MEMULAI PEMERIKSAAN
( halaman 4 bk praktik audit pt nabila )
KAP adalah badan khusus yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk melakukan evaluasi atas kinerja keuangan dan operasional perusahaan. Dalam kasus ini di asumsikan Anda adalah akuntan yang baru masuk ke dalam Tim Audit PT. Nabila Pressindo dan mendapat tugas untuk melakukan audit eksternal atas laporan keuangan PT. Nabila Pressindo untuk tahun buku 2003.
Karena Anda baru diterima bekerja, maka ini merupakan tugas yang pertama kali Anda terima.
PT. Nabila Pressindo adalah perusahaan lokal yang relatif kecil dan karena keterbatasan biaya, untuk tugas kali ini Anda tidak menggunakan asisten. Oleh karena itu, Anda harus mengerjakan sendiri semua pekerjaan audit yang diperlukan. Anda telah diperkenalkan dengan beberapa pejabat yang ada di lingkungan PT. Nabila, dan dengan bantuan Direktur Akuntansi, Ibu Lien Herlina, Anda telah melakukan beberapa persiapan dalam rangka memulai pemeriksaan.
Saudara telah mengadakan observasi atas persediaan kertas Koran dan memeriksa safety deposit box yang berisi surat-surat berharga. Dengan bantuan Ibu Lien, Anda akan menyiapkan dan mengirimkan surat-surat kepada pihak ketiga yang bersangkutan dengan berbagai hal, seperti : permintaan konfirmasi atas piutang dagang dari para langganan dan permintaan konfirmasi dari bank mengenai saldo rekening di bank dan cut off laporan bank.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang segala seluk beluk operasional PT. Nabila Pressindo, baca dan pelajarilah data-data yang tercantum dalam arsip permanen yang menyangkut sejarah dan latar belakang perusahaan, bagan organisasi, kode rekening, program audit dan prosedur-prosedur yang berhubungan dengan pembelian, pengeluaran kas, penghasilan dan penerimaan kas. Perhatikan adanya saling keterkaitan antara berbagai kertas kerja, dalam working paper 2002, yaitu :
(1) antaralaporan keuangan dengan working trial balance, dan
(2) antara working trial balance dengan lampiran-lampiran kertas kerja yang bersangkutan.
Ibu Devi telah menyiapkan beberapa daftar yang diperlukan dan mengirimkan surat-surat kepada pihak ketiga sesuai dengan permintaan Saudara. Untuk keperluan audit ini, Anda membawa working paper tahun 2002, permanent files, dan jawaban atas surat-surat yang dikirim kepada pihak ketiga.
Perhatikan saling keterkaitan antara berbagai kertas kerja di working paper tahun 2002, yaitu antara laporan keuangan dengan working trial balance, dan antara working trial balance dengan lampiran-lampiran kertas kerja. Perhatikan cara memberi cross index, yaitu memberi kode penunjuk antara angka-angka dalam suatu ikhtisar dengan angka-angka dalm daftar perincian yang mendetail. Suatu rekening dalam working trial balance (top schedule) diberi cross indeks sehingga
bisa ditrace ke supporting schedule untuk mengetahui komposisinya secara terperinci dan presedur audit apa yang telah dilakukan. System pemberian cross indeks ini harus diikuti secara seksama tugas demi tugas Selma Anda melakukan audit pada tahun 2003.
Untuk indeks kertas kerja TB/1 dan TB/2, berikut ini adalah nama rekening dan saldo rekening yang telah ditulis oleh Ibu Lien Herlina. Tugas Anda adalah memasukkan saldo-saldo dalam kolom per audit 31-12-2002 yang dikutip dari working paper tahun lalu, dan saldo-saldo dalam kolom per buku 31-12-2003 yang berasal dari catatan Ibu Lien Herlina. Berhubung dalam masalah ini Anda belum diberi buku besar, maka dianggap Anda telah melaksanakan prosedur ini dan tidak dijumpai perbedaan. Anda juga perlu mendapat keyakinan mengenai ketepatan perhitungan-perhitungan dengan cara memeriksa kebenaran penjumlahan (footings) dari daftar- daftar tersebut. Jika Anda telag menyelesaikan prosedur ini, maka dalam daftar ini perlu diberi tick marks dan beralih penjelasan arti masng-masing tick marks.
Nama Rekening Saldo per buku
31 Desember 2003
Cash – Bank Amanah 202.240.125
Petty Cash 2.500.000
Account Receivable 129.550.000
Claim Insurance 0
Inventory – Papers 135.245.000
Prepaid Insurance 21.750.000
Prepaid Rent 0
Invesment – General 82.437.500
Invesment – Saving 262.500.000
Land and Building – Leasing 0
Accumulated Depreciation – Land and Building Leasing 0
Office Furniture and Fixture 86.062.500
Accumulated Depreciation – Office Furniture and Fixture 38.806.250
Printing Equipment 1.356.050.000
Accumulated Depreciation – Printing Equipment 588.237.500
Voucher Payable 127.093.750
Salaries Payable 20.341.250
Salaries Tax Payable 13.190.000
Land and Building Tax Payable 312.500
Interest Payable 0
Dividend Payable 0
Long Term Payable Due in 2004 0
Long Term Payable 593.750.000
Leasing Payable 0
Income Tax Payable 8.580.375
Deferred Gain on Sale of Plant Asset 0
Common Stock 412.500.000
Paid In Capital – Common Stock 0
Retairned Earning 297.318.875
Nama Rekening Saldo per buku
31 Desember 2003
Retairned Earning – Current Year 165.042.125
Income From Advertising – General 658.626.250
Income From Advertising – Theater 248.262.500
Income From Advertising – Mini 254.325.000
Income From Sales of News Paper 426.507.500
Salaries Expense 563.862.500
Advertising Comission Expense 96.595.000
Honorarium Expense – Corresponden 11.687.500
Honorarium Expense – Others 26.725.000
Photos and Pictures 10.925.000
Usage of Papers and Ink 342.368.750
Reparation and Maintenance Expense 38.312.500
Supplies Expense 12.175.000
Distribution and Freight Expense 8.087.500
Rent Expense 52.500.000
Depreciation Expense 69.643.750
Land and Building Tax Expense 312.500
Insurance Expense 5.950.000
Electricity Expense 35.675.000
Consultant Fee Expense 27.937.500
Bad Debt Expense 13.625.000
Miscellaneous Expense 28.475.000
Invesment Income 7.850.000
Other Income 4.696.250
Interest Expense 31.250.000
Gain (Loss) Disposal of Plant Asset 18.212.500
Estimated Income Tax 77.330.375
Dalam pemeriksaan, Anda akan menjumpai berbagai hal yang membutuhkan jurnal penyesuaian.
