• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unduh - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Unduh - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan terhadap konsumsi diet tinggi protein dan penyembuhan luka didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Rata-rata konsumsi diet tinggi energi tinggi protein pada pasien post operasi Sectio Caesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi pada hari ke 1-3 (di Rumah Sakit) adalah 99,0% dan hari ke 4-7 (di rumah) adalah 96,4,0% yang dapat di interpretasikan normal.

2. Rata-rata skor penyembuhan luka post operasi Sectio Caesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi pada hari ke 3 adalah 20,60 yang dapat di interpretasikan sebagai luka cukup baik dan pada hari ke 7 adalah 22,16 yang dapat di interpretasikan sebagai luka baik.

3. Ada hubungan antara konsumsi diet tinggi protein dengan penyembuhan luka post operasi Sectio Caesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dibuktikan dengan p = 0,000 karena p value < 0,05 yang diuji statistik dengan menggunakan uji korelasi Spearman (r) dengan bantuan SPSS.

5.2 Saran

5.2.1 Bagi Responden

a) Responden dengan konsumsi diet tinggi energi tinggi protein normal dengan penyembuhan luka baik

Responden diharapkan tetap mempertahankan konsumsi nutrisi terutama diet tinggi protein dan tetap rajin kontrol ke pelayanan kesehatan untuk

65

(2)

66

konsultasi ke dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi.

b) Responden dengan konsumsi diet tinggi energi tinggi protein normal dengan penyembuhan luka cukup baik

Responden diharapkan tetap mempertahankan konsumsi nutrisi terutama diet tinggi protein, menjaga personal hygiene, dan tetap rajin kontrol ke pelayanan kesehatan, karena selain diet tinggi protein ada faktor lain (usia, obat-obatan, stress luka) yang juga dapat berpengaruh dalam penyembuhan luka.

c) Responden dengan konsumsi diet tinggi energi tinggi protein defisit tingkat ringan dan defisit tingkat sedang dengan penyembuhan luka cukup baik Responden diharapkan dapat meningkatkan konsumsi nutrisi terutama diet tinggi protein (seperti telur, ikan, ayam), mematuhi instruksi yang diberikan, dan rajin kontrol ke pelayanan kesehatan.

5.2.2 Bagi Tempat Penelitian a) Ruang Cempaka

1. Perawat, bidan, dan ahli gizi yang bertugas di ruangan diharapkan untuk tetap memberikan KIE tentang pentingnya makanan tinggi protein bagi pasien post operasi Sectio Caesarea.

2. Ahli gizi/penanggung jawab gizi ruangan diharapkan dapat memberikan KIE mengenai pengisian food recall untuk pasien post operasi Sectio Caesarea baik di Rumah Sakit atau di rumah sehingga pasien dapat paham dan mengerti mengenai jumlah kebutuhan nutrisinya agar tidak terjadi komplikasi dalam penyembuhan luka post operasi.

(3)

67

b) Poli Obgyn

Diharapkan untuk tetap melaksanakan tindakan rawat luka dan angkat jahitan sesuai dengan SOP yang berlaku di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

5.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkan bagi peneliti selanjutnya mampu melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan menghubungkan variabel lainya, contohnya mengenai faktor-faktor internal atau eksternal yang mempengaruhi konsumsi diet protein, pengaruh pendidikan kesehatan terhadap penurunan resiko ibu kurang gizi pre dan post operasi.

Referensi

Dokumen terkait

Tekanan darah Distribusi responden berdasarkan tekanan darah seperti pada tabel 6 Tabel 6 Distribusi Responden berdasarkan Tekanan Darah Tekanan Darah Frekuensi Persentase % Normal

Subjek penelitian ini menggunakan 2 responden yang merupakan pasien diabetes mellitus dengan luka gangren di Klinik Griya Bromo Kota Malang yang sesuai dengan kriteria penelitian..

1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Kesimpulan Berdasarkan Hasil Penelitian Hubungan Mobilisasi Dini Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Op Sc Di Rsud Mardy

Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana perbedaan pengetahuan, konsumsi energi sebelum dan sesudah

Status Gizi Pasien Bedah Mayor Preoperasi Berpengaruh Terhadap Penyembuhan Luka Dan Lama Rawat Inap Pascaoperasi Di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.. Jurnal Gizi Klinik Indonesia

Kebutuhan paling utama pada pasien yang mengalami persalinan dengan cara operasi section caesarea perlu diperhatikan tentang diet tinggi energi dan tinggi proteinnya untuk penyembuhan

Luka yang Sukar Sembuh Penyebab luka yang sukar sembuh adalah: 1 infeksi yang hebat, kuman, atau jamur yang mudah tumbuh pada kondisi gula darah yang tinggi; 2 kerusakan dinding

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertrik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan antara Peran Keluarga Dalam Perawatan Post Operasi Dengan Proses Penyembuhan Luka