• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ukuran Pemusatan - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Ukuran Pemusatan - Spada UNS"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS REGRESI DAN

KORELASI

(2)

Analisis Regresi

Studi mengenai ketergantungan 1 variabel dependen dengan 1 atau lebih variabel independen, dengan tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui.

Hasil analisis adalah koefisien regresi untuk masing-masing variabel

independen.

(3)

Analisis Regresi

Analisis untuk mengetahui seberapa jauh perubahan nilai variabel dependen bila variabel independent diubah atau dimanipulasi.

Manfaat :

Membuat keputusan apakah naik dan turunnya variabel dependen dapat

dilakukan melalui peningkatan variabel independent atau tidak.

(4)

Analisis Model

Model merupakan penyederhanaan dan abstraksi dari keadaan alam yang sesungguhnya.

Dari pengalaman masa lalu atau dari dugaan mengenai hubungan antara peubah dalam sistem :

Diperoleh rumusan hubungan tersebut (yang dinyatakan dalam bentuk hipotesis)

Diuji berdasarkan data statistik

Analisis dan Kesimpulan (pendekatan bersifat Induksi)

Model yang dibicarakan selalu berbentuk fungsi, dan regresi adalah alat untuk membentuk model tersebut

(5)

Analisis Model

Dalam mengolah data peneliti berkepentingan menentukan hubungan antara dua atau lebih peubah.

Dalam sebuah penelitian statistika biasanya menggunakan model, yakni suatu hubungan fungsional antara peubah2.

Fungsi model :

Dapat atau berusaha memahami, menerangkan, mengendalikan, dan memprediksikan kelakuan sistem yang kita teliti.

Membantu peneliti dalam menentukan hubungan kausal (sebab akibat) antara dua atau lebih peubah.

(6)

Regresi Linear Sederhana

Didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independent dengan satu variabel dependen.

Y = a+bX

Keterangan :

Y = subjek dalam variabel dependen yang diprediksikan a = nilai konstanta

b = angka arah / koefisien regresi.

X = subjek dalam variabel independen yang memiliki nilai tertentu

(7)

Regresi Linear Sederhana

a

1 satuan

b satuan

Y

X

(8)

Regresi Linear Sederhana

Bila X = 0 maka Y = a

Y

X a

.

Bila a = 0 maka garis akan melalui titik (0,0)

Y

X

(9)

Regresi Linear Berganda

Persamaan regresi dengan dua prediktor

Y = a+b1X1 + b2X2

Persamaan regresi dengan tiga prediktor

Y = a+b1X1 + b2X2 + b3X3

(10)

Mencari a dan b (1)

 

(11)

Mencari a dan b (2)

 

(12)

Sisaan / Galat

  Y

X

. . .

. . . . . . .

(13)
(14)

Contoh 1

(15)

Contoh 2

Tulis persamaan regresi linear dari data berikut

(16)

Contoh 2

Bentuk Tabel pembantu

(17)

Contoh 2

Gunakan Rumus Berikut untuk mencari nilai b

b =

b = 6/10 b = 0.6

Masukkan mean pada persamaan regresi untuk mencari nilai a

Y = a+bX

4 = a + 0.6 * 3 a = 4 -1.8

a = 2.2

PERSAMAAN Y = 2.2 + 0.6X

(18)

Contoh 2

Bentuk grafik

Tarik garis simetri Sumbu pada mean

(19)

R 2

R2 = koefisien determinasi

R2 menunjukkan besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variasi tidak bebas.

Inti dari R2 membandingkan nilai dari jarak titik aktual dengan mean dan jarak antara titik estimasi dengan mean

(20)

R 2

Rumus

Nilai R2 berada pada rentang nilai 0 dan 1.

Semakin tinggi nilainya, maka semakin kecil nilai galat/error dari nilai sebenarnya dengan garis regresi. Vice versa

(21)

Contoh R 2

Kita ambil contoh regresi linear sederhana pada Contoh 2.

Perhatikan bahwa kita akan melakukan komparasi titik terhadap mean Y (garis hijau) dan titik estimasi dengan mean Y

(22)

Contoh R 2

Bentuk tabel pembantu

(23)

Contoh R 2

Hitung nilai R2 dari tabel pembantu

Nilai R2 = 0.6, artinya garis regresi linear cukup mewakili titik-titik aktual dalam membentuk garis persamaan

(24)

Analisis Korelasi

Melihat kuatnya hubungan antar variabel yang dihasilkan dari analisis korelasi dapat diketahui berdasarkan besar kecilnya

koefisien korelasi

(25)

Analisis Korelasi vs Analisis Regresi

Analisis Korelasi :

► Bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linier antara dua variabel.

► Tidak menunjukkan hub. Fungsional.

► Tidak membedakan variabel dependen dan variabel independen.

Analisis Regresi :

► Menunjukkan arah hubungan antara variabel independen dengan

variabel dependen.