Dalam hal ini dianggap bahwa hal-hal itu cukup penting dank lien setuju dengan usul untuk mengadakan penyesuaian. Setiap jurnal penyesuaian harus diberi penjelasan secukupnya dalam kertas kerja yang bersangkutan dan diberi nomor urut agar mudah ditemukan. Pada saat yang bersamaan, jurnal-jurnal penyesuaian ini harus dicantumkan dalam working trial balance. Kolom per audit jangan diisi dulu, karena harus menunggu sampai semua pos selesai diperiksa. Pengisian kolom per audit akan dilakukan terakhir, yaitu pada tahap “completing audit” (tahap penyelesaian audit). Daftar jurnal penyesuaian harus diarsipkan tepat di belakang working trial balances. Anda harus benar-benar memahami proses untuk menangani jurnal penyesuaian ini dengan melihat pada beberapa jurnal penyesuaian tahun 2002.
Diasumsikan bahwa Anda telah membaca berita acara rapat-rapat Direksi, Komisaris, dan Pemegang saham yang terjadi selama tahun 2003 dan Januari 2004. Cuplikan yang telah Anda kerjakan dari berita acara ini diarsipkan dalam Arsip Permanen. Apabila dalam pemeriksaan Anda menggunakan data itu, maka perlu dibuat cross reference antara cuplikan berita acara dengan kertas kerja yang bersangkutan. Anda harus benar-benar memahami cara pemberian cross reference ini dengan mempelajari cuplikan berita acara rapat yang terjadi tahun 2002 dan kemudian memeriksa hal-hal menunjuk pada cuplikan berita acara rapat dalam kertas kerja yang bersangkutan. Oleh karena itu, Anda harus membaca semua cuplikan berita acara rapat yang terjadi selama tahun 2003 dan Januari 2004.
Setiap tugas meliputi pemeriksaan atas bukti-bukti dokumen dan data lain yang harus Anda evaluasi untuk memeriksa kewajaran angka-angka yang disusun oleh klien dalam pos tertentu.
Tiap tugas disertai dengan instruksi-instruksi khusus sebagai pedoman dalam melaksanakan pemeriksaan yang dikehendaki. Palajarilah dengan seksama semua bukti dokumen dan data penjelasan beserta instruksinya. Setiap tindakan pemeriksaan yang dilakukakn harus dapat dibuktikan dan tercermin dalam kertas kerja tahun 2003 yang harus Anda kerjakan.
Apabila semua hal dia tas telah Anda pahami, mulailah mengerjakan tugas nomor 1, yaitu Pemeriksaan Kas.
SEBELUM MELAKUKAN PEMERIKSAAN KAS, YG MERUPAKAN KKP YG TERGOLONG RECOMPUTE, TRACE, COMPARE, DST, MAKA ANDA DIMINTA TERLEBIHDAHULU UNTUK MELAKUAKAN KESIMPULAN ATAS
STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PERUSAHAAN (PT. NABILA PRESINDO TSBT) , SETELAH ITU ANDA BARU MELAKUKAN PENGUKURAN MATERIALITAS DAN RESIKO (LIHAT JENIS-JENIS RESIKO)
Tugas 1 : Kas
KAS DI BANK
T. Nabila Pressindo membuka rekening di Bank Amanah untuk penerimaan dan pengeluaran kas yang sering terjadi. Tiap akhir bulan Ibu Lien menyusun rekonsiliasi bank. Untuk itu dia meminta laporan bank dan data cleaning, langsung dari bank.
Atas permintaan Saudara, Ibu Lien Herlina telah membuat data-data sehubungan dengan rekonsiliasi bank – Bank Amanah per 31 Desember 2003, dan telah Anda arsipkan dalam working paper tahun 2003 dengan indeks A/1. Konfirmasi ke bank juga telah Anda kirimkan tanggal 4 Januari 2004 , dan jawabannya diarsipkan dengan nomor indeks A/2. Tanggal 4 Januari 2004 juga telah dikirim ke bank surat permintaan cut-off laporan bank untuk periode 1 s.d 12 Januari 2004, dan jawabannya tercantum dalam lampiran 1.
Tujuan dari audit di bank adalah agar akuntan mendapatkan keyakinan tentang kewajaran saldo akhir rekening kas di bank. Untuk mencapai tujuan ini, akuntan harus mengarahkan pemeriksaannya untuk mendapatkan bukti bahwa:
Kas di bank benar-benar ada.
Cut off atas transaksi penerimaan dan pengeluaran kas telah dilakukan dengan tepat.
Saldo per bank, 31-12-2003 203.398.875 Saldo per buku, 31-12-2003 202.240.125
Deposit in transit 4.935.000
Outstanding checks
No. Check Tanggal Jumlah
P
1720 07-12 25.000
1791 28-12 406.250
1793 29-12 350.000
1794 30-12 425.000
1797 30-12 2.175.000
1798 30-12 520.000
1799 31-12 172.500
1800 31-12 1.987.500
1801 31-12 1.675.000
Lampiran 1 :Cut off Laporan Bank dan Cleaning – Bank Amanah BANK AMANAH
Laporan Bank 060.086.525 PT. Nabila Pressindo, Jakarta
Check-check Setoran Tanggal Saldo
Saldo yang lalu
300.000 25.000.000 172.500 20.341.250 LL 13.862.500
406. 250 1.675.000
1.537.500 DM 520.000 350.000 2.175.000
425.000 565.000 1.987.500 2.031.250 110.625.000 6.250.000
31-12-2003 203.398.875 4.935.000 4/1/2004 182.861.375 6.216.250 5/1/2004 154.873.875 14.075.000 6/1/2004 166.867.625 14.893.750 7/1/2004 179.353.875 22.630.000 8/1/2004 199.808.875 19.007.500 11/1/2004 215.838.875 1.642.500 12/1/2004 98.575.125 KK 12/1/2004 103.893.875 5.228.750
BA – Biaya Administrasi OD – Overdraft KK – Koreksi Kesalahan DM – Debet Memo LL – Lihat Lampiran CM – Credit Memo
Clearing yang termasuk dalam laporan bank di atas adalah sebagai berikut (diasumsikan bahwa daftar berikut ini disertai dokumen sesungguhnya):
(1) Bukti setoran asli menunjukkan tanggal dan jumlah yang cocok dengan laporan di atas.
(2) Kredit memo tanggal 12 Januari 2004, sejumlah Rp 1.642.500,- adalah koreksi atas kesalahan yang dibuat bank pada bulan Desember 2003.
(3) Debet memo tanggal 7 Januari 2004, berjumlah Rp 1.537.500,- adalah check yang diterima dari langganan yang disetorkan tanggal 29 Desember 2003 dan dikembalikan tanggal 7 Januari 2004 karena kosong dananya.
(4) Pada laporan bank dilampirkan bukti penjumlahan berupa sobekan kertas mesin hitung tentang pembayaran check gaji 21 karyawan tanggal 5 Januari 2004 sejumlah Rp 20.341.250,-. Jumlah ini cocok dengan seluruh cek yang dikeluarkan untuk para karyawan tanggal 4 Januari 2004.
PETTY CASH PADA AKHIR TAHUN
Kas yang ada di perusahaan tanggal 31 Desember 2003 berupa petty cash yang dipegang oleh Ny. Devi. Cash opname petty cash telah Anda lakukan tanggal 18 Januari 2004 dan diarsipkan dalam working paper nomor indeks A/4, dan dipastikan antara tanggal 31 Desember 2003 s.d 18 Januari 2004 tidak ada pengisian kembali kas kecil.
