UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA
KRITIK SASTRA PADA FILM “MENCURI RADEN SALEH”
Disusun Oleh:
Muhammad Faishal Tammam (19) XII IPA 1
SMA NEGERI 2 KRAKATAU STEEL CILEGON
Jalan Semang Raya NO. 1 Komplek KS, Cilegon 2024
Kritik Satra Film ”Mencuri Raden Saleh”
Cover film “Mencuri Raden Saleh”
A. Identitas Film
Judul Film : Mencuri Raden Saleh
Genre : Heist, Action, Crime
Penulis Naskah: Angga Dwimas Sasongko
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
Produser : Cristian Imanuell
Tahun Rilis : 2022
Durasi Film : 154 menit
Bahasa : Bahasa Indonesia
Pemeran : 1. Iqbaal Ramadhan (Piko) 2. Angga Yunanda (Ucup) 3. Aghniny Haque (Sarah)
4. Rachel Amanda (Fella) 5.Umay Shahab (Gofar) 6. Ari Irham (Tuktuk) B. Kepengarangan
Angga Dwimas Sasongko, merupakan pria kelahiran 11 Januari 1985, beliau merupakan alumni D-3 Hubungan Masyarakat di Universitas Indonesia, Angga adalah seorang sutradara, penulis skenario, dan produser film asal Indonesia.
Beliau dikenal atas karya-karyanya yang sukses menarik perhatian penonton.
Angga mengawali kariernya sebagai sutradara pada usia 21 tahun, melalui film perdananya yaitu Foto Kotak dan Jendela pada tahun 2006.
Selain membuat film layar lebar, Angga juga telah menyutradarai puluhan video klip musik dan iklan komersial dari berbagai merek serta berkeliling Indonesia untuk mengerjakan film dokumenter. Beliau juga merupakan pendiri dan CEO dari Visinema Pictures, sebuah perusahaan produksi film yang telah meraih banyak penghargaan.
Beberapa film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko antara lain:
Foto, Kotak Jendela (2006), Hari untuk Amanda (2010), Cahaya Dari Timur:
Beta Maluku (2014), Filosofi Kopi (2015), dan Surat dari Praha (2016).
Dari film-film tersebut, beberapa nya menorehkan banyak penghargaan, seperti Film Hari untuk Amanda yang mendapatkan 8 nominasi di Piala Citra pada tahun 2010, dan film Cahaya dari Timur yang memenangi Film Cerita Panjang Terbaik di FFI tahun 2014.
Angga Dwimas Sasongko terpikir untuk membuat film Mencuri Raden Saleh saat berjalan-jalan di sebuah tempat. Ketika itu, beliau sedang melihat beberapa lukisan asli Raden Saleh yang memiliki sedikit penjagaan walaupun masuknya sudah berbayar. Dari situlah muncul ide untuk membuat film Mencuri Raden Saleh.
C. Sinopsis Film
Film ini mengisahkan perjalanan sekelompok mahasiswa yang berusaha mencuri lukisan Raden Saleh di Istana Negara. Namun rencana pencurian tersebut bukanlah tanpa alasan.
Piko, adalah seorang mahasiswa seni rupa yang diam-diam bekerja sambilan sebagai pemalsu lukisan terkenal, suatu hari ia mendapatkan tawaran dari salah satu wanita misterius bernama Dini, karena keahlian piko dalam memalsukan lukisan, Dini memberikan tawaran yang nilainya sangat fantastis, yaitu memalsukan lukisan karya sang maestro Raden Saleh yang sangat terkenal, yang bertajuk “Penangkapan Pangeran Diponegoro”, pada awalnya Piko menolak mentah-mentah tawaran itu, karena tentu saja memalsukan lukisan karya Raden Saleh itu bukanlah yang mudah, Piko juga tentunya tak ingin mengambil risiko karena hal tersebut merupakan tindakan kriminal yang lebih berisiko dibandingkan pemalsuan lukisan yang telah ia lakukan sebelumnya. Namun setelah ia pikirkan, harga fantastis senilai dua miliar yang ditawarkan kepadanya itu bisa digunakan untuk membebaskan ayahnya keluar dari balik jeruji besi, yang akhirnya membuat ia menerima tawaran itu. Piko memulai aksinya dengan
dibantu oleh temannya yang bernama Ucup. Ucup adalah seorang hacker, Ucup juga lah yang membantu Piko untuk menjual lukisan-lukisan palsunya, termasuk mempertemukan Piko dan Dini.
