Uji efektivitas kompos kulit kopi dan POC limbah ikan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu: 1) Faktor pemberian kompos kulit kopi (K ) notasi) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu K0 = Tanpa kompos kulit kopi, K1 = Kompos kulit kopi 1 kg/m², K2 = Kompos kulit kopi 1,5 kg/m², K3 = Kompos kulit kopi 2 kg/m². Pemberian kompos sekam kopi mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong per petak dan berat isi polong per petak.
Kombinasi pemberian kompos sekam kopi dan limbah ikan POC tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Penulis memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Uji Efektivitas Kompos Kulit Kopi dan POC Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Tanah ( Arachis hipogaea L. )". Produksi kacang tanah versus pemberian kompos sekam kopi dan POC limbah ikan pada umur 6 tahun.
14 Tabel variasi tinggi tanaman kacang tanah (cm) akibat penggunaan kompos sekam kopi dan limbah POC.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Hipotesis Penelitian
- Manfaat Penelitian
Terdapat limbah ikan berupa jenis ikan yang rusak secara fisik, tidak mempunyai nilai ekonomis, sisa olahan ikan, dan ikan yang tingkat kesegarannya sudah tidak layak lagi untuk dijadikan makanan manusia. Berdasarkan uraian di atas dan hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap pemanfaatan kulit kopi dan limbah ikan. Dan penulis menentukan judul penelitian yaitu menguji efektivitas kompos kulit kopi dan POC limbah ikan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah.
Jika menggunakan bahan organik, kompos sekam kopi merupakan bahan pembenah tanah karena mampu menjaga keberadaan unsur hara bagi tanaman, dan pupuk organik cair dari kotoran ikan masih sangat kurang, sedangkan limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik. karena mengandung unsur hara makro dan mikro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pemberian kompos kulit kopi yang dikombinasikan dengan POC dari limbah ikan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Pemberian kompos sekam kopi dan pupuk organik cair dari kotoran ikan secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah.
Tersedianya informasi upaya peningkatan produktivitas tanaman kacang tanah dengan pemberian kompos limbah kopi dan POC limbah ikan dapat menambah wawasan masyarakat. Pemanfaatan kompos limbah kopi dan POC limbah ikan yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat mempunyai nilai ekonomis.
TINJAUAN PUSTAKA
- Deskripsi Tanaman Kacang Tanah
- Morfologi Tanaman Kacang Tanah
- Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Tanah
- Budidaya Tanaman Kacang Tanah
- Hama dan Penyakit Tanaman Kacang Tanah
- Kompos Kulit Kopi
- Pupuk Organik Cair Limbah Ikan
Akar lateral atau akar serabut tanaman kacang-kacangan mengandung bintil akar atau modul yang mengandung bakteri yang disebut Rhizobium sp. Sama halnya dengan kacang-kacangan lainnya, kacang tanah juga mempunyai dua fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif dan fase generatif (reproduksi). Bunga kacang tanah terbentuk pada tajuk di atas permukaan tanah, namun polongnya masuk dan berkembang di dalam tanah serta mampu menyerap unsur hara langsung dari dalam tanah.
Di Indonesia, kacang tanah biasanya ditanam di dataran rendah dengan ketinggian maksimal 1000 meter di atas permukaan laut. Curah hujan yang cocok untuk penanaman kacang tanah adalah sekitar 800 mm - 1300 mm per tahun di luar ruangan, dan rata-rata musim kemarau sekitar 4 bulan/tahun (Tim Bina Karya Tani, 2009). Selain tanah ringan, ada alasan lain yang perlu diperhatikan, antara lain kacang tanah lebih baik ditanam pada tanah bertekstur ringan seperti tanah regosol, andosol, latosol, dan aluvial (Suprapto, 2006).
Kacang tanah tumbuh baik pada tanah ringan (pasir, berpasir atau liat) yang cukup mengandung unsur hara (Ca, N, P dan K), idealnya pH tanah antara 5,0 – 6,3. Suhu udara untuk tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit karena suhu udara minimal untuk menanam kacang tanah berkisar 28-32°C. Sinar matahari penuh sangat diperlukan bagi tanaman kacang tanah, terutama kesuburan daun dan perkembangan ukuran kacang tanah (Marzuki, 2007).
Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah ialah jenis tanah yang bertekstur gembur/ringan dan subur. Tanah yang bersaliran baik dan berudara atau tanah yang tidak terlalu berlumpur dan tidak terlalu kering adalah baik untuk pertumbuhan kacang tanah (Marzuki, 2007). Beberapa jenis kacang tanah boleh ditanam pada ketinggian tertentu untuk membesar secara optimum (Marzuki, 2007).
Hama yang menyerang tanaman kacang tanah adalah (1) uret dengan gejala memakan akar, batang bawah dan polong, sehingga tanaman layu dan mati. Membersihkan gulma, menanam sekaligus, pergiliran tanaman, 2. 4) Gejala ulat yaitu menyerang daun kacang tanah. Penyakit yang menyerang tanaman kacang tanah adalah : (1) layu, bentuk pengendaliannya dengan penyemprotan streptonisin atau agrimisin, diperlukan 0,5-1 l per 1 ha.
BAHAN DAN METODE
Tempat dan Waktu Penelitian
Bahan dan Alat
Metode Penelitian
Percobaan dilakukan dengan jarak antar ulangan 100 cm dan jarak antar petak 50 cm, ukuran petak percobaan 120 x 100 cm.