Tujuan pemeriksaan kas kecil di perusahaan pada akhir tahun adalah agar akuntan mendapat keyakinan mengenai kewajaran saldo akhir rekening kas kecil. Untuk mencapai tujuan ini, akuntan harus mengarahkan auditnya pada :
Kas keicl di kasir benar-benar ada.
Cut off atas transaksi penerimaan dan pengeluaran kas telah dilakukan dengan tepat.
Hasil perhitungan kas kecil yang dilakukan pada tgl. 18 Januari 2004 :
Kuantitas Satuan Uang
Uang kertas 7 10.000
8 5.000
7 1.000
5 500
Uang logam 5 100
Cek tgl. 1-2-2004 a.n Amir Santoso senilai Rp 187.500*)
Pengeluaran-pengeluaran :
7-1-2004 Miscellaneous expenses (took kue Irma) 26.250
31-12-2003 Supplies (CV. Anida) 463.750
31-12-2003 Reparation and Maintenance (Bengkel Suhaemi)
600.000 12-1-2004 Inventory papers (CV. Harun) 1.102.500
*) Karena membutuhkan uang untuk membayar sewa rumah pada tanggal 20-12-2003 Amir (loper koran) menukarkan check miliknya tertanggal 1-02- 2004 dengan uang tunai. Ibu Devi mengharapkan agar Amir dapat mengembalikan uang tersebut sebelum tanggal 1-2-2004, namun ada memo dari Bapak Andri yang meminta agar Ibu Devi mengembalikan check
tersebut kepada Amirdan pengeluaran sebesar Rp 187.500,- dibebankan sebagai miscellaneous expense.
Tugas 2 : Account Receivables, Bad Debts, dan Income - Advertising
ACCOUNT RECEIVABLES DAN BAD DEBTS
Bu Devi telah menyiapkan daftar aging schedule per 31 Desember 2003 sebagai berikut :
Umur Piutang Konfirmasi
yang dikirim 2 januari 2004 Belum jatuh
tempo
30 – 60 hari
60 – 90 hari
Di atas 90 hari
Benteng Theater 4.972.500 Positif
Pasar Swalayan Yuli 5.325.000 Positif
Bengkel Mobil Rino 1.050.000 325.000 390.000 Positif
Apotik Sehat 2.337.500 Negatif
Toserba Windi 5.287.500 Positif
Toko Alin 2.800.000 975.000 Positif
Toko Buku Harun 950.000 496.250 Negatif
Bengkel Mobil Oni 2.951.250 Negatif
Restoran Nasi Timbel 0 2.112.500 Negatif
Rumah Makan Sederhana 3.662.500. Negatif
Miscellaneous, Adv. General 37.783.750 Positif
I
General Advert – Others 16.527.500 11.425.000 3.755.000 4.897.500 Negatif
Biro Iklan Wasantara 20.401.250 500.000 625.000 Positif
Pada tanggal 4 januari 2004, Anda telah mengirimkan konfirmasi positif dan konfirmasi negatif kepada para debitor klien. Daftar aging schedule dan jawaban konfirmasi positif diarsipkan pada WP B/1 s.d B/8. Dari konfirmasi negatif hanya diperoleh satu jawaban yang diarsipkan pada WP B/9. Setelah ketidaksesuaian ini dikonfirmasikan ke klien, ternyata keterangan Bpk. Mahendra yang benar dan klien telah mengirim kredit memo kepadanya.
Catatan penerimaan kas yang berasal dari piutang selama bulan Januari 2004 sebagai berikut :
Income from advertising-general:
Benteng Theater Pasar Swalayan Yulli Bengkel Mobil Rino Apotek Sehat
Toserba Windi Toko Alin
Toko Buku Harun Bengkel Mobil Oni Restoran Nasi Timbel Rumah Makan Sederhana
Miscellaneous, advertising-general
Others, advertising-general:
Belum jatuh tempo Lewat antara 30-60 hari Lewat antara 60-90 hari Lewat lebih dari 90 hari Biro Iklan Wasantara
Tanggal Jumlah 20 Januari
17 Januari 4 Januari 19 Januari 25 Januari 25 Januari - 18 Januari - 19 Januari Macam2
4.972.500 4.400.000 390.000 1.875.000 5.287.500 2.800.000 0 2.951.250 0 3.662.500 32.646.250
Macam2 Macam2 Macam2 Macam2 Macam2
13.000.000 7.812.500 1.125.000 0 20.401.250
Pengkreditan rekening Biro Iklan Nusantara untuk iklan Toko Top Shirt sebesar Rp 500.000,- dan Rp 625.000,- telah disetujui dan dicatat tanggal 13 Januari 2004. Beberapa saldo
piutang telah didiskusikan dengan Ibu Devi, Kepala Bagian Kredit, dan komentarnya adalah sebagai berikut:
Pasar swalayan Yuli... Debitur yang baik
Variasi Mobil Rino... Meskipun lambat, tapi selalu membayar Apotik Sehat... Debitur yang baik
Toko Alin... Kadang-kadang agak lambat, tapi selalu membayar Toko Buku Harun... Debitur yang baik, perlu cadangan Rp 496.250 Restoran Nasi Timbel... Sangat disangsikan
Others, advertising-general... Yang berumur di atas 90 hari disangsikan, sedang yang berumur 60-90 hari meragukan
Piutang yang tidak dapat ditagih sejumlah Rp 10.587.500 atas persetujuan Ibu Devi dan Bpk.
Andri telah dihapuskan tanggal 31 Desember 2003.
Tugas 3 : Inventory-Paper, Usage of paper
ccount Inventory hanya digunakan untuk mencatat persediaan kertas koran. Semua faktur yang berhubungan dengan pembelian kertas koran dan beban pengangkutan dibebankan ke account inventory. Bahan-bahan lain dalam persediaan seperti tinta cetak, film, supplies kantor, dan sebagainya langsung dibebankan sebagai biaya pada saat dibeli. Prosedur ini dapat diterima untuk perusahaan seperti PT. Nabila Pressindo.
Pemakaian kertas koran dicatat melalui adjusment yang dilakukan setahun sekali, dari account inventory ke account usage paper and ink. Adjusment dilakukan berdasarkan hasil stock opname atas kertas koran yang dinilai menurut metode harga yang lebih rendah atas harga perolehan (FIFO) dan harga pasar. Kertas koran dibeli dari PT. Kertas Wasantara di Jakarta dan PT. Kertas Amerika di Bandung. Kertas koran dibeli atas dasar harga per ton, dengan ukuran lebar 34” atau 17”, sebagian besar berwarna putih tapi kadang-kadang dipesan pula kertas berwarna.
Untuk kertas ukuran 34” memiliki berat 600 pound per rol, sedangkan ukuran 17” beratnya 300 pound per rol.
Untuk tahun buku 2003, bersama dengan klien, Anda telah melakuka stock opname dan mencatat seluruh persediaan fisik kertas koran yang ada pada gudang. Observasi persediaan dilakukan setelah semia perkerjaan percetakan selesai pada hari Kamis tanggal 31 Desember 2003.
