• Tidak ada hasil yang ditemukan

USULAN PENELITIAN ANALISIS PENYALAHGUNAAN DATA PRIBADI KONSUMEN OLEH PELAKU USAHA DALAM PEMASARAN LANGSUNG

N/A
N/A
Muh Yusril Sirman

Academic year: 2023

Membagikan "USULAN PENELITIAN ANALISIS PENYALAHGUNAAN DATA PRIBADI KONSUMEN OLEH PELAKU USAHA DALAM PEMASARAN LANGSUNG"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan publikasi Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) pada tahun 2016, tercatat terdapat lebih dari 550 perusahaan pendataan jual beli informasi konsumen. data pribadi secara global pada tahun 2006 telah mencapai 3 miliar dolar. Akibatnya, berbagai perusahaan dan/atau pelaku usaha seringkali mengumpulkan sebanyak-banyaknya data pribadi konsumen dengan cara yang seringkali tidak menghormati hak privasi bahkan dapat berujung pada penyalahgunaan data pribadi konsumen, karena tidak sejalan dengan tujuan. . dan kesepakatan awal mengenai penerimaan dan pengumpulan data.9 Divalidasi berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, ada juga yang mengumpulkan data pribadi khusus, seperti data keuangan, kesehatan, dan riwayat pekerjaan.10 Mayoritas perusahaan bahkan menyatakan bahwa data pribadi pelanggan sering digunakan untuk meningkatkan layanan dan mempromosikan produk, dan 4,4% perusahaan mengatakan mereka membagikan data pribadi pelanggan kepada pihak ketiga untuk tujuan bisnis. 11.

10 Pusat Data Insight Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan, “Kesiapan industri untuk melindungi data pribadi; Survei Perusahaan Digital 2021,” kata Data Insights Center, 2021, hal. Salah satu permasalahan yang ada dalam praktik semacam ini adalah pengalihan data pribadi masyarakat yang tidak sesuai dengan prinsip etika.12 Bahkan dalam kasus tertentu, praktik semacam ini juga dapat mendatangkan kerugian materiil bagi konsumen. Keadaan ini diperparah dengan para pelaku usaha yang juga sering melakukan praktik pemasaran tanpa memperhatikan hak-hak konsumen, khususnya hak privasi konsumen mengenai data pribadi konsumen.

Hal ini tentu menimbulkan potensi besar bagi konsumen untuk mengalami penyalahgunaan data pribadi – apabila pelaku usaha secara tidak sah menggunakan informasi tersebut ketika memasarkan produk, atau bertukar daftar elektronik dengan pelaku usaha lainnya.16 Ditambah lagi dengan keadaan dimana posisi pelaku usaha dan konsumen tidak dapat disalahgunakan. seringkali tidak seimbang dan konsumen berada pada posisi yang lemah, sehingga menjadi objek kegiatan usaha untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya oleh pelaku usaha melalui berbagai promosi, cara penjualan dan penerapan kontrak baku yang merugikan konsumen.17 . Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) telah ditegaskan bahwa pengumpulan data pribadi dilakukan secara terbatas dan spesifik, sah secara hukum dan transparan,18 begitu juga dengan pengolahannya. data pribadi dilakukan sesuai dengan tujuannya,19 untuk melindungi keamanan data pribadi dari akses tidak sah, pengungkapan dan modifikasi tidak sah. Artinya adalah kegiatan memperoleh dan mengumpulkan data pribadi konsumen untuk selanjutnya diolah dan dianalisis, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan, promosi dan/atau keuntungan pribadi, tanpa pemberitahuan dan informasi terlebih dahulu oleh pelaku usaha, terutama dengan penggunaan dan penggunaan yang tidak semestinya. sesuai dengan tujuan pengolahan data pribadi dapat dengan jelas dikategorikan sebagai pelanggaran data pribadi – dan ini merupakan tindakan yang dilarang, jika tidak diperoleh persetujuan dari konsumen sebagai pemilik data.21.

