• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS BATIK FOTO KARYA DAN KONSEP

N/A
N/A
Yolandita Angga Reza

Academic year: 2024

Membagikan "TUGAS BATIK FOTO KARYA DAN KONSEP "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS BATIK

FOTO KARYA DAN KONSEP

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2020/2021

NAMA : YOLANDITA ANGGA REZA

NIM : 18206241013

KELAS : G

MATKUL : BATIK

(2)

Pada karya batik yang saya buat menggunakan konsep perpaduan antara flora dan fauna. Flora dan fauna yang saya gambarkan adalah 2 burung pemakan nektar bunga dengan gaya dekoratif. Dan tidak ketinggalan saya gambarkan pula 3 bunga dengan 4 daun. Motif oval yang diulang menggambarkan kain batik dari Jawa, saya menggambil motif ini dikarenakan kata “batik” berasal dari Jawa.

Sebelum pewarnaan, dilakukan penutupan pola pada kain dengan malam. Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan ditemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T’ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik batik seperti ini dikenal oleh suku Yoruba di Nigeria, serta suku Soninke dan Wolof di Senagal.

Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920an.

(3)

Pendapat para ahli :

1. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa teknik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau ke-7. (hal. 2, BATIK KARYA AGUNG WARISAN BUDAYA DUNIA)

2. J.L.A Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. (hal. 2, BATIK KARYA AGUNG WARISAN BUDAYA DUNIA)

3. G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. (hal. 3, BATIK KARYA AGUNG WARISAN BUDAYA DUNIA)

DAFTAR PUSTAKA

Prasetyo, Anindito, 2010, Batik Karya Agung Warisan Budaya Dunia, Pura Pustaka, Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait