Tugas 2
Workshop Kepenulisan
Career Class 2024
Dilan 1990
Outline
Judul Novel : Dilan, dia adalah Dilanku Tahun 1990 Penulis : Pidi Baiq
Penerbit Novel : PT. Mizan Pustaka Tahun Penerbitan : 2014
Jumlah Halaman : 332 Halaman Judul Film : Dilan 1990
Sutradara : Fajar Bustomi
Penulis Skenario : Pidi Baiq & Titien Wattimena Produksi Film : Max Pictures
Tahun Perilisan : 2018
Durasi Film : 110 menit (1 jam 50 menit)
Premis : Kisah percintaan remaja antara Milea dengan Dilan,
yang merupakan murid laki-laki di sekolah barunya di
Bandung.
Perbedaan Pengembangan Outline Pada
Buku & Film
Secara umum, ditemukan banyak persamaan alur antara novel & filmnya.
Kejadian – kejadian penting yang mewarnai kisah romansa antara Dilan & Milea yang diceritakan di dalam novel, tertuang dengan baik ke dalam
bentuk adegan yang ditampilkan di dalam film, dengan nuansa yang tidak jauh melenceng dari apa yang tertulis di dalam novel.
Meski begitu, masih terdapat beberapa perbedaan antara cerita yang ada di dalam novel dengan
adegan yang ada di dalam film.
Perbedaan Pengembangan Outline Pada
Buku & Film
Gambaran Novel Film
Halaman Isi Menit Isi
Kilasan tentang si tokoh utama
17 Dilan digambarkan sebagai sosok yang sangat Milea cintai.
“… Terutama menyangkut dengan seseorang yang sangat aku cintai, yang pernah mengisi hari-hariku di masa lalu, yang malam ini kisahnya ingin aku ceritakan kepadamu.”
(Milea)
00:00:4
0 Dilan digambarkan sebagai sosok yang membuat Milea penting untuk mengucapkan
‘selamat malam’.
“Dan disinilah ceritaku dimulai tentang dia yang mengajarkan aku tentang pentingnya mengucapkan
‘selamat tidur’. “ (Milea) Reaksi Milea
ketika menerima surat
undangan untuk hadir ke sekolah dari hari Senin hingga Sabtu dari Dilan
27 Milea tersenyum & mulai penasaran tentang Dilan
Aku senyum
……
Setelah kubaca, aku tak mengerti mengapa langsung merasa tak ingin pergi dari atas kasurku, benar-benar seperti orang yang sedang ditawan oleh rasa penasaran karena ingin tahu siapa dia sebenarnya. (Milea)
00:05:1
0 Milea tersenyum & mulai memikirkan tentang Dilan Hari itu aku sibuk sekali.
Cuci Sepatu, ngobrol via telepon sama Pacarku yang di Jakarta. Padahal saat itu yang ingin kulakukan adalah Cuma senyum-senyum
sendiri sambil memikirkan undangan ajaib dari Sang Peramal. (Milea)
Perbedaan Pengembangan Outline Pada
Buku & Film
Gambaran Novel Film
Halama
n Isi Menit Isi
Kejutan di hari ulang tahun Milea
67 Di dalam novel, Milea merasa
curiga bahwa Dilan tidak tahu hari ulang tahunnya. Bahkan Milea dibuat bingung apakah harus kecewa atau tidak. Karena hal tersebut Milea merasakan perasaan yang kosong.
“Aku sempat curiga, jangan-jangan Dilan gak tahu ulang tahunku.”
……
“Aku bingung, apakah aku harus kecewa atau tidak?. Jika aku kecewa, emang siapa diriku
baginya?. Kalau tidak kecewa, tapi aku menunggu ucapannya. Aku tidur dalam gelombang perasaan yang kosong.” (Milea)
00:22:5
8 Milea digambarkaan
memiliki rasa kecewa pada Dilan karena ia sempat semalaman menunggu telepon dari Dilan untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun keapadanya.
“Jujur, aku kecewa. Karena pada hari ulang tahunku, dia tidak memberiku ucapan ulang tahun.
Padahal semalaman aku tunggu dia telepon. “ (Milea)
“Jangan pernah bilang ke aku ada yang
menyakitimu…
Nanti, orang itu akan hilang”
(Dilan)
96 Di dalam novel, kejadian tersebut pertama kali disebutkan adalah pada beberapa hari sebelum Milea menyatakan putus kepada Beni, pada saat SMA Milea mengikuti acara cerdas cermat di Gedung TVRI Jakarta.
00:25:2
2 Di dalam film, kejadian tersebut terjadi setelah Dilan memberikan TTS yang sudah diisi kepada Milea sebagai kado ulang tahunnya.
Perbedaan Pengembangan Outline Pada
Buku & Film
Gambaran Novel Film
Halaman Isi Menit Isi
Milea ingin mengetahui informasi lebih banyak tentang Dilan melalui Wati, yang merupakan sepupu Dilan.
