7
Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf rakyat banyak.
Menurut (kasmir, 2014) Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya.
Dari pengertian bank yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bank dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat dan kembali ke masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf rakyat banyak.
2.1.1 Jenis-jenis Bank
Menurut Kasmir, 2014 bank terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya apabila ditinjau dari segi fungsinya, bank dikelopokkan menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Bank Umum
Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan /atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada.
Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah.
Bank umum sering disebut bank komersil.
2. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Artinya kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.
2.1.2 Fungsi dan Peran Bank
Menurut Ikatan Bankir Indonesia, 2018 bank mempunyai fungsi dan peran yang cukup besar bagi masyarakat di Indonesia. Adapun fungsi dan peran bank yaitu:
1. Penghimpunan dana
Dana yang dapat dimanfaatkan oleh sebuah bank untuk menjalankan fungsinya antara lain bersumber dari:
Pemilik modal yang berupa setoran modal awal pendirian ataupun pengembangan modal.
Masyarakat luas yang diperoleh melalui usaha bank menawarkan produk simpanan, berupa tabungan, deposito, dan giro.
Lembaga keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa kredit likuiditas dan call money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik kembali oleh bank yang meminjam).
2. Penyalur dana
Penyaluran atas dana yang berhasil dihimpun oleh sebuah bank diwujudkan dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya kepada masyarakat yang memerlukan, seperti pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap, dan lain sebagainya. Aktivitas ini menimbulkan risiko, karena itu dalam memenuhi asas kehati-hatian, pelaksanaannya ditetapkan berbagai persyaratan dan ketentuan.
3. Pelayanan jasa keuangan
Sebagai pelaksana lalu lintas pembayaran, bank melakukan berbagai aktivitas kegiatan lainnya, seperti pengiriman uang/transfer, penagihan surat berharga/collection, penyelenggara alat pembayaran menggunakan kartu (debit/kredit), BI-RTGS, SKN-BI, ATM, E-Banking, sampai dengan penyelenggaraan jasa system pembayaran.
2.1.3 Sumber Dana Bank
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Dana adalah uang yang disediakan untuk keperluan atau biaya. Dana atau sejumlah uang yang disisihkan oleh perusahaan secara periodik dan dikumpulkan untuk melunasi hutang perusahaan. Uang yang digunakan untuk memenuhi keperluan bank, tidak semata-mata diperoleh dari bank itu sendiri. Menurut (Antonio, dkk) sumber dana bank terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Dana Sendiri
Dana sendiri disebut juga dengan dana modal atau dana pihak 1 (pertama), adalah dana yang dihimpun dari pihak para pemegang saham bank atau pemilik bank. Dana sendiri atau modal sendiri merupakan dana yang disetorkan oleh
para pemegang saham saat bank tersebut berdiri. Kemudian ada yang dinamakan cadangan pada dana sendiri atau modal sendiri, cadangan sangat diperlukan oleh bank terutama untuk mengantisipasi apabila terjadi kerugian di masa yang akan datang. Terakhir pada dana sendiri atau modal sendiri, terdapat sisa laba yang merupakan akumulasi keuntungan yang diperoleh bank setiap tahun berjalan.
2. Dana Pihak Ketiga
Selain dana sendiri, dana pihak ketiga juga tidak kalah penting bagi kegiatan operasi bank. Secara umum, sumber dana pihak ketiga dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:
a) Tabungan b) Deposito c) Giro 3. Dana Pinjaman
Sumber dana yang ketiga ini merupakan tambahan bagi bank yang mengalami kesultan dalam pencairan sumber dana yang pertama dan kedua.
Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:
a. Pinjaman dari bank lain di dalam negeri
Pinjaman yang berasal dari bank lain ini biasa disebut dengan pinjaman antar bank (interbank call money). Pinjaman tersebut diperlukan apabila terdapat kebutuhan dana mendesak yang diperlukan oleh bank dalam rangka menutupi kekurangan likuiditas yang diwajibkan oleh Bank Indonesia.
b. Pinjaman dari Bank atau Lembaga Keuangan di Luar Negeri Pinjaman yang berasal dari luar negri harus melalui Bank Indonesia. Jangka waktu pinjaman tang diberikan adalah bersifat jangka menengah dan panjang, dan biasanya pinjaman ini diberikan kepada bank milik pemerintah.
c. Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank
Pinjaman dari lembaga keuangan bukan vank ini tsering tidak merupakan pinjaman atau kredit, dalam arti bank tidak memperoleh dana tunai dari pihak kreditor. Pinjaman ini biasanya merupakan penjualan surat berharga kepada pihak lembaga keuangan bukan bank yang jatuh tempo.
d. Obligasi
Obligasi merupakan surat hutang jagka panjang. Dengan menerbitkan obligasi dan menjualnya, maka bank memperoleh dana dari pembeliannya.
