TUGAS ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)
“PELINGKUPAN (SCOPING) PEMBANGUNAN PABRIK PUPUK PT. PETROKIMIA PESAWARAN”
KELOMPOK 8
1. DITO PRATAMA PUTRA 1813351002
2. ST GERALDINE NURAINI 1813351014
3. M RIYADH ATTIRMIDZI 1813351018
4. PUTRI DEWI LESTARI 1813351023
5. CINDY AFRIZA LENSIANI 1713351037
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN SANITASI LINGKUNGAN 2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah Swt.yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kami semua,sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dengan baik serta tepat pada waktunya. Walaupun terdapat banyak kendala yang kami hadapi tetapi akhirnya kami bisa menyelesaikannya.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah yang turut membantu mengarahkan dan membimbing kami menyelesaikan tugas. Atas segala dukungan dan bimbingan yang baik secara moril maupun materil.
Dalam pembuatan tugas ini kami rasa belum sempurna.Mungkin masih banyak kesalahan yang kami buat.Oleh karena itu kami mohon maaf jika ada kesalahan baik dalam penulisan. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun kesempurnaan tugas di masa yang akan datang.
Semoga tugas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya serta dapat memberikan pengetahuan kepada pembaca dan digunakan di masa yang akan datang.
Lampung, November 2020
penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...ii
DAFTAR ISI ...iii
BAB I Pendahuluan ...1
1.1 Latar Belakang ...1
1.2 Tujuan dan manfaat rencana kegiatan ...2
1.2.1 Tujuan Jangka Pendek ...2
1.2.2 Tujuan Jangka Panjang ...2
1.2.3 Manfaat Pembangunan ...2
BAB II Rencana Usaha dan/atau Kegiatan...3
2.1 Indentitas Pemrakarsa dan Penyusun AMDAL ...3
2.2 Lingkup Rencana Usaha dan/atau Kegiatan ...4
2.3 Tujuan Didirikannya Industri Pupuk ...4
2.4 Lokasi Industri Pupuk ...5
2.5 Proses Produksi Pupuk ...7
BAB III. Rona Lingkup Wilayah ...9
3.1 Rona Lingkup ...9
3.2 Letak Geografis Wilayah ...11
BAB IV. Ruang Lingkup Studi ...12
4.1 Komponen Kegiatan ...12
4.1.1 Pra Kontruksi ...12
4.1.2 Kontruksi ...12
4.1.3 Operasi ...13
4.1.4 Pasca Operasi ...14
Matriks Identifikasi Dampak...15
Diagram Proses Pelingkupan ...17
4.2 Rencana Potensial Yang Menimbulkan Dampak ...18
4.3 Lingkup Wilayah Study ...19
BAB V Prakiraan Dampak Besar dan Penting ...21
5.1 Komponen Kegiatan ...21
5.2 Kesehatan Masyarakat ...21
DAFTAR PUSTAKA ...22
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pembangunan agroindustri pupuk oleh PT Petrokimia Pesawaran dalam rangka peningkatan kapasitas produksi untuk pemenuhan kebutuhan pupuk dan stabilitas pasokan harga pupuk sebagai peran serta dalam pembangunan insfrastruktur nasional.
Melalui pembangunan agroindustri pupuk ini diharapkan kemanfaatannya dapat dirasakan oleh berbagai pihak baik Pemerintah, Pemrakarsa dan Masyarakat. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Rencana Agroindustri Pupuk oleh PT Petrokimia Pesawaran antara lain dilaksanakan didasarkan pada Undang-Undang No. 32 TAHUN 2009 TENTANG Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
PerMen-LH No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusun Dokumen Lingkungan Hidup dan PerMen LH No. 5 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
Keberadaan perusahaan dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial secara langsung maupun idak langsung kepada masyarakat lokal. Beberapa dampak langsung perusahaan adalah kesempatan kerja atau lowongan pekerjaan bagi masyarakat setempat, program bantuan, dan pembinaan. Dampak tidak langsung adalah seperti pembukaan jalan dan transportasi perusahaan dapat sekaligus di manfaatkan oleh masyarakat. Dengan ada nya lahan kosong di wilayah Waylayap tepatnya di kab. Pesawaran maka dari itu akan di bangun pabrik pupuk, mengingat warga sekitar berprofesi sebagai petani.
Sebelum membuat dokumen amdal, di lakukan pelingkupan. Pelingkupan (scoping) diartikan sebagai pemusatan pandangan. Dalam AMDAL pelingkupan dapat diartikan sebagai proses untuk menemukan atau menetapkan dampak penting atau sering disebut pula sebagai masalah utama (main issue) dari suatu proyek terhadap lingkungan. Pelingkupan bertujuan untuk membatasi penelitian AMDAL pada hal yang penting untuk pengambilan keputusan. Karena itu sangattah penting untuk mengidentifikasi hal penting tersebut dan selanjutnya menggunakan hal penting itu untuk menentukan diantara dampak yang telah diidentifikasi sebagai dampak penting. Hanya dampak penting ini saja yang dimasukkan ke dalam ruang lingkup penelitian AMDAL.
Dengan adanya AMDAL maka suatu kegiatan atau usaha yang berdampak terhadap lingkungan dapat diminimalisisr. PT Petrokima Pesawaran mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan dokumen ini.
1.2 TUJUAN DAN MANFAAT RENCANA KEGIATAN : 1.2.1 Tujuan Jangka Pendek
Tujuan jangka pendek dari pembangunan industri oleh PT. Petrokimia Pesawaran adalah :
a. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia serta kondisi teknis dan keuangan perusahaan.
b. Berpartisipasi dalam pengembangkan potensi usaha untuk mendukung industri kimia nasional dan berperan aktif dalam community development.
c. Sebagai indikator awal perihal adanya perubahan lingkungan yang tidak dikehendaki dan informasi perkiraan dampak negatif yang akan terjadi dari mulai tahap pra konstruksi sampai pada tahap operasional.
1.2.2 Tujuan Jangka Panjang
Tujuan jangka panjang dari pembangunan industri oleh PT.
Petrokimia Pesawaran adalah :
a. Mengidentifikasi dan mengkonfirmasikan kegiatan operasional perusahaan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
b. Memperkirakan dan mengevaluasikan dampak penting yang timbul akibat kegiatan atau usaha terhadap lingkungan.
c. Merumuskan pengelolaan yang optimal untuk dipergunakan sebagai dasar penyusunan dokumen amdal.
1.2.3 Manfaat Pembangunan 1. Bagi Pemerintah
Sebagai pedoman bagi instansi pemerintah untuk mengevaluasi kegiatan PT. Petrokimia Pesawaran dalam pemanfaatan lahan.
Memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan pupuk untuk penunjang kegiatan pertanian
Memberikan sumbangan pendapatan daerah
Sebagai perkembangan sektor industri 2. Bagi Pemrakarsa
Sebagai bentuk partisipasi dalam memanfaatkan potensi wilayah Kabupaten Pesawaran sebagai supplier pupuk
Berpartisipasi melaksanakan program pembangunan daerah dalam menciptakan dan meningkatkan lapangan pekerjaan
Mengembangkan bidang agroindustri sebagai penunjang kegiatan pertanian 3. Bagi Masyarakat
Tersedianya lapangan pekerjaan yang berpeluang untuk dapat menurunkan jumlah pengangguran
kegiatan pembangunan pabrik pupuk
Bertambahnya jumlah penyuplai pupuk di Kabupaten Pesawaran sehingga tidak perlu pasokan dari luar kota.
BAB II
RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
2.1. Identitas Pemrakarsa dan Penyusunan AMDAL
I. Identitas Pemrakarsa
Nama Perusahaan : PABRIK PUPUK PT. PETROKIMIA PESAWARAN
Alamat Pabrik : Jl. Raya Kedondong, Waylayap, GedongTataan, Pesawaran
Direktur Utama : Dito Pratama Putra
Alamat : Jl. Raden Intan, Gg. Manako, no 33, Waymengku, Liwa, Lampung Barat.
Email : [email protected]
Website : www.petrokimialpg.co.id
II. TIM AHLI PENYUSUN DOKUMEN AMDAL
Tim ahli tidak tetap penyusun dokumen amdal pabrik pupuk PT. Petrokimia yang di tugaskan oleh PT. Petrokimia adalah sebagai berikut:
Nama Lengkap Alamat
ST Geraldine Nuraini Jl. Rambutan, no 34, Beringin Jaya, Kemiling, Bandar Lampung.
M Riyadh Attirmidzi Jl. Gajah Mada, gg purnawirawan, no24, Kota Baru, Bandar Lampung.
Putri Dewi Lestari Jl. Bhayangkara Perum Porli , no.09 Gg.
Parkit Kec. Rajabasa Bandar Lampung Cindy Afriza Lensiani Perumahan Griya Tambak Asri, Blok
C, No 12B, Lahat, Sumatera Selatan
2.2 LINGKUP RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
Di dalam pembangunan pabrik pupuk yang akan dilakukan oleh PT.
Petrokimia akan meliputi berbagai rencana usaha atau tahapan kegiatan. Rencana usaha dan atau tahapan yang akan dilakukan ini ditinjau dari aspek lingkungan akan menimbulkan beberapa dampak baik dampak positif maupun dampak negative terhadap lingkungan baik komponen lingkungan geofisik, kimia, biologi, sosial ekonomi dan budaya, serta kesehatan masyarakat.
Studi Amdal ini dilakukan sebelum kegiatan Pembangunan Industri Pupuk PT. PETROKIMIA PESAWARAN dilaksanakan. Penyusunan studi Amdal ini dilaksanakan secara bersamaan denan penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study). Hasil dari studi Amdal ini nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan kegiatan Pembangunan Industri Pupuk PT. PETROKIMIA PESAWARAN di Kabupaten Pesawaran. Studi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat adanya perubahan lingkungan, geofisik-kimia, biologi, sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat akibat adanya kegiatan pembangunan ini. Kajian analisis dampak lingkungan yang ditelaah meliputi kondisi lingkungan sebelum kegiatan dilaksanakan atau kondisi rona lingkungan awal dan prakiraan kondisi lingkungan setelah kegiatan dilaksanakan.
Selain itu, studi Amdal ini merupakan bentuk ketaatan pemrakarsa, dalam hal ini PT. PETROKIMIA PESAWARAN dalam memenuhi semuai peraturan perundangan dan peraturan yang berlaku dalam kegiatan Rencana Pembangunan Industri Pupuk. Dokumen Amdal yang disusun ini akan digunakna untuk menilai kelayakan lingkungan terkait kegiatan Rencana Pembangunan Industri Pupuk PT.
PETROKIMIA PESAWARAN.
2.3
Tujuan Didirikannya Industri Pabrik Pupuk PT. Petrokimia Pesawaran 1. Tujuan Jangka Pendeka. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia serta kondisi teknis dankeuangan perusahaan.
b. Berpartisipasi dalam pengembangkan potensi usaha untuk mendukung industri kimia nasional dan berperan aktif dalam community development c. Sebagai indikator awal perihal adanya perubahan lingkungan yang tidak
dikehendaki dan informasi perkiraan dampak negatif yang akan terjadi dari mulai tahap pra konstruksi sampai pada tahap operasional.
2. Tujuan Jangka Panjang
a. Mengidentifikasi dan mengkonfirmasikan kegiatan operasional perusahaan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
b. Memperkirakan dan mengevaluasikan dampak penting yang timbul akibat kegiatan atau usaha terhadap lingkungan.
c. Merumuskan pengelolaan yang optimal untuk dipergunakan sebagai dasar penyusunan dokumen amdal.
2.4 Lokasi Industri Pupuk
Lokasi industri pupuk milik PT PETROKIMIA PESAWARAN yang meliputi area jalan dan industri berada di DesaWaylayap, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Tabel 2. 4 Lokasi Industri Pupuk No Peruntukan
Lahan
Luas Letak Tanah Status Tanah
Penggunaan Sekarang
1 Pabrik
Pupuk dan Akses Jalan
5Ha Desa:
Waylayap, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.
Masyarakat Lahan kosong
2 Lahan
Terbuka Hijau dan
1Ha Desa:
Waylayap, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.
Masyarakat Lahan kosong
Total lahan industri
6Ha
Gambar : Peta perbatasan wilayah Pesawaran.
Gambar : Lokasi pembangunan pabrik pupuk
Gambar : Peta perbatasan wilayah kecamatan Gedongtataan
Gambar : Peta perbatasan wilayah kabupaten Pesawaran.
2.5 Proses Produksi Pupuk
Dalam proses produksinya PT. PETROKIMIA PESAWARAN memerlukan bahan baku utama dalam pabrik Phonska disajikan pada gambar di bawah ini.
Gambar 2. 4 Diagram Alir Pembuatan Pupuk NPK.
Proses pembuatan pupuk NPK yang digunakan di unit Phonska adalah proses kompleks yang menggabungkan proses pencampuran (mixing ) dan pereaksian (reaction). Secara umum proses pembuatan pupuk Phonska terdiri atas pemrosesan bahan padat dan bahan cair yang kemudian akan disatukan di dalam sebuah alat yang disebut granulator. Unit produksi Phonska juga dilengkapi dengan proses penyerapan (scrubbing) yang tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kadar unsurhara dan zat- zat berbahaya dari gas buang. Selain itu proses scrubbing juga dimanfaatkan untuk mengencerkan asam fosfat yang akan digunakan untuk proses produksi.
Gambar 2. 5 Diagram Alir Proses Produksi Pupuk Phonska IV
Proses pembuatan pupuk di PT. PETROKIMIA PESAWARAN melalui 7 (tujuh) tahapan sebagai berikut :
1. Pengumpanan bahan baku
Asam Fosfat
Asam Sulfat
Amoniak
Urea
Amonium Sulfat (ZA)
Kalium Chloride
2. Persiapan slurry dan granulasi 3. Granulator (22M-361) Rotary Drum 4. Pengeringan dan pengayakan produk 5. Pendinginan (cooler 22-M-363) 6. Proses pelapisan
7. Penyerapan gas.
Penyerapan pertama
Penyerapan kedua
Penyerapan ketiga
Penyerapan keempat.
BAB III
RONA LINGKUP WILAYAH
3.1 Rona Lingkungan Hidup 3.1.1. Kondisi Fisik-Kimia Wilayah
1. Iklim : Tropis
3. Kecepatan angin: kecepatan angin rata-rata 5,83 Km/Jam
Pada bagian ini menampilkan profil wilayah Kabupaten Pesawaran berdasarkan kondisi fisik wilayah yang dimilikinya. Kondisi yang hendak ditampilkan meliputi : ketinggian lahan, kelerengan, keadaan geologi, fisiografi, potensi pergerakan tanah, hidrologi.
