PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas maka permasalahan yang akan kami bahas adalah “Bagaimana kepuasan nasabah BMT Laa-Roiba Cabang Seputih Raman terhadap Bagi Hasil Tabungan Mudharabah?”. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan terkait masalah kepuasan nasabah dan sistem bagi hasil tabungan guna meningkatkan pengetahuan perbankan dengan prinsip syariah kepuasan nasabah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi kepentingan BMT Laa-Roiba Seputih Raman dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk dan operasional bisnisnya, serta menyumbangkan pemikiran kepada masyarakat luas mengenai kepuasan dan keuntungan pelanggan. . sistem pembagian simpanan.
Metode Penelitian
Dengan demikian, peneliti menggambarkan atau memaparkan data terkait kepuasan nasabah dengan hasil tabungan pada BMT Laa-Roiba, kemudian peneliti menganalisisnya untuk mendapatkan gambaran atau kesimpulan. Sumber data primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data.21 Dalam penelitian ini, sumber primer adalah BMT Laa-Roiba Seputih Raman dan lima klien. Selain itu, peneliti mengumpulkan data dari buku-buku yang membahas tentang kepuasan nasabah terhadap hasil tabungan di BMT Laa-Roiba.
Sehubungan dengan tesis ini, data-data berupa teori atau pendapat dan sejenisnya dianalisis atau diteliti dengan menggunakan metode induktif, yang bersifat spesifik, yang berkaitan dengan kepuasan nasabah terhadap bagi hasil tabungan pada BMT Laa-Roiba. , misalnya dengan menganalisis hasil data yang diperoleh kemudian ditarik suatu kesimpulan. Setelah penulis memperoleh data yang diperlukan, data tersebut diolah dan dianalisis melalui analisis kualitatif, yaitu proses pencarian dan pengumpulan data secara berurutan yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain agar mudah dipahami untuk diinterpretasikan. kepuasan nasabah dalam tabungan bagi hasil di BMT Laa-Roiba Seputih Raman.
Sistematika Pembahasan
LANDASAN TEORI
Pengertian Kepuasan Nasabah
Jika kinerja di bawah harapan maka pelanggan tidak akan puas, tetapi jika kinerja di atas harapan maka pelanggan akan puas dan senang.
Macam-macam Kepuasan Nasabah
Strategi Kepuasan Nasabah
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penjual dan pembeli secara individu tidak memiliki kendali atas harga pasar. Dalam perspektif Barat, distributor produk berada di bawah pengaruh produsen, atau bahkan sebaliknya distributor dapat melakukan tekanan yang mengikat produsen sehingga produsen tidak dapat melepaskan diri dari ikatan distributor. Dapat disimpulkan dari penjelasan di atas bahwa tempat atau lokasi adalah suatu kegiatan pendistribusian barang yang dijual secara terus menerus oleh produsen melalui agen penjualan, pengecer dan sampai ke tangan konsumen.
Jadi promosi adalah suatu bentuk komunikasi yang membuat pernyataan persuasif dan mempengaruhi calon konsumen tentang barang dan jasa agar konsumen tertarik dan membeli barang yang kita tawarkan. Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa bank harus menjaga dan meningkatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan nasabah. Bank harus dapat membangun hubungan yang baik dengan nasabah, sehingga nasabah merasa bahwa bank nomor dua.
Pengukuran Kepuasan Nasabah
Ada juga perusahaan yang membagikan amplop dengan alamat perusahaan tertulis di dalamnya, yang harus digunakan untuk menyampaikan saran, keluhan dan kritik. Informasi tersebut dapat memberikan ide dan masukan kepada perusahaan yang memungkinkan perusahaan mengantisipasi dan merespon dengan cepat kritik dan saran tersebut. Survei kepuasan pelanggan, dalam hal ini perusahaan melakukan survei untuk mengetahui komentar pelanggan, survei ini dapat dilakukan melalui surat, telepon atau wawancara pribadi, atau pelanggan diminta untuk mengisi kuesioner.
