Nama : Heru Dwi Saputra Nim : 3042023019 Kelas : 1A
Matkul : Etika Profesi Dosen
Pengampu : Rustiarni, SH., MH
Soal mandiri :
1. Apa profesi di bidang TI yg sesuai dengan minat dan kompetensi anda?
2. Apa persyaratan profesi yg anda pilih tersebut (persyaratannya tambah dr literatur lain) ?
3. Apa yang menjadi latar belakang munculny etika profesi pada bidang TI ?
Jawaban :
1. Profesi di bidang TI yang sesuai dengan minat saya adalah Programmer Programmer adalah pekerjaan yang sangat menjanjikan, apalagi di tengah perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang.
arti programmer adalah orang yang bertanggung jawab membuat sebuah sistem dengan bahasa pemrograman. Prosesnya meliputi merancang, menulis kode program, sampai menguji program hingga siap digunakan.
Salah satu bagian dari programmer yaitu web developer adalah seseorang yang berfokus pembuatan dan mengembangkan website. Pengembang web menjadi sangat populer dan paling dibutuhkan karena semakin besarnya kebutuhan website development. Saya memilih web developer karena saya sudah memiliki sedikit basic skill yang akan saya kembangkan seperti html, css, dan desain.
2. Persyaratan untuk menjadi web developer adalah harus memiliki beberpa kemampuan berikut :
Dasar standarisasi tentu saja kompetensi yang menjadi syarat untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik. Kompetensi merupakan kemampuan seseorang yang mencakup kepada pengetahuan, keahlian dan perilakunya.
Untuk standarisasi kompetensi profesi bidang TI, Indonesia mengacu kepada SEARCC (South East Asia Regional Computer Confideration) yang merupakan suatu forum/badan yang beranggotakan himpunan profesional IT (Information Technology). Forum ini terdiri dari 13 negara. SEARCC dibentuk pertama kali pada bulan Februari 1978 di Singapore oleh 6 ikatan komputer dari negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Philipine, Singapore dan Thailand.
Posisi Programmer dan System Analyst adalah dua dari beberapa posisi terdepan yang paling diinginkan perusahaan-perusahaan. Kedua posisi ini -Programmer dan System Analyst- harus memperhatikan kualifikasi utama, yaitu technical knowledge dan technical skill. Hal lain yang harus dipenuhi adalah kemampuan analythical thinking dan orientasi kualitas yang tinggi, stamina bekerja dalam jangka waktu yang lama serta perhatian pada detil yang juga tinggi.
para profesional di bidang teknologi informasi tentunya memiliki kelebihan dengan adanya penguasaan TI yang baik sebagai product knowledge.
1. Mendalami Algoritma Pemograman
Sebelum menentukan bahasa pemrograman, Anda harus memahami algoritma terlebih dahulu jika ingin terjun sebagai seorang programmer.
Ibaratnya dalam arti programmer, algoritma pemrograman adalah dasar dari bahasa pemrograman apapun. Dengan algoritma, Anda bisa memecahkan masalah yang ingin diselesaikan dengan program.
Dari algoritma, Anda juga bisa mulai mengerti tipe data, fungsi, array, dan hal-hal lain yang nantinya berguna ketika membangun program.
2. Menguasai Bahasa Pemograman
Berikutnya, pengertian programmer adalah menguasai bahasa pemrograman. Nah, bahasa pemrograman adalah kumpulan sintaks untuk memerintahkan perangkat lunak komputer.
Menggunakan bahasa pemrograman ibarat “berkomunikasi” dengan komputer agar dapat melakukan sesuatu. Contohnya, menyimpan data, mengelola data, hingga menghapus data.
Nantinya, Semua komunikasi lewat bahasa pemrograman tersebut akan menjadi output berupa website, web app, aplikasi, dan sebagainya.
Selain bahasa pemrograman, lengkapi juga kemampuan Anda dengan memahami kerangka kerja atau framework. Di samping itu, tak ada salahnya juga mendalami REST API maupun API yang lain.
3. Memiliki keterampilan membaca kode
Untuk bisa mengotak-atik, Seorang Programmer wajib mengerti kode project open source yang ditulis programer sebelumnya. Apalagi, setiap programmer biasanya punya cara menulis kode program yang berbeda.
4. Memahami Database
Setiap Program yang di buat pasti memiliki data seperti data user, konten, system. Semua harus di simpan dalam sebuat system yang mudah di Kelola.
5. Menguasai Source Code Management
Dalam dunia programming, source code management adalah jenis software untuk menyimpan perubahan kode yang Anda lakukan. Ini tentunya jauh lebih aman dan praktis daripada menggunakan
penyimpanan lokal seperti flashdisk.
6. Memiliki Soft skill yang memadai 1. Problem solving
Menguasai algoritma pemrograman juga merupakan bagian dari memiliki kemampuan problem solving.
2. Berpikir logis dan sistematis
harus bisa berpikir logis layaknya cara kerja bahasa pemrograman.
3. Kemampuan analisis
Penting bagi programmer untuk bisa menganalisis banyak hal.
4. Kemampuan manajemen waktu dan sumber daya dengan efektif
Karena, pekerjaan programmer dituntut untuk bisa menyelesaikan project perusahaan dengan deadline waktu tertentu.
5. Keahlian komunikasi untuk berkolaborasi dengan tim lain Seorang programmer nantinya berkomunikasi dengan tim lain di perusahaan, seperti devops, designer, dan sebagainya.
6. Penguasaan Bahasa Inggris, terutama untuk memahami coding Tutorial, dokumentasi, maupun sebagian catatan di kode program ditulis menggunakan bahasa Inggris.
3. Sesuai awal penemuan teknologi komputer era 1940-an, Munculnya etika komputer sebagai sebuah bidang studi dimulai dari Professor Nobert Wiener. penelitian dibidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidang riset baru yang disebut cybernetics atau the science of information feedback system. Konsep cybernetics tersebut dikombinasikan dengan komputer digital yang dikembangakan pada waktu itu, membuat Wiener akhirnya menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatan teknologi yang sekarang dikenal dengan sebutan Teknologi Informasi (TI). Pada tahun 1950, Wiener menerbitkan sebuah buku yang monumental, berjudul The Human Use of Human Beings.
Buku Wiener ini mencakup beberapa bagian pokok tentang hidup manusia, prinsip-prinsip hukum dan etika di bidang computer.
Donn Parker dari SRI internasional Menlo Park California melakukan bebagai riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer. Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi professional di bidang komputer, yang ditandai dengan usahanya pada Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM).
Tahun 1970 karya Walter Maner dengan istilah “computer ethic” untuk mengacu pada bidang pemeriksaan yang berhadapan dengan permasalahan etis yang diciptakan oleh pemakaian teknologi komputer waktu itu
Tahun 1980-an sejumlah konsekuensi sosial dan teknologi informasi membahas tentang kejahatan komputer yang disebabkan kegagalan sistem computer, invasi keleluasaan pribadi melalui database komputer dan perkara pengadilan mengenai kepemilikan perangkat lunak.
Pertengahan 80-an, James Moor dari Dartmouth College menerbitkan artikel yang berjudul “What Is Computer Ethic”.
Tahun 1990, berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tenteng topik tentang etika computer. Pada tahun 1990, Donald Gotterbarn memelopori suatu pendekatan yang
berbeda dalam melukiskan cakupan khusus bidang etika. Dalam pandangan Buku Ajar –Gotterbern, etika komputer harus dipandang sebagai suatu cabang etika professional, yang terkait semata-mata dengan standar kode dan praktek yang dilakukan oleh para professional di bidang komputasi.