Berikut adalah catatan hasil observasi persediaan:
A
Jenis Inventory Jumlah roll Berat setiap roll Total berat
Kertas Putih 34” 631 600 189,25
Kertas Putih 17” 133 300 20
Kertas Kuning 34” 80 600 24
Kertas Hijau 34” 66 600 20
Untuk membantu kelancaran pemeriksaan, Ibu Lien telah menyiapkan semua voucher kas yang berhubungan dengan rekening Inventory-Paper selama tahun 2003 dan voucher pertama yang dibuat dalam tahun 2004. Diasumsikan bahwa semua persetujuan atas voucher telah dilakukan dengan benar dan daftar dibawah ini merupakan voucher yang rill, lengkap dengan lampiran- lampirannya.
Th. 2003 No.
Voucher Pembelian dan Keterangan Lain 1-5 PT. Kertas Wasantara
Ket. Dalam dokumen: 150 rol, kertas koran putih 34”, 45 ton Tgl. Faktur penjual: 5 Januari 2003
Termin: Net 30, FOB Jakarta, Rp 475.000 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 12 Januari 2003
Tgl. Pembayaran: 31 Januari 2003, Rp 21.375.000 3-17 PT. Kertas Wasantara
Ket. Dalam dokumen: 333 rol, kertas koran kuning 34”, 100 ton Tgl. Faktur penjual: 4 Maret 2003
Termin: Net 30, FOB Jakarta, Rp 481.250 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 10 Maret 2003
Tgl. Pembayaran: 30 Maret 2003, Rp 48.125.000 6-5 PT. Kertas Amerika
Ket. Dalam dokumen: 300 rol, kertas koran putih 17”, 45 ton Tgl. Faktur penjual: 5 Juni 2003
Termin: Net 30, FOB bandung, Rp 437.500 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 10 Juni 2003
Tgl. Pembayaran: 16 Juni 2003, Rp 19.687.500 6-11 Express Transport
Ket. Dalam dokumen: Pengangkutan kertas koran 300 rol, 45 ton Tgl. Faktur penjual: 10 Juni 2003
Termin: Tunai, Rp 50.000 per ton
Tgl. Pembayaran: 12 Juni 2003, Rp 2.250.000
7-4 PT. Kertas Wasantara
Ket. Dalam dokumen: 433 rol, kertas koran putih 34”, 130 ton Tgl. Faktur penjual: 6 Juli 2003
Termin: Net 30, FOB Jakarta, Rp 490.000 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 15 Juli 2003
Tgl. Pembayaran: 29 Juli 2003, Rp 63.700.000 8-4 Safety Transport
Ket. Dalam dokumen: Pengangkutan 10 peti peralatan cetak dari Bandung Tgl. Faktur penjual: 29 Juli 2003
Termin: Tunai
Tgl. Pembayaran: 01 Agustus 2003, Rp 6.575.000 10-10 PT. Kertas Wasantara
Ket. Dalam dokumen: 250 rol, kertas koran hijau 34”, 75 ton Tgl. Faktur penjual: 9 Oktober 2003
Termin: Net 30, FOB Jakarta, Rp 500.000 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 20 Oktober 2003
Tgl. Pembayaran: 30 Oktober 2003, Rp 37.500.000
No.
Voucher Pembelian dan Keterangan Lain 11-1 PT. Kertas Wasantara
Ket. Dalam dokumen: 117 rol, kertas koran hijau 34”, 35 ton Tgl. Faktur penjual: 2 November 2003
Termin: Net 30, FOB Jakarta, Rp 502.500 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 10 November 2003
Tgl. Pembayaran: 30 November 2003, Rp 17.587.500 11-7 PT. Kertas Wasantara
Ket. Dalam dokumen: 233 rol, kertas koran putih 17”, 35 ton Tgl. Faktur penjual: 20 November 2003
Termin: Net 30, FOB Jakarta, Rp 493.750 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 30 November 2003
Tgl. Pembayaran: 15 Desember 2003, Rp 17.281.250 12-5 PT. Kertas Amerika
Ket. Dalam dokumen: 833 rol, kertas koran putih 34”, 250 ton Tgl. Faktur penjual: 7 Desember 2003
Termin: Net 30, FOB Jakarta, Rp 442.500 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 1 Desember 2003 Tgl. Pembayaran: 4 Januari 2004, Rp 110.625.000 12-6 Express Transport
Ket. Dalam dokumen: Pengangkutan 833 rol, kertas koran 250 ton Tgl. Faktur penjual: 3 Desember 2003
Termin: Tunai, Rp 52.500 per ton
Tgl. Pembayaran: 7 Desember 2003, Rp 13.125.000 12-33 PT. Kertas Wasantara
Ket. Dalam dokumen: 134 rol, kertas koran 17”, 20 ton
Tgl. Faktur penjual: 21 Desember 2003
Termin: Net 30, FOB Jakarta, Rp 505.000 per ton Tgl. Laporan penerimaan: 4 Januari 2004
Tgl. Pembayaran: 11 Januari 2004, Rp 10.100.000
Tujuan pemeriksaan atas persediaan adalah untuk mendapatkan keyakinan memadai (reasonable assurance) tentang saldo akhir rekening persediaan kertas koran dan rekening biaya yang berhubungan dengan pemakaian kertas koran dan tinta. Untuk mencapai tujuan ini, akuntan menitikberatkan pemeriksaannya pada hal-hal berikut:
(1) Eksistensi fisik persediaanakhir (persediaan benar-benar ada), dan memastikan bahwa semua pembelian yang telah dicatat termasuk dalam persediaan fisik tersebut.
(2) Penilaian akhir persediaan akhir (3) Ketelitian pencatatan persediaan
(4) Ketepatan penetapan harga pokok dan pembebanan biaya
(5) Ketepatan cut off utang yang timbul dari transaksi-transaksi pembelian
Jumlah pemakaian kertas koran mempunyai hubungan langsung dengan jumlah sirkulasi dan penghasilan sirkulasi. Sehubungan dengan hal ini perlu diperhatikan data dari Badan Sirkulasi (BS), yaitu badan indenpenden yang menentukan rata-rata sirkulasi dari berbagai surat kabar/majalah sebagai dasar penentuan tarif iklan. Atas dasar data sirkulasi yang dilaporkan BS, akuntan dapat menguji kewajaran jumlah penghasilan penjualan surat kabar dengan mengalikan jumlah sirkulasi dengan tarif langganan surat kabar per tahun. Selain itu, akuntan juga harus menguji kewajaran data sirkulasi yang dilaporkan BS dan jumlah pemakaian kertas koran dengan cara menguji hubungan antara keduanya. Karena data sirkulasi dari BS adalah indenpenden, maka pengujian ini dititikberatkan pada pemakaian kertas koran. Perhatikan Daftar M/1 dalam kertas kerja tahun lalu tentang pengujian yang dilakukan pada tahun 2002.
Pada bulan Desember 2003, telah terjadi musibah kebakaran di gudang kertas milik PT.
Nabila Pressindo. Kerusakan selain yang menyangkut kertas koran jumlahnya relatif kecil dan telah mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi sebesar Rp 3.125.000,-. PT. Nabila mengalami kesulitan dalam mendapatkan ganti rugi atas kertas koran yang terbakar. Perusahaan asuransi tidak dapat menerima perhitungan yang dilakukan dengan taksiran secara kasar (lihat kertas kerja M/1 dari tahun lalu). Selain itu, PT. Nabila juga tidak menyelenggarakan pembukuan persediaan secara perpetual. Perusahaan asuransi telah menyatakan bersedia memberi ganti rugi, apabila perhitungan jumlah ton kertas dapat dilakukan secara leboh detail berdasarkan elemen- elemen berikut:
(1) Rata-rata halaman setiap terbit.
(2) (2) Jumlah terbitan yang dikeluarkan tahun ini.
(3) Laporan sirkulasi dari Badan Sirkulasi.
(4) Jumlah rata-rata surat kabar yang tidak dijual karena rusak, diberikan secara Cuma-Cuma tidak laku, arsip dan sebagainya.
Data yang telah Anda peroleh adalah sebagai berikut:
(1) Rata-rata halaman setiap terbit adalah 26 halaman (Tahun 2003 adalah 21 halaman).
(2) Jumlah hari terbit tahun 2003 adalah 313 hari (52 minggu x 6 terbitan per minggu + 1 hari terbit).
(3) Sirkulasi menurut laporan BS = 11.365 eksemplar.
(4) Rata-rata koran yang dijual 7% dari laporan sirkulasi BS.
(5) Kertas yang terbakar terutama kertas koran putih 34” yang dibeli sesuai voucher 12-5.
(6) Berat rata-rata eksemplar koran (26 halamn) adalah 1,63 ons atau 0,326 pound. Angka ini Diperoleh dari data timbangan yang biasa dilakukan kantor pos, dikurangi berat tinta dan berat karena kelembaban.
Tugas 5 : Investment dan Invesment Income
ejak beberapa tahun lalu, PT. Nabila Pressindo telah membentuk dana untuk persiapan pengembangan usaha pada masa datang. Dana tersebut diinvestasikan dalam saham biasa dan tanah, seperti tampak pada WP E/1 tahun lalu.
Sebagian rencana pengembangan usaha telah dilaksanakan tahun 2003 berupa pembengunan gedung dan pembelian mesin Hi-Spees rotary press. Untuk menutup sebagian biaya ekspansi, maka tanah dan gedung yang baru dibangun dijual kepada PT. Multi Asuransi seharga Rp 532.500.000,-. Dari jumlah tersebut, Rp 125.000.000,- diterima tunai, sisanya berupa pembebasan kewajiban kepada PT. Bangun Jaya. Untuk itu tagihan dari PT. Bangun Jaya didebet kerekening investasi. Tanah dan gedung kemudian disewa kembali dari PT. Multi Asuransi berdasarkan kontrak sewa 40 tahun dari tanggal 1 Juli 2003. Cuplikan dari perjanjian sewa dilampirkan pada surat konfirmasi yang diarsipkan pada WP E/4. Dalam perjanjian terkandung beban bunga sebesar 14%. Tarip bunga ini lebih rendah dari tarip bunga pinjaman yang biasa dilakukan PT. Nabila sekarang ini sebesar 15% seperti tampak pada Daftar I/2.
Pada bulan Maret 2003, PT. Nabila Pressindo memesan peralatan foto dan mesin off set dari Jerman yang akan dikirim tahun 2004. Harga mesin tersebut adalah Rp 262.500.000. Untuk menjamin agar tidak terjadi kenaikan harga karena perubahan kurs Euro, PT. Nabila pressindo membeli sejumlah Euro dengan kurs Rp 496,03/E. Dana tersebut disimpan di Bank of Berlin, Jerman dan akan dicairkan berikut bunganya setelah mesin-mesin dikirim. Konfirmasi dari Bank
S
Ekspor Impor Jakarta (koresponden dari Bank of Berlin, Jerman) diarsipkan dalam WP E/3. Pada tanggal 31 Desember 2003, kurs Euro adalah Rp 540,20/E.
Pada tanggal 31 Desember 2003 pukul 13.00 WIB, didampingi Bpk. Andri Kusworo, Anda melakukan pemeriksaan atas safety deposit box PT. Nabila Pressindo di bank Amanah. Hasil pemeriksaan yang Anda catat adalah sebagai berikut:
(1) Saham PT. Gudang Garam Sertifikat No. 1043 600 lembar Sertifikat No. 1044 400 lembar (2) Saham PT. Telkom Sertifikat No. 6021 800 lembar
Berikut ini account ledger investasi dan invesment income untuk tahun 2001 adalah sebagai berikut:
GENERAL LEDGER
Account Invesment – General
Tanggal Keterangan Ref. Debet Kredit Saldo
1 Jan 31 Juli 31 Juli
Saldo
PT. Bangun Jaya
Penjualan tanah dan gedung
7-12 JKM-54
407.500.000
514.287.500
189.225.000 596.725.000 82.437.500
GENERAL LEDGER
Account Invesment – Income
Tanggal Keterangan Ref. Debet Kredit Saldo
3 Jan 4 Maret Maret 7 Juni 7 Juni 5 Sept.
5 Sept.
1 Sept.
1 Des
Sewa tanah
Dividen PT. Gudang Garam 1000 @ Rp 875 Dividen PT. Telkom 800 @ Rp 1.125 Dividen PT. Gudang Garam 1000 @ Rp 875 Dividen PT. Telkom 800 @ Rp 1.125 Dividen PT. Gudang Garam 1000 @ Rp 875 Dividen PT. Telkom 800 @ Rp 1.125 Dividen PT. Telkom 800 @ Rp 1.125 Dividen PT. Gudang Garam 1000 @ Rp 875
JKM JKM JKM JKM JKM JKM JKM JKM JKM
750.000 875.000 900.000 875.000 900.000 875.000 900.000 900.000 875.000
750.000 1.625.000 2.525.000 3.400.000 4.300.000 5.175.000 6.075.000 6.975.000 7.850.000
GENERAL LEDGER
Account Invesment – Saving
Tanggal Keterangan Ref. Debet Kredit Saldo
31 Maret Pembelian Euro Jerman JKM-39 262.500.000 262.500.000
Tugas 6 : Plant Assets,
Accumulated Depreciation, Gain (Loss) on sale of Plant Asset, and Related Expenses
bu Devi membuat analisis account plant asset untuk Anda, dan diarsipkan pada WP F/1 dan F/2. Tarip depresiasi per tahun untuk furniture adalah 10 persen, sedangkan printing equipment sebesar 5 persen.
Apabila terjadi pembelian dan penjualan plant asset, maka depresiasi asset tersebut pada tahun pembelian dan penjualannya dihitung setengah tahun. Dalam hal pertukaran plant asset, maka kerugian pertukaran diakui, sedangkan laba pertukaran tidak diakui. Kebijakan akuntansi ini telah dijalankan PT. Nabila Pressindo secara konsisten.