Metode Analisis
Pelaksanaan Penelitian
- Persiapan Pupuk Kompos Kulit Kopi
- Persiapan Pupuk Organik Cair Limbah Ikan
- Pengolahan Lahan
- Aplikasi Perlakuan Pupuk Kompos Kulit Kopi
- Aplikasi Perlakuan Pupuk Organik Cair Limbah Ikan
- Penanaman
- Pemeliharaan
- Pemanenan
Pengolahan tanah di lokasi penelitian dilakukan dengan cara membersihkan gulma yang ada pada petak penelitian, kemudian melakukan survey lokasi penelitian sesuai rencana, kemudian membentuk bedengan berukuran 120 cm x 100 cm, tinggi bedengan 25 cm dengan jarak antar petak 50 cm. dan jarak antar ulangan 100 cm. Pemupukan kompos kulit kopi sesuai dosis perlakuan yang telah ditentukan dan pemberian kompos pada minggu pertama sebelum kacang tanah ditanam. Kemudian didiamkan selama 3 hari agar kompos kulit kopi matang dan bercampur dengan tanah untuk menambah unsur hara. tersedia. Pemberian pupuk organik cair limbah ikan dilakukan pada umur 2 minggu setelah tanam (2MST) sampai dengan 7 minggu setelah tanam.
Pupuk organik cair dari kotoran ikan diberikan sesuai konsentrasi yang ditentukan kemudian disemprotkan ke seluruh daun tanaman hingga basah. Penanaman bibit kacang tanah dilakukan dengan mengisi lubang tanam dengan bibit kacang tanah sebanyak 1 bibit/lubang tanam, hal ini dilakukan. Penyiraman dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali sehari, penyiraman dilakukan pada pagi hari pukul 07.00-10.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-18.00 WIB, pada saat hujan tanaman tidak disiram.
Penanaman kembali dilakukan apabila tanaman kacang tanah mati pada umur 1 MST, kemudian tanaman yang mati tersebut segera diganti dengan tanaman baru yang berumur sama yaitu 1 MST, kemudian dilakukan perawatan. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabuti gulma yang tumbuh pada bedengan dan sekitarnya, hal ini dilakukan untuk mengurangi persaingan unsur hara dalam tanah. Hama yang menyerang tanaman kacang tanah yang diambil selama penelitian adalah ulat daun, belalang, semut api.
Dan juga penyakit yang menyerang tanaman kacang tanah mulai 6 MST, tanaman terserang bercak daun, penyakit ini disebabkan oleh cendawan (jamur) Cerospora sp. Personatum dengan bintik-bintik coklat terlihat pada permukaan daun, sedangkan bagian bawah daun berwarna hitam. Selanjutnya terserang penyakit bercak Selerotium apabila tanaman sudah membentuk gynophora, penyebab penyakit ini adalah jamur sclerotium rolfisi.
Dan pengendalian penyakit yang menyerang tanaman kacang tanah dilakukan dengan bantuan fungisida nativo karena sudah melebihi ambang batas keekonomian. Panen kacang tanah setelah sebagian besar daun menguning, dan setelah tanaman berumur 90 HST. Pemanenan tanaman kacang tanah dilakukan dengan cara membasahi tanah tanam kemudian membuang seluruh bagian tanaman kacang tanah.
Parameter Pengamatan
- Tinggi Tanaman (cm)
- Jumlah Cabang
- Jumlah Polong Per Plot
- Berat Polong Berisi Per Sampel (g)
- Berat Polong Berisi Per Plot (g)
- Jumlah Produksi Per/hektar
Pemberian kompos kulit kopi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong per petak dan berat isi polong per petak pada tanaman kacang tanah. Pemberian POC limbah ikan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong per petak dan berat isi polong per petak pada tanaman kacang tanah. Pemberian kombinasi perlakuan kompos kulit kopi dan POC limbah ikan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah.
Disarankan bagi petani kacang tanah untuk menggunakan kompos sekam kopi dengan takaran 20 ton/ha atau menggunakan pupuk organik cair dari kotoran ikan dengan konsentrasi 750 ml/l air dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Data observasi tinggi tanaman (cm) kacang tanah hasil penerapan kompos kulit kopi dan POC limbah ikan pada umur 2 MST. Data observasi tinggi tanaman (cm) kacang tanah hasil penerapan kompos kulit kopi dan POC limbah ikan pada umur 3 tahun MST.
Data pengamatan tinggi tanaman (cm) kacang tanah akibat pemberian pakan POC limbah kulit kopi dan ikan pada umur 0,4 MST. Data pengamatan tinggi tanaman (cm) kacang tanah akibat pemberian pakan POC limbah kulit kopi dan ikan pada umur 0,5 MST. Data pengamatan tinggi tanaman (cm) kacang tanah akibat pemberian kompos sekam kopi dan POC limbah ikan pada umur 0,6 MST.
Data observasi jumlah polong per sampel tanaman kacang tanah hasil penerapan kompos kulit kopi dan POC limbah ikan. Data observasi jumlah polong per petak tanaman kacang tanah, akibat pemberian kompos kulit kopi dan POC limbah ikan. Data observasi berat polong isi per sampel tanaman kacang tanah hasil penerapan kompos sekam kopi dan POC limbah ikan.
Data observasi berat polong isi untuk petak tanaman kacang tanah hasil penerapan kompos sekam kopi dan limbah ikan POC.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Uji Efektivitas Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah
- Tinggi Tanaman (cm)
- Jumlah Cabang
Hasil Uji Efektivitas Produksi Tanaman Kacang Tanah
- Jumlah Polong Per Sampel
- Jumlah Polong Per Plot
- Berat Polong Berisi Per Sampel (g)
- Berat Polong Berisi Per Plot (g)
- Jumlah Produksi Per/Ha
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran