Tugas Pengganti Kuliah 1 Januari 2024
Nama : Tegar Arief Kurniawan
NIM : 23991
Kelas : SPKS G
Angkatan : 2022
Mata Kuliah : Dasar-Dasar Pengolahan Hasil Perkebunan
(Buatlah Uraian Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan antara Sterilizer tipe Horizontal dan Vertikal. Analisis perbandingan boleh berdasarkan aspek safety, ekonomi dan kualitas output yang diperoleh).
Berdasarkan aspek safety, sterilizer tipe horizontal memiliki kelebihan yaitu konstruksi yang sederhana sehingga lebih mudah untuk dibersihkan dan dipelihara sehingga keamanan para pekerja lebih terjamin karena pekerja lebih mudah untuk membersihkan sterilizer tersebut dan memiliki kekurangan yaitu Proses perebusan yang lebih lama, sehingga memungkinkan terjadinya penumpukan mikroorganisme dan enzim yang menjadikan keamanan terancam.
Sterilizer tipe vertikal memiliki kelebihan yaitu Pertama proses perebusan yang lebih singkat serta berlangsung secara lebih merata, sehingga seluruh TBS dapat terpapar suhu yang optimal untuk mengurangi risiko terjadinya penumpukan mikroorganisme. Kedua konstruksi yang lebih kokoh dan tahan lama sehingga mengurangi risiko kecelakaan pekerja dan memiliki kekurangan yaitu diperlukan waktu lama untuk dapat membongkar isi sterilizer vertikal karena dilakukan dengan cara manual, sehingga keamanan pekerja terganggu.
Berdasarkan aspek ekonomi, sterilizer tipe horizontal memiliki kelebihan yaitu pertama kapasitas rebus yang besar, sehingga dapat menghasilkan minyak sawit dalam jumlah yang banyak, kedua Biaya investasi yang relatif murah, ketiga perawatan yang mudah, keempat Pengisian dan pengeluaran TBS lebih mudah, kelima biaya perawatan yang lebih murah. Dan memiliki kekurangan yaitu pertama
kehilangan minyak pada tandan kosong dan air embun perebusan lebih tinggi, kedua kebutuhan uap yang lebih tinggi, ketiga proses perebusan yang lebih lama.
Sterilizer tipe vertikal memiliki kelebihan yaitu pertama kehilangan minyak pada tandan kosong dan air embun perebusan lebih rendah, kedua kebutuhan uap yang lebih rendah, ketiga proses perebusan yang lebih singkat. Dan memiliki kekurangan yaitu pertama kapasitas rebus yang lebih kecil, kedua konstruksi yang lebih rumit, ketiga biaya investasi yang lebih mahal, keempat perawatan yang lebih sulit, kelima pengisian dan pengeluaran TBS lebih sulit.
Berdasarkan aspek kualitas output yang diperoleh sterilizer tipe horizontal memiliki kelebihan yaitu pertama kapasitas rebus yang besar, sehingga dapat menghasilkan minyak sawit dalam jumlah yang banyak, kedua kehilangan minyak pada tandan kosong dan air embun perebusan lebih tinggi. Dan memiliki kekurangan yaitu kualitas minyak sawit yang dihasilkan lebih rendah.
Sterilizer tipe vertikal memiliki kelebihan yaitu pertama kehilangan minyak pada tandan kosong dan air embun perebusan lebih rendah, kedua kualitas minyak sawit yang dihasilkan lebih baik. Dan memiliki kekurangan yaitu kapasitas rebus yang lebih kecil.
Analisis kesimpulan yaitu pertama Vertical sterilizer pabrik kelapa sawit bentuknya lebih sederhana dan lebih rendah biaya investasinya jika dibandingkan bersama sterilizer horizontal, kedua kapasitas sterilizer vertikal kecil maksimum sekitar 20 ton/unit jika dibandingkan dengan sterilizer horizontal kapasitasnya bisa mencai 45 ton -60 ton TBS/unit makanya vertical sterilizer banyak dipakai pada PKS yang memiliki kapasitas kecil sekitar 5 ton – 20 ton per jam, ketiga pada sterilizer horizontal kerugian minyak pada janjangan yang kosong serta pada air embun perebusan lebih tinggi dibandingan dengan vertical sterilizer, keempat diperlukan waktu lama untuk dapat membongkar isi sterilizer vertical karena dilakukan dengan cara manual apabila dibandingkan dengan sterilizer horizontal dilakukan secara mekanik.