2.2 Teller
Teller adalah petugas bank yang pekerjaan sehari-harinya berhadapan langsung dengan nasabah ataupun calon nasabah. Menurut (Ikatan Bankir Indonesia, 2014) teller merupakan salah satu dari tiga bagian terdepan bank atau disebut juga front line banking hall yang melakukan transaksi langsung dengan nasabah dalam benruk penerimaan/penarikan baik berupa transaksi tunai maupun nontunai dan melakukan pembukuan ke dalam sistem bank.
2.2.1 Fungsi Teller
Teller adalah salah satu bagian yang krusial dimana seorang teller lah yang langsung berhadapan dengan nasabah. Menurut (Ikatan Bankir Indonesia, 2014), teller berfungsi memberikan jasa layanan kepada nasabah dalam melayani kegiatan penyetoran dan penarikan uang tunai, serta pemindahbukuan/penyetoran nontunai (rupiah dan valuta asing).
2.2.2 Tugas dan Tanggung Jawab Teller
Tugas teller menurut (Ikatan Bankir Indonesia, 2014) pada buku Mengelola Kualitas Layanan Perbankan antara lain:
Memproses/melaksanakan transaksi tunai dan nontunai termasuk warkat-warkat sesuai batas wewenangnya.
Meyakini kebenaran dan keaslian uang tunai/blanknotes dan warkat berharga.
Meyakini kesesuaian jumlah fisik uang dan warkat transaksi.
Melaksanakan pembukuan dan validasi dengan benar.
Menjamin kerahasiaan password milik sendiri dan tidak melakukan sharing password dengan pegawai lainnya.
Mejaga keamanan, kebersihan dan ketertiban pemakaian terminal computer.
Melaksanakan penukaran uang lusuh ke cabang koordinator/pooling cash/Bank Indonesia.
Menjaga keamanan dan kerahasiaan kartu specimen tanda tangan nasabah.
Menjaga kerapihan dan kebersihan counter teller Sedangkan tanggung jawab teller adalah:
Melayani nasabah yang ingin menyetorkan, mengambil, atau mentransfer uang dan lain lain dengan teliti dan cepat.
Menjaga kerahasiaan bank dan nasabah.
Menjaga kebersihan dan kerapihan ruang kerja.
Menjaga keamanan alat-alat identitas teller, yaitu user ID, password, anak kunci cash box, dan laci.
Patuh terhadap peraturan perusahaan.
2.2.3 Transaksi Teller
Menurut (Ikatan Bankir Indonesia, 2014), transaksi teller terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Proses Awal Hari
Saat awal hari, teller harus mengambil uang tunai dari khazanah.
Jika teller memiliki limit persediaan uang tunai, pada awal hari ia cukup mengambil cash box dari khazanah. Sign on awal hari dilakukan agar teller dapat megakses system aplikasi pendukung
(PC). Teller harus menginput saldo awal hari untuk setiap mata uang yang dipercayakan kepadanya.
Pengaktifan PIN pad dilakukan setelah sign on awal hari agar transaksi yang memerlukan PIN pad dapat berjalan normal.
2. Melakukan Transaksi dengan Nasabah
Setelah proses awal hari telah selesai, kemudian teller berhadapan langung dengan nasabah. Saat melakukan transaksi dengan nasabah, teller melakukan beberapa proses dari mengidentifikasi transaksi nasabah hingga transaksi seluruh nasabah baik tunai maupun nontunai telah divalidasi dan dibukukan sesuai dengan sistem dan prosedur bank.
3. Proses Akhir Hari
Pada akhir hari sebelum melakukan balancing, teller harus memisahkan slip transaksi pada hari tersebut per masing-masing jenis transaksi dan mata uang, untuk kemudian dijumlahkan dengan mesin hitung.
Balancing teller dilakukan untuk memastikan bahwa: semua transaksi telah diinput dengan benar sesuai bukti/slip transaksi dan transaksi telah dicatat dalam pembukuan bank.
2.3 Internal Checking
Internal checking adalah metode perorganisasian sistem yang diatur sedemikian rupa sehingga pekerjan satu orang secara otomatis diperiksa oleh orang lain dengan harapan dapat meminimalkan kesalahan ataupun ketidakteraturan.
Menurut (Malhotra, 2015), Internal checking adalah prosedur yang dibangun sendiri untuk memastikan proses diikuti dan risiko dimitigasi.
Biasanya berupa rekonsiliasi atau penilaian audit mandiri.
Dari pengertian internal checking yang sudah tertera, dapat diartikan internal checking adalah suatu prosedur atau sistem yang dibangun sendiri untuk penilaian audit mendiri dengan harapan dapat meminimalkan kesalahan atau ketidakteraturan.
2.4 Prosedur
Menurut KBBI, prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Prosedur juga dapat diartikan sebagai metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah.
Menurut (Napoliwa, 2013) pada skripsi berjudul Prosedur Pemberian Kredit Konsumtif Pada Bank BPR Rokan Hilir Kabupaten Rokan Hilir, prosedur adalah urutan pekerjaan yang harus dilakukan yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu atau lebih bagian organisasi untuk menjamin adanya penanganan yang seragam terhadap transaksi yang berulang-ulang.