• Tidak ada hasil yang ditemukan

tujuan pernikahan dalam al-quran dan relevansinya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "tujuan pernikahan dalam al-quran dan relevansinya"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Tujuan pernikahan dalam Al-Qur'an dan relevansinya dengan fenomena bebas anak (perspektif Tafsir Maqa>s}idi). Tujuan pernikahan dalam Al-Quran dan relevansinya dengan fenomena bebas anak dari tafsir Maqa>s}idi>.

Rumusan Masalah

Setelah menganalisis ayat-ayat tersebut berdasarkan tafsir berbagai ahli tafsir, penulis melakukan analisis terhadap tujuan pernikahan yang kemudian relevan dengan fenomena tidak mempunyai anak. Bagaimana relevansi tujuan perkawinan terhadap fenomena tidak mempunyai anak ditinjau dari tafsir maqa-sidi.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Dalam prakteknya, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat untuk lebih memahami ayat-ayat Al-Qur’an dengan mengkaji nilai-nilai kemanfaatan dan tujuan yang melatarbelakanginya, khususnya tafsir ayat-ayat mengenai tujuan pernikahan.

Telaah Pustaka

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis fenomena tidak mempunyai anak dalam perspektif hak-hak reproduksi dalam Islam.17. 15 Almunawarah Burhanuddin, “Childfree dalam Perspektif Al-Quran (Kontekstualisasi Tafsir Ibnu Asyur, Wahbah Zuhaili dan Quraish Shihab).” (Jakarta, IIQ Jakarta, 2022).

Metode Penelitian

Pendekatan dan Metode Penelitian

Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji lebih jauh mengenai tujuan pernikahan dalam Al-Qur’an dan relevansinya dengan fenomena childfree dengan menggunakan perspektif tafsir maqa>ṣidi> dengan harapan penelitian ini dapat memberikan ilmu dan manfaat bagi pembaca dan masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan subjek dan objek penelitian bersumber dari bahan pustaka berupa buku, catatan atau laporan penelitian para peneliti terdahulu.

Sumber Data

Kaedah yang digunakan dalam penyelidikan ini ialah kaedah tafsir yang dikembangkan oleh Abdul Mustaqim tentang tafsir maqāṣidī. Maka, dengan ini, tafsiran al-Quran yang relevan adalah perlu untuk mencapai kemaslahatan umat manusia sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Prosedur Pengumpulan Data dan Analisis Data

Melakukan analisis kebahasaan terkait kata kunci untuk memahami isi ayat dengan mengacu pada kamus bahasa Arab dan kitab tafsir untuk mengetahui makna dan dinamika perkembangannya.

Sistematika Pembahasan

Pertama, penjelasan tujuan pernikahan digunakan untuk menganalisis konsep sakinah, mawaddah dan rahmah dalam pernikahan. Ketiga, penjelasan tafsir maqa>s}idi digunakan untuk menganalisis maksud dan tujuan ayat-ayat tujuan perkawinan yang berkaitan dengan fenomena tidak mempunyai anak.

Tujuan Pernikahan 1. Definisi Pernikahan

Mengetahui bahwa anak adalah anugerah yang merupakan anugerah dari Allah SWT berarti orang tua harus rela jika anaknya kembali kepada Yang Maha Kuasa. 35 “Childfree” dalam Kamus Merriam Webster, diakses 18 Maret 2023, https://www.merriam-webster.com/dictionary/child-free.

Tafsir Maqa>s}idi

Dalam konteks ilmu tafsir, maqa>s}id juga berarti maqa>s}id al-Quran dan maqa>s}id al-shari'ah. Kedudukan maqa>s}id al-Quran sebagai landasan maqa>s}id al-syarî'ah. Artinya segala kemaslahatan dalam maqa>ṣid al-syarî'ah akan mengarah pada maqa>ṣid al-Quran.

Dalam penjelasan Allal al-Fashi, maqa>s}id al-shari'ah, berarti tujuan akhir yang ingin dicapai syariat dan sekaligus mempunyai kandungan tersembunyi dalam pengertian hukumnya. Penjelasan tersebut sama dengan penjelasan al-Raysun, bahwa maka>s}id al-sheriah mengambil kedudukan sebagai tujuan yang akan diwujudkan dalam mengeluarkan undang-undang agar dapat memberikan kemaslahatan kepada umat.43. Ridlwan Jamal dan Nishwan 'Abduh, setelah mengamati perbedaan pendapat para ulama mengenai kiblat Al-Qur'an, keduanya mendefinisikan kiblat Al-Qur'an sebagai hikmah, rahasia dan tujuan yang seharusnya. hal itu diwujudkan dengan diturunkannya Al-Qur'an demi kemaslahatan dan menghindari keburukan.