Selama ini PT. Nabila menempati gedung sewaan, tetapi sehubungan dengan proyeksi sirkulasi yang akan meningkat pada tahun-tahun mendatang, maka PT. Nabila telah membangun gedung di atas tanah milik sendiri yang selama ini disewakan sebagai tempat parkir. Tanah dan gedung telah dijual dan kemudian disewa dari PT. Multi Asuransi. (Lihat tugas nomor 5)
I
Furniture dibeli pada tahun yang berbeda. Untuk mengisi gedung baru, pada bulan Juli PT.
Nabila Pressindo membeli sejumlah mebel dengan harga Rp 10.000.000,-. Diasumsikan Saudara telah memeriksa bukti dan dokumen pendukung transaksi pembelian ini (Vo. 7-20) dan pencatatannya telah dilakukan dengan benar.
Peralatan percetakan yang dimiliki sebagian besar dibeli tahun 1990 berupa peralatan bekas pakai. Harga perolehan peralatan ini adalah Rp 1.125.000.000,-, sebesar Rp 187.500.000,- dibayar tunai, sedangkan sisanya dibayar dengan notes payable 15 tahun kepada PT. Primadana Asuransi dengan jaminan peralatan yang di beli. Pada bulan Agustus 2003, PT. Nabila Pressindo menukarkan mesin Hardin Galley press yang lama dengan sebuah Hi-speed rotary press yang baru.
PT. Primadana Asuransi memberi tambahan pinjaman sebesar Rp 225.000.000,- sehubungan dengan pembelian peralatan baru tersebut di atas. Dalam pemberian tambahan pinjaman ini, mesin rotary press dijadikan jaminan, sedangkan mesin Hardin Galley dilepaskan dari jaminan (harga perolehan mesin ini Rp 62.500.000. Pemeriksaan utang wesel pada PT. Prima Asuransi akan dilakukan pada tugas pemeriksaan atas pos utang jangka panjang.
Faktur pendukung Vo 8-3 sehubungan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut:
PT. Evasprint
Jln. Kramat 13, Bandung
Faktur No. 1405A Kepada Yth. Tgl. 29 Juli 2003 PT. Nabila Pressindo Termin 1/10, n/30 Jl. Veteran 20, Jakarta FOB Bandung Unit Hi-Speed rotary press, model M-16, No. Seri 6549603-16
(dikirim dalam 10 peti) ... Rp 275.000.000,- Dikurangi: nilai tukar mesin press bekas (Hardin Galley press) .. Rp 37.500.000,- Rp 237.500.000,-
Lunas 5 Agus. 2003
Vo. 8-3
Informasi yang tercantum dalam voucher 8-3 adalah sebagai berikut:
PT. Nabila Pressindo Jln. Veteran 20, Jakarta
Dibaya kepada No. Voucher: 8-3 PT. Evasprint Tgl. 3 Agust. 2003 Jl. Kramat 13, Bandung Jumlah: Rp 235.125.000,- Pembayaran untuk:
Faktur PT. Evasprint No. 1405A tgl. 29 Juli 2003 ... Rp 237.500.000,- Dikurangi: Discount 1 persen ... Rp 2.375.000,- Jumlah Bersih Rp 235.125.000,-
Pencatatan dan pembukuan
Keterangan Debet Kredit Printing Equipment 237.500.000
Other Income 2.375.000 Voucher Payable 235.125.000 Barang telah diterima OK Batas waktu tgl. 13-8-2003 Check perhitungan OK Tanggal pembayaran 5-8-2003 Disetujui oleh Lien H Andri K
Diasumsikan semua catatan tentang penambahan plant asset telah diposting dengan benar ke subsidiary ledger plant asset accounts. Diasumsikan pula Anda telah memeriksa kebenaran footing dan Jumlah saldo antara subsidiary ledger dengan control account dari plant asset.
Ibu Lien juga telah membuat analisis tentang account reparation, maintenance dan beban sewa peralatan selama tahun 2003, dan hasilnya adalah sebagai berikut:
Ref Keterangan Jumlah
Vo. PT. Sinar Service, kontrak reparasi untuk peralatan 12 kali pembayaran @ Rp 1.250.000
15.000.000 Vo. 8-3 PT. Amanda, 24 Agustus 2003, kontrak untuk penyetelan
dan pemasangan peralatan untuk bangunan baru
21.000.000
Vo. Voucher lain-lain 2.312.500
Tugas 7 : Voucher payables and Accrued Expense
VOUCHER PAYABLES
T. Nabila pressindo menggunakan sistem voucher dalam mengawasi pengeluaran kasnya. Voucher diberi nomor per bulan, angka di muka menunjukkan bulan, dan angka berikutnya menunjukkan nomor urut voucher pada bulan yang bersangkutan.
Atas permintaan Anda, Ibu Lien Herlina telah menyusun daftar voucher yang belum dibayar per 31 Desember 2003 beserta voucher-voucher pendukungnya, dan diasumsikan semua voucher telah lengkap dan telah mendapat otorisasi sebagaimana mestinya.
Berikut adalah daftar voucher tersebut yang telah dibuat oleh Ibu Lien:
No. Vo. Dibayar Kepada Jumlah
12-5 12-30 12-32 12-33 12-34 12-36
PT. Kertas Amerika PT. Triwarna
Perusahaan Listrik Negara, Jakarta PT. Kertas Wasantara
Dede Herdian PT. Animania
110.625.000 2.031.250 3.512.500 10.100.000 300.000 525.000
P
Th. 2003
No. Voucher Nama Penjual dan Keterangan Lain 12-5 Lihat voucher pada pos Inventory
12-30 PT. Triwana
Ket. Dalam dokumen: Pemeliharaan penerima berita bulan Desember 2003 Tgl. Faktur : 30 Desember 2003
Termin: Net 10 EOM, Rp 2.031.250 Pembayaran: 7 Januari 2004, Rp 2.031.250 12-32 Perusahaan Listrik Negara, Jakarta
Ket. Dalam dokumen: Beban listrik periode 10 Des. 2003 s.d. 10 Jan. 2004 Tgl. Faktur : 12 Januari 2004
Termin: Net 30, Rp 3.512.500
Pembayaran: 15 Januari 2004, Rp 3.512.500 12-33 Lihat Voucher pada pos Inventory
12-34 Perusahaan Listrik Negara, Jakarta
Ket. Dalam dok.: Biaya korespondensi periode 16 Des. 2003 s.d 31 Des. 2003 Pembayaran: 4 Januari 2004, Rp 300.000
No. Voucher Nama Penjual dan Keterangan Lain
12-36 PT. Animania
Ket. Dalam dok.: Jasa berita dan pembuatan comic strip untuk bulan Januari 2004, sesuai KOntrak
Tgl. Faktur : 30 Desember 2003 Termin: Net, Rp 525.000
Pembayaran: 11 Januari 2004, Rp 525.000
Pada tanggal 25 Januari 2004, Ibu Lien mengeluarkan dari arsipnya voucher-voucher antara tanggal 1 Januari s.d 22 Januari 2004. Dianggap semua voucher telah lengkap dan mendapat otorisasi sebagaimana mestinya. Berikut ini voucher-voucher yang dimaksud.
