Nama : Christhoper Goldwin Manalu Nim : 2213510016
Dosen Pengampu : Dr.Malan Lubis.M.Hum Matkul : Fonologi
Soal
1. Apa yang dimaksud dengan artikulator dan artikulasi ?
2. Ada articulator aktif dan ada articulator pasif. Jelaskan mana yang articulator aktif dan mana yang articulator pasif.
3. Setiap vokal mempunyai variasi. Tuliskan varuasi yang ada dalam vokal.
4. Ada 5 cara penggolongan vocal. Tuliskan satu per satu,dan vocal apakah /a/,/i/,/u/,/e/,/o/ berdasarkan cara-cara tersebut.
5. Tuliskan proses terjadinya bunyi nasal dan bunyi yang dinasalkan.
Jawaban
1. Artikulator adalah bagian alat ucap yang dapat bergerak dan menyentuh daerah artikulasi.
artikulasi dalam teknik vokal adalah adalah perubahan saluran yang terjadi di dalam ruang dan rongga saluran suara, yang mana hal tersebut akan menyebabkan bunyi yang dihasilkan menjadi lebih jelas pada pendengaran.
2. Alat ucap terbagi dua yaitu artikulator pasif dan artikulator aktif. Artikulator pasif adalah organ-organ yang tak bergerak sewaktu terjadi artikulasi suara seperti bibir atas, gigi atas dan alveolum. Artikulator aktif bergerak ke arah artikulator pasif untuk menghasilkan berbagai bunyi bahasa dengan berbagai cara. Artikulator aktif utama adalah lidah, uvula, dan rahang bawah (termasuk gigi bawah dan bibir bawah).
3. Alofon Vokal /a/
Vokal ini hanya memiliki satu alofon, yakni [a] seperti pada bentuk enak, asi, dan roda.
Alofon Vokal /i/
Vokal /i/ memiliki dua alofon, [i] dan [I]. Alofon [i] diterapkan ketika kita mengucap kata gigi, ini, dan tali yang memiliki suku kata terbuka. Apabila dipenggal, ketiga kata tersebut akan ditulis menjadi gi-gi, i-ni, dan ta-li. Lebih dari itu, alofon [i] juga dapat diterapkan pada bentuk-bentuk yang memiliki suku kata tertutup, seperti simpan (sim-pan), pinjam (pin-jam), dan pinggul (ping- gul).
Perlu dicatat, alofon [i] ditemukan pada kata dengan suku kata terbuka dan tertutup yang mendapatkan penekanan.
Alofon lainnya, [I], terdapat pada suku kata tertutup yang tidak mendapatkan penekanan, seperti banting (ban-tIng), salin (sa-lIn), dan parit (pa-rIt).
Alofon Vokal /u/
Vokal /u/ memiliki dua alofon. Alofon yang pertama, [u], dilafalkan pada bentuk bersuku kata terbuka. Alofon ini juga diujarkan ketika kita bertemu dengan bentuk bersuku kata tertutup yang diakhiri bunyi nasal /m/, /n/, atau /ŋ/ bertekanan. Perhatikan contoh berikut.
Suku Kata Terbuka:
upah (u-pah) tukang (tu-kang) bantu (ban-tu)
Suku Kata Tertutup (berakhiran nasal dan bertekanan):
kumbang (kum-bang) tunggu (tung-gu) bundel (bun-del)
Alofon yang kedua, [U], hanya dilafalkan pada bentuk bersuku kata tertutup yang tidak mendapatkan penekanan, seperti warung (wa-rUng), pulsa (pU-lsa), dan dusta (dU-sta).
Alofon Vokal /e/
Bunyi [e] dan [ɛ] merupakan dua alofon dari fonem /e/. Pelafalan [e] kita temukan pada bentuk bersuku kata terbuka yang tidak mengandung alofon [ɛ]. Simak contoh di bawah ini.
sore (so-re) serong (se-rong) besok (be-sok)
Namun, apabila suku kata yang mengandung alofon [e] ditutup dengan alofon [ɛ], alofon [e]
otomatis berubah menjadi alofon [ɛ].
bebek (bɛ-bɛɁ) nenek (nɛ-nɛɁ) derek (dɛ-rɛɁ) Alofon Vokal /ə/
Vokal /ə/ memiliki satu alofon, yakni [ə]. Alofon ini dilafalkan pada bentuk bersuku kata terbuka dan tertutup, seperti emas (ə-mas), enam (ə-nam), dan tante (tan-tə).
Alofon Vokal /o/
Vokal /o/ memiliki dua alofon, yaitu [o] dan [ɔ]. Alofon yang pertama terdapat pada bentuk bersuku kata terbuka yang tidak mengandung alofon [ɔ]. Sementara itu, alofon [ɔ] ditemukan pada bentuk bersuku kata terbuka dan tertutup yang mengandung alofon [o]
4. Vokal [a'] : diucapkan dengan merendahkan pangkal lidah serendah mungkin. Vokal [u] : diucapkan dengan menaikan pangkal lidah setinggi mungkin. Vokal [e] dan [e'] : diucapkan dengan lidah depan terletak diantara [i]…