim to better educate today's farmers to switch to the use of liquid organic fertilizer called leachate.The method used in this PKM activity is a participotary approach where the team (chairman and members) together with partners (head of the RW and farmers) are directly involved proactively. With this PKM, it is expected to be abel to assist farmers in increasing production yields with a good response between lemon plants with the right application and dose so that it can help increase the production of lemons. With this program, it can help the economy of farmers in cultivating crops by saving expenses in purchasing fertilizers. Help keep nature sustainable and help maintain the diversity of biota and microorganisms in the soil.

A B S T R A K

Penggunaan pupuk kimia dengan cara yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Dengan adanya akan hal ini kami bermaksud untuk lebih mengedukasi para petani masa kini untuk beralih dengan penggunaan pupuk organik cair yang disebut dengan lindi. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah pendekatan partisipatori dimana tim (ketua dan anggota) bersama dengan mitra (ketua RW dan petani) terlibat langsung secara proaktif. Dengan adanya PKM ini diharapkan mampu membantu para petani dalam meningkatkan hasil produksi dengan adanya respon yang baik antara tanaman jeruk dengan cara pengaplikasian dan takaran yang tepat sehingga dapat membantu meningkatkan hasil produksi tanaman jeruk lemon. Dengan adanya program ini dapat membantu

*Corresponding author: [email protected]

(2)

527 perekonomian petani dalam budidaya tanaman dengan menghemat pengeluaran dalam pembelian pupuk. Membantu menjaga alam agar tetap lestari dan membantu menjaga keanekaragaman biota maupun mikroorganisme dalam tanah.

PENDAHULUAN

Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan atau melebihi dengan dosis yang seharusnya cukup menyita perhatian pada waktu ini. Dampak yang akan ditimbulkan karena hal itu adalah dapat merusak regenerasi humus yang ada dalam tanah.

Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan juga memberikan dampak negatif, yaitu dapat mengganggu lahan dan juga dapat berpengaruh terhadap tanaman langsung (Abdi, 2020). Alasan dari beberapa petani mengapa menggunakan pupuk kimia adalah proses pengaplikasian pupuk kimia lebih mudah dan dapat membuat tanaman lebih cepat menghasilkan buah. Alasan lain mengapa masyarakat lebih menggunakan pupuk kimia adalah kurangnya akan literasi akan pupuk organik itu sendiri. Padahal pupuk organik bisa didapatkan dari bahan sisa atau limbah rumah tangga seperti sayur dan buah busuk yang bisa diperoleh secara gratis.

Pupuk cair adalah larutan yang mengandung satu atau lebih pembawa elemen yang sedikit larut yang dibutuhkan tanaman. Keunggulan pupuk cair adalah dapat memberikan unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman (Putra, 2019). Contoh pupuk organik itu sendiri adalah lindi. Sebenarnya tidak diketahui secara pasti siapa yang menciptakan pupuk lindi ini pertama kali tetapi sudah diketahui bahwa pupuk ini sudah digunakan sejak dulu jaman nenek moyang yang juga menggunakan bahan – bahan sisa makanan untuk pupuk tanaman. Pupuk lindi ini mulai diketahui oleh masyarakat luas berkat seseorang yang menulis artikel yang kemudian diunggah pada internet dan orang itu bernama Trisno (Anonym, 2016).

Lindi sendiri merupakan sebuah cairan yang dihasilkan akibat adanya degradasi sampah dan mengandung unsur – unsur yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak diolah sebelum digunakan (Eka dkk, 2013). Limbah yang digunakan untuk memproduksi pupuk ini dapat berasal dari limbah rumah tangga, limbah pasar, limbah toko, dan limbah industri (Ayunis, 2015). Pupuk organik ini dapat digunakan sebagai alternatif pupuk kimia di bidang pertanian. Seperti yang dikemukakan Selviana (2019), ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, seperti mengganti bahan kimia yang dapat membahayakan tanaman dengan penggunaan mikroorganisme organik. Untuk itu kita juga dapat membantu pemerintah mengurangi sampah Indonesia dan menjaga lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia yang dapat merusak alam.

(3)

528

Menurut Yuwono (2006), Unsur hara dibagi menjadi dua kelompok, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro, berdasarkan jumlah unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Jenis nutrisi utama adalah nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), belerang (S), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Tiga unsur yang mutlak ada dan diperlukan bagi tanaman adalah nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Klorin (Cl), mangan (Mn), besi (Fe), dan tembaga dilupakan sebagai jenis nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil (mikro). Kalium juga merupakan sumber tenaga bagi tanaman untuk menghadapi kekeringan dan penyakit. Air pupuk lindi organik ini mengandung unsur yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen organik, nitrogen amoniak, nitrat, fosfor, dan besi (Tcobanoglous et all, 1977). Menurut Kusmayadi (1986), lindi diketahui mengandung unsur hara yang cukup tinggi seperti nitrogen (N), kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (Fe), dan kalium (K). Karena merupakan hasil proses dekomposisi bahan organik, dan juga mengandung sejumlah besar bahan organik dengan konsentrasi yang tinggi.

Bahan yang terkandung dalam limbah rumah tangga adalah nitrogen, fosfor, dan kalium. Keuntungan nitrogen dibandingkan pertumbuhan tanaman adalah dapat mendorong pertumbuhan tanaman, meningkatkan kadar protein dalam tanah, dan meningkatkan aktivitas organisme tanah. Manfaat fosfor bagi pertumbuhan tanaman antara lain mendukung proses fotosintesis tanaman, mendukung penyusunan, dan mempercepat waktu panen. Kandungan kalium juga berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman, termasuk pengangkutan karbohidrat di dalam tanaman, sebagai katalis dalam proses pembentukan protein dan peningkatan perkembangan akar tanaman (Lesmana, 2019).

Menurut Badar dan Qureshi (2015), dengan mengaplikasikan pupuk organik cair atau lindi dari sampah organik dan bahan ringan seperti dedaunan yang terdegradasi secara alami, tiga aspek penting tanah. Pertama dapat meningkatkan aspek fisika dan kimia tanah. Aspek tanah dan biologi tanah. Penggunaan pupuk lindi ini tidak boleh sembarangan dan harus digunakan dalam jumlah atau dosis yang sesuai untuk mencapai hasil produksi pertanian yang optimal untuk kesejahteraan dengan menggunakan media tumbuh hidup yang kaya akan mikroorganisme. Saat ini, banyak orang yang lebih pintar dalam memilih makanan yang sehat, aman, dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat

“Kembali ke Alam” mendapat momentum untuk mengurangi dominasi gaya hidup lama yang mengandalkan penggunaan bahan kimia non-alami seperti pupuk, pestisida sintetik dan hormone pertumbuhan dalam produksi pertanian (BPTP Sulsel, 2018).

Desa Jenon RT 15 RW 08 terletak di wilayah administrasi Desa Jenon, Kelurahan Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten dengan jumlah 52 kepala keluarga yang tinggal di Desa Jenon. Rata – rata mata pencaharian masyarakat di Desa Jenon adalah sebagai petani. Pekerjaan sebagai petani yang mayoritas besar masih menggunakan pupuk kimia dengan jumlah yang besar akan memberikan dampak yang kurang baik bagi alam dan kesehatan manusia kedepannya.

(4)

529

Ketidaktahuan petani tentang pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia serta ketidaktahuan petani mengenai cara penggunaan yang tepat merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan ketergantungan petani dengan pupuk kimia.

Desa Jenon RT 15 RW 08 berlokasi di pinggir kota Klaten. Masih terdapat banyak lahan yang dapat digunakan masyarakat untuk pertanian atau bercocok tanam.

Dengan masih banyaknya lahan pertanian di wilayah ini masyarakat dapat memproduksi bahan pangan yang cukup banyak sehingga dapat didistribusikan ke wilayah lain di sekitarnya. Oleh sebab itu dapat memproduksi bahan pangan yang baik bagi masyarakat sekitarnya.

Tujuan dilakukannya Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Lindi Pada Tanaman Jeruk Lemon Bagi Warga Desa Jenon, Gempol, Karanganom, Klaten ini adalah: 1) mengenalkan pupuk organik cair lindi sebagai pupuk alternatif bagi tanaman; 2) mengetahui cara pengaplikasian pupuk lindi yang tepat bagi tanaman. 3) mengetahui manfaat penggunaan pupuk atau bahan – bahan organik bagi kehidupan manusia dan alam kedepannya.

METODE PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan yang dipakai dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa ini yaitu dengan cara pendekatan antara tim (anggota dan ketua) dengan masyarakat setempat yaitu ketua RW dan petani terlibat langsung secara proaktif. Selain itu juga ketika dalam memecahkan suatu masalah yang dihadiri oleh masyarakat menggunakan metode pendampingan serta pelatihan. Petani di Desa Jenon Kelurahan Gempol Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten merupakan target utama dalam pelatihan pengenalan dan pengaplikasian pupuk organik cair lindi.

Penyuluhan tentang Manfaat Pupuk Organik Cair Lindi

Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan cara penyuluhan yang dimulai pukul 13.00 – 14.00 WIB yang dipimpin oleh ketua tim serta anggota – anggotanya juga beberapa petani dan masyarakat setempat. Penyuluhan ini dilakukan selama kurang lebih 1 jam dengan memberikan materi tentang pupuk lindi itu sendiri seperti pengertian pupuk lindi, manfaat serta keunggulan.

Penyuluhan tentang Cara Pembuatan dan Pengaplikasian Pupuk Lindi yang Baik dan Tepat bagi Tanaman

Pemberian materi mengenai cara pengaplikasian pupuk lindi yang baik dan tepat bagi tanaman yang telah disiapkan oleh anggota tim. Kegiatan ini dilakukan selama 30 menit- 1 jam yaitu dengan menjelaskan secara keseluruhan mengenai cara pengaplikasian pupuk lindi yang baik dan tepat bagi tanaman. Tujuan dari penyuluhan

(5)

530

ini agar petani dan masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai cara pengaplikasian pupuk lindi yang benar, tepat dan pas bagi tanaman.

Pelatihan cara Pengaplikasian Pupuk Lindi yang Baik dan Tepat bagi Tanaman

Kegiatan ini berlangsung di rumah ketua RW Desa Jenon dan dihadiri oleh masyarakat juga beberapa petani. Pelatihan ini dilaksanakan selama 1 hari dengan cara melatih para petani dan masyarakat bagaimana cara pengaplikasian pupuk lindi dengan benar serta dengan takaran yang sesuai. Untuk kegiatan ini sendiri diharapkan masyarakat serta petani yang mengikuti pelatihan ini memiliki pengetahuan tentang penggunaan pupuk lindi yang pas tan takaran yang sesuai sehingga pengetahuan ini bisa disalurkan kepada masyarakat lain yang belum mengetahui akan pupuk lindi ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Proses penyuluhan tentang manfaat pupuk organik cair lindi telah dilaksanakan pada hari Senin, 20 Juni 2022 yang dilakukan di rumah Ketua RW Dukuh Jenon, Gempol, Karanganom, Klaten. Penyuluhan dilaksanakan kurang lebih selama 30 menit – 1 jam yang di hadiri oleh kurang lebih 10 petani ataupun perwakilan dari anggota keluarga petani yang telah diundang. Kendala dalam pelaksanaan PKM ini yaitu kegiatan para petani di Desa Jenon yang cukup sibuk sehingga ada beberapa petani yang tidak dapat menghadiri undangan, akan tetapi hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk mendapatkan informasi dari program ini sehingga petani yang tidak dapat hadir tetap mengirimkan anggota keluarga yang lain agar dapat mengikuti program ini. Kami melakukan penyuluhan tentang gambaran pupuk cair lindi mulai dari pengertian dan manfaat dari pupuk cair lindi tersebut beserta kelebihannya. Respon yang diberikan juga sangat baik, pada proses tanya jawab terjadi interaksi aktif antara mitra dan tim PKM, ada beberapa yang bertanya mengenai pupuk cair lindi ini diantaranya apakah pupuk ini hanya dapat digunakan pada tanaman jeruk lemon atau dapat digunakan juga pada tanaman lainnya dan sebagainya. Dengan adanya pertanyaan menandakan adanya perhatian dan ketertarikan pada materi dan kegiatan PKM yang telah dilaksanakan. Manfaat dari pupuk cair lindi yaitu:

1. Kegunaan dari pupuk lindi sendiri yaitu dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman serta dapat membuat daya tahan tubuh tanaman semakin baik

2. Pupuk lindi dapat menjadi tameng bagi tanaman sehingga dapat melawan hama juga penyakit pada tanaman

3. Selain menjadi tameng bagi tanaman pupuk lindi juga menyediakan tambahan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanah serta tanaman itu sendiri

4. Hal yang paling penting akan penggunaan pupuk lindi ini yaitu dapat

(6)

531

mengurangi penggunaan bahan kimia yang berasal dari pestisida yang biasanya dipakai oleh para petani

Karena pupuk organik cair lindi seperti ini biasanya punya kandungan yang kaya akan zat-zat seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K) dan karbon (C) yang juga mirip dengan keperluan utama dalam meningkatkan pertumbuhan. Kandungan ini juga merupakan zat-zat alami yang dapat membuat air lindi berfungsi seperti pupuk komersial.

Kelebihan dari pupuk organik cair ini adalah terletak di kemampuannya untuk memberikan unsur hara yang sesuai kebutuhan tanaman. POC (Pupuk Organik Cair) juga memiliki manfaat lainnya seperti, bisa meningkatan serta mendorong pembentukan zat hijau daun sehingga juga dapat meningkatkan proses fotosintesis pada tanaman serta meningkatkan proses penyerapan nitrogen di udara, pupuk lindi juga dapat meningatkan vigor tanaman yang menjadikan tanaman lebih kuat dan kokoh, meningkatkan kekebalan tubuh tanaman dari kekeringan, juga dapat merangsang pertumbuhan dari cabang, meningkatkan pembentukan dari bakal buah serta bunga, dan memperkokoh bunga serta bakal buah agar tidak cepat gugur (Huda, 2013; Febriana dkk, 2018). Jika dibandingkan dengan pupuk yang padat, pupuk cair ini akan lebih bisa mengatasi masalah defisiensi unsur hara dengan lebih cepat. Hal tersebut juga didukung oleh wujudnya yang cair sehingga dapat dengan lebih mudah untuk diserap tanah dan tanaman (Roidah, 2013).

Gambar 3. Kegiatan penyuluhan tentang pengertian, manfaat, dan keunggulan pupuk lindi

Proses penyuluhan tentang cara pembuatan dan pengaplikasian pupuk lindi yang baik dan tepat bagi tanaman telah dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Juni 2022.

Penyuluhan dilakukan kurang lebih selama kurang lebih 1 jam di rumah Ketua RW Dukuh Jenon, Gempol, Karanganom, Klaten yang dilanjutkan dengan praktik cara pengaplikasian pupuk lindi cair yang baik dan tepat bagi tanaman. Mitra dan tim PKM secara aktif melakukan praktik pembuatan dan pengaplikasian pupuk cair lindi. Praktik

(7)

532

dilakukan dengan mempersiapkan semua alat dan bahan. Dilanjutkan dengan proses pembuatan di antaranya :

1. Kumpulkan sisa-sisa makanan/minuman organik, tetes/ molase, dan EM4 2. Haluskan semua bahan yang telah di kumpulkan

3. Sediakan satu buah pot/ember dapur yang akan digunakan untuk menampung pupuk

4. Masukan semua bahan yang sudah dihaluskan ke dalam pot/ember tadi yang sudah disediakan

5. Tuangkan 110 ml tutup tetes/molase, tuangkan 60 ml botol EM4, dan 1 liter air 6. Diaduk sampai merata

7. Tutup ember dengan plastik dan ikat dengan kencang

8. Biarkan selama kurang lebih 1 – 2 minggu lalu ambil cairannya

Penelitian yang dilakukan oleh Nur dan Rhenny (2016) yang mengolah sampah organik dari sisa – sisa makanan seperti buah dan sayur busuk yang ditambahkan dengan bioaktivator EM4 menghasilkan sebuah pupuk organik cair. Hasil yang didapat dari penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa semakin lama waktu yang digunakan untuk proses fermentasi dan semakin banyak pula cairan EM4 yang digunakan maka akan semakin tinggi nilai Nitrogen (N), Fosfor (P) dan C-organik (C) yang didapatkan yang dibuktikan dari kandungan N, dan P terbesar masing – masing pada hari ke 17 sebesar 0,205% dan 0,0074%, sedangkan kadar C tersebar pada hari ke 14 sebesar 0,336%.

Gambar 4. Tim PKM melakukan Gambar 5. Tim PKM

pendampingan pembuatan pupuk lindi pendampingan pembuatan pupuk lindi

(8)

533

EM4 merupakan sebuah bioaktivator yang pada waktu ini sering digunakan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk organik cair. Campuran dari EM4 itu sendiri adalah mikroorganisme – mikroorganisme yang menguntungkan bagi tanaman (Jalaludin, dkk, 2016). Mikroorganisme yang terkandung di dalam fermentasi EM4 itu sendiri diperkirakan berjumlah 80 jenis mikroorganisme. Dari mikroorganisme – mikroorganisme itu dipilih mikroorganisme yang bisa bekerja dengan efektif dalam memfermentasikan bahan – bahan organik yang ada. Dari banyaknya organisme yang ada terdapat mikroorganisme pokok. Mikroorganisme itu digolongkan menjadi 5 golongan yang pokok yaitu bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp., Streptomices sp., Ragi (yeast), dan Actinomicetes. Limbah dari sayur dan buah – buahan yang busuk adalah bahan yang sudah dibuang yang biasanya pada waktu pembuangan tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu sehingga biasanya akan menyebabkan gangguan lingkungan dengan bau yang kurang sedap atau bau busuk menurut dari Jalaluddin et al, 2016.

EM4 adalah salah satu bahan yang dapat dengan cepat membantu proses pembuatan pupuk organik cair dan juga dapat meningkatkan kualitas pupuk organik cair itu sendiri (Nur et al, 2016). Selain itu, EM4 juga memiliki manfaat untuk memperbaiki tekstur juga struktur tanah agar menjadi lebih baik, EM4 juga bermanfaat untuk menyuplai unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Dengan ini menggunakan EM4 juga dapat membuat tanaman menjadi lebih subur, sehat, dan lebih bisa kebal terhadap hama dan penyakit. Dibawah ini merupakan manfaat – manfaat dari EM4 terhadap tanah dan tumbuhan :

1. Dapat mencegah dari pertumbuhan penyakit dan hama yang ada di dalam tanah.

2. Dapat meningkatkan kapasitas pada proses fotosintesis pada tanaman 3. Meningkatkan kualitas dari bahan organik yang digunakan untuk pupuk

4. Bisa meningkatkan kualitas dari pertumbuhan generatif serta vegetatif pada tumbuhan

Molase merupakan produk sampingan yang berasal dari proses pembuatan gula pasir. Kandungan sukrosa dalam molase cukup tinggi, berkisar 48-55%. Fungsi tetes tebu dalam proses fermentasi adalah sebagai aditif yang berfungsi untuk penyuburan mikroba, karena dalam tetes tebu (molase) terdapat nutrisi bagi mikroba yang ada di dalam larutan EM4.

Mitra sangat antusias dalam melaksanakan praktik ini dengan mengikuti dan memperhatikan dengan baik dari awal hingga akhir serta aktif menanyakan hal yang masih kurang paham. Pada kegiatan ini juga kami memberikan cetakan tentang manfaat, cara pembuatan beserta cara pengaplikasian pupuk lindi cair organik bagi mitra sehingga mitra dapat mempelajari dan menularkan ilmunya kepada petani yang lain. Pada pelatihan ini para mitra sudah mengetahui cara pembuatan beserta cara aplikasi pupuk cair lindi yang baik bagi tanaman yaitu dengan takaran campuran pupuk lindi dan air 1 : 1 yaitu 20 ml pupuk lindi cair yang dicampur dengan 20 ml air bersih untuk setiap tanaman. Cara pengaplikasiannya yaitu:

(9)

534

1. 20 ml pupuk cair lindi untuk setiap polybag

2. Campurkan 20 ml pupuk cair lindi kedalam 20 ml air bersih untuk setiap polybag 3. Siramkan secara merata pada tanaman

4. Lakukan pemupukan ini setiap 1 bulan 1 kali

Gambar 6. Simulasi pengukuran pupuk Gambar 7. Simulasi pengukuran lindi cair untuk aplikasi pada tanaman air untuk campuran pupuk lindi

Gambar 8. Simulasi Pengaplikasian Gambar 9. Simulasi Pengaplikasian

pupuk lindi pada tanaman jeruk lemon pupuk lindi pada tanaman jeruk lemon

(10)

535

Setelah dilakukannya serangkaian penyuluhan beserta praktik sehingga mitra dapat mengetahui dan bisa membuat serta mengaplikasikan pupuk lindi dengan baik dan tepat, kami melakukan monitoring serta pengamatan pada tanaman lemon. Pada saat monitoring ternyata sudah ada beberapa dari keluarga petani yang sudah mempraktikkan pembuatan pupuk lindi ini secara mandiri di rumah masing – masing.