Mekanisme yang tertuang dalam UU PDP di atas tentu saja melegakan setiap konsumen di Indonesia, yang sekaligus juga tunduk pada data pribadi dalam UU a quo. 21 Sebagaimana dalam Pasal 65 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi disebutkan bahwa “setiap orang dilarang secara melawan hukum memperoleh atau mengumpulkan data pribadi yang bukan miliknya, dengan maksud untuk menguntungkan orang lain, yang dapat mengakibatkan kerugian pada Subjek Data Pribadi.” Namun faktanya, pelanggaran privasi terkait data pribadi online masih terjadi dalam aktivitas pengumpulan data pribadi berskala besar, pemasaran langsung, media sosial, dan aktivitas komputasi awan.22

Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian yang besar bagi konsumen yang juga merupakan pemilik data pribadi – dalam konteks data pribadi dianggap sebagai aset yang bernilai ekonomi tinggi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, khususnya fenomena pemasaran langsung yang sering dilakukan oleh pelaku usaha dengan mekanisme yang tidak sesuai aturan seperti dalam UU PDP, berpotensi secara tidak langsung merugikan subjek data pribadi selaku pemilik data – yang juga konsumen mendapat perlindungan tidak langsung sesuai UU PK. Maka berdasarkan penjelasan tersebut, penulis mengajukan proposal penulisan ilmiah yang berjudul “Analisis Penyalahgunaan Data Pribadi Konsumen oleh Pelaku Kejahatan”.

Bisnis dalam Pemasaran Langsung”, sebagai syarat terlaksananya tugas akhir, serta tanggung jawab keilmuan di bidang ilmu hukum, untuk menjamin perlindungan hukum bagi subjek data pribadi – yang juga konsumen, guna mencapai keadilan. di pasar dan pemasaran. mekanisme di era ekonomi digital.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Keaslian Penelitian

Pada Tingkat Penelitian Tesis oleh Nur Utami Hadi Putri Rezkia dengan judul “Perlindungan Hukum Data Pribadi Konsumen dalam Pendaftaran Kartu SIM”, pada Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Tahun 2020.25. Sementara itu, penulis mencoba menganalisis perlindungan data pribadi konsumen dalam praktik pemasaran langsung yang sering berujung pada penyalahgunaan data pribadi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Firmansyah Pradana bertajuk “Perlindungan hukum penggunaan cloud computing untuk privasi dan data pribadi”, dalam program tersebut.

25 Nur Utami Hadi Putri Rezkia Perlindungan Hukum Data Pribadi Konsumen dalam Registrasi Kartu SIM”, Skripsi, Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Rumusan masalah yang pertama dalam skripsi ini mempertanyakan bagaimana privasi dan perlindungan data pribadi diatur dalam sistem Cloud Computing, kemudian rumusan masalah yang kedua adalah bagaimana perlindungan hukum atas penggunaan Cloud Computing yang berlaku pada privasi dan data pribadi. Firmansyah Pradana, 2018, “Perlindungan hukum terhadap penggunaan cloud computing untuk privasi dan data pribadi”, Skripsi, Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Dalam tulisan ini, belum ada analisis mendalam mengenai cara dan cara melindungi data pribadi konsumen. Sementara itu, penulis ingin menjelaskan secara mendalam mengenai perlindungan data pribadi konsumen yang sering disalahgunakan dalam praktik pemasaran langsung oleh pelaku usaha berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Pada penelitian skripsi tingkat Nadya Nurhamdiah Purnamasari yang berjudul “Perlindungan Hukum Data Pribadi Pengguna Marketplace”, di Jurusan Perdata Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Tahun 2021.28.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peraturan hukum perlindungan data pribadi di Indonesia dan untuk. 28 Nadya Nurhamdiah Purnamasari, 2021, “Perlindungan Hukum Data Pribadi Pengguna Pasar”, Skripsi, Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Sedangkan perbedaannya dengan proposal penelitian yang diajukan penulis terletak pada pembedaan pokok bahasan, penulis membahas lebih spesifik mengenai praktik pemasaran langsung dan perlindungan data pribadi konsumen yang sering disalahgunakan oleh pelaku usaha.

På specialeforskningsniveau dari Debora Aswinda Solin dengan judul “Perlindungan Hukum Mengenai Hak Privasi Data Pribadi Konsumen dengan Hadirnya Location Based Advertising (LBA) di Indonesia (Studi Pada Pusat Perbelanjaan di Kota Semarang)”, i Program Studi Ilmu Hukum, Det Juridiske Fakultet Negeri Semarang , saya 2018.29. 29 Debora Aswinda Solin, 2018, “Perlindungan Hukum Mengenai Hak Privasi Data Pribadi Konsumen dengan Location Based Advertising (LBA) di Indonesia (Studi Pada Pusat Perbelanjaan di Kota Semarang)”, Speciale, Sarjana Hukum, Det juridiske fakultet, Universitas Negeri Semarang.

TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Pengaturan Terkait Penyalahgunaan Data Pribadi

  • Tinjauan Umum Konsumen dan Pelaku Usaha
  • Tinjauan Umum Pemasaran Langsung

Analisis Pengaturan Terkait Penyalahgunaan Data Pribadi

  • Perlindungan Data Pribadi
  • Perlindungan Konsumen

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Pendekatan Penelitian
  • Jenis dan Sumber Bahan Hukum
  • Metode Pengumpulan Bahan Hukum
  • Analisis Bahan Hukum

Sesuai dengan kegunaan penelitian normatif, maka untuk merumuskan, menganalisis dan menata setiap argumentasi secara tepat, terstruktur, logis dan sistematis, maka digunakan beberapa jenis pendekatan dalam penulisan makalah ini, yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. mendekati. . mendekat). Pendekatan legislasi dilakukan dengan menelaah seluruh peraturan perundang-undangan yang menangani permasalahan (permasalahan hukum) yang dihadapi. 34 Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menelaah peraturan perundang-undangan yang normanya masih mengandung kekurangan atau bahkan mendorong praktek-praktek yang menyimpang, baik pada tingkat teknis. . atau dalam pelaksanaan di lapangan.35. Mengenai jenis penelitian normatif, serta pilihan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual, ada tiga jenis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

38 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sendiri telah mengalami beberapa kali perubahan. Pertama dengan nama 'Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan', kemudian diubah lagi dengan nama 'Undang-undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan peraturan perundang-undangan'. Bahan hukum sekunder merupakan bahan hukum berupa publikasi hukum yang bukan merupakan dokumen resmi atau tidak mempunyai kewenangan.

Bahan hukum sekunder digunakan untuk menunjang penyajian dan penjelasan, serta argumentasi dalam bahan hukum primer, yang tidak mengikat tetapi menjelaskan berbagai pendapat. Bahan hukum tersier adalah bahan yang memberikan petunjuk dan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus, ensiklopedia dan sebagainya. Mengenai jenis penelitian hukum normatif, dalam melakukan pengumpulan data pada umumnya menggunakan cara dan mekanisme yang umum, yaitu studi dokumentasi atau penelitian kepustakaan42 (library study), yaitu serangkaian upaya untuk memperoleh data melalui pembacaan, analisis, klasifikasi, dan identifikasi. serta melakukan abstraksi, berdasarkan bahan hukum, buku, karya ilmiah, peraturan perundang-undangan dan bahan lain yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah ini.

Seluruh bahan hukum yang terkumpul akan diolah dan dianalisis guna memperoleh hasil konkrit mengenai permasalahan tersebut. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dikumpulkan dan diolah dengan kualitas normatif43 dan sistematis. Debora Aswinda Solin, 2018, “Perlindungan Hukum Terkait Hak Privasi Informasi Pribadi Konsumen Melalui Location-Based Advertising (LBA) di Indonesia (Studi Pada Pusat Perbelanjaan di Kota Semarang)”, Skripsi, LL.B., Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang.

Nadya Nurhamdiah Purnamasari, 2021, “Perlindungan Hukum Data Pribadi Pengguna Marketplace”, skripsi, Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Badan Pembinaan Hukum Nasional, 2016, Naskah Akademik dengan RUU Perlindungan Data Pribadi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pembangunan dan Penguatan Sektor Keuangan menyebutkan bahwa pelaku usaha dari sektor keuangan.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Referensi

Dokumen terkait