1. Ketinggian Wilayah
Tofografi atau kondisi permukaan bumi Kabupaten Pesawaran merupakan daerah dataran rendah, dan dataran tinggi, yang sebagian merupakan daerah perbukitan sampai dengan pergunungan dengan ketinggian dari permukaan laut yang bervariasi antara 0,0 M sampai dengan 1.682,0 M.
Berdasarkan hasil intepretasi data SRTM, ketinggian lahan di wilayah Kabupaten Pesawaran dapat dibagi menjadi 7 (tujuh kelas) antara lain : 0- 100 meter dpl, 100-200 meter dpl, 200-300 meter dpl, 300-400 meter dpl, 400-500 meter dpl, 500-600 meter dpl, dan > 600 meter dpl. Segagian besar wilayah Kabupaten Pesawaran berada pada ketinggian 100 - 200 meter dpl dengan luasan terbesar yaitu 24.261,14 Ha yang tersebar di wilayah Kecamatan Kedondong. Sedangkan kelas ketinggian lahan terendah di antara 500 - 600 meter dpl dengan luasan terbesar yaitu
2.897,05 Ha yang tersebar di wilayah Kecamatan Padang Cermin. Adapun pengelompokkan luas masingmasing ketinggian pada wilayah Kabupaten Pesawaran adalah sebagai berikut :
Ketinggian 0 - 100 meter dpl : 22.924,64 Ha (19,53 %)
Ketinggian 100 - 200 meter dpl : 46.303,07 Ha (39,45 %)
Ketinggian 200 -300 meter dpl : 11.251,34 Ha (9,59 %)
Ketinggian 300 - 400 meter dpl : 12.686,18 Ha (10,81 %)
Ketinggian 400 - 500 meter dpl : 7.177,69 Ha (6,12 %)
Ketinggian 500 - 600 meter dpl : 4.298,54 Ha (3,66 %)
Ketinggian > 600 meter dpl : 12.735,53 Ha (10,85 %) 2. Kelerengan
Bentuk topografi wilayah Kabupaten Pesawaran berdasarkan kemiringan lerengnya dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu 0 - 8 % dan > 40 %.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metoda interpolasi dapat diketahui sebagian besar wilayah merupakan wilayah berbukit terjal yang hampir tersebar di seluruh bagian wilayah. Sedangkan wilayah yang memiliki kondisi lahan yang cukup datar berada di wilayah bagian utara.
Luas wilayah dengan topografi 0-8% terbesar adalah sebesar 6.155,76 yang tersebar di wilayah Kecamatan Negeri Katon. Sedangkan topografi > 40 % terbesar adalah sebesar 35.394,05 yang tersebar di Kecamatan Padang Cermin. Adapun pengelompokkan luas wilayah berdasarkan kemiringan lereng di Kabupaten Pesawaran adalah sebagai berikut :
Kemiringan lereng 0 - 8% : 11. 337,85 Ha (9,66 %)
Kemiringan lereng > 40 % : 106.079,78 Ha (90,38 %) 3. Geologi
Secara geologi, di wilayah Kabupaten Pesawaran terdapat beberapa formasi yang berasal dari masa Tersier dan Kuarter. Formasi Qhv (Batuan Gunung Api kuarter muda) merupakan formasi terluas dan mendominasi di wilayah Kecamatan Gedong Tataan dan Kecamatan Way Lima. Di
Kecamatan Padang Cermin, formasi ini terutama terdapat di bagian tengah, utara, dan sebagian timur. Formasi TovkQvt (batuan gunung api kuarter tua) mendominasi wilayah Kecamatan Punduh Pidada. Formasi ini juga terdapat di wilayah Kecamatan Kedondong dan sebagian wilayah Kecamatan Padang Cermin di bagian barat dan selatan. Formasi adalah suatu susunan batuan yang mempunyai keseragaman ciri-ciri geologis yang nyata, baik terdiri dari satu macam jenis batuan, maupun perulangan dari dua jenis batuan atau lebih yang terletak di permukaan bumi atau di bawah permukaan. Formasi geologi ini menunjukkan kelompok-kelompok batuan yang berguna sebagai indikator terdapatnya suatu bahan tambang.
4. Fisiografi
Kabupaten Pesawaran dapat dibagi dalam 7 goup fisiografi utama yaitu : Grup Pegunungan, Perbukitan, Volkan, Dataran, Dataran Tuff Masam, Marin dan Aluvial. Di wilayah utara Kabupaten Pesawaran (Kecamatan Tegineneng dan sebagian Kecamatan Negeri Katon) didominasi grup Dataran (P) dan grup Dataran Tuf Masam (I). Sementara di bagian tengah dan selatan (Kecamatan Gedongtataan, Way Lima, Padang Cermin, Kedondong dan Punduh Pidada) didominasi oleh grup Volkan (V) dan Pegunungan (M).