Setelah mengemukakan pengertian tafsir dan makna maka>s}idi, maka jika digabungkan menjadi tafsir maka>s}idi, yang mempunyai pengertian Ridvan Jamal mendefinisikan tafsir maka>s}idi sebagai jenis tafsir yang menyingkap. pengertian bacaan al-Quran dan meluaskan makna bahasa, diikuti penjelasan tentang hikmah dan tujuan yang ingin dicapai melalui turunnya al-Quran dan penerapan hukum-hakam Islam 46. Abdul Mustaqim menjelaskan definisi tersebut. daripada tafsir maka>s}idi sebagai pendekatan tafsir al-Quran yang menekankan usaha mendalami dimensi maka>s}idiyah, secara asas atau khusus, berdasarkan teori maka>s}idiyah. >s}id al-Qur'an dan maka> s}id syariah untuk merealisasikan kemaslahatan dan menolak mudarat. 47.

Ayat-ayat tentang Tujuan Pernikahan dalam Al-Qur’an

Maka tatkala dia merasa berat, mereka berdua (suami isteri) memohon kepada Tuhannya, seraya berkata, "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang soleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". Ayat ini menjelaskan tentang Doa dan harapan orang yang sudah tua di hadapan Allah agar dikurniakan anak yang soleh, sempurna dan tidak bercela adalah gambaran gelisah dalam hati setiap ibu bapa. Ayat ini seperti berkata: “Allah telah menciptakan untuk kamu (wahai suami isteri) anak-anak kandung dari perkahwinan kamu dan juga menjadikan untuk kamu, wahai suami, penolong, iaitu isteri kamu, dan bagi kamu, wahai isteri, penolong, iaitu suami anda".

At-Ṫabari menjelaskan bahwa ayat ini menyuruh kita menikah dengan mukmin yang belum menikah, baik laki-laki maupun perempuan. Jika orang yang mengawininya tidak mampu secara finansial, maka Allah akan menafkahi pernikahannya. Beliau mengutip riwayat dari Ali bahwa Allah memerintahkan dan menganjurkan orang-orang tersebut untuk menikah dengan orang-orang merdeka maupun budak-budaknya, dan menjanjikan kekayaan dalam pernikahannya.

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa". Beliau berkata qurrota a'yun dalam Surah al- Furqa>n ayat 74 menurut Ahmad Mustafa al-Maraghi ialah orang-orang yang memohon kepada Allah supaya melahirkan dari mereka zuriat yang taat dan beribadah hanya kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain. Sedangkan menurut Buya Hamka antara sifat-sifat terpuji seorang hamba ialah sentiasa berdoa dan memohon kepada Allah agar dikurniakan zuriat yang soleh agar isteri dan anak-anaknya benar-benar menggembirakan hati dan menyejukkan hati mereka kerana keluarga mereka terdiri. orang yang bertaqwa dan bertaqwa kepada Allah.

Inilah cahaya keimanan yang telah memenuhi hati mereka dan menerangi mereka dengan petunjuk dan bimbingan, sehingga mereka semakin menginginkan orang-orang yang bertakwa. Keinginan mereka agar anak cucunya menjadi pemimpin orang-orang shaleh bukan karena ingin mendapat kedudukan tinggi atau kekuasaan mutlak, melainkan karena keinginannya.

Konsep Saki>nah, Mawaddah, dan Rah}mah dalam Tujuan Pernikahan Pernikahan adalah fitrah manusia, maka dari itu Islam menganjurkan untuk

Konsep Saki>nah, Mawaddah dan Rah}mah untuk Tujuan Pernikahan Pernikahan merupakan fitrah manusia oleh karena itu Islam menganjurkannya. Kedamaian disini adalah kedamaian yang dinamis, dalam setiap rumah tangga akan ada saatnya terjadi keresahan, namun hal tersebut dapat dengan cepat diatasi dan akan melahirkan sakinah. Sakinah bukan hanya apa yang tampak sejak lahir, namun harus dibarengi dengan kelapangan, budi pekerti yang halus, lahir dari ketenangan batin yang bersumber dari perpaduan pemahaman dan kesucian hati serta perpaduan kejernihan pandangan dengan tekad yang kuat.

Kehadiran saki>nah tidak datang begitu saja, namun ada syarat kehadirannya, hati harus dipersiapkan dengan sabar dan takwa. 78. Pandangan yang diungkapkan di Barat sangat berbeda dengan konsep keluarga bahagia atau keluarga sakinah yang digunakan Islam. Memiliki kedamaian/ketenangan merupakan modal paling berharga dalam membangun rumah tangga bahagia 81 Bersama rumah tangga.

