SEJARAH FILM
DESI FITRIANI (1910711029) ELFITA YULIANTI (1910712021) NIKE RAHAYU (1910711017)
RACHARDI DARMAWAN (2110713025) RAHMAD MUARIF (2110712013)
Pengertian sejarah film
Film merupakan hasil karya cipta manusia yang berwujud audio maupun visual, memiliki suatu alur cerita, baik fiktif maupun nyata.
film merupakan rekaan dari kehidupan manusia. Sehingga dalam proses pengerjaannyapun sebisa mungkin dapat sesuai dengan kondisi kehidupan nyata manusia
.
Awalnya film hanya dapat dinikmati secara visual, tidak dapat dengan audio seperti saat ini yang telah canggih. Lebih dikenal dengan film bisu, Film bisu ini masih berupa film-film berdurasi pendek dan berwarna hitam putih, Film bisu lebih menonjolkan akan mimik
wajah serta totalitas dalam gerak masing-masing pelakunya. Karena yang dapat dilihat dan dinikmati adalah visual dari film tersebut.
Pada perkembangan selanjutnya film mulai menmbahkan audio dan perkembangan selanjutnya menjadi tayangan berwarna
Sejarah perkembangan perfilm
Sejarah film tidak bisa lepas dari sejarah fotografi. Dan sejarah fotograf tidak bisa lepas dari peralatan pendukungnya, seperti kamera. Kamera pertama di dunia ditemukan oleh
seorang Ilmuwan Muslim, Ibnu Haitham. Fisikawan ini pertama kali menemukan Kamera Obscura dengan dasar kajian ilmu optik menggunakan bantuan energi cahaya matahari.
Pada tahun 1878 , Eadweard Muybridge membuat 16 frame gambar kuda yang sedang
berlari. Dari 16 frame gambar kuda yang sedang berlari tersebut, dibuat rangkaian gerakan secara urut sehingga gambar kuda terkesan sedang berlari. Gambar gerak kuda tersebut menjadi gambar gerak pertama di dunia. di mana pada masa itu belum diciptakan kamera yang bisa merekam gerakan dinamis.
Film yang diakui sebagai sinema pertama di dunia tersebut diputar di Boulevard des
Capucines, Paris, Prancis dengan judul Workers Leaving the Lumière's Factory pada tanggal 28 Desember 1895 yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya sinematografi.
Workers Leaving the Lumière's
Factory
Film yang hanya berdurasi beberapa detik itu menggambarkan bagaimana pekerja pabrik
meninggalkan tempat kerja mereka di saat waktu pulang.
Pada awal lahirnya film, memang tampak belum ada tujuan dan alur cerita yang jelas. Namun
ketika ide pembuatan film mulai tersentuh oleh ranah industri, mulailah film dibuat lebih
terkonsep, memiliki alur dan cerita yang jelas.
Sejarah umum film Indonesia
Film pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tanggal 5 Desember 1900, di Batavia (Jakarta). Saat itu, rakyat Indonesia,
khususnya Jakarta belum mengenal istilah “film”, melainkan istilah
“Gambar Idoep”. Pemutaran film pertama tersebut merupakan film
dokumenter yang menceritakan perjalanan Ratu Olanda dan Raja
Hertog Hendrik di kota Den Haag, Belanda. Sayangnya pemutaran
film pertama ini masih terbilang tidak sukses, karena sedikitnya
penonton yang hadir dikarenakan mahalnya harga tiket untuk
menontonnya.
Loetoeng Kasaroeng
Film pertama yang dikerjakan di Indonesia adalah film bisu berjudul “Loetoeng
Kasaroeng”, dengan sutradara Belanda G.
Kruger dan L. Heuveldorp. Diperankan oleh artis lokal. diproduksi oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung.
Untuk penayangan perdana dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 1926 hinggal 6 Januari
1927
Sejarah umum film Indonesia
Kemudian dunia perfilman Indonesia mengalami pertumbuhan. Namun pertumbuhan yang terjadi tidak seperti yang dibayangkan, sebab pada masa itu situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk pengerjaan sebuah film.
Data menunjukkan bahwa selama kurun waktu 1926-1931 terdapat 21 judul film, baik film bisu maupun film bersuara, dan hingga tahun 1936 tercatat 227 bioskop, menurut majalah film Filmrueve.
Sejarah mencatat perfilman Indonesia menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an.
Saat itu film yang cukup terkenal adalah “Catatan Si Boy”, dan dan dibintangi artis yang terkenal pada masa itu seperti Onky Alexander, Meriam Bellina, Nike Ardilla, Paramitha Rusady.
tahun 1990-an, perfilman Indonesia mulai mengalami mimpi buruk. Setiap tahun Indonesia menghasilkan 80-100 judul film, namun ketika tahun 1990-an menjadi turun sangat tajam.
1991 tercatat terdapat 25 judul film. Pada tahun 1993 hingga bulan Mei hanya terdapat 8 judul film.
Klasifikasi film
Secara garis besar, film dapat diklasifikasikan berdasarkan cerita,
orientasi pembuatan, dan berdasarkan genre. Berdasarkan cerita, film dapat dibedakan antara film Fiksi dan Non-Fiksi.
Fiksi Non-Fiksi
film yang dibuat berdasarkan imajinasi manusia, dengan kata lain film ini tidak didasarkan pada kejadian nyata.
diilhami oleh suatu kejadian yang benar-benar terjadi yang kemudian dimasukkan unsur-unsur sinematografis dengan penambahan efek- efek tertentu
Klasifikasi film
Berdasarkan orientasi pembuatannya, film dapat digolongkan dalam film komersial dan nonkomersial
.Film komersial
orientasi pembuatannya adalah bisnis dan mengejar keuntungan.
Dalam klasifikasi ini, film memang dijadikan sebagai komoditas
industrialisasi.
Film non-komersial
dibuat bukan dalam rangka mengejar target keuntungan dan asasnya
bukan untuk menjadikan film sebagai komoditas, melainkan murni sebagai seni dalam menyampaikan suatu pesan dan sarat akan tujuan.