• Tidak ada hasil yang ditemukan

transaksi kerjasama dalam bidang pengairan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "transaksi kerjasama dalam bidang pengairan"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

Islam adalah agama yang tidak membebani pemeluknya. Salah satunya adalah persoalan transaksi koperasi irigasi lahan pertanian di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Dan yang kedua, bagaimana transaksi koperasi bidang irigasi lahan pertanian di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember menurut perspektif Hukum Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan penilaian hukum Islam terhadap transaksi koperasi pada irigasi lahan pertanian (Air Torapan) di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

Bagaimana kesepakatan kerjasama bidang irigasi lahan pertanian (Air Torapan) di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Bagaimana Transaksi Kerja Sama Bidang Irigasi Lahan Pertanian (Air Torapan) Di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Menurut Perspektif Hukum Islam. Untuk mengetahui kesepakatan kerjasama bidang irigasi lahan pertanian (Air Torapan) di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

Mengupayakan transaksi kerjasama di bidang irigasi lahan pertanian (Air Torapan) menurut aspek hukum Islam di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Dan dapat memberikan informasi terkait transaksi koperasi irigasi lahan pertanian (Air Torapan) menurut perspektif hukum Islam di desa Sempolan kecamatan Silo kabupaten Jember serta dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berkaitan dengan transaksi koperasi lahan pertanian. sawah irigasi (Air Torapan) yang ada didalamnya. Sebagai masukan dan sumbangan refleksi terhadap transaksi koperasi di bidang irigasi lahan pertanian (Air Torapan) menurut perspektif hukum Islam.

Dari penjelasan di atas maka yang dimaksud dengan istilah penelitian yang relevan adalah bagaimana transaksi koperasi di bidang pengairan lahan pertanian (Air Torapan) di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember menurut perspektif hukum Islam transaksi koperasi atas tanah.

Pendekatan dan jenis penelitian

Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk menjelaskan, menggambarkan dan memetakan fakta berdasarkan sudut pandang atau kerangka berpikir tertentu. Oleh karena itu, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif untuk melakukan penelitian secara detail dan mendalam dengan memaparkan, mendeskripsikan dan menetapkan fakta-fakta mengenai transaksi koperasi irigasi lahan pertanian (Air Torapan) menurut perspektif hukum Islam.

Lokasi Penelitian

Data dan sumber data

Pelaku yang melakukan praktik pengairan lahan pertanian (torraped water) di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Data sekunder ini merupakan data tambahan atau data yang diperoleh dari buku, artikel, jurnal atau dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.

Teknik pengumpulan data

Teknik observasi ini dilakukan untuk melihat kejadian sebenarnya yang terjadi langsung di lapangan, orang-orang yang terlibat, waktu kejadian, dan informasi yang diberikan oleh pelaku yang diamati mengenai kejadian yang dimaksud, guna mengetahui penelitian. yang dilakukan.61. Maka peneliti terjun langsung ke lapangan untuk melihat terjadinya transaksi koperasi bidang irigasi lahan pertanian (Air Torapan) untuk lebih memahami transaksi koperasi bidang irigasi lahan pertanian di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan, pewawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan, dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi langsung dari informan 62.

Teknik ini digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber-sumber yang diacu dalam penelitian ini. Teknik ini digunakan untuk mencari data-data yang terdokumentasi seperti: buku, laporan, jurnal dan dokumen transaksi yang berkaitan dengan transaksi koperasi irigasi pertanian.

Analisis Data

Reduksi data merupakan rangkuman yang mengkaji pokok-pokok dan memusatkan perhatian pada hal-hal penting dari tema dan pola. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas sehingga memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data.64. Temuan baru dapat berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang sebelumnya kabur atau gelap, sehingga setelah diperiksa menjadi jelas.

Meninjau seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber wawancara, observasi yang ditulis dalam catatan lapangan, dokumentasi pribadi, dokumentasi resmi, gambar dan sebagainya. Jumlah data yang dibaca, dipelajari, dan ditinjau bisa sangat banyak sehingga memerlukan pengurangan.

Keabsahan Data

Transaksi Kerjasama Irigasi Lahan Pertanian (Air Torapan) di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Rasa gotong royong dan kepercayaan antar masyarakat yang sangat tinggi menjadi alasan dilakukannya pengairan lahan pertanian (Air Torapan) di Desa Sempolan. Berdasarkan hasil penelitian, perjanjian kerjasama irigasi lahan pertanian yang dilakukan oleh warga Desa Sempolan dilakukan semata-mata atas dasar kesepakatan lisan antara pemilik tanah dan tukang atap.

Setelah kesepakatan ini tercapai, kerja sama di bidang irigasi lahan pertanian akan dimulai secara otomatis. Perjanjian kerjasama bidang irigasi lahan pertanian di Desa Sempolan yang dilakukan secara lisan dan tanpa kehadiran saksi ini memang merupakan tradisi yang diturunkan secara turun temurun sejak zaman dahulu kala. Menurut Kepala Desa Sempolan, perjanjian kerja sama irigasi lahan pertanian ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, yakni hanya pemilik tanah dan tukang atap yang mengetahuinya.

Sedangkan dalam mengairi lahan pertanian dengan perkebunan samping, Bpk. Transaksi Kerjasama Irigasi Lahan Pertanian (Air Torapan) di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Dalam Perspektif Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Dalam Perspektif Hukum Islam. Sebagian besar masyarakatnya bekerja pada sektor pertanian, dalam hal ini perjanjian kerjasama di bidang pengairan lahan pertanian.

