“Kesadaran Hukum Pengemudi Ojek Online Terhadap Peraturan Lalu Lintas di Kecamatan Rappocini Kota Makassar’’
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan guna melanjutkan penelitian pada Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh
Takdir 105431101117
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAHMAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN 2021/2022
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANSURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Takdir
Nim : 105431101117
Jurusan : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Judul Proposal : Kesadaran Hukum Pengemudi Ojek Online Terhadap Peraturan Lalu Lintas di Kecamatan Rappocini Kota Makassar.
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan penguji adalah hasil karya sendiri dan bukan karya atau ciptaan orang lain.
Dengan pernyataan ini saya buat apabila tidak benar apa adanya maka saya siap untuk di sanksi
Makassar, 31 Januari 2022 Yang membuat pernyataan
Takdir
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANSURAT PERJANJIAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Takdir
Nim : 105431101117
Jurusan : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:
1. Mulai dari penyusunan skripsi sampai selesai penyusunan skripsi ini , saya akan akan menyusun sendiri skripsi ini.
2. Saya akan melakukan konsutasi kepada pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas
3. Saya akan tidak melakukan plagiat (penjiblakan) dalam penyusunan skripsi ini.
4. Jika saya melanggar point 1,2 dan 3 maka saya siap untuk dilakukan sanksi sesuai terapannya.
Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.
Makassar, 31 Januari 2022 Yang membuat pernyataan
Takdir
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“Konsekuensi hidup adalah berjuang, berjuangan juga merupakan ibadah maka dari itu berjuanglah dalam menghadapi hidup ini”
Kupersembahakan karya ini untuk:
Kedua orang tua, dengan doanya menjadi Jembatan dalam menuntaskan tugas ini beserta
Semua teman-teman yang telah mendukung dan membantu menyelesaikan tugas ini
Abstrak
TAKDIR, 2017. Kesadaran Hukum Pengemudi Ojek Online Terhadap Peraturan Lalu Lintas di Kecamatan Rappocini Kecamatan Bissappu (dibimbing oleh Dr.Muhajir.,M.Pd dan Dr.
Suardi.,S.Pd.,M.Pd
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran hukum para pengemudi ojek online di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Jenis penelitian kualitatif dengan metode pendekatan hukum normative-empiris. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengemudi ojek online jenis Grab, Gojek, dan Maxim, serta penguatan data dari Kepala Satlantas Rappocini dan derektur dari ojek online penentuan informan ini menggunakan operational construct. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian akan menunjukkan bagaimna kesadaran hukum dari pengemudi ojek online terhadap peraturan lalu lintas di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Hal ini terbukti dari hasil observasi, bahwa kesadaran hukum yang dimiliki perindividu dari para pengemudi ojek online masih minim dalam penegakan aturan yang telah canamkan sebagai norma yang mengatur dalam berlalu lintas, melihat bagaimana kesadaran hukum para pengemudi yang terbatas dalam pengetahuan akan lebih sulit dalam menerapkan secara aktualisasi aturan itu, akan tetapi perlu keselarasan dalam meneati aturan dari segi pengetahuan serta secara aktualisasi sehingga mampu tercapai kesadaran hukum para pengemudi.
Kata kunci: Tertib Berlalu Lintas, Undang-undang Berlalu Lintas, Kesadaran Hukum.
Abstract
TAKDIR, 2017. Legal Awareness of Online Ojek Drivers Against Traffic Regulations in Rappocini District, Bissappu District (supervised by Dr.Muhajir.,M.Pd and Dr. Suardi.,S.Pd.,M.Pd
This study aims to determine the legal awareness of online motorcycle taxi drivers in Rappocini District, Makassar City. This type of qualitative research with a normative-empirical legal approach. The informants in this study consisted of online motorcycle taxi drivers of the types Grab, Gojek, and Maxim, and strengthened data from the Head of Satlantas Rappocini and the director of online motorcycle taxis. This informant used operational construction. Data was collected by means of interviews, observation and documentation. The results of the study will show how the legal awareness of online motorcycle taxi drivers to traffic regulations in Rappocini District, Makassar City. This is evident from the results of observations, that individual legal awareness of online motorcycle taxi drivers is still minimal in enforcing the rules that have been regulated as norms governing traffic, seeing how the legal awareness of drivers who are limited in knowledge will be more difficult to understand. However, there needs to be harmony in obeying the rules in terms of knowledge and actualization so that legal awareness of drivers is achieved Keywords: Traffic Rules, Traffic Laws, Legal Awareness.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil „alamin puji dan syukur ke hadirat Allah Swt atas segala limpahan rahmat dan segala nikmat yang selalu tercurahkan kepada penulis, salam dan salawat kepada junjungan Nabi Muhammmad saw, keluarga, sahabat dan seluruh ummat muslim yang tetap istiqamah pada ajarannya. Pada kesempatan ini penulis mendapat nikmat yang luar biasa karena dapat menyelesaikan proposal ini untuk memenuhi salah satu syarat guna mengikuti ujian seminar proposal pada Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Dalam penyusunan proposal ini, tidak sedikit mengalami hambatan, akan tetapi atas berkat pertolongan sang Khalik Allah Swt penulis dapat mengatasinya dengan baik. Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan proposal ini.
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya baik berupa moril maupun materil dalam penyelesaian proposal ini mulai dari awal sampai selesai. Ucapan terima kasih yang tak terhingga dan teristimewa untuk semua faktor yang menentukan keberhasilan proposal ini diantaranya:
1. Kepada orang tua, dan saudara saya yang telah memberikan doa, motivasi dan nasehat tiada henti kepada saya.
2. Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Erwin Akib, M.Pd.,Ph.D Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Dr. Muhajir, M.Pd Ketua Prodi PPKn Universitas Muhammadiyah Makassar, sekaligus dosen pembimbing 1 yang telah memberikan kritikan serta masukan demi kesempurnaan proposal ini.
5. Suardi, S.Pd., M.Pd selaku pembimbing 2 yang senang tiada memberikan kritikan dan masukan demi kesempurnaan proposal ini.
6. Terimah kasih kepada teman-teman IMM PC Bantaeng, support dalam menyelesaikan proposal ini.
7. Beserta, teman-teman kabinet jaya Hima PPKn Unismuh Makassar, sahabat angkatan saya di Justice merupakan nama angkatan kami, PIKOM IMM FKIP Unismuh Priode 2020-2021
Tiada imbalan yang dapat diberikan, hanya kepada Allah Swt penulis menyerahkan segalanya dan semogah bantuan yang diberikan selama ini bernilai ibadah di sisi-Nya Aamiin.
Makassar, Juli 2021 Penulis,
Takdir
DAFTAR ISI
SAMPUL
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
SURAT PERNYATAAN... iv
SURAT PERJANJIAN ... v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 8
A. Landasan Teori ... 8
1. Kesadaran………. 8
2. Hukum……….. 9
3. Kesadaran Hukum ... 9
4. Pengemudi Transportasi Online ... 11
5. Lalu Lintas ... 13
6. UUD No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ... 15
B. Kerangka Pikir ... 21
BAB III METODE PENELITIAN... 23
A. Jenis Penelitian ... 23
B. Lokasi Waktu Penelitian ... 23
C. Informasi Penelitian ... 24
D. Sumber Data Penelitian ... 25
E. Instrumen Penelitian ... 26
F. Teknik pengumpulan Data ... 27
G. Metode Analiis Data ... 28
H. Reduksi data ... 29
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 30
A. Kesimpulan ... 65
B. Saran ... 65
DAFTAR PUSTAKA ... 66
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dilihat dari sumber hukum Negara Indonesia telah dilegalitaskan sebagai Negara hukum terdapat didalam Pasal 1 Ayat 3 Undang-Undang Negara Republik Tahun 1945, dari hal tersebut segala aktivitas segenap masyarakat Indonesia senantiasa dalam menjalankan aturan dan menerimah hukum yang berlaku di Negara Indonesia, seperti halnya dalam berkendara perlu kalanya untuk tetap mematuhi sesuai aturan. Terdapat pada undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa pengguna jalan wajib memahami segenap aturan yang telah di berlakukan secara formal. Sedangkan lalu lintas merupakan laju gerakdari 1 tempat ke tempat yang lain lalu lintas sangat berkaitan tentang transportasi, maka dari itu segenap aturan ini terdapat pada undang-undang Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 1 ayat (3).
Dari segi kehidupan masyarakat untuk era saat ini sangat bergantungan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat salah satunya perkembangan di media komunikasi yang di singkronkan dengan transportasi yang sekarang dikenal dengan pengemudi online, baik secara pemesanan angkutan yang akan kita pake itu berbasis online ini lebih memudahkan masyarakat dalam memilih dan melakukan pemesanan kendaraan untuk sampai ke tujuan tertentu, hal ini di jemput oleh para pengemudi sehingga banyak pengemudi yang sudah mengoperasikan system Akhir-akhir ini banyak aplikasi yang bersaing di kalangan transportasi online diantaranya Grab, Gojek, Maxim ini tidak dipungkiri
kehadirannya di beberapa kota contohnya di Kota Makassar ini. tetapi dari hal ini para pengemudi tetap mengikuti serta harus paham terkait dengan Hukum yang berlaku serta sesuai dengan aturan Nomor 22 Tahun 2009 Undang-undang Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Melihat bagaimana realitas yang terjadi di kalangan masyarakat pengemudi transportasi online di kota Makassar tidak dapat kita pungkiri para pengemudi masih tergolong banyak yang melakukan pelanggara maka dari itu pelanggarang ini disebabkan terkait dengan kesadaran hukum dalam berkendara.
Semestinya sebagai warga Negara harus sadar serta` memahami segala bentu aturan yang telah di tetapkan dalam keseharian terkhususnya dalam berlalu lintas.
Beberapa pengemudi masih lalai dalam berkendara dikaikan karna kesadaran hukum masyarakat dalam berlalu lintas ini. Kita menarik apa yang arti dari kelalaian itu adalah perlakuan seorang tindak pidana melakukan kesalahan yan tidak sederajat yang kurang berhati-hati sehingga sesuatu yang tanpa factor kesengajaan akan terjadi. Hal ini di Indonesia sudah menjadi fenomena yang umum terjadi di Indonesia apatalagi Negara berkembang, semakin banyaknya terjadi kelalaian di Indonesia maka ini dianggap sebagai wacana yang umum di kalangan kita, reaksi dari kelalaian ini akan menimbulkan kecelakaan inilah menjadi kehawatiran para aparat yang berwewenan dalam menegakkan hukam bukan untuk perpihakan ke pada siapa tetapi ini untuk kemaslahatan bersama dalam berkendara di jalan raya agar para pengguna jalan mampu berkendara nyaman aman serta tertip, akibat kecelakan sering menimbulkan meninggal dunia bagi pela penngguna yang lalai.
Bahkan sering kita jumpai pelanggaran-pelanggaran ringan yang dilakukan oleh para pengemudi trasportasi online apa lagi kepada para pengguna ojek online seperti tidak menyalakan lampu di siang hari, menerobos lampu merah, menggunakan knalpot yang bersuara keras, melawan arus lalu lintas, bahkan ada beberapa yang tidak menggunakan atribut dalam berkendara seperti helm kepada para penumpang mereka, melakukan parkir bebas pelanggaran seperti ini tidak dipungkiri para pengemudi ojek online melakukan hal ini. Dari pelanggaran ini memang perlu ada unsur yang memberikan konsekuensi ketika mereka tidak menaati aturan sehingg tidak lagi ingin mengulang kesalahan merekan maka dari itu ada aturan yang memberikan rasa pengetahuan serta rasa kepekaan dan tidak ada keinginan mengulang kesalahan di cetuslah undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dalam peraturan ini terdapat didalamnya konsekuensi/sanksi terehadap para pelanggar pengguna transportasi dijalan dengan demikian dengan adanya aturan ini akan memberikan efek jera kepada para pengguna jalan agar tidak lalai lagi serti tidak membebani orang lain dalam berkendara, diterapkan udandang-undang ini sangat meruba tatanan berlalu lintas ketika di optimalkan secara seksama dan akan menimbulkan kenyamanan di jalanan.
Di Kota Makassar ini sering kita jumpai para pengemudi ojek online yang melakukan pelanggaran yang tertera di atas sering kita jumpai di poros jalan Kecamatan Rappocini, baik di kawasan Kelurahan Rappocini, Balla Parang, Banta-Bantaeng, Bonto Makkio, Buakana, Gunung Sari serta seluruh Kelurahan lainnya yang ada di Kecamatan Rappocini, beranjak dari sini menjadi bahan dalam objek peneliti mengambil kawasan Rappocini ini menjadi objek penelitian
karna Kecamatan Rappocini ini juga merupakan laju dominan para pengemudi ojek online.
Ojek online yang menjadi objek penelitian ini hanya terpaku pada kendaraan beroda dua saja terkhususnya kepada pengendara pengemudi ojek online (Maxim) dalam berlalu lintas apakah senantiasa paham dan menaati hukum
yang berlaku atau sebaliknya.
Lalu lintas sangat berperan pada dalam akses pembangunan, perekonomian bahkan dalam aspek pekerjaan lainnya, dengan adanya lalu litas ini akses transportasi, perpindahan dari 1 tempat ke tempat lain akan mudah, mencoba mebayangkan ketika laju lalu lintas ini ketika lalu lintas tidak ada maka akan terhambat banyak aspek, contohnya ketika kita akan berangkat ke tempat kerja yang jarak tempuhnya sangat jauh, ingin memindahkan barang dari tempat lain ke tempat yang lainya.
Undang-undang yang mengatur lalu lintas adapun tujuannya terdapat dalam pada 3 undang-undang no 22 tahun 2009, lalu lintas dan angkutan jalan di selenggarakan dengan tujuan. Akan terwujudnya pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertip, lancer dan terpadu dengan moda angkutan lain untuk mendorong perekonomian nasional, memajukan kesejahtraan umum. Memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa. Terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa, dan terwujudnya penegakan hukum dan kepastihan hukum bagi masysrakat. Instruksi tujuan hukum ini sangat jelas tata arah dari aturan lalu lintas.
Melihat beberapa pelanggaran yang dilakukan para pengemudi transportasi online ini sehingga perlu dilakukan penelitian apakah mereka memiliki kesadaran
hukum dalam berkendara, itulah alasan utama mengapa perlu dilakukan penelitian
“Kesadaran Hukum Pengemudi Ojek Online Terhadap Peraturan Lalu Lintas di Kecamatan Rappocini Kota Makassar’’
B. Rumusan Masalah
Peneliti menyimputkan terdapat du rumusan msalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Bagaiman kesdaran hukum para pengemudi ojek online terhadap peraturan lalu lintas di Kecamatan Rappocini Kota Makassar?
2. Jenis pelanggaran apa yang dilakuakan para pengemudi ojek online?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui Bagaimana kesadaran Hukum terhadap peraturan lalu lintas pengemudi transportasi online di Kota Makassar.
2. Untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi ojek online., D. Manfaat Penelitian
Mampaatpenelitian ini terdapat 2, yaitu secara teoritas dan maupun secara teoritis tercantum sebagai berikut:
1. Teoritis
Peneliti sangat mengharapkan dalam penelitian ini mampu untuk memberikan sumbangsi pemikiran bagi para pengemudi ojek online sebagai landasan dasar dalam beroperasi dijalan sehingga penelitian ini secara gambaran besar apa yang terjadi dilapangan aka menjadi evaluasi bagaimana ketertiban dalam berlalu lintas disisi lain ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi para pengguna jalan yang ada di Kota Makassar ini .