5. Klimatologi
Kabupaten Pesawaran merupakan daerah tropis, dengan rata-rata curah hujan di Kabupaten Pesawaran berkisar antara 161,8 mm/bulan, dan rata- rata jumlah hari hujan 13,1 hari/bulan. Ratarata temperatur suhu berselang antara 22,9°C - 32,4°C. Selang rata-rata kelembaban relatifnya adalah antara 56,8% sampai dengan 93,1%. Sedangkan rata-rata tekanan udara minimal dan maksimal di Kabupaten Pesawaran adalah 1008,1 Nbs dan 936,2 Nbs.
6. Potensi Pergerakan Tanah
Berdasarkan hasil penelitan yang dilakukan oleh Departemen Energi dan Sumber Daya mineral, potensi pergerakan tanah di wilayah Kabupaten Pesawaran dapat dibagi menjadi dua kelas, yaitu potensi rendah dan
menengah. Dengan kondisi tersebut, kemampuan pergerakan struktur tanah di wilayah ini cukup stabil dalam mengantisipasi pergeseran tanah akibat longsor maupun banjir Sebagian besar wilayah Kabupaten Pesawaran termasuk dalam klasifikasi jenis pergerakan potensi tanah rendah sebesar 16.696,11 ha yang tersebar di Kecamatan Padang Cermin dan jenis potensi menengah sebesar 18.726,33 ha yang tersebar di Kecamatan Padang Cermin.
Selain itu daerah rawan bencana di Kabupaten Pesawaran berada di
Kecamatan Padang Cermin berupa wilayah potensi banjir, potensi bencana tanah longsor, potensi bencana tsunami dan angin ribut.
7. Hidrologi
Sungai terpanjang di Kabupaten Pesawaran adalah Way Kandis dengan
Kabupaten Pesawaran sangat menentukan pola drainasenya. Daerah pegunungan dan perbukitan yang pada umumnya mempunyai gradient yang cukup besar membentuk pola drainase dendritik, sedang di daerah dimana proses tektonik nyata mempunyai pola drainase rectangular.
Daerah volkan dengan bentukanbentukan kerucut yang masih utuh
membentuk pola radial di daerah puncak dan lereng atas, sedang di lereng tengah dan bawah paralel dan sub-paralel.
3.2 Letak Geografis Kabupaten Pesawaran
Secara geofrafis Kabupaten Pesawaran terletak pada koordinat 104,92o - 105,34o ’ Bujur Timur, dan 5,12o - 5,84o Lintang Selatan.
Secara administratif luas wilayah Kabupaten Pesawaran adalah 1.173,77 KM2 dengan batas-batas wilayah adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : berbatasan dengan Kabupaten Lampung Tengah
Sebelah Selatan : berbatasan dengan Teluk Lampung Kabupaten Tanggamus Sebelah Barat : berbatasan dengan Kabupaten Tanggamus
Sebelah Timur : berbatasan dengan Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung
Secara administratif Kabupaten Pesawaran terbagi dalam sembilan
kecamatan, adalah Kecamatan Padang Cermin, Punduh Pidada, Kedondong, Way Lima, Gedong Tataan, Negeri Katon dan Kecamatan Tegineneng, Marga Punduh dan Way Khilau.
Letak Kecamatan Gedong Tataan menurut batas Wilayah adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Way Ratai dan Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran.
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran dan Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu.
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung.
BAB IV
RUANG LINGKUP STUDI
4.1 Komponen kegiatan 4.1.1. Pra-Konstruksi 1. Survei dan Investigasi
Kegiatan survei dan investigasi dilakukan pada lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan Pembangunan Industri pupuk oleh Petrokimia Pesawaran dan area sekitarnya. Kegiatan bertujuan untuk mengetahui kondisi rona lingkungan awal sebelum adanya kegiatan proyek. Data untuk kondisi rona lingkungan awal tersebut diperoleh melalui pengamatan langsung diantaranya ialah kondisi flora dan fauna, lalu lintas jalan, dan jenis kegiatan di sekitar lokasi. Selain itu, metode sampling dilakukan sesaat atau periodik melalui pengambilan sampel komponen lingkungan hidup untuk kemudian dapat dianalisis lebih lanjut dilaboratorium, misalnya pengambilan sampel air, udara, dan lainnya. Adapun metode wawancara menggunakan kuisioner melalui tanya jawab secara langsung kepada penduduk setempat untuk mendapatkan tanggapan dan persepsinya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan rencana usaha dan/ataukegiatan Pembangunan Industri Pupuk untuk pengamatan komponen sosial ekonomi dan budaya serta komponen pendukung lainnya. Saat ini sudah dibebaskan lahan untuk pembangunan pabrik sebesar dan akses jalan seluas100.000 m3
2. Sosialisasi
Kegiatan Sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan penjelasan secara umum tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan, mulai dari tahap prakonstruksi sampai pada tahan konservasi. Tujuannya adalah agar masyarakat yang diberikan penjelasan diharapkan untuk memberikan tanggapan dan ingin mengetahui keinginan
masyarakat dan pemerintah daerah setempat terhadap kegiatan pembangunan pabrik PetroKimia. Salah satu bentuk sosialisasi adalah konsultasi publik dalam kegatan penyusunan dokumen AMDAL. Bentuk kegiatan konsultasi publik ini adalah tatap muka dan diskusi kepada pemerintah dan masyarakat setempat yang masuk lokasi kegiatan. Dari hasil konsultasi publik diperoleh beberapa masukkan atau tanggapan masyarakat atau hal-halyang menjadi kekhawatiran masyarakat untuk selanjutnya menjadi salah satu informasi tambahan dalam proses pelingkupan dalam rangka studi AMDAL.
