• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRITON JURNAL - Publikasi Polbangtan Manokwari

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "TRITON JURNAL - Publikasi Polbangtan Manokwari"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan budidaya padi sawah amfibi bagi petani binaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kabupaten Manokwari, Galih Wahyu Hidayat. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Usahatani Padi Ladang Lima Amfibi Bagi Petani Binaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kabupaten Manokwari. Produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh petani diharapkan dapat meningkat dengan menerapkan lima budidaya padi sawah amfibi yang direkomendasikan.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan benih padi sawah lima amfibi. Pelaksanaan pemeliharaan lima sawah padi ladang dilakukan dan dikawal oleh tenaga ahli pertanian lapangan di Kabupaten Manokwari. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dirumuskan masalah penelitian yaitu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan lima amfibi padi sawah tersebut.

Penelitian ini akan menunjukkan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan usahatani padi sawah dengan lima jenis amfibi. Hasil analisis regresi multinomial dapat dilihat kesesuaian model terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan usahatani padi sawah lima amfibi. Jenis kelamin petani laki-laki dan perempuan yang diwawancarai tidak mempengaruhi pemanfaatan kelima amfibi tersebut dalam bercocok tanam padi sawah.

Frekuensi penyuluhan akan mempengaruhi tingkat penerimaan pemahaman petani dalam pelaksanaan usahatani padi sawah lima amfibi menjadi lebih rendah. Faktor sosial budaya petani dapat mempengaruhi pelaksanaan usahatani padi sawah lima amfibi menjadi lebih tinggi. Suatu program kerja nyata yang dapat dilaksanakan untuk merangsang faktor-faktor yang berpengaruh dalam penerapan usahatani padi sawah lima amfibi.

Tabel 1. Kategori Motivasi Ekonomi Responden
Tabel 1. Kategori Motivasi Ekonomi Responden

Pengaruh perbandingan tepung tapioka dan tepung tiram putih (Pleurotus Oestreatus) terhadap volume pengembangan, kandungan protein dan organoleptik kerupuk.

2520IFJ-

Tidak ada kolam penampungan limbah yang disediakan TPH. Kolam

Pasalnya, jumlah ternak yang dipotong masih sedikit, namun jika dalam jumlah banyak kemungkinan besar akan menimbulkan dampak yang lebih buruk.

Limbah TPH langsung mengalir ke lahan dan berujung di sungai. Limbah

Dinamika kelompok tani terhadap minat generasi muda dalam kegiatan usahatani padi (Oriza sativa L) di Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Petani Dalam Kegiatan Pengolahan Pupuk Organik Di Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes. Penelitian bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam usaha pengolahan pupuk organik di Kelompok Tani Bahagia IV.

Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu Kelompok Tani Happy IV di Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes mengingat kelompok tersebut secara konsisten memproduksi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan petani. Peneliti tersebut antara lain Ketua Kelompok Tani Happy IV, Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan wilayah Brebes, Pengurus BPP Kabupaten Bulakamba, pengurus kegiatan pengolahan pupuk organik dan para petani anggota kelompok. Kelompok Tani Bahagia IV Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes yang mayoritas petani bawang merah merupakan salah satu kelompok tani yang sadar dan merasakan dampak penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang di lahan sawahnya.

Terkait urgensi pelestarian sumber daya tanah melalui pengembangan dan penggunaan pupuk organik, Kelompok Tani Happy IV Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes melakukan kegiatan pengembangan usaha pengolahan pupuk organik. Kelompok Tani Happy IV merupakan kelompok tani di Kabupaten Brebes yang mengolah pupuk organik sebagai kegiatan kelompok, yang hasilnya dikomersialkan kepada petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi petani dalam kegiatan pengolahan pupuk organik.