Th. 2004
No. Voucher Nama Penjual dan Keterangan Lain
1-1 UD Serang Baru (Lihat voucher pada pos Inventory)
1-2 Check gaji: Gaji bersih untuk periode 16 Desember 2003 s.d 31 Desember 2003
Pembayaran: 4 Januari 2004, Rp 20.031.250 1-3 PT. Multi Asuransi
Ket. Dalam dok.: Sewa bulan Januari 2004 Pembayaran: 4 Januari 2004, Rp 6.250.000
1-4 PT. Kertas Amerika
Ket. Dalam dokumen: 870 rol, kertas koran putih 34”, 21 ton
Tgl. Faktur: 30 Desember 2003, tgl. Pengiriman: 30 Desember 2003 Termin: Net 30, FOB Semarang, Rp 443.750 per ton
Tgl. Laporan penerimaan: 6 Januari 2004 Pembayaran: 20 Januari 2004, Rp 9.318.750
1-5 CV. Vanda
Ket. Dalam dokumen: Kertas, amplop & supplies kantor lainnya Tgl. Faktur: 28 Desember 2003
Termin: Net 30, Rp 565.000
Tgl. Laporan penerimaan: 29 Desember 2003 Pembayaran: 6 Januari 2004, Rp 565.000
1-6 UD. Fildzah
Ket. Dalam dokumen: Tinta Tgl. Faktur: 5 Januari 2004
Termin: Net 10, FOB Jakarta, Rp 326.250 Tgl. Laporan penerimaan: 6 Januari 2003 Pembayaran: 18 Januari 2004, Rp 326.250 1-7 Express Transport
Ket. Dalam dokumen: Pengangkutan 21 ton kertas koran ( Lihat Vo. 1-4 ) Tgl. Faktur: 6 Januari 2004
Termin: Tunai, Rp 52.500 per ton
Pembayaran: 12 Januari 2004, Rp 1.102.500 (Voucher dibatalkan, dibayar melalui petty cash)
No. Voucher Nama Penjual dan Keterangan Lain
1-8 CV. Purnama
Ket. Dalam dokumen: Supplies advertensi bulan Desember Tgl. Faktur: 11 Januari 2004
Termin: Net 20
Pembayaran: 15 Januari 2004, Rp 937.500
1-9 KPP Jakarta
Ket. Dalam dokumen: Pajak untuk kwartal keempat – PPh Karyawan Termin: Jatuh tempo 5 januari 2004
Pembayaran: 18 Januari 2004, Rp 13.190.000 per bank.
1-10 Check gaji: Gaji bersih untuk periode 1 Januari 2004 s.d 15 Januari 2004 Pembayaran: 18 Januari 2004, Rp 19.791.250
1-11 PT. Sinar Service
Ket. Dalam dokumen: Kontrak reparasi peralatan percetakan Januari 2004 Termin: Jatuh tempo 20 januari 2004
Pembayaran: 18 Januari 2004, Rp 1.375.000 1-12 Ida Ari Komang dan Dede Herdian
Ket. Dalam dok.: Biaya korespondensi periode 1 Jan. 2004 s.d 15 Jan. 2004 Pembayaran: 18 Januari 2004, Rp 506.250
1-13 KP PBB Jakarta
Ket. Dalam dok.: PBB tahun 2003
Pembayaran: 20 Januari 2004, Rp 312.500 1-14 Toni Triyulianto
Ket. Dalam dok.: Uang muka gaji
Pembayaran: 20 Januari 2004, Rp 187.500
1-15 Check dividen
Ket. Dalam dokumen: Dividen @ Rp 8.750 per saja,
Termin: Diumumkan tgl. 14 Desember 2003 untuk dibayar tanggal 22 Januari 2004
Pembayaran: 22 Januari 2004, Rp 54.250.000
1-16 PT. Triwarna
Ket. Dalam dokumen: Pemeliharaan alat penerima berita untuk bulan Januari 2004
Tgl. Faktur: 18 Januari 2004
Termin: Net 10 EOM, Rp 1.637.500 Sampai tgl. 22 Januari 2004 belum dibayar
Tujuan pemeriksaaan atas utang voucher adalah untuk mendapatkan keyakinan yang memadai mengenai keabsahan saldo akhir rekening tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, akuntan mengarahkan pemeriksaannya atas hal-hal berikut:
(1) Utang yang telah diakui dan dicatat oleh klien pada tanggal neraca, (2) Utang yang timbul pada tanggal neraca, tetapi belum diakui oleh klien.
Dalam melaksanakan pemeriksaan atas kedua hal diatas, akuntan harus memeriksa bukti-bukti yang mendukung, antara lain: (a) bahwa utang benar-benar ada; (b) bahwa jumlahnya telah dilaporkan dengan benar; (c) bahwa cut off transaksi-transaksi hutang telah dilakukan dengan tepat.
PT. Nabila Pressindo B/2
Jl. Veteran 20, Jakarta
PERMINTAAN KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth.
Benteng Theater
Jl. Ki Fatoni 78, Jakarta Dengan Hormat,
Sehubungan dengan eksternal audit per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh Komite Audit PT.
Nabila Pressindo, sudilah Anda memeriksa saldo piutang/account receivables di bawah ini. Setelah itu, mohon dikirim kembali bagian bawah surat ini dengan tanggapan jika Anda tidak setuju dengan saldo piutang dibawah ini. Bersama ini kami lampirkan juga amplop beserta perangko kilat untuk jawaban.
Atas kerja sama Anda, kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Ttd.
Andri Kusworo
Direktur Utama
Catatan: Surat ini bukan permintaan pembayaran
Kepada Yth.
Komite Audit
PT. Nabila Pressindo
Jl. Veteran 20, Jakarta
Kami setuju / tidak setuju atas saldo utang kami sebesar Rp 4.425.000,- pada tanggal 31 Desember 2002. Perkecualian (berikan rincian).
Nama perusahaan: Benteng Theater Ttd.
Aziz
(Manager)
PT. Nabila Pressindo B/3
Jl. Veteran 20, Jakarta
PERMINTAAN KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth.
Pasar Swalayan Yuli
Jl. Gajah Mungkur Raya 31, Jakarta Dengan Hormat,
Sehubungan dengan eksternal audit per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh Komite Audit PT.
Nabila Pressindo, sudilah Anda memeriksa saldo piutang/account receivables di bawah ini. Setelah itu, mohon dikirim kembali bagian bawah surat ini dengan tanggapan jika Anda tidak setuju dengan saldo piutang dibawah ini. Bersama ini kami lampirkan juga amplop beserta perangko kilat untuk jawaban.
Atas kerja sama Anda, kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Ttd.
Andri Kusworo
Direktur Utama
Catatan: Surat ini bukan permintaan pembayaran
Kepada Yth.
Komite Audit
PT. Nabila Pressindo
Jl. Veteran 20, Jakarta
Kami setuju / tidak setuju atas saldo utang kami sebesar Rp 4.976.250,- pada tanggal 31 Desember 2002. Perkecualian (berikan rincian).