Dari keterangan di atas maka pengupahan dalam perjanjian kerjasama bidang pengairan lahan pertanian di Desa Sempolan yang dilakukan bertentangan dengan syariat Islam, karena tidak diketahui berapa besarnya upah yang diterima pekerja penyu, dilihat dari besarnya upah yang diterima oleh pekerja penyu. jumlah tanaman yang mereka miliki. mendapatkan. Praktek perjanjian kerjasama bidang pengairan lahan pertanian yang terjadi di Desa Sempolan mengandung unsur manfaat. Praktek perjanjian kerjasama bidang pengairan lahan pertanian di desa Sempolan dapat dikatakan sesuai dengan syariah.

Dari seluruh keterangan yang telah dijelaskan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa dasar hukum perjanjian kerjasama bidang irigasi Desa Sempolan adalah. Praktek perjanjian kerjasama pengairan lahan pertanian di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Berdasarkan praktik yang terjadi di atas, maka dilaksanakanlah perjanjian kerjasama di bidang pengairan lahan pertanian.

Dalam melaksanakan kerjasama di bidang pengairan lahan pertanian juga terdapat kerugian, dimana kerugian merupakan bagian dari resiko. Dari beberapa wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa praktek perjanjian kerjasama bidang pengairan lahan pertanian di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember dilakukan oleh dua pihak yaitu antara pemilik lahan dan terapis (penjaga). ) ) berupa pernyataan lisan tanpa menghadirkan saksi. Sistem pembayaran jasa dibayarkan setelah panen. Ditinjau dari segi hukum Islam, akad yang digunakan dalam perjanjian kerjasama bidang irigasi lahan pertanian di Desa Sempolan Kecamatan Silo menggunakan akad al-ijarah hanya dalam hal pemeliharaan lahan pertanian, dengan upah dibayarkan setelah panen. .

Kerjasama bidang irigasi lahan pertanian (Air Torapan) di desa Sempolan kecamatan Silo kabupaten Jember menurut perspektif hukum Islam.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

  • Sejarah Desa Sempolan
  • Profil wilayah
  • Kondisi Geografis
  • Struktur pemerintahan Desa Sempolan
  • Demografis
  • Pendidikan masyarakat
  • Tempat ibadah

Penyajian Data dan Analisis

  • Transaksi kerjasama dalam bidang pengairan lahan
  • Transaksi kerjasama dalam bidang pengairan lahan

Mereka tidak pernah memberitahukan atau meminta bantuan kepada kepala desa atau perangkat desa untuk melaksanakan perjanjian kerjasama pengairan lahan pertanian. Sudah menjadi hal yang lumrah di Desa Sempolan bahwa lahan pertanian milik masyarakat yang tidak mampu mengelolanya, atau tidak mempunyai waktu lagi untuk mengelolanya sendiri, akan dikelola dengan menjalin kerjasama dalam bidang pengairan lahan. Dari seluruh keterangan di atas, secara umum meskipun pelaksanaan perjanjian kerjasama pengairan lahan pertanian di Desa Sempolan Kecamatan Silo belum sesuai dengan konsep ijarah dalam fiqih Islam, namun pelaksanaan tersebut merupakan adat dan amalan yang turun temurun. dari generasi ke generasi di lingkungan setempat.

Fenomena perjanjian kerjasama yang terjadi di Desa Sempolan Kecamatan Silo bisa saja bertentangan dengan syariat Islam karena salah satu pengelola perkebunan merasa dirugikan.

PENUTUP

Kesimpulan

Tetapi dalam kes ini, apabila tuaian gagal, kedua-dua pihak menanggung kerugian. Ia sepatutnya dalam perjanjian. Eloklah segala urusan terutama dalam kes kerjasama direkodkan secara bertulis supaya wujud kuasa undang-undang sekiranya berlaku salah faham antara kedua-dua pihak mengenai perkara dalam kerjasama tersebut. Diharapkan ketika menanam tanaman, petani harus menyamakan semua jenis tanaman dalam satu musim supaya pengairan tanah pertanian lebih mudah diurus.

Penyusunan disertasi yang berjudul “Transaksi Koperasi Bidang Irigasi Lahan Pertanian di Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Dalam Perspektif Hukum Islam” dimaksudkan untuk memenuhi tugas akhir dan memenuhi syarat kelulusan studi muamalah program jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Segenap Dewan Pendidikan Fakultas Syariah IAIN Jember telah rela mentransfer berbagai mutiara ilmu khususnya di bidang hukum ekonomi yang nilainya tak ternilai harganya. Seluruh staf dan sivitas akademika Perpustakaan IAIN Jember yang membantu penulis dalam memberikan referensi sebagai bahan rujukan disertasi.

Tn. Fadli selaku Kepala Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember beserta staf dan warga yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk mencari data sebagai bahan acuan skripsi. Semua sahabat dan sahabat Muamalah, khususnya kelas I1 yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, memberikan semangat kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Dengan selesainya penulisan karya ilmiah ini dalam bentuk skripsi, penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan dan kekurangan didalamnya, oleh karena itu saran, kritik dan masukan sangat bersifat membangun.

Ayahku Sunarman dan Ibu Mila atas curahan kasih sayang dan dukungan moril, materil dan spiritual yang selalu mereka berikan kepadaku 2. Sahabat seperjuangan Anita Dewi Anggraini, Arini Ayatik, Muhammad Sauki dan Mohammad Rofiq, seperti yang selalu mendengarkan keluhanku, nasehati aku dan selalu beri aku dukungan, terima kasih atas perhatianmu padaku. Teman-teman Muamalah I1 dan I2 angkatan 2013, khususnya teman-teman kelas I1, teman-teman KKN, teman-teman KKL, teman-teman PPL dan teman-teman yang menemani saya selama perkuliahan, silaturahmi dan kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Saran

Referensi

Dokumen terkait