Lokasi penelitian sengaja ditentukan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu Kelompok Tani Happy IV di Desa Banjaratma Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes mengingat merupakan kelompok tani yang mengembangkan kegiatan usaha pengolahan pupuk organik sebagai kegiatan kelompok. Desa Banjaratma oleh Kelompok Tani Happy IV juga ditunjuk sebagai salah satu percontohan desa organik dalam program pembangunan 1000 desa organik oleh pemerintah tahun 2019. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengolahan pupuk organik merupakan kegiatan kelompok yang dilakukan secara mandiri oleh Happy IV . Kelompok Tani, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Pada tahun 2006, ketua dan anggota Kelompok Tani Happy IV mengembangkan pupuk organik dengan mengeluarkan hasil yang digunakan oleh Kelompok Tani Happy IV. Sebagai kegiatan kelompok, pengolahan pupuk organik dapat berjalan berkat partisipasi petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bahagia IV. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi Kelompok Tani Happy IV dalam kegiatan pengolahan pupuk organik:.

Umur

Kepedulian dan kesadaran akan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan menyebabkan produktivitas lahan berkurang mendorong Ketua Kelompok Tani Bahagia IV mengembangkan pemupukan organik dengan memanfaatkan ilmu yang didapat dari berbagai pelatihan pemupukan organik yang diikutinya. Pada tahun 2008, dengan bimbingan dan arahan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, produk pupuk kompos mulai diproduksi secara masal untuk konsumen petani di luar kelompok. Selanjutnya pada tahun 2012 Happy IV Boeregroep mendapatkan bantuan dari dinas pertanian berupa fasilitas UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) yang diwujudkan dalam bentuk rumah kompos, mesin pencacah kompos, kandang sapi dan 14 ekor sapi.

Sejauh ini telah diproduksi kurang lebih 15 ton pupuk per bulan untuk memenuhi kebutuhan petani, baik petani di Kabupaten Bulakamba maupun petani di Kabupaten Brebes. Petani yang mengikuti kegiatan pengolahan pupuk organik berada pada kelompok umur 30-60 tahun yang merupakan usia produktif, memiliki kekuatan dan daya tahan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan petani usia lanjut. Kekuatan fisik dan stamina petani usia produktif yang optimal memungkinkan kegiatan produksi pupuk organik berkembang secara optimal dan bermanfaat bagi kelompok.

Sementara itu, petani yang lebih tua menghabiskan seluruh energinya di ladang, sehingga sulit bagi mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, seperti pengolahan pupuk organik. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti menurunnya kesehatan, kekuatan atau stamina serta keinginan petani untuk menikmati masa tua yang menghambat petani dalam memaksimalkan pendapatannya. Penelitian Pan (2014) menunjukkan bahwa petani yang lebih tua cenderung tidak berpartisipasi dalam kegiatan program penyuluhan pertanian. 2003) menyatakan bahwa petani muda dan dewasa berada pada posisi yang ideal untuk melakukan perubahan dalam kegiatan usaha tani karena petani muda masih memiliki harapan terhadap kegiatan usaha taninya.

Pendidikan

Partisipasi petani dalam kegiatan pengolahan pupuk organik terutama diikuti oleh petani yang berpendidikan sekolah menengah. Slamet (1993) menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula partisipasi dan pendapatnya. Melalui berbagai pelatihan yang dilakukan baik oleh dinas pertanian maupun pengurus kelompok tani, petani mendapatkan pengetahuan tentang pupuk organik, seperti bahan-bahan yang tersedia, proses produksi dan manfaat yang diperoleh petani.

Petani juga mengadakan pertemuan dan pertemuan kelompok di mana mereka membahas kegiatan kelompok. termasuk menjadikan pengolahan kompos sebagai kegiatan kelompok. Pendidikan nonformal yang diikuti petani tergolong mampu mempengaruhi keputusan petani untuk ikut serta dalam pengolahan pupuk organik. Semakin banyak kegiatan nonformal yang diikuti petani mendorong berkembangnya pola pikir petani dan memudahkan petani menerima informasi dan inovasi, sehingga petani semakin terpacu untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengolahan pupuk organik.