Utang kami tinggal Rp 851.250,- pada tanggal 31 Desember 2002 Kami telah mengirim check sebesar Rp 4.125.000,- *)
Nama perusahaan: Pasar Swalayan Yuli
Ttd. *) Telah ditelusur ke Jurnal penerimaan kas 4-1-2003
Darminto
(Manager)
PT. Nabila Pressindo B/4
Jl. Veteran 20, Jakarta
PERMINTAAN KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth.
Toserba Windi
Jl. Kayu Manis 76, Jakarta Dengan Hormat,
Sehubungan dengan eksternal audit per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh Komite Audit PT.
Nabila Pressindo, sudilah Anda memeriksa saldo piutang/account receivables di bawah ini. Setelah itu, mohon dikirim kembali bagian bawah surat ini dengan tanggapan jika Anda tidak setuju dengan saldo piutang dibawah ini. Bersama ini kami lampirkan juga amplop beserta perangko kilat untuk jawaban.
Atas kerja sama Anda, kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Ttd.
Andri Kusworo
Direktur Utama
Catatan: Surat ini bukan permintaan pembayaran
Kepada Yth.
Komite Audit
PT. Nabila Pressindo
Jl. Veteran 20, Jakarta
Kami setuju / tidak setuju atas saldo utang kami sebesar Rp 4.815.000,- pada tanggal 31 Desember 2002. Perkecualian (berikan rincian).
Nama perusahaan: Toserba Windi Ttd.
Tuti
(Manager)
PT. Nabila Pressindo B/5
Jl. Veteran 20, Jakarta
PERMINTAAN KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth.
Toko Alin
Jl. Supratman 51, Jakarta Dengan Hormat,
Sehubungan dengan eksternal audit per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh Komite Audit PT.
Nabila Pressindo, sudilah Anda memeriksa saldo piutang/account receivables di bawah ini. Setelah itu, mohon dikirim kembali bagian bawah surat ini dengan tanggapan jika Anda tidak setuju dengan saldo piutang dibawah ini. Bersama ini kami lampirkan juga amplop beserta perangko kilat untuk jawaban.
Atas kerja sama Anda, kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Ttd.
Andri Kusworo
Direktur Utama
Catatan: Surat ini bukan permintaan pembayaran
Kepada Yth.
Komite Audit
PT. Nabila Pressindo
Jl. Veteran 20, Jakarta
Kami setuju / tidak setuju atas saldo utang kami sebesar Rp 3.595.000,- pada tanggal 31 Desember 2002. Perkecualian (berikan rincian).
Nama perusahaan: Toko Alin Ttd.
Indriyanti
(Manager)
PT. Nabila Pressindo B/6
Jl. Veteran 20, Jakarta
PERMINTAAN KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth.
Toko Buku Harun
Jl. Baja Raya 3, Jakarta Dengan Hormat,
Sehubungan dengan eksternal audit per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh Komite Audit PT.
Nabila Pressindo, sudilah Anda memeriksa saldo piutang/account receivables di bawah ini. Setelah itu, mohon dikirim kembali bagian bawah surat ini dengan tanggapan jika Anda tidak setuju dengan saldo piutang dibawah ini. Bersama ini kami lampirkan juga amplop beserta perangko kilat untuk jawaban.
Atas kerja sama Anda, kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Ttd.
Andri Kusworo
Direktur Utama
Catatan: Surat ini bukan permintaan pembayaran
Kepada Yth.
Komite Audit
PT. Nabila Pressindo
Jl. Veteran 20, Jakarta
Kami setuju / tidak setuju atas saldo utang kami sebesar Rp 2.492.500,- pada tanggal 31 Desember 2002. Perkecualian (berikan rincian).
Nama perusahaan: Toko Buku Harun Ttd.
Mahendra
(Manager)
PT. Nabila Pressindo B/7
Jl. Veteran 20, Jakarta
PERMINTAAN KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth.
Rumah Makan Sederhana Jl. Sedap Malam 80, Jakarta Dengan Hormat,
Sehubungan dengan eksternal audit per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh Komite Audit PT.
Nabila Pressindo, sudilah Anda memeriksa saldo piutang/account receivables di bawah ini. Setelah itu, mohon dikirim kembali bagian bawah surat ini dengan tanggapan jika Anda tidak setuju dengan saldo piutang dibawah ini. Bersama ini kami lampirkan juga amplop beserta perangko kilat untuk jawaban.
Atas kerja sama Anda, kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Ttd.
Andri Kusworo
Direktur Utama
Catatan: Surat ini bukan permintaan pembayaran
Kepada Yth.
Komite Audit
PT. Nabila Pressindo
Jl. Veteran 20, Jakarta
Kami setuju / tidak setuju atas saldo utang kami sebesar Rp 4.162.500,- pada tanggal 31 Desember 2002. Perkecualian (berikan rincian).
Nama perusahaan: Rumah Makan Sederhana Ttd.
Pratiwi
(Manager)
PT. Nabila Pressindo B/8
Jl. Veteran 20, Jakarta
PERMINTAAN KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth.
Miscellaneous, General Advertising Dengan Hormat,
Sehubungan dengan eksternal audit per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh Komite Audit PT.
Nabila Pressindo, sudilah Anda memeriksa saldo piutang/account receivables di bawah ini. Setelah itu, mohon dikirim kembali bagian bawah surat ini dengan tanggapan jika Anda tidak setuju dengan saldo piutang dibawah ini. Bersama ini kami lampirkan juga amplop beserta perangko kilat untuk jawaban.
Atas kerja sama Anda, kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Ttd.
Andri Kusworo
Direktur Utama
Catatan: Surat ini bukan permintaan pembayaran
Kepada Yth.
Komite Audit
PT. Nabila Pressindo
Jl. Veteran 20, Jakarta
Kami setuju / tidak setuju atas saldo utang kami sebesar Rp 38.300.000,- pada tanggal 31 Desember 2002. Perkecualian (berikan rincian).
Nama perusahaan: Miscellaneous, General Advertising
PT. Nabila Pressindo B/9
Jl. Veteran 20, Jakarta
PERMINTAAN KONFIRMASI PIUTANG
Kepada Yth.
Biro Iklan Wasantara Jl. Slamet Riyadi 22, Jakarta Dengan Hormat,
Sehubungan dengan eksternal audit per 31 Desember 2002 yang dilakukan oleh Komite Audit PT.
Nabila Pressindo, sudilah Anda memeriksa saldo piutang/account receivables di bawah ini. Setelah itu, mohon dikirim kembali bagian bawah surat ini dengan tanggapan jika Anda tidak setuju dengan saldo piutang dibawah ini. Bersama ini kami lampirkan juga amplop beserta perangko kilat untuk jawaban.
Atas kerja sama Anda, kami ucapkan terimakasih.
Hormat Kami,
Ttd.
Andri Kusworo Direktur Utama
Catatan: Surat ini bukan permintaan pembayaran
Kepada Yth.
Komite Audit
PT. Nabila Pressindo
Jl. Veteran 20, Jakarta
Kami setuju / tidak setuju atas saldo utang kami sebesar Rp 18.842.500,- pada tanggal 31 Desember 2002. Perkecualian (berikan rincian).
Nama perusahaan: Biro Iklan Wasantara Ttd.
Rino Supriyanto
(Controller)