61 Di dalam novel, kejadian ini terjadi sebelum hari ulang tahun Milea.
Pasti kamu tahu tujuanku ngobrol dengan Wati.
Meskipun malu
harus kuakui, bahwa dari Wati aku ingin dapat informasi lebih banyak tentang Dilan.
Setidaknya Wati itu saudaranya, pasti lebih banyak tahu tentang Dilan dibanding orang lain. (Milea)
00:26:3
4 Di dalam film, kejadian ini Justru terjadi setelah acara kejutan ulang tahun untuk Milea dari teman-teman sekelasnya.
”Kalo Dilan?. Kamu akrab sama dia?. Kok tadi waktu dia jatuh di kelas, kamu berani pukul dia pake buku?.” (Milea)
”Dia kan sepupuku.” (Wati)
”Kalian sodaraan?.” (Milea)
”Ibuku itu adik ayahnya Dilan.” (Wati)
”Oh...” (Milea)
”Lia, si Dilan mah nakal tau. Pernah tuh ya waktu malam minggu atau kapan ya,
pokoknya Dilan motong ayamnya ibuku. Dia ngambil di kandang nggak bilang-bilang. Pas ditegur sama ibuku, dia bilang gelap. Salah ambil katanya. Padahal ayahnya Dilan teh galak. Tentara ayahnya.” (Wati)
”Tentara?. Cabang apa?.” (Milea)
”Teu ngarti. Tentara aja pokoknya. Kenapa tiba-tiba ngomongin Dilan?.” (Wati)
“Nggak. Nggak apa-apa.” (Milea)
Perbedaan Pengembangan Outline Pada
Buku & Film
Gambaran Novel Film
Halaman Isi Menit Isi
Buku puisi
Dilan 301 Di dalam novel, buku
puisi milik Dilan berada di kamar Bundanya. Milea &
Bunda Dilan melihat
kumpulan puisi-puisi yang dibuat Dilan untuk Milea di kamar Bunda Dilan.
“Waktu di rumahnya, yaitu setelah aku dan bunda selesai
membereskan kamar Dilan, aku diajak ke kamar Bunda untuk
menunjukkan kumoukan puisi Dilan kepadaku.
Jangan sampai Dilan tau katanya.” (Milea)
01:21:55 Di dalam film, buku puisi milik Dilan justru berada di kamarnya. Dilan
melihat kumpulan puisi- puisi yang dibuat Dilan untuk Milea di kamar Dilan.
“Lia…” (Bunda)
“Iya, Bunda?.” (Milea)
“Dilan suka nulis puisi.
Kamu mau lihat?.”
(Bunda)
“Boleh, Bunda?.” (Bunda)
“Boleh. Tapi jangan bilang sama Dilan ya.” (Bunda)
“Iya, Bunda.” (Milea)
Perbedaan Pengembangan Outline Pada
Buku & Film
Penggabungan beberapa kejadian yang terjadi di waktu, lokasi & latar yang berbeda pada novel, menjadi satu ke dalam sebuah rangkaian cerita yang saling menyambung &
berurutan secara waktu dengan lokasi & latar yang diubah (disesuaikan dengan jalan cerita pada film).
Bergabung Menjadi Satu Adegan Bergabung Menjadi Satu Adegan 1) Adegan halaman 262 (Novel) & menit ke
01:23:54 (Film) tentang pertanyaan tentang nangis :
“Kamu pernah nangis?.” (Milea)
“Waktu bayi, pengen minum” (Dilan)
“Bukan ih!. Pas udah besar. Pernah nangis?.”
(Milea)
“Kamu tau caranya supaya aku nangis?.”
(Dilan)
“Gimana?.” (Milea)
“Gampang.” (Dilan)
“Iya, gimana?.” (Milea)
“Menghilanglah kamu di bumi.” (Dilan) 2) Adegan halaman 277 (Novel) & menit ke
01:24:23 (Film) tentang Dilan yang mau nyerang tapi dilarang oleh Milea :
“Kamu kemaren mau nyerang?.” (Milea)
“Kan, seharian sama kamu terus.” (Dilan)
“Kalau enggak kuajak jalan-jalan, kamu pasti nyerang. Aku nggak suka kamu nyerang-
nyerang.” (Milea)
“Iya, Lia.” (Dilan)
“Janji?.” (Milea)
“Janji.” (Dilan)
3) Adegan halaman 160 (Novel) & menit ke
01:25:25 (Film) tentang Kang Adi memberikan Milea sweater ITB :
Kang Adi memberikan Milea sweater ITB.
Katanya dia sengaja beli untukku. (Milea) 4) Adegan halaman 283 (Novel & menit ke
01:26:39 (Film) tentang Dilan yang merasa cemburu mendengan Kang Adi mengajak Milea ke ITB :
“Dia ngajak aku ke ITB.” (Milea)
“Kapan?.” (Dilan)
“Besok katanya.” (Milea)
“Pergi seperti aku dengan Susi lalu kau cemburu?.” (Dilan)
“Kamu cemburu aku pergi dengan Kang Adi?.”
