DAFTAR PUSTAKA
Abdul, Bari Saifuddin. 2011. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Jakarta ; PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Altika, M. Sifa. Hubungan Usia Ibu Hamildan Anemia dengan Kejadian Abortus
Di RSUD Ambarawa. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing). Volume 10, No.1.
Amalia, L. Maghni, & Sayono. 2015. Faktor Risiko Kejadian Abortus (Studi di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. Vol.10, No.1. ISSN 1693-3443.
Apriliana, N., Buraerah, & Stang. 2016. Determinan Kejadian Abortus Imminens di Rumah Sakit Haji Makassar. Bagian Biostatistik/KKB. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Makasar.
Bobak. 2010. Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Edisi 4, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Cahyani, P., Tatarini, I.R., Sri, Kurniawati, & Nur, Laila. 2016. Hubungan Antara Hipertensi Kronik dengan Kejadian Abortus Pada Ibu Hamil. Jurnal penelitian kesehatan. Politeknik Kesehatan Surabaya.
Cunningham, F G,dkk.2013. Obstetri Williams Volume I. Jakarta: EGC
Darmawati. 2010. Mengenali Abortus dan Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus. Idea Nursing Journal. Vol. II No. 1. ISSN : 2087-2879.
Desyanti, D. Faktor - Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul Tahun 2016. Program Studi Bidan Pendidik Diploma IV. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas
‘Aisyiyah. Yogyakarta.
Dewi, Ratna Pudiastuti. 2012. Asuhan Kebidanan pada Hamil Normal dan Patologi. Yogyakarta: Nuha Mediks.
Dinaria. 2017. Usia Dengan Kejadian Abortus Pada Ibu Hamil. Diakses tanggal 30 April 2018 dari http://scholar.google.co.id.
Erlina. 2009. Hubugan Usia Ibu dengan Kejadian Abortus. Diakses tanggal 24 Juni 2014 dari http://gope2306. Wordpress.com/2009/02/27 /hubungan- usia-ibi- dengan-kejadian-abortus
66
67
Evariny, 2009 ,Hamil Tenang Diusia Matang, diakses tanggal 25 Januari 2012 dari http ://www.google.com.
Fauziyah, yulia. 2012. Obstetric patologi. Yogyakarta: Nuha Medika
Handayani, E. Yuli. 2015. Hubungan Umur dan Paritas dengan Kejadian Abortus di RSUD Kabupaten Rokan Hulu .Jurnal Maternity and Neonatal. Volume 1, No 6. Hlm: 249-253.
Handono dkk, Budi.2009. Abortus Berulang. Bandung: Refika Aditama Ratna Henderson Christine.2006.Buku Ajar Konsep Kebidanan.Jakarta: EGC
Hidayat, A .Aziz Alimul.2007.Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika
Khadijah, S. 2016. Hubungan Anemia dan Usia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Abortus Inkomplit di RSAM Bukit tinggi. Journal Endurance. Vol.1, No.3. Hlm: 158-166. DOI: http://doi.org/10.22216/jen.v1i3.1683.
Kemenkes RI. 2015. Infodatin 2014-2015 Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, Jakarta
Kusmiyati, dkk. 2008. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Yogyakarta:
Fitramaya
Lestariningsih. 2008. Hubungan usia Ibu dengan kejadian abortus.
http://wordpress.com/2008/02/27/ Diaksestanggal 08 agustus 2017 pukul 09.00 wib
Leveno, Kenneth J. 2009.Obstetri Willliams Panduan Ringkas.Jakarta:EGC Lieskusumastuti, A. Dewi. 2016. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan
Kejadian Abortus Spontan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Tahun 2016. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum. Surakarta.
Luthfiana, M. Lia., Triatmi, A. Yanuarini, & Mika, M. 2016. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Abortus Inkomplit di RSUD Gambiran Kota Kediri Tahun 2016. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol. 6, No. 1. Hlm: 66- 76. ISSN: 2579-7301.
Manuaba, Ida Ayu Chandranita.2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB.Jakarta: EGC
Marmi, dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
68
Meiwanto. 2007. Ilmu Kandungan. Jakarta: Salemba Medika
Mochtar, Rustam.2012.Obstetri Fisiologis dan Obstetri Patologi. Jakarta: EGC Mustikawati, A., Hidayat, W., & Miranti, K. Dewi. 2015. Hubungan Antara
Karakteristik Ibu dengan Kejadian Abortus Spontan di Bagian Kebidanan Rumah Sakit Al-Islam Bandung Periode 1 Januari 2010 – 31 Desember 2014. Prosiding Pendidikan Dokter. Hlm: 646-653 ISSN: 2460-657X.
Noorhalimah. 2015. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Neonatal di Kabupaten Tapin : Tinjauan Terhadap Pemeriksaan Kehamilan, Penolong Persalinan dan Karakteristik Ibu. Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Lambung Mangkurat.
Banjarmasin.
Norwitz, E. dan Schorge. 2008. At a Glance Obstetri dan Ginekologi. Jakarta:
Erlangga dan Pusat Perbukuan Depdiknas
Notoadmodjo, Soekidjo.2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:Rineka Cipta
Nugroho, T .2012. Kasus Emergency Kebidanan Untuk Kebidanan dan KeperawatanYogyakarta :NuhaMedika
Prawirohardjo S. 2011.Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi IV. Jakarta:
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Proverawati, Atikah 2011. Anemia dan Anemia Kehamilan. Nuha Medika.
Yogyakarta
Purwaningrum, E. D., & Fibriyana, A. I. (2017). Faktor Risiko Terjadinya Abortus Spontan. Higeia Journal Of Public Health Research and Development
Putri, R.W. Yulia. 2018. Hubungan Usia, Jumlah Kehamilan, dan Riwayat Abortus Spontan Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Abortus Spontan di Rumah Sakit Umum Aghisna Medika Kabupaten Cilacap. Program Studi Kedokteran Umum. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah.
Surakarta.
Sastrawinata, Sulaiman dkk.2005. Obstetri Patologi.Jakarta: ECG
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Uyanto. 2008. Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta. Graha Ilmu
69
Wardiyah, A. 2016. Hubungan Anemia dengan Kejadian Abortus di RSUD Dr. H.
Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol.7, No.1. Hlm: 1-5. ISSN: 2086-3071, E-ISSN: 2443-0900.
Winkjosastro. 2010. Ilmu Kebidanan, Edisi 3, Cetakan 5, Jakarta, Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.