• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - Jurnal Masyarakat Indonesia

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - Jurnal Masyarakat Indonesia"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

THE IMPLEMENTATION OF INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL CERTIFICATION (ISPO): POSSIBILITY FOR THE INCLUSION OF PALM OIL SMALL OWNER IN RIAU PROVINCE. This thesis examines the opportunities for oil palm farmers to be included in the palm oil production chain, which is created through the implementation of the Indonesian Sustainable Palm Oil Certification (ISPO).

PUSH AND PULL DRIVEN DEVELOPMENT

A PROPOSED DEVELOPMENT PARADIGM FOR WEST PAPUA, INDONESIA

Inputs are the indigenous and exogenous assets of people which are related to the environment (niche, sub-national, national and international landscape). The indigenous wealth of the people is not limited to the potential of the people, the problem, the culture, the needs and rational personal interests), while the exogenous wealth. The people as beneficiaries of development are also transformed as state people. State people are people who are interdependent on the political goods provided by the state and the agent, while at the same time cooperating with the state and the agent. to process data such as mutual problem and mutual needs into a meaningful product.

Table 1 Strategy to minimise Bias (Morse et al. 2002)
Table 1 Strategy to minimise Bias (Morse et al. 2002)

PEMBANGUNAN DAN STRATEGI BERTAHAN HIDUP MASYARAKAT KEPULAUAN KECIL TERLUAR

DI PAPUA, INDONESIA

Sehingga negara tidak fokus mengatasi permasalahan mendasar di pulau-pulau kecil terluar. Tidak ada lagi anggapan bahwa orang-orang yang ditempatkan dalam proses pembangunan di pulau-pulau kecil terluar ini adalah orang-orang yang dianggap manusia.

Gambar 1. Peta potensi gempa di Indonesia tahun 2016 (Sumber: Pusat Studi Gempa Nasional, 2017)
Gambar 1. Peta potensi gempa di Indonesia tahun 2016 (Sumber: Pusat Studi Gempa Nasional, 2017)

KEPUTUSAN MIGRASI PEKERJA MUDA KE KOTA SORONG, PAPUA BARAT

Saat ini sudah banyak hotel berbintang yang dibangun di Kota Sorong untuk melayani wisatawan. Ada yang menikah sebelum hijrah, namun ada juga yang menikah setelah tinggal di Kota Sorong. Misalnya pengalaman seorang informan migran yang orang tuanya pertama kali tinggal di Kota Sorong untuk bekerja di pabrik triplek.

Namun, pengalaman kerja itulah yang memudahkan para pendatang mendapatkan kesempatan kerja di kota Sorong. Kesuksesan merekalah yang sangat mempengaruhi para pendatang untuk memanfaatkan pekerjaan yang tersedia di kota Sorong. Sebagian besar pendatang yang ditemukan dalam survei ini cenderung menetap di Kota Sorong hanya untuk sementara waktu dan berencana untuk pindah ke kota besar lain ketika mereka melihat kesempatan kerja yang lebih baik.

Beberapa pekerja migran dengan pendidikan tinggi melihat kepindahan mereka ke Kota Sorong sebagai 'batu loncatan'.

MIGRANTS AS A PROMINENT ASPECT THREATENING LOCAL PAPUANS

For example, migrants in Sorong city of West Papua province were a minority in the 1970s, but after a few generations they became the majority. The migrant population is larger than the local Papuan population, especially in the lowland regions near major cities. The migrants are nomads, but at the same time they must be embedded in the fitness of a place.

The ability of migrants to create a market chain of producers, distribution and sales has displaced local Papuans involved in trade. The Madurese are mainly working in services such as barbering, and the Javanese are mainly farmers. It started because a Javanese, a taxi driver, was killed in the middle of the night.

In the 1980s, the percentage of Muslims in Sorong was 20%, which was the second highest after Fak Fak.

KONTROVERSI REALISASI KURSI AFIRMASI ANGGOTA LEGISLATIF DALAM OTONOMI

KHUSUS PAPUA

Latar Belakang Kuota Kursi Afirmasi di Dewan Perwakilan Rakyat Papua

Salah satu alasan utama munculnya gagasan penambahan 1¼ (seperempat) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Orang Asli Papua dalam UU No. Tim menemukan rata-rata jumlah anggota di badan perwakilan daerah sebagai hasil pemilu 1999 hanya 46%, artinya 54% anggota badan perwakilan daerah di Papua bukan orang asli Papua (Musa'ad). Telah dirumuskan 3 (tiga) skenario, yaitu: (1) perlu adanya kuota khusus kursi bagi orang asli Papua di DPRP, yang kemudian berdasarkan undang-undang menambah jumlah kursi sebanyak 1¼ (seperempat) dari jumlah kursi yang diperebutkan berdasarkan Undang-Undang Pemilu; (2) Untuk menjamin perlindungan terhadap orang asli Papua, perlu dibentuk suatu lembaga perwakilan khusus yang mempunyai tugas dan wewenang melindungi hak-hak orang asli Papua.

