• Tidak ada hasil yang ditemukan

Universitas Hindu Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Universitas Hindu Indonesia"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Perrnukiman yang Harrnonis: Tanrangan . f- Bali dalam konteks nasional bahkan dunia selalu : dan menjadi rujukan sebagai tempat belajar ze budaya bermukim (human settlement). Pencip usaha untuk secara lebih akurat mengakornor sebagai individu maupun anggota kelompok dala tersebut, seseorang memiliki keterikatan e!::

A

tas Wasa berka (Tuhan ~-

:a.:

berjudul: "Perrnukizaa Membangun Ruang disusun dan diterbirsa menjadi tradisi inre.s yang patut dikern: ; pemikiran a tau ga as ini merupakan

kum;

dari dosen-dosen Fakultas Teknik Universitas ·..:

ini, sekaligus sebagai kado HUT yang ke-26 unr Hindu Indonesia tahun 2019.

Om Swastyastu,

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSII

ii

I

Permukiman yang Harmonis: Tantangan Membangun Ruang Berrnukim di Bali Hak cipta dilindungi unclang-undang

Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk clan dengan cara apapun tan pa ijin tertulis dari penerbit

Cetakan pertama, )uni 2019

Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia Bekerja sama dengan

Penerbit UNHI PRESS

JI.

Sangalangit, Tembau Penatih, Denpasar - Bali

Telp. (0361) 464700 / 464800 Email: [email protected] Foto Sampul Depan dan Belakang

fb. Tenganan Pengringsingan Bali Desain Sampul

Made Sanjaya Tata Letak

Wayan !wan Suryawan Editor

I Komang Gede Santhyasa I Putu Laintarawan Penulis

I Gusti Putu Anindya Putra; I Komang Gede Santhyasa;

I Putu Gede Suyoga; Wahyudi Arimbawa; Made Novia Indriani;

I Nyoman Suta Widnyana; Ni G.A. Diah Ambarwati Kardinal;

Ida Bagus Wirahaji; I Putu Laintarawan; Ida Ayu Putu Sri Mahapatni;

I Made Gde Sudharsana; I Nyoman Harry Juliarthana;

Komang Ayu Sari Galih; Cokorda Putra: A.A.A Made Cahaya Wardani ISBN 978-602-52255-9-8

Permukiman yang Harmonis:

Tantangan Membangun Ruang Bermukim di Bali

(3)

Permukiman yang Harmonis: Tanrangan Membangun Ruang Bermukim di Bali

I

v

4

Pengembangan Permukiman Berbasis Budaya

I Gusti Putu Anindya Putra 45

3

Aspek Sosio-Kultural dalam Tatanan Ruang

Permukiman Tradisional di Desa Adat Penglipuran, Bali:

Sebuah Referensi Penciptaan Permukiman yang AdaptifBagi Penghuninya

Wahyudi Arimbawa 31

23

2

Deskripsi Kritis Identitas Arsitektur Tradisional Bali dalam Perspektif Kekerasan Simbolik

l Putu Gede Suyoga .

1

1

Peran Budaya Bali sebagai Landasan Pembentukan Ruang Permukiman dalam Masyarakat Multikultur:

Sebuah Kajian Teoretis

l Gusti Putu Anindya Putra dan I Komang Gede Santhyasa .

Sam bu tan Dekan Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia... iii

Daftar Isi... v

Daftar Ta be], Garn bar dan Foto... vii

Pengantar Editor... xi

DAFTARI SI

(4)

Perrnukirnan yang Harmonis: Tanrangan . ~,::,i

Bab III

Garn bar 1. Tatanan Ruang Permukiman Tra ·

Penglipuran -

Garn bar 2. Orientasi Simbolik Gunung-Laut Gambar 3 Orientasi Simbolik Matahari Terb.

Penglipuran _

Gambar 4. Perpaduan Orientasi Sum bu Bumi

Desa Adat Penglipuran -

Gambar 5. Konsep Panca Mandala Pada Ta --

Tradisional _

Garn bar 1. Hubungan yang Harmonis dalam Gambar 2. Ukuran Dasar (human scale) Bang Gambar 3. Tata Nilai Pola Ruang Natah .... - .. _

Garn bar 4. Jarak Bangunan dalam Pekaranga

Gambar 5. Ukuran Pekarangan - Garn bar 6. Konsep Rumah Bali - Gambar 7. Variasi Besaran Ukuran Besaran P Garn bar 8. Perubahan Bentuk dan Fungsi B-

pada Rumah Tinggal.. -

Unsur-Unsur Tri Hita karana d - Bab I

Tabel 1.