Menurut Abdullah Gymnastiar, ada beberapa indikasi yang dapat mengantarkan suatu keluarga menjadi keluarga yang saki>nah (bahagia).82 Pertama, dengan terciptanya keluarga yang terampil dalam lelah, keluarga yang terampil dalam ketaatan, keluarga yang berdzikrullâh, dan keluarga yang saki>nah (bahagia). keluarga yang selalu ingin menyatukan kemuliaan hidup di bumi, terutama kemuliaan Tuhan di surga. Keluarga saki>nah adalah keluarga yang menghadirkan ketenangan, ketentraman dan ketentraman jiwa. Jika terjadi keresahan dalam keluarga, segera teratasi. Jadi keluarga sakinah merupakan syarat terbentuknya keluarga yang sangat ideal berdasarkan Al-Quran dan Sunnah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Mawaddah juga banyak dianggap sebagai salah satu prasyarat terbentuknya sakinah dalam keluarga yang menjadi tujuan setiap pernikahan. Berdasarkan rasa mawaddah dan rahmat, serta atas dasar suami istri yang taat pada aturan yang telah ditetapkan, maka akan terbentuk keluarga yang tenteram.

Pandangan Al-Quran atas Childfree sebagai Pilihan dalam Tujuan Pernikahan

Karena anak dan pasangan tidak akan bisa mengharukan tanpa adanya agama yang baik, akhlak yang mulia dan ilmu yang cukup.103. Hal ini akan mengakibatkan hubungan yang harmonis diantara mereka berdua dapat dinikmati ketika mereka mempunyai anak, keduanya mempunyai kewajiban yang sama.105. 104 Abdul Hadi, Husnul Khotimah dan Sadari, “Anak Tanpa Anak dan Anak dalam Perspektif Ilmu Fiqih dan Pendidikan Islam,” Jurnal Pendidikan dan Bahasa 1, no.

105 Bima Ahadi dan Siti Djazimah, “Menegakkan Agama dan Akal Melalui Prosesi Pernikahan: Menghafal Ayat Al-Qur’an Sebagai Mahar Pernikahan,” Al-Ahwal 13, no Jika kita tekankan lebih lanjut pada hifz} al-Nasl, hal ini berdampak nyata pada kelangsungan hidup sebagai satu-satunya cara untuk melindungi dan merawat keturunan agar ekosistem yang ada dapat seimbang dan tetap menjalankan proses sebagaimana mestinya.107. Jika suami istri memilih untuk mempunyai anak dalam perkawinan, maka harta yang dimilikinya dapat diwariskan kepada anaknya.

107 Roma Wijaya, "Respon Al-Qur'an Terhadap Aliran Bebas Anak (Analisis Tafsir Maqāṣidi)," Al-Dzikra: Jurnal Pengajian Al-Qur'an dan al-Hadith 16, no. Keluarga Sakinah adalah syarat pembentukan keluarga yang sangat ideal berlandaskan al-Quran dan as-Sunnah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Perkahwinan dalam keluarga yang tujuannya rah}mah adalah di mana hubungan antara ahli keluarga saling menyayangi sehingga kehidupan keluarga diselubungi dengan perasaan kasih sayang.

Saran

Al-Irsyad Al-Nafs, Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam 6, No. https://www.youtube.com/watch?v=OBo4kOxDwvI. Maqasid al-Quran: Silsilah dan Peta Perkembangan Khazanah Islam." 'Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Islam 12, no. Tanpa Anak dan Tanpa Anak dalam Perspektif Ilmu Fiqih dan Pendidikan Islam." Jurnal Pendidikan dan Bahasa 1, No.

Menganalisis Fenomena Anak Tanpa Anak di Masyarakat: Kajian Hadits Takhrij dan Syarah dengan Pendekatan Hukum Islam." Konferensi Gunung Djati Seri 8 (2022). "Kedudukan Anak dan Hubungannya dengan Orang Tua Dalam Perspektif Al-Qur'an." Androgi : Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan 7, no.Konsep Sakinah, Mawaddah dan Keluarga Rahmah Dalam Perspektif Hukum Islam." Masile: Jurnal Kajian Sains Islam 1, no.

Pengakuan Rina Nose tidak mahu beranak sehingga tidak mempedulikan kata-kata orang asli yang hidup bahagia." Diakses pada 16 April 2023. Tafsir Maqasidi Untuk Maqasid Al-Shari'ah." Al Burhan: Jurnal Perkembangan Ilmu dan Budaya Al-Qur'an 21, bil.

Referensi

Dokumen terkait