4.1.2. Konstruksi
1. Rekrutmen Tenaga Kerja
Pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat proses pembangunan konstruksi pabrik industri pupuk dan sarana
pendukung lainnya. Kegiatan perekrutan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan SOP tenaga kerja pada tahap konstruksi. Perekturan tenaga kerja diutamakan bagi
masyarakat sekitar area proyek agar masyarakat ikut ambil andil dan merasakan
2. Mobilitas Tenaga Kerja, Bahan dan Peralatan
Dalam kegiatan pembangunan pabrik pupuk Petrokimia Malang, tahap konstruksi memerlukan sejumlah alat berat dalam melakukan kegiatannya.
3. Persiapan Lahan Pada Tapak Proyek
Kegiatan penyiapan lahan merupakan pembersihan lahan denganpemangkasan, penggalian, pengukuran, dan pengangkutan tanah dan tanamanyang menutupinya sehingga lahan tersebut dapat dibangun pabrik.
4. Pembangunan Gedung, Jalan, dan Sarana Prasarana
Luas lahan Pembangunan fisik gedung meliputi Gedung utama pabrik,
Gudang,Gedung kantor utama, rumah pompa, water receiver, parking house, kantin, finish mill/grinding house, clinic dan rumah genset serta beberapa Gedung penunjang lain
4.1.3. Operasi
1. Rekrutmen Tenaga Kerja
Tenaga kerja untuk proses operasional diperkirakan akan membutuhkanpekerja sebanyak 150 orang. Rekruitmen tenaga kerja dilakukan untuk mengisi posisi yang diperlukan mulaibagian administrasi perkantoran, produksi, dan pemasaran.
Rekrutmen tenaga kerja diutamakan bagi penduduk atau masyarakat lokal di lokasi wilayah tersebut. Jika tenaga kerja yang disyaratkan tidak memenuhi persyaratan atau kualifikasi pekerjaan, maka tenaga kerja akan direkrut dari luar wilayah sekitar lokasi
2. Kegiatan Produksi Industri Pupuk
Kegiatan produksi industri pupuk meliputi beberapa tahapan proses produksi yaitu pengumpanan bahan baku, persiapan slurry dan granulasi, granulator, pengeringan dan pengayakan , pendinginan, pelapisan dan terakhir penyerapan gas. Kapasitas produksi yang diharapkan dari pembangunan industri pupuk Petrokimia Pesawaran adalah sebesar 200.000 ton pupuk per tahun. Hasil produksi tersebut diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri dan sebagian untuk mendukung kebutuhan pupuk untuk keperluan intern perusahaan induk. Waktu kegiatan operasional produksi pupuk selama 24 jam kerja dengan pembagian tenagakerja dalam 3 shift.
3. Kegiatan Pengelolaan Limbah Padat, Cair, dan Gas
a. Kegiatan transportasi
b. Limbah bahan berbahaya dan beracun c. Limbah domestik
4.1.4. Pasca Operasi.
1. Sosialisasi
Sosialisasi merupakan tahapan yang perlu dilakukan antara pemrakarsadengan masyarakat untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwaadanya
penghentian kegiatan operasi sehingga pihak pemrakarsa dapatberdiskusi langsung dengan masyarakat terkait penentuan penggunaan lahanpasca operasi.
2. Pelepasan Tenaga Kerja
Setelah selesainya kegiatan operasi maka telah selesai pula tugas daripekerja pabrik, sehingga dilakukan pelepasan tenaga kerja oleh perusahaan.
3. Alih Fungsi Lahan
Lahan bekas operasi pabrik diharapkan dapat digunakan seperti sediakala sebelum proses pra konstruksi hingga operasi berlangsung, sehingga masyarakat di sekitar pabrik dapat menjalankan aktivitasnya seperti sediakala.
4. Pemanfaatan Bangunan Industri
Bangunan industri dimanfaatkan setelah proses produksi pabrik berhenti. Dalam rangka memperlancar aktivitas kehidupan masyarakat, pemanfaatan bangunan industri diserahkan kepada masyarakat yang dapat digunakan sebagai area kegiatan religi, kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan pendidikan nonformal. Perawatan gedung juga harus dilakukan guna mempertahankan umur gedung yang lebih lama dan menghindari kesan kumuh.