Marginalisasi dalam ranah politik terlihat dari minimnya orang asli Papua yang memegang jabatan politik di Papua pada masa Orde Baru. Pada tahap itu tercatat hanya tiga gubernur sebagai orang asli Papua, yakni Izaak Hindom, Barnabas Suebu dan Fredy Numbery. Pasca tumbangnya Orde Baru, masyarakat asli Papua secara kolektif menuntut haknya yang selama ini terpinggirkan pada masa Orde Baru, Tabel 1.

Proporsi penduduk asli Papua dan perempuan di DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Papua.

Kontroversi Isu Kursi Afirmasi pada Pemilihan Umum 2009

Pemohon selalu mencampuradukkan dan mempertukarkan konsep hak perwakilan adat dan hak orang asli Papua. Selain pemerintah daerah, pemerintah pusat juga tidak mendukung realisasi kuota kursi khusus anggota DPRP bagi orang asli Papua. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan terhadap program-program yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk memperjuangkan hak konstitusional orang asli Papua.

Menurut Manufandu, “berhasil atau gagal, Eksekutif dan Legislatif tidak pernah menyediakan alokasi 11 kursi bagi orang asli Papua di DPR Papua, yang diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, Nomor 21 Tahun 2001. Akibatnya Hal ini disebabkan pada Pemilu 2009 tidak ada kursi positif bagi anggota legislatif, bagi orang asli Papua (Muridan S. Widjojo, 2009: 18). Kelompok selanjutnya yang mendukung pelaksanaan penambahan kuota anggota DPRP bagi masyarakat asli Papua adalah Barisan Merah Putih (BMP).

Faktor lain, tidak tercapainya kursi orang asli Papua, karena ketidaksukaan DPRP terhadap Front Merah Putih Papua.

Kontroversi Isu Kursi Afirmasi pada Pemilu 2014

Salah satu strateginya adalah menjadikan 14 negara anggota DPRP untuk rakyat Papua dengan harapan mendapatkan suara (wawancara, 8 Oktober 2015). Meski BMP mendesak agar 14 kursi bagi orang asli Papua direalisasikan bersamaan dengan pelantikan anggota DPRP dari pemilu 2014, desakan itu ditolak. Beberapa konten afirmatif yang tertuang dalam UU Otonomi Khusus Papua yang menarik perhatian para aktor di Papua akhir-akhir ini adalah isu penambahan kuota anggota DPRP bagi orang asli Papua.

Seperti disebutkan di atas, penting bagi sebagian orang asli Papua dan tentunya pihak lain, seperti Barisan Merah Putih, untuk mewujudkan tambahan ¼ (seperempat) kursi anggota DPRP bagi orang asli Papua. Apalagi mengingat Provinsi Papua Barat yang sejak Pemilu 2009 kursi pengukuhan sudah terisi atau terealisasi. Menyadari hal tersebut, bukan tidak mungkin pelaksanaan penambahan kursi anggota DPRP bagi orang asli Papua terkesan lambat terwujud.

Ayomi, anggota DPRP dari pemilu 2004 hingga pemilu 2014, sekaligus wakil anggota Pansus DPRP 14 kursi, pada 30 September 2015, pada saat pembentukan DPRP di Provinsi Papua.

KRISIS PAPUA DALAM PERNYATAAN PEJABAT NEGARA DI MEDIA DARING: ANALISIS TEKSTUAL KONSTRUKSI

WACANA KRITIS

  • Dimensi Tekstual Pernyataan Pejabat Pemerintah Dalam Pemberitaan
  • Struktur Mikro Semantik pada berita Krisis Papua yang terdapat pernyataan
  • Struktur Mikro Sintidaksis pada berita Krisis Papua yang terdapat pernyataan
  • Struktur Mikro Stilistik pada berita Krisis Papua yang terdapat pernyataan Pejabat
  • Struktur Mikro Retoris pada berita Krisis Papua yang terdapat pernyataan Pejabat
  • SIMPULAN DAN SARAN

Dimensi Tekstual Pernyataan Pejabat Pemerintah dalam Pemberitaan Media Online Krisis Papua. Judul-judul Pemberitaan Krisis Papua terpilih yang memuat tanggapan pejabat pemerintah di media online Detik.com dan Tempo.co periode Agustus – September 2019. Mikrostruktur semantik dalam pemberitaan krisis Papua memuat pernyataan pejabat pemerintah di media online Indonesia Detik.com dan Tempo.co bisa memahami keseluruhan berita.

Struktur mikro semantik berita tentang krisis Papua, yang memuat pernyataan tentang krisis Papua, yang memuat pernyataan pejabat pemerintah di media online Indonesia. Sintaksis mikrostruktur berita tentang krisis Papua, yang berisi pernyataan tentang krisis Papua, yang berisi pernyataan pejabat pemerintah di media online Indonesia. Struktur Mikro Stilistik dalam Berita Krisis Papua berisi pernyataan pejabat Papua berisi pernyataan pejabat pemerintah di media online Indonesia.