DAFTAR TABE L, Gn

vi Perrnukirnan yang Harmonis: Tantangan Membangun Ruang Bermukim di Bali TENTANG PENULIS... 155

12

Perumahan Tradisional Bali dan Indeks Kualitas Kenyamanan Hidup Rumah Terhadap Penghuninya

Cokorda Putra dan A.A.A. Made Cahaya Wardani 143

11

Konsep Multikultural pada Pola Permukiman di Kota Denpasar

I Nyoman Harry Juliarthana dan Komang Ayu Sari Galih... 133

1 Q

Sanitasi Bersih, Hidup Lebih Sehat dan Berkualitas

I Made Gde Sudharsana... 123 Ida Ayu Putu Sri Mahapatni... 109

Eksistensi Penerapan "Telajakan" di Desa Pakraman Cengkilung, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara

9

Ida Bagus Wirahaji dan I Putu Laintarawan... 95 Strategi Penanganan Permukiman Kumuh dan Lingkungan Perumahan di Kota Denpasar

8

83

1i G.A. Diah Ambarwati Kardinal .

Ruang Budaya yang Hilang di Desa Pegayaman, Buleleng · Bali

7

6

Makna Kultural "Bale Jineng"

Made Navia Indriani dan I Nyoman Suta Widnyana... 71 Ekspresi Keruangan Budaya Lokal: Tinjauan Diakronik Spasial Permukiman Desa Adat Kesiman, Denpasar - Bali

I Komang Gede Santhyasa 59

5

(5)

Permukiman yang Harmonis: Tanrangan Membangun Ruang Bermukim di Bali

I

71

1. Pendahuluan

A

rsitektur tradisional Bali sudah cukup dikenal oleh masyarakat, baik di lingkup nasional (di Indonesia) maupun di dunia internasional. Hal ini sangat terkait dengan Bali sebagai tujuan wisata dunia yang ban yak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun manca negara. Walaupun arsitektur tradisional Bali inilahir dan tumbuh dalam kehidupan masyarakatnya yang agraris, tetapi masih bisa bertahan sampai sekarang di tengah-tengah kehidupan masyarakat modern. Kekuatan arsitektur tradisional Bali ini tidak bisa dilepaskan dari nafas Agama Hindu yang menjiwainya, yang mengajarkan keharmonisan lingkungan buatan dengan alam (Dwijendra, 2008).

Rumah tradisional Bali lahir di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya yang berprofesi sebagai petani, sehingga arsitekturnya pun tumbuh untuk mewadahi kehidupan masyarakat agraris. Namun, semakin berkembangnya jaman menyebabkan terjadinya pergeseran pola aktivitas masyarakat. Hal ini juga menyebabkan terjadinya pergeseran fungsi bangunan tradisional serta usaha-usaha mengadopsi konsepnya ke dalam bangunan modern untuk mewadahi fungsi yang baru.

Dalam proses perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin modern, tentunya banyak terjadi perubahan pola aktivitas masyarakat. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi juga terhadap ruang-ruang yang tersedia. Banyak ruang dalarn rumah tinggal tradisional yang awalnya berfungsi

Made Novia Indriani dan I Nyoman Suta Widnyana

Makna Ku ltu ral "Bale Ji neng "

(6)

-~ 0 E

QJ

'"

co

(7)

·co c <lJ c:

D D

(8)

"'

c-, c .-'<

"'

0. E

"'

-0

c §, c QJ -0

~ "' ""

::::;

"'

c

"'

E

~

c QJ -0

- ~ ra

... ·c:;;

"' 0

E "'

(9)

"ec c (l) c 'o0 c (lJ c

(10)

,r: r

....

QO

0 QO _Q

"'

c ~ ab "'D c

0..0 .8 c c

"' Cl) >, co "ec c

"'

c :::, E c ...c;

"'

..., "O (ij =s

"' Cl) Cl)

(11)

Referensi

Dokumen terkait