Data yang diperoleh setelah dilakukannya aplikasi pupuk cair lindi dengan campuran 1 : 1 antara 20 ml pupuk cair lindi dan 20 ml air bersih selama kurang lebih 3 minggu tanaman lemon sudah memperlihatkan respon yang baik. Terdapat beberapa tanaman lemon yang mulai tumbuh daun muda dan ada beberapa tanaman lemon yang mulai berbunga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk cair lindi pada tanaman lemon dengan takaran 20 ml pupuk cair lindi yang dicampur dengan 20 ml air bersih untuk setiap tanaman memberikan respon yang baik. Dengan adanya program ini dapat membantu perekonomian petani dalam budidaya tanaman dengan menghemat pengeluaran dalam pembelian pupuk. Membantu menjaga alam agar tetap lestari dan membantu menjaga keanekaragaman biota maupun mikroorganisme dalam tanah. Membantu menjaga tanah agar tetap subur sehingga mampu memberikan hasil produksi tanaman secara maksimal.

Riyansyah (2012) menyatakan bahwa karakteristik dari pupuk lindi sendiri sebagai hasil dari proses fermentasi mikroorganisme - mikroorganisme banyak mengandung zat anorganik dan zat organik dengan konsentrasi yang tinggi.

Konsentrasi dari materi organik yang ada pada cairan lindi 100 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan konsentrasi pada air limbah menurut hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya. Konsentrasi materi organik yang berkaitan dengan pencemaran biasanya memakai parameter BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand) dan Transit-Oriented Development (TOD). Kualitas lindi dipengaruhi oleh faktor komposisi material sampah padat, musim, temperatur dan kelembaban, teknis operasional pengelolaan lindi dan umur timbunan.

Pupuk organik lindi ini mempunyai prospek pengembangan yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari tersedianya bahan baku yang banyak, sehingga langkanya barang baku dapat terhindari selain itu dengan adanya pupuk lindi ini dapat menjaga kualitas tanah dengan baik dan produksi dari tumbuhan bisa tetap terjaga dalam kurun waktu yang cukup panjang. Dengan adanya pupuk lindi ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani di Indonesia untuk menggunakan pupuk kimia.

SIMPULAN

Para keluarga petani di Desa Jenon, Gempol, Karanganom, Klaten sudah mampu membuat pupuk organik cair lindi secara pribadi dan dapat mengaplikasikannya dengan cara dan takaran yang pas. Petani jeruk lemon Dukuh Jenon sangat antusias dengan kegiatan pelaksanaan PKM tentang pupuk lindi ini. Hasil tanya jawab menunjukan bahwa terlihat jelas para petani ingin lebih meningkatkan

(11)

536

produksi tanaman jeruk lemon mereka dengan sistem organik. Dengan adanya PKM ini diharapkan mampu membantu para petani dalam meningkatkan hasil produksi dengan adanya respon yang baik antara tanaman jeruk dengan cara pengaplikasian dan takaran yang tepat sehingga dapat membantu meningkatkan hasil produksi tanaman jeruk lemon. Dengan adanya program ini dapat membantu perekonomian petani dalam budidaya tanaman dengan menghemat pengeluaran dalam pembelian pupuk.

Membantu menjaga alam agar tetap lestari dan membantu menjaga keanekaragaman biota maupun mikroorganisme dalam tanah. Membantu menjaga tanah agar tetap subur sehingga mampu memberikan hasil produksi tanaman secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Abdi, H. (2020). 5 Dampak Negatif Penggunaan Pupuk Berlebihan pada Tanaman.

https://hot.liputan6.com/read/4429900/5dampak-negatif-penggunaan-pupuk berlebihan-pada tanaman. Diakses pada 20 Mei 2020.

Anonym, (2016). https://www.kompasiana.com/lhapiye/589e5d2b937e611a0eebc846 /air sampah-jadi-pupuk-tanaman-bisa-kok. Diakses pada 6 Januari 2022.

Ayunis, M., Lani Puspita., Notowinarto. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair (Air Lindi) Terhadap Pertumbuhan Morfometrik Tanaman Seledri (Apium graveolensi L.). Vol. 4 (1) : 27-34.

Badar, R., and S. A. Qureshi. (2015). Utilization of Composted Agricultural Waste as Organicfertilizer for The Growth Promotion of Sunflower Plants. 3(5) : 184- 187

BPTP Sulsel. (2018). Pupuk Kimia Memiliki Kekurangan Dan Kelebihan?.

https://sulsel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/buletin/52- buletin nomor-5-tahun-2011/219-prinsip-dasar-pengembangan-pertanian- organik. Diakses pada 20 Mei 2022

Eka SY, Dedi S, Ridwan, Marsi and Faizal, (2013). Characteristic of Leachate at Sukawinatan Landfill, Palembang, Indonesia, Journal of Physics, Conference Series 423 (2013) 012048

Febrianna, M., Prijono, S., Kusumarini, N. (2018). Pemanfaatan Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Serapan Nitrogen serta Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) pada Tanah Berpasir. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5 (2): 1009 1018.

Huda, M.K. (2013). Pembuatan Pupuk Organik Cair Dai Urin Sapi Dengan Aditif Tetes (Molasse) Metode Fermentasi. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Jalaludin, Nasrul Z.A., dan Rizki, S. (2016). Pengolahan Sampah Organik Buah- buahan menjadi Pupuk dengan Menggunakan Efektif Mikroorganisme. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 5-(1): 17-29

(12)

537

Kusmayadi, J.E. z(1986). Identifikasi Unsur – Unsur Pencemaran Kualitas Air Tanah Dangkal di Daerah Dago dan Sekitarnya, Kodya Bandung (Laporan Penelitian Sarjana Teknik Geologi). Universitas Pajajaran Bandung.

Lesmana, RY,. Nani, A, (2019), Pemafaatan Air Lindi Sebagai Pupuk Cair Dari Sampah Organik Skala Rumah Tangga Dengan Penambahan Bioaktivator EM- 4, Jurnal Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL), 4-(1) : 16-23.

Nur, T., Noor., Rizali, A., Muthia, E., (2016), Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Penambahan Bioaktivator Em4 (Effective Microorganisms, Jurnal Konversi, 5 (2).

Putra, BWRIKH,. Rhenny, R., (2018), Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Buah Dengan Penambahan Bioaktivatoar EM4, Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan, 11-(1) : 44-56.

Riansyah, E., Wesen, P., (2012), Lindi Sampah Sebagai Pupuk Cair, Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 4 (1). Menggunakan Effektive Mikroorganisme, Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 5(1), 17-29.

Roidah, I.S. (2013). Manfaat Penggunaan Pupuk Organik untuk Kesuburan Tanah.

Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo, 1 (1): 30-42.

Selviana, T.E. (2019). Pengolahan Limbah Nasi Basi Menjadi Pupuk Organik Cair Mikroorganisme Lokal (MOL) Bagi Tanaman.

Tcobanoglous, George, Thesen, Hylary and Eliassen, Rolf, (1977), “Solid Wastes Engineering principles and Management Issues”, Mecgreaw Hill Kogakusha \ Ltd, Tokyo.

Yuwono, D., (2000), “Pupuk Organik Cair”, Penebar Swadaya, Jakarta.

(13)

538

LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Tinggi, bobot brangkasan, jumlah buah dan bobot buah dari tanaman yang diberi pupuk cair berbahan dasar lindi yang diolah melalui penambahan 1000 ppm CaO yang diberi

Ketidak mampuan interaksi antara kedua perlakuan disebabkan karena kandungan hara organik yang sedikit belum bisa dimanfaatkan tanaman dan belum optimal karena pupuk organik

Dengan adanya Program Pengabdian Masyarakat yang berupa Penerapan Teknologi Pengolahan Limbah Cair Tahu menjadi Pupuk Organik Cair dan Pestisida sebagai Upaya Mengurangi

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk menguji aplikasi pupuk organik cair dalam meningkatkan pertumbuhan Bibit Jabon, (2) mengetahui pengaruh dengan dosis yang

Kolam organik yang menghasilkan pupuk organik cair (POC) merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk mengubah penggunaan bahan kimia sintesis dan pestisida

Dengan demikian pemberian pupuk organik cair dari limbah kulit pisang kepok dengan dosis 75 ml/polybag berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman sawi..

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kandungan dalam pupuk organik cair berbahan dasar limbah cair tahu dengan mol bonggol pisang serta serapan NPK pada tanaman pokcay

Pengaruh Berbagai Macam Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Awal Bibit Kakao Hasil analisis ragam yang disajikan pada Tabel 1 menunjukkan bahwa pengaruh berbagai macam pupuk