(Milea)
“Ah, cemburu itu hanya untuk orang yang enggak percaya diri.” (Dilan)
“Jadi?.” (Milea)
“Dan sekarang aku sedang tidak percaya diri.”
(Dilan)
Pesan Yang Ingin Disampaikan Penulis
1) Don’t judge a book by its cover.
Dilan adalah seorang anggota geng motor yang, jika dilihat dengan kaca mata umum, identik dengan karakter yang nakal, keras, dan sering
membuat keributan. Akan tetapi, Dilan justru tidak terlihat seperti itu.
Dilan digambarkan sebagai anak yang pintar secara akademis serta sopan, terutama kepada perempuan & orang tua.
2) “Hormatilah orang lain kalo ingin dihormati.” Dilan
Pendidik (guru, mentor, pelatih/coach) yang terlalu otoriter akan membuat murid tidak menghargai & menghormati pendidik, yang nantinya akan bermuara pada munculnya perlawanan atau
pemberontakan atas sikap buruk pendidik.
Pesan Yang Ingin Disampaikan Penulis
3) “Kita tidak boleh mengkritik tanpa lebih dulu memahami apa yang kita kritik itu.
Termasuk kita tidak bisa menghakimi seseorang tanpa kita memahami kehidupannya.” Bunda Dilan
Seseorang sebaiknya melakukan proses pemahaman terlebih dulu sebelum mengkritik atau menghakimi karena segala sesuatu yang terjadi pasti memiliki dasar atau latar belakang yang menyebabkan munculnya hal tersebut.
4) “Orangtua seharusnya bisa memahami anak-anak, bukan sebaliknya. Jangan
anak-anak yang dipaksa harus memahami orang tua. Anak-anak belum mengerti apa-apa, meskipun tentu saja harus kita berikan pemahaman.” Bunda Dilan.
Dalam menghadapi sebuah kesalahan, kebanyakan orang akan merespon
dengan memarahi, menghukum, dll. Tapi Bunda Dilan justru menunjukkan sikap
penerimaan, keterbukaan & toleransi yang tinggi, serta sikap memanusiakan
manusia yang dalam hal ini adalah anaknya sendiri.
Pesan Yang Ingin Disampaikan Penulis
5) “Tidak mencintai bukan berarti membencinya.” Dilan
Dilan menunjukkan sebuah prinsip peduli pada sesama, kepada orang lain yang membutuhkan, tidak peduli apakah orang tersebut ada masalah
dengan dirinya atau tidak. Tanpa mempedulikan hal lainnya, Dilan
memutuskan untuk menolong Susi yang butuh harus segera ke rumah sakit karena Bapaknya sakit.
6) “Tak ada yang baik dari berantem. Kalah jadi abu, menang jadi arang.”
Milea
Menggunakan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan memunculkan masalah yang baru. Walau memiliki tujuan baik sekalipun, tetap saja sesuatu seharusnya tidak dilakukan dengan cara
yang tidak baik.
Pesan Yang Ditangkap Oleh Pembaca
1) Pendidik (guru, mentor, pelatih/coach) adalah sosok yang dipandang
sebagai panutan & sangat dihormati di masyarakat, terutama di sekolah.
Murid sangat menghormati seorang pendidik karena merekalah yang mengajarkan ilmu pengetahuan serta bagaimana menjadi manusia yang berkarakter. Seyogyanya seorang pendidik harus memiliki etika dalam berbicara & berperilaku agar murid bisa mencontoh sikap tersebut &
tidak memunculkan rasa benci.
2) Banyak cara yang bisa digunakan oleh pendidik dalam menghadapi murid yang berperilaku tidak baik tanpa harus melakukan kekerasan fisik kepada murid, karena menggunakan kekerasan tidak akan menyelesaikan
masalah tapi justru menimbulkan masalah yang baru, baik itu bagi
pendidik maupun bagi murid.
Pesan Yang Ditangkap Oleh Pembaca
3) Bunda Dilan & Ibu Milea memberi contoh tentang bagaimana menjadi orang tua yang bijaksana dalam menyikapi anaknya di berbagai situasi. Tidak mudah
marah, tidak emosional, berusaha mengerti & memahami hakikat seorang anak.
Mereka tidak mengambil dari sudut pandang orang tua saja.
Orang tua tentu saja memiliki hak dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang baik. Tapi orang tua juga harus dapat memahami dunia anak.
Contoh : menyikapi seorang anak dengan karakter seperti Dilan, kecenderungan umum yang terjadi adalah munculnya sikap keras, memarahi & bahkan ada juga yang menghukum.
Tapi Bunda Dilan memiliki sikap yang sangat bijaksana, baik dalam bertutur
maupun bersikap bahkan saat menghadapi perkara yang sulit dan berat tentang anaknya yang dianggap nakal, suka bertengkar di sekolah, diskors dari sekolah &
bergabung dengan geng motor.
Thank
you