2. Praktis
Dalam pemetaan secara praktis kebermanfaatan penelitian ini diantaranya, untuk bagi pemerintahan, pengemudi ojek online, masyarakat umum, pihak kepolisian, dan para operator ojek online.
a. Pemerintah, sebagaimana peranan pemerintah dalam mengkonstruk kenegaraan sangat berperan penting dalam tata kelolah baik di ketertiban administrasi, kebijakan, bahkan terapan dalam keseharian hari sangat nerkaitan dengan pemerintahan, maka dari itu lalu intas juga termasuk dalam awasan pemerintah, maka penelitian ini membantu pemerintah untuk memberikan evaluasi dari keadaan lapangan dalam berlalu lintas
b. Pengemudi ojek online, jelas ini akan bermanfaat secara penuh ke para pengemudi ojek online dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah mereka maka dari itu aka ada pengetahuan hukum yang akan mereka dapatkan c. Masyarakat umum, masyarakat sebgai pelaksana dalam peraturan lalu lintas ini akan mendapatkan pengetahuan bagaimana terapan berkendara saat di jalan raya meraka akan merasakan ketertiban dan keamanan saat mendapatkan pengetahuan dari penelitian ini apabila akan menerapkan secara seksama
d. Kepolisian, apat menjadi penegak dari aturan yang berlaku ini akan mendapatkan manfaat yang membantu memberikan inovasi penanganan kasus yang sering berulang-ulang karna hasil evaluasi dari penelitian ini mereka akan menemukan pelanggaran yang paling mendominasi dan membantu mengsosialisasikan segenap aturan yang di berlakukan untuk masyarakat
e. Operator ojek online, manfaat bagi mereka ialah memberikan informasi kelakuan para drivernya di jalanan sehingga mereka yang melakukan pelanggaran
akan di evalusi bagaiman peningkatan layanan dan pelaksanaan aturan dilapangan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori 1. Kesadaran
Kesadaran suatu kata yang berangkat dar kata sadar dengan kata lain insyaf, sekaligus merasa tahu atau menyadari sesuatu maka dari itu secara sederhananya kesadaran ialah keadaan yang mereka sadari mengerti hak dan kewajiban yang harus mereka jalankan. Adapun macam-macam kesadaran pasif dan aktif, kesadaran pasif merupakan keadaan individual menyikapi segala stimulus yang di berikan dengan cara menerima baik stimulus internal dan eksternal, sedangkan kesadaran aktif adalah keadaan dimana individu menitif beratkan pada inisiatif dan mencari serta menyeleksi stimulus yang diberikan (Ginintasasi, 2019)
Kesadaran masyarakat dilihat dari kemampuan mereka untuk melakukan tindakan tersebut. Teori ini menyatakan bahwa keputusan untuk menampilkan tingkah laku tertentu adalah proses rasional yang diarahkan pada suatu tujuan tertentu dan mengikuti urut-urutan berpikir, (Kadek Juniati Putri, 2017) hal ini beranggapan bahwa potensi dalam memunculkan kesadaran individu dapat di tinjau dari tindakan yang individu itu lakukan atas apa yang menjadi aspek yang dikaitkan, kesadaran individu akan menjadi tindakan yang mampu menjadi dasar atas tindakan keseharian baik atas paham terhadap hal yang di perintahkan atau akan menjadi hal penolakan dalam diri individu itu kita kembalikan pada individunya dalam menyikapi,
2. hukum
Hukum juga dapat diartikan sebagai asas yang mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat yang memiliki tujuan untuk memelihara ketertiban yang dilaksanakan melelui berbagai lembaga serta proses untuk mewujudkan berlakunya kaidah sebagai suatu kenyataan dalam masyarakat.
Hukum terdapat norma-norma beserta sanksi didalamnya yang bertujuan mengontrol diri, memelihara ketertiban, penegakan keadilan serta menghindari terjadinya kekerasan dan terjadi hal pelanggaran yang berulang.
( Hermawan Usman , 2014), juga mengatakan salah satu pengertian negara hukum, adalah setiap tindakan penyelenggaraan negara serta warga negara harus dilakukan berdasarkan didalam koridor hukum, maka yang harus mengawal konstitusi adalah segenap penyelenggara negara dan seluruh warga negara dengan cara menjalankan wewenang, hak dan kewajiban.
Hukum mampu mengikat seseorang secara terpaksa apalagi dalam Negara hukum setiap warga negara memiliki ketergantungan dalam hukum untuk menyelenggarakan segala instruksi hukum itu sehingga dapat dikatakan hukum memiliki kekuatan untuk berlaku, karena selain dapat dipaksan keberlakuannya, peraturan hukum itu diterima secara sukarela oleh masyarakat. Antara paksaan dan sukarela disini merupakan sumbu dari alasan menaati hukum itu sendiri.(Lukman & Yahyanto, 2016)
3. Kesadaran Hukum
Kesadaran hukum ini merupakan hak rasa tanngung jawa seseorang dalam menjalankan tugasnya senantiasa mengedepankan sifat toleransi (Agus &
Umar, 2016) kesadaran hukum adalah kesadaran seseorang atau suatu kelompok masyarakat kepada aturan atau hukum yang berk\laku, yang bertujuan agar ketertiban, ketentraman, kedamaian, keadilan, dapat diwujudkan. Suatu hukum itu hadir sesuai dengan keadaan dan kondisi masyarakat, artinya hukum ada
mengikuti kessadaran dari masyarakat, kesadaran hukum senoyakianya dapat diartikan juga sebagai bahwa generalisasi dari perasaan hukum.
Kesadaran hukum masyarakan merupakan pandangan hidup dalam masyarakat tentang‟ apa hukum itu‟ Pandangan-pandangan yang hidup didalam bamasyarakat bukanlah semata-mata hanya produk pertimbangan menurut akal saja akan tetapi berkembang dibawah pengaruh beberapa faktor seperti ekonomi politik, agama, sosial, dan sebagainya. Sebagai pandangan hidup didalam masyarakat maka tidak bersifat individu atau subjektif. Kedua, kesadaran tentang kewajiban hukum kita terhadap masyarakat sekitar berarti kita melaksanakan hak akan hukum kita dibatasi oleh hak orang lain terhadap hukum itu .. (Agus &
Umar, 2016).
Kesadaran hukum itu merupakan suatu penilaian terhadap hukum yang ada serta yang diharapkan, sehingga ketaatan atas hukum dan penegakan atas dasar imitasi, sugesti, identifikasi baik secara terpisah dan akumulatif. (Dewa Putu Tagel, 2013), kepatuhan masyarakat melaksanakan ketentuan hukum tidak hanya bergantung pada pengertian tentang pengetahuan, tetapi lebih diutamakan sikap dan kepribadian seseorang untuk mewujudkan suatu bentuk perilaku yang sadar tentang hukum. Masalah utama yang perlu diatasi adalah bagaimana cara membina kepribadian atau sikap seseorang bukan semata-mata masalah tentang pengertian dan pengetahuan hukum, kepribadian seseorang dapat kita bina melalui pengalaman hidup baik itu melalui pendengaran, penglihatan, dan perlakuan yang diterima sejak seseorang individu itu lahir kedunia sampai mati.
Pada umumnya kesadaran hukum dikaitkan dengan ketaatan hukum atau biasa juga disebut dengan efektifitas pelaksanaan hukum di kehidupan sehari-hari,
dalam masalah hukum dasarnya ada pada manusia itu sendiri sebab hukum tidak akan tercipta tanpa adanya manusia sebagai penyelenggara hukum itu sendiri.