MATRIKS IDENTIFIKASI DAMPAK
No Komponen Kegiatan PRA
KONTURKSI KONTRUKSI OPERASI PASCA OPERASI
Komponen Lingkungan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
A. GEO-FISIK-KIMIA
1. Kualitas Udara
2. Kebisingan
3. Perubahan Bentang alam
4. Kualitas/ kuantitas air
B. BIOLOGI HAYATI
4. Flora
5. Fauna
C. SOSEK DAN BUDAYA
6. Tenaga Kerja
7. Keresahan Masyarakat
8. Jasa Transportasi
9. Kesehatan Masyarakat
10. Perubahan Sosek
11. Persepsi Masyarakat
Ket: Tahap Kegiatan : A. Pra Kontruksi : 1.Survei Perijinan; 2.Pembebasan Lahan
B. Kontruksi : 3.Rekruitmen Tenaga Kerja; 4.Pembersihan Lahan; 5.Pembangunan Sarana dan Prasarana; 6.Mobilisasi Peralatan dan Material
C. Operasi : 7`.Rekruitmen Tenaga Kerja; 8.Kegiatan produksi industri pupuk; 9.Kegiatan pengelolaan limbah padat, cair dan gas; 10.Distribusi;
D. pasca Operasi : 11. Pelepasan tenaga kerja, 12. alih fungsi lahan 13.Pemanfaatan bangunan industri.
DIAGRAM PROSES PELINGKUPAN PABRIK PUPUK
Sumber Informasi :
Survey Pendahuluan PT.Tulus
PT Ikhlas
DAMPAK POTENSIAL :
1.Kebisingan 2. perubahan air 3. perubahan udara 4. perubahan tanah 5. Limbah
6. Perubahan bentang alam 7.Flora dan Fauna darat 8.biota perairan
DAMPAK PENTING
1.Kebisingan 2.Kualitas air 3Kualitas udara 4. perubahan tanah 5 Limbah
6.Perubahan bentang alam 7.Flora dan Fauna darat Tipologi Kegiatan :
1.Pra Kegiatan 2.Kontruksi 3. Operasi
Informasi :
1.Jenis Kegiatan PembangunanPabrik pupuk
Pembangunan Pabrik pupuk
ISSUE POKOK 1.Perubahan mendasar pada wilayah lahan
TIPOLOGI Lingkungan 1. Udara
2. Air
3. Komunitas air 4. Bentang alam 7 Kriteria Dampak Penting :
1 Jmlh manusia yg terkenan dampak 2 Luas wil Persebaran dampak 3 Lamanya dampak berlangsung 4 Intensitas dampak
5 Banyaknya komponen lingkungan lainnya yg akan terkena dampak 6 Sifat kumulatif dampak.
7 berbalik atau tidak berbaliknya
Metode.
1. 7 Kriteria dampak penting 2. Diskusi antar pakar Metode.
Diskusi Curah pendapat Matriks
METODE.
1.Flowchart.
2. Analisa Keterkaitan
4.2 Rencana Potensial Yang Akan Menimbulkan Dampak 1. Dampak Potensial
Kemungkinan dampak potensial yang akan terjadi jika pra konstruksi, konstruksi dan operasi dampak yang di timbulkan meliputi,
1. Kebisingan, karena adanya dari prakonstruksi dan pada saat operasi
2. Kualitas air, karena limbah yang sudah di olah di ipal akan di buang ke irigasi sehingga kemungkinan kualitas air tidak sebagus sebelumnya
3. Kualitas udara, karena akibat dari konstruksi dan operasi
4. Perubahan tanah,karena tanah akan mengalami pemadatan dan pertambhan tanah untuk membuat pondasi pabrik
5. Limbah, karena hasil dari operasi akan menghasilkan limbah namun limbah akan di olah agar tidak merugikan lingkungan
6. Perubahan bentang alam
7. Flora dan fauna darat,karena pada saat konstruksi flora fauna akan terganggu bahkan terancam keberadaannya seperti serangga, dan tumbuhan yang hidup alami
8. Biota perairan,karena kemungkinan akan terancam akibat kualitas air yang berkurang akibat pembuangan limbah yang sudah diolah
9. Tenaga kerja,warga sekitar mendapat lapangan pekerjaan
10. Keresahan masyarakat,karena pada saat operasi mungkin akan menimbulkan kebisingan dan lalu lalang mobil untuk membangun pabrik
11. Perubaha sosial ekonomi, warga sekitar mendapat lapangan pekerjaan, dan pendapatan warga semakin bertambah seperti banyk yang membuka warung
12. Kesehatan masyarakat,kemungkinan kesehatan masyarakat terganggu akibat pencemaran udara
13. Jasa transportasi, pada saat operasi banyak mobil truk pengangkut dan pendistribusian
2. Dampak Penting
1. Kebisingan,karena adanya dari prakonstruksi dan pada saat operasi
2. Kualitas air, karena limbah yang sudah di olah di ipal akan di buang ke irigasi sehingga kemungkinan kualitas air tidak sebagus sebelumnya
3. Kualitas udara, karena akibat dari konstruksi dan operasi
4. Perubahan tanah,karena tanah akan mengalami pemadatan dan pertambhan tanah untuk membuat pondasi pabrik
5. Limbah, karena hasil dari operasi akan menghasilkan limbah namun limbah akan di olah agar tidak merugikan lingkungan
6. Perubahan bentang alam
7. Flora dan fauna darat,karena pada saat konstruksi flora fauna akan terganggu bahkan terancam keberadaannya seperti serangga, dan tumbuhan yang hidup alami
8. Perubaha sosial ekonomi, warga sekitar mendapat lapangan pekerjaan, dan pendapatan warga semakin bertambah seperti banyk yang membuka warung
9. Kesehatan masyarakat,kemungkinan kesehatan masyarakat terganggu akibat pencemaran udara
10. Tenaga kerja,warga sekitar mendapat lapangan pekerjaan
4.3 Lingkup Wilayah Study
Untuk batas wilayah study di tentukan berdasarkan batas proyek/tapak kegiatan rencana pembangunan,batas administrative,batas sosial dan batas ekologi.
1. Batas Proyek
Batas proyek adalah ruang dimana suatu rencana atau usaha atau kegiatan akan melakukan aktivitas prakonstruksi,konstruksi dan operasi,dari ruangan ini lah bersumber dampak terhadap lingkungan .bats proyek di tentukan berdasarkan batas tapak proyek rencana tata kegiatan pembangunan yang mana saat ini sebagian besar
2. Batas Administrative
Batas administrative pembangunan di tetapkan berdasarkan status administrasi wilayah dimana kegiatan proyek dilaksananakan yitu di desa Waylayap Kec.Gedongtataan, Kab. Pesawaran.
3. Batas Sosial
Batas sosial merupakan ruang di sekitar rencana kegiatan/usaha yng merupakan tempat berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertentu yang sudah mapan,sesuai dengan proses dinamika sosial suatu kelompok masyarakat,yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar akibat suatu rencana usaha/kegiatan. Untuk pembangunan pabrik pupuk penduduk terkena dampak tempat tinggal di sepanjang jalan akses yang berjarak 100m dari lokasi proyek
4. Batas Ekologis
Batas ekologis merupakan ruang persebaran dampak dari suatu rencana usaha/kegiatan menurut media transportasi limbah, dimana proses alami berlangsung di dalam ruang tersebut di perkirakan akan mengalami perubahan mendasar. Batas ekologis meliputi:
a. Perubahan lahan akan terjadi pada proyek pembangunan pabrik pupuk
b. Batas ekologis yang akan terkait dengan udara yaitu komponen kebauan yang dapat di rasakan pengaruhnya pada radius 5-6 km
c. Batas ekologis dari komponen biota air adalah kualitas air dan biota yang tidak sama alami seperti sebelumnya,yang airnya akan di gunakan masyarakat untuk mengairi sawah/ladang.
BAB V
PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING 5.1 Komponen Kegiatan
A. Persiapan pra konstruksi
1. Terganggunya lalu lintas di sekitar proyek akibat kendaraan yang keluar masuk pabrik 2. Peningkatan intesitas pencemaran udara.
B. Pelaksanaan konstruksi
1. Peningkatan intensitas kebisingan
2. Terganggunya aktifitas masyarakat setempat
3. Penurunan kualitas udara & penurunan kualitas air tanah 4. Terbuka kesempatan kerja penduduk sekitar
C. Pasca konstruksi
1. Terganggunya aktifitas masyarakat setempat 2. Perubahan fungsi lahan
3. Terbukanya kesempatan kerja
4. Kerawanan keamanan gangguan ketertiban
5. Berkurangnya ketersediaan sumber air bagi masyarakat sekitar Pabrik Pupuk
6. Peningkatan intesitas polusi udara dan pencemaran air akibat limbah buangan dari pabrik
5.2 Kesehatan Masyarakat
Proses produksi yang dihasilkan oleh kegiatan industri pupuk ini meliputi limbah padat, cair dan gas. Limbah padat yang tersapu oleh air serta residu bentuk cair dari kegiatan produksi yang dibuang menyebabkan penurunan fauna berupa biota air di sungai. Limbah gas yang dihasilkan proses produksi dapat mengganggu ekosistem di sekitar lingkungan rencana kegiatan yang berkaitan dengan penurunan pertumbuhan flora. Pengelolaan limbah gas diadakan guna untuk mengurangi penurunan kualitas udara dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat. Hal ini akan mengurangi tingkat keresahan masyarakat
DAFTAR PUSTAKA
Dinas Lingkungan Hidup Lampung https://dlh.lampungprov.go.id/
Web. Kabupaten Pesawaran
https://www.pesawarankab.go.id/home Permen-LHK-P.26-2018-TL-Dok-LH.
Contoh dokumen AMDAL industri
https://www.academia.edu/35153734/DOKUMEN_AMDAL_INDUSTRI_CAT Tentang pupuk
https://www.pupuk-indonesia.com/id/lh Panduan pelingkupan
https://www.academia.edu/24410961/Panduan_Pelingkupan_Dalam_AMDAL
UNDANG UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UUPPLH)