LISA ANDINI L1A019011 TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
Kandungan Gizi pada Udang
Indonesia dengan wilayah luas menggambarkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang berkelimpahan, dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pangan masyarakat indonesia. Berbagai jenis organisme yang terdapat dalam perairan mengandung senyawa aktif sebagai nutrisi penting untuk kesehatan.
Ketersedian sumber daya alam laut yang mencukupi ini dapat diaplikasikan untuk pengembangan produksi pangan. Makanan membantu manusia menjaga kesehatan dengan menyediakan semua nutrisi penting. Mengkonsumsi berbagai makanan dalam proporsi yang seimbang akan mencegah penyakit defisiensi dan gangguan terkait pola makan kronis. Udang adalah salah satu makanan laut yang paling lezat dan merupakan bagian dari makanan tradisional hampir setiap negara. Popularitasnya telah menciptakan permintaan untuk produknya di seluruh dunia. Udang merupakan salah satu hasil laut dan komponen penting bagi perikanan udang di Indonesia. Berdasarkan data statistik (Ditjenkan, 2011) bahwa tingkat ekspor hasil perikanan komoditas utama menempatkan udang paling tinggi dibanding tuna, cakalang, tongkol, dan kepiting.
Udang memiliki kandungan gizi yang sangat bagus bagi tubuh manusia.
Udang memiliki kandungan lemak rendah, kolesterol lebih sedikit dan asam lemak esensial tinggi dibandingkan dengan telur, dan pemahaman saat ini tentang kolesterol makanan yang terkait dengan konsumsi telur dengan jelas menegaskan nilai gizi udang. udang dapat dianggap sebagai makanan sehat untuk manusia. Manfaat kesehatan dari makan udang melampaui asam lemak omega -3 dan nutrisi individu
lainnya, yang mana berasal efek dari nutrisi gabungan yang ada dalam udang, termasuk protein, mineral dan karotenoid. Oleh karena itu, untuk mendapatkan manfaat dari nutrisi penting seperti omega 3, astaxanthin, protein, asam amino esensial, vitamin dan mineral, udang harus dikonsumsi dalam jumlah sedang (Dayal, 2013).
Udang memiliki protein berkualitas tinggi (omega-3) rendah kalori dan memberikan 12gram protein serta hanya 60 kalori dalam tiga ons udang mentah (American Heart Association, 2013). Gunalan et al. (2013) mengatakan bahwa komposisi proksimat pada daging udang putih mentah meliputi protein 35.69%, karbohidrat 3.20%, lemak 19.00%, air 76.2%, abu 1.20%, asam amino esensial 72, 98%, asam amino non esensial 29,816%. Hampir 80% dari bagian yang tersisa (bahan kering) terdiri dari protein. Rata-rata kandungan protein udang segar adalah 19,4 g/ 100 g dan menyumbang 87% dari total energi. Tubuh kita tidak dapat mensintesis asam amino tertentu dan harus diperoleh melalui makanan; ini disebut asam amino esensial. Skor asam amino terkoreksi kecernaan protein didasarkan pada kandungan asam amino protein makanan, kecernaan sejati, dan kemampuannya untuk memasok asam amino esensial sesuai kebutuhan (Dayal, 2013).
DAFTAR PUSTAKA
Dayal, J. S., et al. Shrimps – a nutritional perspective. Current Science, 104(11).
Ditjenkan. 2011. Kelautan dan Perikanan Dalam Angka. Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusat Data Statistik dan Informasi. Jakarta (29-35).
Gunalan. B., Nina T. S., Soundarapandian. P., T. Anand. 2013. Nutritive value of cultured white leg shrimp Litopenaeus vannamei. CAS in Marine Biology, Faculty of Marine Sciences, Annamalai University, Parangipettai, Tamil Nadu, India (166- 169).