Pendidikan nonformal menurut Prijono et al. 1996) sebagai program sosialisasi jenis-jenis keterampilan kerja praktek yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. hasil penelitian Anggini dkk. 2019) menunjukkan bahwa dalam pemanfaatan limbah sayuran sebagai pupuk bokashi, kegiatan penyuluhan berpengaruh positif terhadap perilaku petani. Semakin tinggi intensitas kegiatan penyuluhan disertai dengan bahan, media dan cara penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani maka semakin antusias perilaku petani dalam menggunakan pupuk bokashi.

Pekerjaan

Petani pada umumnya lebih memilih bekerja pada pekerjaan lain seperti buruh bangunan, pengangkut bawang merah (nyonggol), berdagang, beternak dan menangkap ikan untuk dijual; Untuk meningkatkan pendapatan, petani tidak memiliki cukup waktu untuk mengikuti kegiatan pengolahan pupuk organik. Sesuai dengan Ife dan Tesoriero (2008) yang menyatakan bahwa meningkatnya permintaan akan pekerjaan membuat mereka yang bekerja merasa kekurangan waktu dan tenaga untuk berpartisipasi dalam masyarakat.

Akses Komunikasi

Dalam pelaksanaannya, berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi Kelompok Tani Bahagia IV dalam kegiatan pengomposan meliputi usia petani, pendidikan formal dan/atau informal, pekerjaan dan akses komunikasi. Petani Kelompok Tani Bahagia IV diharapkan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan pengomposan karena partisipasi petani mempengaruhi kelangsungan dan keberlangsungan kegiatan pengomposan. Kelompok Tani Happy IV diharapkan dapat merencanakan kegiatan bagi petani dalam proses produksi, sehingga setiap individu petani memiliki peran dan tanggung jawab yang sama terhadap keberlangsungan kegiatan tersebut.

Optimalisasi partisipasi petani dalam pengolahan pupuk organik sebagai kegiatan usaha kelompok harus diwujudkan, sehingga dapat berkembang menjadi usaha kelompok yang lebih baik. Partisipasi petani dalam program seribu hektar dengan sistem tanam padi jajar legowo di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. Partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan dan adopsi pemupukan padi sawah di Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut.

Berisi hasil penelitian dan kajian terapan di bidang Penyuluhan, Sosial Ekonomi dan Keteknikan Pertanian dalam arti luas berbasis pemberdayaan masyarakat petani.

Naskah yang dikirim berupa hasil penelitian dan/atau review dalam bidang

Naskah belum pernah diterbitkan dan tidak akan diterbitkan pada media cetak

Naskah ditulis dalam bahsa Indonesia atau Bahasa Inggris dengan ketentuan

Naskah harus dibuat dengan menggunakan program Microsoft Word

Susunan penulisan naskah secara berurutan terdiri atas: judul, nama penulis

Nomor dan judul tabel dimuat di atas tabel sedangkan utuk gambar, nomor dan

Naskah diserahkan dalam bentuk Softfile melalui Online Journal System

Setiap naskah yang masuk ke redaksi akan mengalami proses penyuntingan dan

Redaksi berhak melakukan penolakan bagi naskah yang tidak sesuai dan

Sekretariat

Gambar

Tabel 1. Kategori Motivasi Ekonomi Responden
Tabel 2. Kategori Motivasi Sosiologis Responden
Gambar 3. Tingkat Faktor Internal  Tingkat umur berada pada tingkat sedang  yaitu 40%
Gambar 4. Tingkat Faktor Eksternal  Ketersediaan  kredit  usaha  tani  adalah  salah  satu  faktor  pendukung  untuk  membantu  dalam  melakukan  teknis  budidaya  khususnya  dalam  permodalan  untuk  melakukan  semua  kegiatan  budidaya  kelapa  sawit
+7

Referensi

Dokumen terkait

Research has also shown that it contains antimicrobial properties that could be of great benefit in burn patients and is compatible to use in developing countries because it