(26)

Arah hubungan dua variabel

Hubungan dikatakan positif, jika peningkatan suatu variabel dapat meningkatkan nilai variabel lain. Vice versa

Cth: Ketampanan dan rasa percaya diri

Hubungan dikatakan negatif, jika peningkatan suatu variabel justru menurunkan nilai variabel lain. Vice versa

Cth: Jualan es dan curah hujan

(27)

Besar hubungan dua variabel

Koefisien korelasi positif terbesar = 1

Koefisien korelasi negatif terbesar -1

Koefisien korelasi terkecil = 0

Bila nilai 1 atau -1, artinya hubungan

mereka sempurna. Tanpa ada kesalahan

dalam prediksi

(28)
(29)

Teknik Statistik Korelasi

Macam Data Teknik Korelasi

Nominal • Koefisien Kontingency

Ordinal • Spearman Rank

• Kendal Tau

Interval dan Ratio • Pearson Product Moment

• Korelasi Ganda

• Korelasi Parsial

(30)

Korelasi Parametris

Korelasi Product Moment

Data : Interval dan ratio

Harus terdistribusi normal

Berasal dari sumber yang sama

Berpedoman pada Interpretasi koefisien korelasi

(31)

Nilai Koefisien Korelasi

 

 

(32)

Tingkat Signifikansi Koefisien Korelasi

Uji T

Membandingkan antara t-hitung dengan t-tabel.

Apabila nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka H0 ditolak dan ha diterima. Atau dalam kata lain : Terdapat hubungan antar nilai variabel korelasi

(33)

Contoh

Penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kenyamanan (x) dan kasih sayang (y) pada 10 responden

Kenyamanan (x) = 8 9 7 6 7 8 9 6 5 5

Kasih sayang (y) = 3 3 2 2 2 2 3 1 1 1

(34)

Buat tabel penolong

No Xi Yi Xi-|X| Yi-|Y| X^2 Y^2 XY

1 8 3 1 1 1 1 1

2 9 3 2 1 4 1 2

3 7 2 0 0 0 0 0

4 6 2 -1 0 1 0 0

5 7 2 0 0 0 0 0

6 8 2 1 0 1 0 0

7 9 3 2 1 4 1 2

8 6 1 -1 -1 1 1 1

9 5 1 -2 -1 4 1 2

10 5 1 -2 -1 4 1 2

Jum 70 20 0 0 20 6 10

(35)

Contoh : koefisien korelasi

Masukkan dalam rumus

Korelasi diinterpretasikan ke dalam tingkat hubungan sangat kuat

 

   

(36)

Contoh : Uji t

Masukkan dalam rumus

Harga t dibandingkan dengan t tabel pada kesalahan 5% dengan derajat kebebasan dk = n-2 = 8.

Besarnya 2,306

T-hitung > t-tabel terdapat hubungan yg signifikan antara kenyamanan dan kasih sayang

 

 

 

(37)
(38)

Contoh : Koefisien determinasi

Koefisien determinasi besarnya = r

2

Dari contoh, missal r = 0,9129, maka r

2

= 0,83

Artinya : varian yang terjadi pada variabel kasih sayang sebesar

83% dapat dijelaskan melalui varian yang terjadi pada kenyamanan

atau kasih sayang 83% ditentukan oleh besarnya kenyamanan, dan

17% karena factor lain.

(39)

Statistik NonParametris

Korelasi Spearman Rank

Variabel bisa berasal dari sumber data yang berbeda

Jenis data ordinal

Tidak harus terdistribusi normal

(40)

Spearman Rank

 

Uji Signifikansi gunakan uji-z

(41)

Uji-z

Membandingkan nilai z-hitung dengan nilai z-tabel.

Jika nilai z-hitung lebih besar dari z-tabel, maka h0 ditolak dan ha diterima, atau terdapat signifikansi pengaruh antar variabel

(42)

Contoh

Ada kejuaraan binaraga di Salty Spitoon yang terdiri dari 10

peserta dan 2 juri. Cari hubungan antara penilaian 2 juri tersebut.

Peser

ta 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Juri 1

9 6 5 7 4 3 2 8 7 6

Juri

2 8 7 6 8 5 4 2 9 8 6

(43)

Tabel Penolong

Peserta Juri 1

(Xi) Juri 2

(Yi) Rank

(Xi) Rank

(Yi) Xi-Yi (b) b2

1 9 8 1 3 -2 4

2 6 7 5.5 5 0.5 0.25

3 5 6 7 6.5 0.5 0.25

4 7 8 3.5 3 0.5 0.25

5 4 5 8 8 0 0

6 3 4 9 9 0 0

7 2 2 10 10 0 0

8 8 9 2 1 1 1

9 7 8 3.5 3 0.5 0.25

10 6 6 5.5 6.5 -1 1

- - - - 0 7

(44)

Perhitungan

 

(45)
(46)

Hasil

Hasil rho hitung ternyata lebih besar untuk taraf kesalahan 5% ataupun 1%.

Artinya terdapat hubungan yang kuat antara juri 1 dan juri 2 dalam memberikan penilaian terhadap 10 peserta yang dilombakan.

(47)

Uji-z

Masukkan dalam rumus

 

(48)

Kesimpulan uji-z

Misal untuk taraf kesalahan 1%, harga z pada tabel dicari pada z(0.01/2)= z(0,005) diperoleh harganya z = 2.575.

Hal ini berarti Z-hitung > Z-tabel. Sehingga terdapat

kesesuaian secara signifikan antara penilaian dari juri 1 dan juri 2

(49)

Referensi

Dokumen terkait