Ketika Piko dan Ucup bersiap untuk memberikan hasil lukisannya kepada dini dan Permadi (atasan Dini yang merupakan mantan presiden periode sebelumnya), Tiba-tiba saja mereka diberikan tugas yang lebih berat oleh Permadi. Mereka diminta untuk menukar hasil lukisan Piko itu dengan lukisan Raden Saleh yang asli, dengan imbalan yang lebih besar, yakni sebesar 17 miliar.
Tentu saja itu merupakan tugas yang berat bagi mereka, namun secara terpaksa hal tersebut harus mereka lakukan karena mereka dijebak oleh Permadi. Ditengah perjalanannya, kemudian Piko dan Ucup dibantu dengan beberapa orang lainnya, yaitu Sarah, Gofar, Tuktuk, dan Fella. Masing-masing dari mereka memiliki peran dan tugas yang berbeda dalam menjalankan pencurian ini. Sarah, yang merupakan kekasih dari Piko memiliki peran dalam hal bela diri, Gofar memiliki peran sebagai mekanik, Tuktuk sebagai driver, dan Fella sebagai negosiator yang licik dan cerdik. Dengan terisinya peran-peran tersebut, mereka pun melakukan operasi pencurian di istana presiden, operasi pencurian yang mereka lakukan tentu saja bukanlah hal yang mudah, mereka harus menghadapi berbagai rintangan dan menghadapi beberapa kegagalan dalam rencana mereka.
D. Penilaian Film
a. Kelebihan Film
Film ini memiliki judul yang unik dan menarik karena adanya keterkaitan dengan elemen lukisan, sejarah indonesia dan pencurian, tentunya hal ini membuat banyak orang penasaran sejak awal mendengar judul film ini.
Genre heist atau pencurian pada film ini merupakan sesuatu yang jarang ditemukan dari film-film Indonesia lainnya, tentunya hal ini menjadi daya tarik bagi para penonton.
Layaknya tipe film pencurian pada umumnya, film ini berhasil memberikan kejutan kepada para penonton lewat plot cerita nya yang sulit ditebak.
Film ini memiliki sinematografi dan soundtrack yang sangat bagus, yang berhasil membuat para penonton terpukau.
Film ini juga menghadirkan koregrafi yang sangat memukau, seperti pada adegan pertarungan yang ada di dalam film ini.
Chemsitry antar karakter yang ada pada film ini juga sangat apik, sehingga membuat hubungan antar karakter nya terlihat natural.
Film ini memberikan pesan moral yang relate, film ini mengajarkan kita untuk lebih menghargai sebuah lukisan atau karya seni, dan juga orisinalitas dari sebuah karya seni.
b. Kekurangan Film
Meskipun chemistry antar karakter di film ini sangat bagus, namun terdapat beberapa keahlian karakter pada film ini yang kurang, seperti pada karakter Tuktuk yang digambarkan sangat ahli sebagai driver, terlihat ketika ia digambarkan sebagai pembalap yang andal, namun saat menjalankan aksi pencurian, hal tersebut tampaknya berbanding terbalik.
Eksplorasi terhadap beberapa karakter dalam film ini juga tergolong kurang.
Kisah percintaan pada film ini terkesan menggantung, seperti pada kisah sarah yang merasa di campakkan oleh piko, tetapi hubungan keduanya tidak dieksplorasi lagi setelahnya.
E. Penegasan Ulang
Film Mencuri Raden Saleh ini sangat direkomendasikan bagi para penonton yang menyukai film dengan genre heist yang dipenuhi banyak aksi dan plot twist di dalamnya, karena film ini memiliki banyak adegan aksi yang menegangkan dan plot cerita yang sulit ditebak. Sinematografi, koreografi, dan soundtrack yang ada dalam film ini juga dikemas dengan sangat menarik.
Film bergenre heist juga termasuk film yang jarang ditemukan di Indonesia, tentunya Mencuri Raden Saleh ini menjadi angin segar bagi layar lebar Indonesia.
Film ini dapat dijadikan pilihan ditengah gempuran film ber genre horror di Indonesia saat ini. Film ini juga digadang-gadang menjadi film dengan genre heist terbaik di Indonesia, oleh karena itu film ini sangat direkomendasikan bagi penikmat film saat ini.