Ghost shopping (pembeli bayangan), dalam hal ini perusahaan mengirimkan orang-orang tertentu sebagai pembeli ke perusahaan lain atau ke perusahaannya sendiri. Mereka ditanya kenapa hengkang, pindah ke perusahaan lain, apakah ada masalah yang tidak bisa diselesaikan atau terlambat diselesaikan. Informasi dari kontak semacam ini akan diperoleh dan akan meningkatkan kinerja perusahaan itu sendiri, sehingga pelanggan tidak lagi berpaling dengan meningkatkan kepuasannya.
Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa pengukuran kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Jika suatu lembaga keuangan atau bisnis menerapkan dan memahami keempat hal tersebut, maka dapat dipastikan nasabah atau nasabah yang dimilikinya akan puas dengan segala layanan yang ditawarkan.
Bagi Hasil Simpanan Mudharabah
- Definisi Bagi Hasil Simpanan Mudharabah
- Syarat-syarat Bagi Hasil Simpanan Mudharabah
- Tujuan Bagi Hasil Simpanan Mudharabah
- Faktor Dalam Penetapan Bagi Hasil Simpanan Mudharabah . 26
- Gambaran tentang BMT Laa-Roiba Seputih Raman
- Kepuasan Nasabah terhadap Bagi Hasil Simpanan
KSPPS BMT Laa-Roiba Seputih Raman awalnya merupakan kelompok usaha patungan yang didirikan di Kota Gajah atas ide beberapa pemuda desa Srirahayu III Kotagajah, untuk mencari modal sendiri. Pada tanggal 12 April 2010, badan usaha tersebut resmi bernama BMT Laa-Roiba Cabang Seputih Raman. Nisbah bagi hasil dalam pembiayaan mudharabah harus ditentukan dalam akad, tanda tangan pembiayaan sesuai kesepakatan dengan BMT Laa-Roiba Seputih Raman.
Mengenai asas hukum nisbah bagi produk simpanan mudharabah yang terdapat di BMT Laa-Roiba Seputih, Raman merujuk kepada ayat 198 Al-Qur'an, surah Al-Baqarah, ayat 10 Al-Jumu'ah dan ayat 20 al- Muzammil. dalam hal penjimatan mudharabah, BMT Laa-Roiba Seputih Raman juga berpegang teguh kepada hadis dan ijma. Dalam melaksanakan hubungan perkongsian hasil, BMT Laa-Roiba Seputih Raman mempunyai prinsip dan syarat yang sentiasa dilaksanakan dengan betul.
Adapun rukun hubungan bagi hasil mudharabah di BMT Laa-Roiba Seputih Raman harus ada kesepakatan dan qabul, ada dua pihak, ada modal, ada usaha dan ada keuntungan. Sesuai dengan prinsip yang dijalankan oleh lembaga keuangan bank dan non bank, BMT Laa-Roiba Seputih Raman sebagai penyandang dana (Shahibul maal/pemilik dana), dalam mengevaluasi permintaan pembiayaan kepada anggota, BMT Laa-Roiba akan membayar memperhatikan beberapa prinsip utama yang terkait dengan kondisi keseluruhan calon debitur (mudarib). Prinsip yang biasa dilakukan oleh BMT Laa-Roiba Seputih Raman dikenal dengan 5C, dengan penjabaran sebagai berikut:
BMT Laa-Roiba Seputih Raman sebaiknya melihat kondisi ekonomi yang terjadi di masyarakat dan secara khusus melihat apakah ada keterkaitan dengan jenis usaha yang dilakukan oleh calon peminjam. Ibu Sriyati juga mengungkapkan bahwa selain memudahkan masyarakat pedesaan, menabung di BMT Laa-Roiba juga mudah dan tidak dipungut biaya apapun bagi dirinya sebagai nasabah. Sistem bagi hasil ini memudahkan Ibu Sriyati untuk mempertanggungjawabkan berapa yang harus dimilikinya dalam sebulan, yang hasilnya adalah uang yang ditabungnya di BMT Laa-Roiba.
Tn. Wildan menambahkan, menurutnya hal yang perlu diperbaiki oleh BMT Laa-Roiba adalah perbaikan sistem. Ibu Sugiyarti menambahkan, menurutnya hal yang perlu diperbaiki oleh BMT Laa-Roiba adalah perluasan lahan parkir.
Analisis
Lebih lanjut, ia sangat berterima kasih atas sistem bagi hasil dari tabungan yang ia simpan di BMT karena sangat membantu kebutuhan sehari-harinya seperti kebutuhan transportasi, kacang-kacangan, sayuran dan sebagainya. Hal ini karena BMT Laa-Roiba Seputih Raman berperan penting dalam meningkatkan pendapatan anggota dan masyarakat sekitar. BMT Laa-Roiba Seputih Raman menggunakan produk pembiayaan dengan akad mudharabah dalam pengembangan yang diberikan kepada pedagang yang membutuhkan tambahan modal, dalam hal ini BMT Laa-Roiba Seputih Raman dapat memberikan pembiayaan.
Berdasarkan perhitungan sampel yang dilakukan pada BMT Laa-Roiba Seputih Raman di atas dapat dijelaskan bahwa nisbah bagi hasil sebesar 35:65 yang diberikan oleh Bapak. Iqbal diterima berdasarkan kesepakatan antara mr. Iqbal dan nasabah yang membiayai. Berdasarkan perhitungan bagi hasil yang diberikan kepada klien oleh BMT Laa-Roiba Seputih Raman, terlihat bahwa perhitungannya sangat mudah dipahami dan sederhana. Dibandingkan dengan bagi hasil yang diberikan bank konvensional, BMT Laa-Roiba merupakan salah satu BMT.
Bagi hasil adalah bagi hasil yang dihitung dari pendapatan setelah dikurangi harta (ra'su al-mal) dan biaya-biaya. Bagi hasil (net revenue sharing), yaitu bagi hasil yang dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (ra'su al-mal). Melihat uraian di atas, praktik bagi hasil BMT dan fatwa MUI saling berkaitan.
Dapat disimpulkan bahwa bagi hasil yang dilakukan oleh BMT Laa-Roiba Seputih Raman sudah sesuai dengan perhitungan berdasarkan konsep Syariah. Masyarakat menilai praktik dan penggunaan bagi hasil yang dilakukan oleh BMT Laa-Roiba baik dalam operasionalnya. Selain itu, masyarakat juga puas dengan sistem pelayanan yang diberikan oleh BMT cabang Laa-Roiba Seputih Raman.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Bagi BMT Laa-Roiba Seputih Raman diharapkan dapat meningkatkan dan memperkuat masyarakat dan anggotanya, yang sejalan dengan tujuan lembaga yaitu sebagai lembaga yang menangani penghimpunan dan penyaluran dana dalam masalah ekonomi masyarakat mengembangkan usahanya, khususnya para pedagang kecil ke bawah menjadi lebih baik dari sebelumnya, baik dari segi bisnis maupun pemahaman pola ekonomi syariah. Dari BMT juga diharapkan dapat melakukan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat yang berkaitan dengan masalah simpan pinjam syariah sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, idealisme produk BMT yang berlandaskan operasional syariah Islam harus tetap dipertahankan di lembaga keuangan syariah karena hal inilah yang membedakannya dengan lembaga keuangan konvensional.
Pembahasan mengenai tabungan mudharabah dalam mensejahterakan masyarakat pada skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis berharap agar kekurangan tersebut dapat dijadikan kajian bagi peneliti selanjutnya dan melengkapi kekurangan terkait lembaga keuangan syariah. Ahmad Hassan Ridwan, Deni K. Yusuf, BMT Instrumen Bank Syariah Lembaga Keuangan Syariah, Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004. Ascarya, Akad & Produk Bank Syariah, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011 Buchari Alma, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, Bandung : Alfabet,.
Fathurrahman Djamil, Toepassing van Kontraktereg in Transaksies in Syari'ah Finansiële Instellings, Jakarta: Sinar Graphic, 2012. Hendi Suhendi, Fiqh Muamalah, Jakarta: Rajawali Pers, 2010 Cashmere, Fundamentals of Banking, Jakarta: Rajawali Pers, 2015 Kasmir Pers, 2015 Bankwese, Jakarta: Rajawali Press, 2014. Mardani, Verses and Hadith of Syari'ah Economics, Jakarta: Rajawali Press, 2014 Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah, Jakarta: Toko Gunung Agung, 1997.
Rachmat Syafe'i, Fiqh Muamalah voor UIN, STAIN, PTAIS en General), Bandung: Faithful Library, 2001 .. S. Nasution, Scientific Research Research Methods), Jakarta: PT.