Dalam mengukur kesadaran hukum individu ada beberapa hal diantaranya:
a) Aspek pengetahuan hukum, instrument tertulis dalam mengetahui hukum secara teoritis,
b) Aspek pemahaman hukum, perikalu individu melakukan tindakan yang sesuai dengan hukum secara matang aspek pengetahuan serta pemahamannya
c) Aspek sikap hukum, sebagai bentuk aktualisasi dari pengetahuan hukum dan pemahaman hukum
d) Aspek pola perilaku hukum, porsi pengetahuan, pemahaman, dan sikap hukum yang selaras begitupun dengan pola yang tidak selaras dari tingkat pengetahuan, pemahaman, dan sikap hukum
Dapat kita simpulkan bahwa kesadaran hukum itu merupakan hal yang ditampakkan oleh setiap individu terhadap kepemahamannya dalam menganalisis, membaca keadaan yang diinginkan dari aspek yang menjadi objek,
4. Pengemudi Ojek Online
Transportasi di jadikan sebagai kebutuhan penting di era modern ini sebagai akibat berjalannya ekonomi social dan sebagainya, yang menuntuk peningkatan mobilitasi penduduk dalam perkembangan zaman.(Utami et al., 2020). Ini membuktikan bahwa transportasi sangatlah bermanfaat bagi masyarakat sebagai sarana mengkontribusikan perekonomian bahkan lebih dari itu.
Kemudian dari apa yang menjadi hal yang dibahas menggugurkan dari kata perkata, Transportasi merupakan suaatu gerakan pemindahan dari tempat
satu tempat ke tempat yang tidak di satu tempat saja atau terjadi pergeseran suatu tempat yang lain Bisa juga di artikan sebagai kegiatan mengangkut dan memindahkan muatan barang atau manusia dari satu tempat ketempat lainnya atau ketempat tujuan.
Pentingnya peranan transportasi adalah untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat,peran dan fungsi dapat memengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan negara serta semakin meningkatnya kebutuhan jasa transportasi bagi mobilitas orang dan barang dalam negeri. Sedangkan online secara Bahasa menurut merriam-webster memiliki arti terhubung ketika dilayani oleh,atau tersedia melalui sistem dan terutama komputer atau sistem telekomunikasi (seperti internet).
Atau dalam Bahasa Indonesia online juga dapat di terjemahkan menjadi daring-singkatan (dalam jaringan) adapun menurut kamus Bahasa Indonesia KBBI.daring artinya terhubung melalui jejaring komputer,internet,dan sebagainya.dalam pengertian praktis,online/daring merajuk pada kondisi kita sedang terhubung dengan internet melalui (gadget)- komputer,leptop,smartphone,saat kita mengatakan‟‟ sedang online „‟ itu artinya kita sedang terhubung dengan internet dan siap berkomunikasi jarak jauh,menerima mengirim pesan.
Fenomena Ojek Online di Indonesia memberikan solusi akan kekhawatiran masyarakat tentang kemacetan yang sering terjadi di kota-kota besar dan tentang jaminan keamanan penumpang yang menggunakan armada transportasi umum atau konvensional (Apsari Wahyu Kurnianti, 2017)
Jadi transportasi online merupakan kendaraan yang terkoneksi dalam jaringan internet dalam artian system pengelolahan atau pengaktifan penggunaan kendaraan melalui perantara online sehingga untuk segala bentuk pemesanan transportasi yang ingin digunakan sebagai akses menuju tempat tujuan tertentu.(Hidayat et al., 2005)
Pengoperasian transportasi ini semakin berkembang mengikuti arus zaman apatalagi dikawasan perkotaan Negara-negara berkembang hal ini tidak di pungkiri (Risdiyanto, 2018). Sehingga dalam penggunaan transportasi online di kaitkan tentang segenap aturan yang ada di Undang-Undang Lalu Lintas ini memiliki tindakan tersendiri sebab dalam berkenda menggunakan smartphone mengganggu konsentrasi dalam berkendara jad perlu kehati-hatian dalam menggunakan smartphone dalam berkendara.
5. Lalu Lintas
Pengertian lalu lintas di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas jalan, sedang yang dimaksud dengan ruang lalu lintas jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa Jalan dan fasilitas pendukung. Lalu lintas yaitu seseorang yang berpindah dengan atau tanpa alat penggerak dari tempat satu ketempat yang lainnya. Tidak hanya itu lalu lintas juga dapat dijadikan menjadi sarana komunikasi masyarakat yang memegang peran penting.berlalu lintas merupakan suatu tindakan dengan kendaraan yang memiliki keterkaitan dengan aturan lalu lintas yang perlu di pelapatuhi.lalu lintas yaitu sesuatu yang bekaitan dengan perjalanan dari tempat
satu ke tempat yang lainnya menggunakan alat gerak,perjalanan yang dimaksud dalam hal ini bukan hanya perjalanan melalui jalur darat tetapi juga melalui jalur laut dan udara (haryanto,2011).
Pelanggaran lalu lintas adalah pelanggaran atas aturan yang berlaku di lalu lintas,khususnya jalan raya.dalam ranah hukum,pelanggaran lalu lintas termasuk bagian per undang-undangan nomor 14 tahun 1992.
Beberapa jenis pembagian pelanggaran dalam berlalu lintas yakni terbagi menjadi 3, sebagai berikut:
a) Pelanggaran ringan
Pelanggaran ini menjadi pelanggaran yang paling eksis dilakukan para pengemudi sebab merupakan pelanggaran yang secara penyellenggaraannya terkadang di sepelekan setia individu seperti tidak menggunakan plak motor, menggunakan aksesoris berbahaa di kendaraan, serta tidak mengutamakan pesepeda dan pedestrian. Kriteria ini termasuk pidana maksimal 15 hari-2 bulan atau akan didenda Rp 100 ribu – rp 500 ribu dari apa yang dipaparkan jenis pelnggaran diatas masih bnyak diantaranya ada sekitaran 40 jenis pelanggaran yang para pengemudi sering kali melanggar.
b) Pelanggaran sedang
Pelanggaran jenis ini mendapatkan sanksi pidana maximal 3-4 bulan atau dende maksimal Rp 500 ribu- Rp 1 juta. Seperti melakukan pelnggaran tidak konsentrasi dalam berkendara, menerobos rambu tanda larang, bahkan tidak memiliki SIM.
c) dan Pelanggaran berat
Dalam jenis pelanggaran ketiga ini dilihat dari sanksi pidana maksimal 6 bulan atau melebihi dan denda maksimal Rp 1 juta, diantaranya pelanggaran berat ini seperti tidak memberikan asuransi kepada tumpangannya, merusak atau menggangu fasilitas fungsi jalan, balap liar di jalanan, serta tidak mengasurangsikan tanggu jawab.
Dari 3 pelanggaran ini merupakan rekapan pelanggaran secara sederhana maka dari itu dapat simpulkan bahwa tingkatan pelanggaran yang di asumsi oeleh para pengemudi memiliki sanksi tertentu sesuai dengan apa tindakannya.
6. UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 ini Tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan memiliki peranan masyarakat tentang lalu lintas dan angkutan jalan ,lalu lintas dan angkutan jalan dinilai mempunyai peran strategis dalam mendukung integrasi nasional sebagai bagian dari peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat guna tertib dalam berlalu lintas sehingga rendahnya tingkat ugal-ugalan dijalan tetapi terkadang masyarakat harus mengetahui apa menjadi tujuan di berlakukannya peraturan ini.tujuan di bentuknya undang- undang nomor 22 tahun 2009 adalah agar terwujudnya etika berlalu lintas dan budaya bangsa dan untuk mengatur keselamatan masyarakat pengguna jalan ,baik itu pengendara maupun pejalan kaki `serta masyarakat sekitar ,undang-undang 22 tahun 2009 berupaya untuk bagaimana para pengemudi tertib dalam berkendara di jalanan, tidak sedikat dari pengemudi yang belum paham terhadap aturan yang di berlalukan sehingga pelanggaran kecil seperti penggunaan lampu motor yang tidak sesuai aturan menggunakan lampu warna biru yang terang sehingga
mengakibatkan pengendara lain silau, menggunakan knalpot dengan suara besar bukan standar, ugal-ugalan di jalan, menggunakan helm yang tidak berstandae SNI. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 membagi 3 kategori pelanggaran 1. pelanggaran terhadap kelengkapan dalam menggunakan kendaraan
2. pelanggaran terhadap tata cara berlalu lintas dan berkendara yang baik 3. pelanggaran terhadap tata tertib dalam menaati rambu lalu lintas
Konstribusi peraturan ini dapat kita lihat dari Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 terdapat beberapa pasal yang mengatur tentang kewajiban dan larangan pengguna jalan bagi pengemudi berkaitan tentang tertib berlalu lintas (Hoffmann, 2009), dasar hukum dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang hal kewajiban serta hal-hal berkaitan pelanggaran adapun bebrapa hal yang menyangkut pelanggaran ini terdapat di beberapa pasal sebagai berikut yang tertela dalam aturan undang undang no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan sebagai berikut:
Pasal 57
1). Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan kendaraan bermotor.
2). Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.
3). Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Kendaraan Bermotor roda empat atau lebih paling sedikit terdiri atas:
sebuah. Sabuk pengaman;
a. Ban serap;
b. Segitiga Keamanan;
c. Mendongkrak;
d. e. Pembuka Roda;
e. Helm dan rompi reflektif bagi pengendara Sepeda Motor roda empat atau lebih yang tidak memiliki rumah; dan
f. peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas.
Pasal 58
Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan dilarang memasang peralatan yang dapat mengganggu keselamatan lalu lintas.
Pasal 68
Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.
Pasal 77
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikannya.
Pasal 105 Setiap orang yang menggunakan jalan harus:
a.) berperilaku tertib
b.) menjaga hal-hal yang dapat membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, atau yang dapat menyebabkan kerusakan jalan.
Pasal 106
1) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya wajib mengemudikan kendaraannya secara wajar dan penuh konsentrasi.
2) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pengendara sepeda.
3) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan harus memenuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan.
4) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a.) rambu perintah atau rambu larangan b. marka jalan
c) perangkat sinyal lalu lintas d) pergerakan lalu lintas b e) berhenti dan parkir
f) peringatan dengan suara dan cahaya g) kecepatan maksimum atau minimum
h) tata cara penarikan dan pemasangan pada kendaraan lain.
5) Pada saat pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib menunjukkan:
a) surat tanda nomor kendaraan bermotor atau surat keterangan uji kendaraan bermotor;
b) surat izin mengemudi c) bukti lulus tes berkala d) alat bukti lain yang sah
6) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib memakai sabuk pengaman
7.) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi rumah di jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib memakai sabuk pengaman dan memakai helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.
\8) Setiap orang yang mengendarai sepeda motor dan penumpang sepeda motor wajib menggunakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia
9) Setiap orang yang mengendarai sepeda motor tanpa kereta samping dilarang membawa lebih dari satu penumpang
Pasal 107
1) Pengemudi kendaraan bermotor wajib menyalakan lampu utama kendaraan bermotor yang digunakan di jalan pada malam hari dan dalam kondisi tertentu 2) Pengendara sepeda motor selain harus memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.
Pasal 112
1) Pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbelok harus memperhatikan keadaan lalu lintas di depan, di samping dan di belakang kendaraan.
Serta memberikan sinyal dengan lampu arah atau sinyal tangan
2) Pengemudi kendaraan yang akan berpindah jalur atau menyamping harus memperhatikan situasi lalu lintas di depan, di samping dan di belakang kendaraan serta memberi isyarat.
3) Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok ke kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas.
Pasal 115 1.) Pengemudi kendaraan bermotor di jalan dilarang;
sebuah. Mengemudikan kendaraan melebihi batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; dan/atau Balapan dengan kendaraan bermotor lainnya.
Melihat dari aturan yang terpaparkan diatar itu telah jelah bahwa bagaimana pengaturan yang berguna kemaslahatan kita semua dalam berkendara serta ketertiban dalam berkendara tetapi dari apa yang telah terpaparkan masih banyak yang melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan peraturan diatas adapun aturan terkait tentang sanksi sebgai berikut:
Pasal 278
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di jalan yang tidak dilengkapi perlengkapan berupa ban serep, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).24 Pasal 279 Setiap Orang yang Mengemudikan Kendaraan. Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dijalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaiamana dimaksud dalam pasal 107 ayat 2 di pidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak RP 100 ribu rupiah
Itulah beberapa menjadi dasar utama beserta beberapa sanksi terhadap pelanggaran aturan yang berlaku dalam berkendara dijalan raya terkhusus bagi pengemudi ojek online online di makassar.
B. Karangka Pikir
Kerangka pemikiran merupakan sintesa dari serangkaian teori yang tertuang dalam tinjauan pustaka, yang pada dasarnya merupakan gambaran sistematis dari kinerja teori dalam memberikan solusi atau alternatif solusi dari serangkaian masalah yang ditetapkan. Dalam penelitian ini memiliki capain peningkatan kesadaran hukum terhadap peratulan lalu lintas pengemudi transportasi online di kota Makassar tetapi dalam mencapai hal demikian perlu kalanya menganalisis bagaimana tingkatan pemahaman pengemudi transportasi online terhadap hukum peraturan lalu lintas kemudian direlavankan kesadaran hukum pengemudi Transportasi online sehingga ketika muatan yang menjadi indikator inti dalam mencapai tingkat kesadaran hukum ini maka akan tercipta tertib berlalu lintas di kota Makassar terkhusus bagi pengemudi online.
Kesadaran hukum berlalu lintas pengemudi transportasi online ini sangat terikat kepada individu pengemudi transportasi online maka dari itu perlu diajukan 2 elemen tingkatan yaitu terkait kepemahamanya terhadap peraturan Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan besrta kesadaran hukum pengemudi transportasi online dalam mengoperasikan kendaraanya sehinnga ketika mampu tercapai 2 tingkatan ini maka akan tercipta tertib dalam berlalu lintas.
Pengemudi trasportasi online harus mampu memahami peraturan hukum perundang-undangan seperti yang di tetapkan dalam undang-undang no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dari pemahaman ini akan tercipta sendirinya kesadaran hukum dalam berkendara di jalan raya sehingga dua
komponen ini sangat relavan antara pemahaman terhadap peraturan lalu lintas dan kesadadran hukum pribadi pengemudi agar tercipta tertip berlalu lintas.
BAB III
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian dan Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.Menurut Lexy J. moleong (2005) metode penelitian kualitatif adalah penelitian untuk memahami fonomena tentang apa yang dialami oleh subkjek penelitian misalnya perilaku, tindakan, motivasi dan lain,secara essentisial bergantung pada pengamatan manusia ,penelitian ini juga menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris,penelitian hukum normatif-empiris merupakan suatu metode penelitian yang menggabungkan unsur hukum normatif yang kemudian di dukung dengan penambahan data atau unsur empiris,metode
Kesadaran hukum berlalu lintas pengemudi transportasi
online
Pelanggaran yang dilakukan para pengemudi ojek online
Kesadaran Hukum pengemudi ojek online
Tertib dalam berkendara
bagi pengemudi transportasi
Online
penelitian hukum normatif dapat dilakukan dengan cara mengkaji norma-norma hukum yang sudah di tegaskan dalam peraturan perundang-undangan,berbeda dengan metode penelitian hukum empiris dilakukan dengan cara melihat perilaku hukum yang ada di dalam masyarakat.penelitian kualitatif juga memiliki arti lain yaitu tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental tergantung pengamatan pada manusia bak dalam pengawasannya maupun ada peristilahannya.pada penelitian kualitatif ditekangkan kedalaman information yang telah di dapatkan peneliti,semakin banyak element facts yang di dapatkan,dan akan semakin baik juga kualitas penelitian kualitatif ini.
Metode-metode kualitatif secara strategi komprehensif berasal secara tidak langsung dan berasal dari berbagai tradisi epstimologi,metodologi, dan filsofis, dan dengan secara tidak langsung metode kualitatif berasal dari tradisi studi lapangan dalam antropologi dan sosiologis dan etnografi. (Syahrum, 2012) ini membuktikan bahwa munculnya integritas dalam penelitia karna melihat fonemena kehidupan keseharian yang memang memerlukan tindakan dalam meneliti agar tercipta suatu solusi dalam fenomena itu. Seperti halnya metode kualitatif dapat memahami dan menafsir apa makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia yang dilakukan dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti itu sendiri menurut (Imam Gunawan,2013). Berhubungan dengan yang akan menjadi penelitian saat ini melihatnya segala problem dalam berlalu lintas maka perlu mengetahui apa yang menjadi sumber utama dalam problem ini penelitian kualitatif dari pandangan penelti ini sangat cocok untuk diangkat sebagai metode penelitian.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian Kota Makassar yang merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Selatan juga merupakan Kota terbesar keempat di Indonesia dan terbesar di kawasan Timur Indonesia, Kota Makassar ini salah satu kota metropolitan dilihat dari perannya Kota Makassar berperan sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat kegiatan industry, pusat kegiatan pemerintah, pusat kegiatan simpul darat,Udara maupun di lautan,dan juga pelayanan pendidikan kesehatan.
Kota makassar terdiri dari 14 kecamatan dan 143 kelurahan,kota ini juga berada pada ketinggian 0-25 m dari permukaan laut.kawasan kota makassar provinsi Sulawesi selatan yang akan menjadi poros penelitian ini bertempat di sepanjang jalur laju kendaraan di Kecamatan Rappocini, dilihat dari administrasi Kecamatan Rappocini memiliki luas 9.23 km2, memiliki 11 Kelurahan diantaranya, Balla Parang, Banta-Bantaeng, Bonto Makkio, Buakana, Gunung Sari, Karunrung, Kassi-Kassi, Mappala, Minasa Upa, Rappocini, Tidung.
Kelurahan ini yang akan menjadi poros penelitian atas kesadaran pengendaran transportasi online serta pemahaman terhadap aturan lalu lintas.
C. Sumber Data
Peran sumber data sangat berperan penelitian ini adapun sumber data sebagai berikut :
1. Data primer
sumber data primer adalah data yang di peroleh secara langsung melalui wawancara terhadap para informan,dan informasi nya dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan oleh pelaku yang di
wawancarai,dengan informasi responden secara langsung. Pada penelitian kinii,yang akan menjadi sumber data primer adalah pengemudi transportasi on-line (Grab, Maxim, Go-jek), pihak kepolisian lalu lintas dan penumpang transpirtasi on-line di Kota Makassar.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang sudah di olah terlebih dahulu dan baru di dapatkan oleh peneliti dari sumber yang lain sebagai tambahan informasi,yang dapat di lakukan dari berbagai sumber contohnya buku,jurnal,publikasi pemerintah,internet serta situs lainnya. Sumber data sekunder juga memiliki pengertian yaitu informasi yang dipercaya dari tekhnik pengumpulan data yang menunjang data primer, penelitian ini di peroleh dari hasil observasi yang dilakukan oleh seorang peneliti yang hasil nya berasal dari studi pustaka.
D. Informan Penelitian
Beberapa informan dalam penelitian ini meliputi sebagai berikut:
1. Dinas Perhubungan Kota Makassar
Sebagaimana PERWALI Kota Makassar nomor 96 Tahun 2016 terdapat pada pasal 4 ayat 3 bagian c “merumuskan dan mengendalikan pelaksanaan program dan kegiatan secretariat dan bidang lalu lintas, bidang moda transportasi, bidang sarana dan prasarana perhubungan dan bidang pengembangan dan keselamatan dan penindakan” dari hal tersebut kita dapat memperoleh informan yang mencakup tentang perkembangan sarana di lalu lintas.
2. Pemerintah Kota Makassar
PEMKOT Makassar peneliti dapat mendapatkan informan tentang aturan pemerintah kota terhadap para pengemudi transportasi online, sehingga mendapatkan informasi terkait kebijakan hukum pengemudi transportasi online di kota makassar
3. Operator Transportasi Online
Operator Transportasi on-line ini meliputi Grab, Maxim, Gojek, dari data informan ini peneliti mampu mendapatkan informan terkait segenap data-data pengemudi transportasi on-line, serta mendapatkan informasi segenap peraturan khusus yang di lakukan oleh operator kepada pengemudi
4. Pihak Kepolisian Lalu Lintas
Informan dari pihak kepolisian lalu lintas peneliti mendapatkan informan tentang gagasan terkait implementasi dari kesadaran hukum dari pihak pengemudi transportasi online, serta informasi data-data pelanggaran yang dilakukan oleh para pengemudi online,
5. Pengemudi Transportasi Online
Sebagai peran penting dari penelitian ini menjadi sumber objek penelitian dari informan ini sehingga mendapatkan data individu pengendara transportasi online.misi transportasi adalah penghantaran dengan sempurna deliver jarring-jaring yang dimaksud dalam hal ini adalah untuk pergerakan manusia,barang,yang memiliki prasarana angkutan,dimana terjadinya proses perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya.
E. Instrument penelitian
Instrument yang di lakukan dalam penelitian ini : 1. Observasi
Dimana di tahap observasi ini peneliti melakukan observasi di lapangan bagaimana tindakan yang dilakukan oleh pengemudi trasportasi online selama dalam mengemudi, serta mengobservasi dari data pelanggaran yang sudah tercatat di pihak berwewenan dalam artian melihat tindakan yang berlalu dan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya oleh pengemudi saaat berlalu lintas
2. Wawancara
Menurut Lexy Muleong, 2008:186 Wawancara merupakan percakapan dengan maksud tertentu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tekhnik wawancara mendalam, menurut moleong 2005 wawancara mendalam adalah proses menggali informasi secara mendalam dan terbuka,tekhnik wawancara ini di lakukan seorang pewawancara dengan mewawancarai satu orang secara tatap muka (face to face) atau dengan adanya pertemuan dua orang untuk bertukar informasi melalui tanya jawab,pewancara (interviewer) mengajukan pertanyaan dengan orang yang di wawancarai (interview) yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan di pertanyakan pewancara.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi memiliki arti adalah mengumpulkan data-data dari setiap pengemudi yang telah di wawancara untuk menakat sebagaimana kepemahamaan pengemudi transportasi online di Kota Makassar terhadap hukum dalam berlalu lintas. Metode dokumentasi dalam penelitian ini menjadika wadah
pengumpulan data dari semua yang telah dilakukan oservasi ini menjadi hal penguat dan menjadi bukti terlaksananya suatu oservasi di lapangan.
F. Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi dilakukan langsung untuk memperoleh data berupa wawancara informan dan data real terkait proses kualitas pelayanan publik.
2. Wawancara dilakukan untuk memeperoleh data dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai informan dengan teknik mewawancarai mendalam untuk lebih jelas informasinya. Objek yang akan diwawancaraih adalah pengemudi transportasi online terkait kesadaran hukum.
3. Dokumentasi, berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis dalam melaksanakan metode dokumentasi. Dokumentasi akan dijadikan statistics tambahan dalam penelitian inin untuk memperkuat facts yang diperoleh
dari observasi dan wawancara pada penelitian ini peneliti akan menganalisis dokumen berupa foto kegiatan dan foto lingkungan.
G. Tekhnik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan menggunakan tekhnik pengumpulan data tekhnik kualitatif yaitu termasuk tekhnik analisis interaktif,yang mempunyai langkah- langkah diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Reduksi data
Reduksi data adalah proses analisis untuk memilih,memusatkan
perhatian,menyederhanakan data yang telah di catat,data yang di peroleh dari hasil observasi,wawancara dan dokumentasi merupakan facts mentah dari
lapangan,maka dari itu perlu dilakukan pemilihan informasi,selanjutnya rekords yang telah di pilih kemudian di sederhanakan.
2. penyajian data
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar data yang dikumpulkan dapat di pahami dan di analisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan, data yang telah disusun dari hasil reduksi statiscs, yang disajikan dalam bentuk narasi deskripsi yang dapat digunakan untuk menjawab permasalahan yang diteliti yang kemudian di sajikan secara rinci.
3. penarikan kesimpulan
Setelah semua informasi yang disajikan tersebut sudah di bahas secara rinci dan lengkap maka selanjutnya informasi tersebut dapat kita simpulkan,kesimpulan yang digunakan sebagai jawaban dari permasalahan yang diteliti secara rinci.
H. Reduksi Data
Triangulasi ini memiliki 3 aspek yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, waktu, maka dari 3 hal ini memiliki penjelasan sebagai berikut:
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber ini mengkaji kredibilitas informasi yang dilakukan dengan cara mengecek facts yang telah di peroleh dari berbagai sumber
2. Triangulasi tekhnik
Triangulasi tekhnik menggunakan pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber data yang sama peneliti ini menggunakan observasi wawancara mendalam,triangulasi tekhnik menguji kreadibilitas dilakukan dengan cara mengecek facts sumber yang akan sama dengan tekhnik
yang berbeda,seperti contohnya pengambilan statisticts di peroleh melalui wawancara kemudian di cetak dengan observasi atau dokumentasi
3. triangulasi waktu
triangulasi waktu juga mempengaruhi facts. Pada saat melakukan wawancara perlu juga melihat keadaan dan kondisi missal di pagi hari melakukan wawancara pada saat subjek dalam kategori segar belum terlalu banyak beban sehingga ini juga mampu lebih valid dalam memberikan jawaban.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Paparan Data
1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Kota Makassar merupakan ibu Kota dari Sulawesi Selatan ujung pandang (1971-1999) adalah salah satu kota metropolitan di Indonesia dan sekaligus sebagai ibu kota provinsi Sulawesi selatan,kota Makassar merupakan kota terbesar keempat di Indonesia dan terbesar dikawasan timur Indonesia.secara administrasi kota ini terdiri dari 14 kecamatan dan 143 kelurahan. Kota ini berada pada ketinggian antara 0-25 m dari permukaan laut,penduduk kota Makassar pada tahun 2000 adalah 1.130,384 jiwa yang terdiri dari laki-laki 557.050 jiwa da
perempuan 573.334 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 1,65%. Kota Makassar mempunyai posisi strategis karena berada di persimpangan jalur lalu lintas dari arah selatan dan utara dalam propinsi di Sulawesi,dari wilayah kawasan barat ke wilayah kawasan timur Indonesia dan dari wilayah utara ke wilayah selatan Indonesia.(Gambar Kecamatan Rappocini)
Dalam penelitian ini titik fokus pada kawasan laju kendaraan ojek online di Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Kecamatan Rappocini ini terdiri dari beberapa kelurahan di antaranya Kelurahan Rappocini, Balla Parang, Banta- Bantaeng, Bonto Makkio, Buakana, Gunung Sari serta seluruh Kelurahan lainnya yang ada di Kecamatan Rappocini, peneliti dari hasil observasi menemukan tempat yang paling sering para penemudi ojek online melakukan pelanggaran sangat jelas di jalan Kec Rappocini.
2. Gambaran Umum Pengemudi Ojek Online
Ojek online sebagai sarana Penting peranan transportasi tersebut akan tercermin pada penyelenggaraan dari peran dan fungsi transportasi itu sendiri yang mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan negara serta semakin meningkatnya kebutuhan jasa transportasi bagi mobilitas orang dan barang dalam negeri. Disamping itu, ojek juga berperan sebagai penunjang, pendorong dan penggerak bagi pertumbuhan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar tetapi belum berkembang, dari peranan ojek online ini ditimjau dari segi kebermanfaatanya memang sangat berpengaru dilini kehidup yang ada terkhususnya pada perekonomian Negara.
Dalam penelitian ini beberapa jenis ojek online yang akan menjadi objek penelitian diantaranya, grab, gojek, dan maxim untuk melihat kesadaran para pengemudi ojek online ini.pengemudi ojek online yang ada di Kota Makkasar sudah ada beberapa jenis ojek online diantaranya yang telah di sebutkan tadi mereka beroperasi di Kota Makassar di semua kecamatan yang ada di Makassar terkhusus di penelitian ini di kecamatan rappocini, di jalur alauddin dan sebagainya, ojek online yang ada di kota Makassar sudah banyak masyrakat dari dalam Kota Makassar maupun dari luar yang menjadi pengemudi maupun menjadi konsumen dari aplikasi ojek online masyarakat beranggapan ini akan memudahkan kita dalam pemesanan angkutan baik mobil atau motor aptalagi bukan sekedar tumpangan saja tapi juga bisa pengiriman barang atau benda-benda yang kita pesan tanpa kita yang akan terjung langsung di tempat pembelian seperti pemesanan makanan, pesanan pakain/kiriman
3. Kesadaran Hukum Terhadap Peraturan Lalu Lintas Pengemudi Ojek Onlinedi Kec Rappocini Kota Makassar
Dalam berlalu lintas kita tidak dapat pungkiri Masalah lalu lintas salah satu masalah yang berskala nasional yang berkembang seirama dengan perkembangan masyarakat.10 Persoalan yang dihadapi akhir-akhir ini adalah masalah pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Tidak hanya di daerah perkotaan, masalah pelanggaran lalu lintas juga masih sering terjadi di Kota Makassar kawasan Kecamatan Rappocini khususnya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengemudi ojek online.
Serta masih sering kali kita lihat para pengemudi ojek online melakukan pelanggaran berlalu lintas Sehingga dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil
tentang bagaimana kesadaran hukum pengemudi ojek online dalam berlalu lintas, Jadi takaran untuk mengetahui kesadaran hukum para pengemudi ojek online ada beberapa subtasi dari hal ini diantaranya pengetahuan hukum, sikap hukum dan pola hukum.
Berdasarkan hasil observasi sekaligus wawancara langsung peneliti untuk menunjukkan segala hal-hal subtansi dari penelitian ini serta perlu kalanya di jawab secara seksama dan secara fakta yang terjadi dilapangan.
a. Pengetahuan Hukum
Pengetahuan tentang hukum merupakan pengetahuan seseorang mengenai beberapa perilaku tertentu yang diatur oleh hukum tertulis maupun hukum yang tidak tertulis. Pengetahuan tentang hukum erat kaitannya dengan asas bahwa setiap orang dianggap tahu undang-undang, namun pada kenyataannya tidak semua orang tahu tentang adanya suatu Undang-Undang atau suatu peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sejalan dengan hal tersebut, hasil penelitian yang peneliti lakukan di lapangan menggambarkan bahwa pengemudi ojek online di Kecamatan Rappocini mengetahui adanya peraturan dan perundangundangan tentang berlalu lintas. Ada beberapa pengemudi ojek online yang saya lakukan wawancara baik pengemudi dari ojek online jenis Grab, Go-jek dan Maxim, dari pernyataan ini dikuatkan oleh apa yang dilontarkan dari pernyataan pengemudi ojek online jenis maxim Bapak wahyu mengatakan :
“iya, memang ada aturan yang mengatur lalu lintas”(wawancara, Kamis 02 Desember 2021)
Dari pernyatan Bapak Wahyu, bapak Baso merupakan pengemudi ojek online jenis Grab juga di melontarkan hal yang sama:
“iye, saya tahu waktu pergi mengurus SIM saya diberitahu ada aturan undang-undang tentang lalu lintas”. (wawancara, Rabu 01 Desemeber 2021)
Serta adanya penegasan selanjutnya jawaban pengemudi diatas dikuatkan pula dari jawaban Bapak Darmawan dari jenis pengemudi ojek online Go-jek menyatakan:
“iya saya tahu adanya aturan yang mengatur jalannya lalu lintas bukan di daerah ini saja tapi semua jalan yang ada di Negara ini itu diatur, memang ada aturan khususnya juga dalam berkendara saya sering melihat aturan beberapa di geogle banyak yang melakukan pelanggaran, itu mi kapan na diadakangi atura kalau tidak kacau ih jaral raya”(wawancara, Kamis 02 Desember 2021)
Kemudian memperkuat pernyataan pengetahuan tentang hukum dalam berlalu lintas, saya melakukan peralihan ke pertanyaan kedua, apakah saja yang bapak ketahui tentang aturan berlalu lintas?. Jawaban dari beberapa pengemudi ojek online masing-masing mereka melontarkan jawaban yang hamper mirip seperti yang dikatakan oleh pak Wahyu:
“aturan dilarang parkir bebas, lawan arus, tidak menggunakan helm, memakai baju Maxim, itu saja yang saya tau selebihnya masih banyak aturan”(wawancara, 02 Desember 2021)
Begitupun dari jawaban Bapak Baso juga memiliki tanggapan yaitu:
“hmm,..saya cuma tau dilarang menerobos lampu merah, menggunakan helm saat membawa penumpang, larangan melawan arus itu ji saya tau”(wanwancara,Rabu 01 Desember 2021).
Jawaban dua diatas di tegaskan lagi oleh Bapak Darmawan juga melontarkan jawaban:
“aturan lalu lintas yang saya pahami, tidak melakukan pelanggaran semacam tidak mengebut, menggunakan helm, taati rambu-rambu jalanan, ituji mungkin kalau saya”(wawancara, Kamis 02 Desember 2021).
Pertanyaan selanjutnya yang saya berikan kepada pengemudi ojek online apakah bapak perna mempelajari UU No 22 Tahun 2009?
Bapak wahyu menjawab terkait pertnyaan yang di sajikan oleh peneliti,yakni:
“itu aturan belum perna saya pelajari”.(wawancara 02 Desember 2021) Begitupun dengan infoman selanjutnya, bapak Baso dari grab juga meberikan menjawab:
“Tidak perna saya membaca secara penuh”(wawancara 01 Desember 2021)
Penegasan dari jawaban diatas di pertegas oleh Bapak Darmawan dari jenis ojek online gojek juga memiliki jawaban:
“Itu perna saya pelajari aturan yang ada disana sedikit”. (wawancara 02 Desember 2021)
Dari paparan diatas setiap jawabn yang di lontarkan olehh para pengemudi ojek online diatas di pertegas dari salah satu staf yang ada di pengemudi ojek online maxim, Bapak Agus menyatakan,
“kalau menjadi draiver ojek online memang ada syarat dan ketentuan yang ada yang berkaitan dengan lalu lintas”(wawancara Senin 28 November 2021)
Dari jawaban itu sudah menunjukkan bahwa para draiver sudah ada dasar pemahaman tentang berkendarah.
Begitu pula yang dikatakan oleh bapak kepala satlanntas Kec Rappocini, mengatakan:
“pastilah kami mensosialisasikan aturan lalu lintas ini kepada pengendara pada saat pembuatan SIM”(wawancara Jumat 03 Desember 2021)
Dalam pasal 1 undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan:
“Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas Lalu Lintas, Angkutan Jalan, Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kendaraan, Pengemudi, Pengguna Jalan, serta pengelolaannya”(Undang-undang no 22 Tahun 2009 pasal 1 ayat 1)
Dari undang-undang tersebut menerangkan bahwa lalu lintas dan angkutan jalan merupakan suatu kesatuan sistem yang terdiri atas lalu lintas,angkutan jalan,jaringan lalu lintas dan angkutan jalan,prasarana lalu lintas kendaraan,pengemudi,dan angkutan jalan ,lalu lintas merupakan salah satu sarana komunikasi masyarakat yang memegang peran penting dalam memperlancar pembangunan yang kita laksanakan.karena dengan adanya lalu lintas memudahkan akses bagi masyrakat untuk melakukan kegiatannya,seperti hal nya yang disampaikan oleh bapak kapolres sat lantas rappocini
“secara umum berlalu lintas sangat penting untuk kegiatan apa saja dan semua orang pasti mengalami lalu lintas itu suatu gerak orang atau kendaraan untuk kelancaran masyarakat,berlalu lintas akan kuat pengaplikasiannya ketika masyarakat mampu mengetahui dan memahami segala bentuk aturan yang telah di terapkan,bahkan mampu sadar dalam pelaksanaan kesadaran berlalu lintas itu,kesadaran berlalu lintas bukan hanya untuk kalangan kami saja di sat lantas tetapi juga keseluruhan masyarakat yang menggunakan fasilitas Negara dalam hal ini saat menggunakan kendaraan di jalanan itu dibawah payung hukum undang- undang no 22 tahun 2009 LLAJ”( wawancara Jumat 03 Desember 2021)
Pengetahuan hukum dari para pengemudi di Kecamatan Rappocini ini memiliki segi pengetahuan yang mendasar terkait dari aturan tentang lalu lintas dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti memang menunjukan pengetahuan mendasar dari para ojek online ini mengetahui bahwa adanya suatu aturan dalam berlalu lintas bahkan mereka mengetahui tujuan, sanksi dari aturan
lalu lintas dipertegas peneliti melakukan wawancara lansung di lapangan para informan dari driver ojek online, operator driver serta dari kepolisian Satlantas ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang adanya hukum para pengemudi ojek online sangat mengetahui adanya hukum serta adanya konstribusi untuk edukasi dari pihak kepolisian dan operator ojek online masing sebagai bekal sebelum menjadi pengemudi khususnya pengemudi ojek online, pernyataan dari informan Bapak Wahyu dari pengemudi ojek online maxim menunjukkan pengetahuan tentang adanya aturan peraturan lalu lintas ini begitu pun dengan bapak Baso dari jenis ojek online grab, dan Bapak Darmawan dari ojek online gojek melontarkan jawaban yang sama mereka mengetahui adanya aturan lalu lintas kemudian dari segi pelontaran pengetahuan secara spesifik pada aturan yang ada di peraturan lalu lintas peneliti memberikan pertanyaan tentang aturan lalu lintas No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mereka sangat minim mengetahui dari pengakuan informan melalui wawancara langsung para informan ada yang mengatahan tidak perna dia pelajari bahkan ada yang mempelajari sebatas sekilas saja padahal untuk pengetahui tentang aturan ini sudah di lakukan sosialisasi dari pernyataan bapak Kepala Satlantas Rappocini bahwa aturan berlalu lintas ini mereka sebelum mengemudi d bekali sebelum turun begitupun dari operator ojek online memberikan bekat aturan yang berkaitan tentang lalu lintas.
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan hukum dari para pengemudi menurut dari wawancaea dari para pengemudi ojek online:
1. Para pengemudi mengetahui adanya hukum yang mengatur dalam berlalu lintas
2. Pengetahuan tentang aturan yang di berlakukan hanya sebatas mengetahui hal-hal umum saja dilanggar oleh para pengemudi seperti mereka pada umumnya hanya mengetahui beberapa aturan seperti yang tercantum pada pasal Pasal 77 ayat (1) tentang kewajiban memiliki SIM, pasal 106 ayat (3) tentang kelengkapan kendaraan seperti memasang kaca spion, 106 ayat (4) tentang kewajiban mematuhi rambu lalu lintas, pasal 106 ayat (5) huruf a tentang kewajiban membawa STNK pada saat berkendara, dan pasal 106 ayat (8) tentang kewajiban menggunakan helm, akan tetapi mereka tidak memiliki pengetahuan tentang aturan yang mewajibkan menyalakan lampu di siang hari sebagaimana yang tercantum pada pasal 107 ayat (2).
3. Adapula para pengemudi ojek online belum mengetahui mempelajari aturan yang terkait tentang undang-undang No 22 Tahun 2009.
Dalam artian para pengemudi belum sepenuhnya mengetahui segala aturan dan belem mampu menerapkan aturan sebab belum mengetahuiaturan secara sepenuhnya secara teoritis.
b. Pemahaman Hukum
Pemahaman hukum disini dapat diartikan sebagai pemahaman seseorang terhadap sejumlah informasi mengenai isi dan tujuan dari suatu peraturan dalam suatu hukum tertentu baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Dalam hal ini, tidak disyaratkan bahwa seseorang harus mengetahui adanya suatuturan tertulis dalam mengatur suatu hal. Pemahaman hukum biasanya diwujudkan melalui sikap