Struktur Retorika Mikro dalam Berita Krisis Papua Berisi Pernyataan Pejabat Papua Berisi Pernyataan Pejabat Negara di Media Online Indonesia.

MEMITOSKAN MITOS: KONSEP LEGALITAS KEPEMILIKAN TANAH ADAT DI KABUPATEN

MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT

Suku Arfak melakukan perjalanan selama berabad-abad dari pedalaman (Gunung Arfak), sebagian mereka menetap di pesisir pantai, sehingga suku Doreri bertemu dengan suku Arfak di Teluk Doreh, (Kamma, 1971:76). Fokus tulisan ini adalah mitos legalitas kepemilikan hak ulayat oleh tiga suku (Arfak, Doreri dan Borai) di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Namun tulisan ini tidak mengkaji semua mitos etnis yang ada di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat.

Konsep suku Borai dalam upayanya menuntut pembayaran ganti rugi hak ulayat dilakukan tanpa pemblokiran bandara, melainkan dengan memilih cara dialog. Pada tahap rencana pembayaran ganti rugi hak ulayat, pemerintah setempat mengalami kendala karena tanah ulayat Bandar Udara Rendani Manokwari diklaim oleh tiga suku, yaitu: suku Arfak, Doreri dan Borai. Sikap pemerintah daerah tidak akan membayar hak ulayat jika diklaim oleh tiga suku.

Terbentuknya ketiga kelompok ini didasari oleh perjuangan ketiga kelompok etnis tersebut untuk mendapatkan ganti rugi hak atas tanah ulayat.

Tabel 1. Fenomena tuntutan ganti rugi hak ulayat yang berujung pada pemalangan fasilitas publik di Manokwari  tahun 2013-2019
Tabel 1. Fenomena tuntutan ganti rugi hak ulayat yang berujung pada pemalangan fasilitas publik di Manokwari tahun 2013-2019

RINGKASAN DISERTASI

THE IMPLEMENTATION OF INDONESIAN

SUSTAINABLE PALM OIL CERTIFICATION (ISPO)

OPPORTUNITY FOR INCLUSION OF PALM OIL SMALLHOLDER IN RIAU PROVINCE

Inkuiri sertifikasi ISPO dan RSPO tersebut di atas selalu dilakukan terhadap petani kelapa sawit yang telah mendapatkan sertifikasi. ISPO sebagai sistem sertifikasi komoditi sawit berdasarkan hukum Indonesia sebagai pintu masuk utama dalam menjamin keberlanjutan proses produksi minyak sawit di Indonesia. Lebih lanjut, hal ini akan memberikan kesempatan kepada petani kecil untuk terlibat dalam sistem produksi minyak sawit berkelanjutan di Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengajukan hipotesis penelitian bahwa proses implementasi sertifikasi ISPO mendorong proses formalisasi kepemilikan tanah perseorangan (SHM) dan kepemilikan tanda daftar hortikultura (STDB) petani kelapa sawit yang mengalami permasalahan sengketa tanah. Pemenuhan aspek legal tersebut akan mendorong keterlibatan petani kelapa sawit dalam produksi minyak sawit berkelanjutan di Indonesia. Pada prinsip pertama ini, aspek legalitas sertifikasi ISPO secara spasial membatasi lahan kelapa sawit yang didaftarkan untuk proses sertifikasi.

Sehingga tidak heran jika daerah-daerah di Indonesia masih mengembangkan kelapa sawit melalui program PIR-Trans.

TINJAUAN BUKU

MEMAHAMI ETNOGRAFI RUANG DAN TEMPAT

  • Produksi sosial ruang (The social production of space)
  • Konstruksi sosial ruang (The social construction of space)
  • Perwujudan ruang (Embodied space) Kerangka konseptual dari “ruang yang diwu-
  • Diskursus Bahasa dan ruang (Language discourse and space)
  • Emosi, pengaruh, dan ruang (Emotion, affect and space)
  • Ruang translokal (Translocal space) Gagasan ini mendukung anggapan bahwa ruang

Oleh karena itu, dimensi pengalaman, sosial dan material tambahan telah berkontribusi untuk menjadi bagian dari metodologi etnografi ruang dan tempat. Genealogi Konsep Ruang dan Tempat Dasar pertama membaca buku ini adalah pemahaman bahwa terdapat perbedaan pendapat tentang hubungan konseptual antara ruang dan tempat dari berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, pertama-tama kita dituntun untuk memahami silsilah konsep ruang dan tempat untuk mengidentifikasi definisi dan hubungan antara ruang/.

Hubungan antara ruang dan tempat Gambar A (pemisahan ruang dan tempat) terdiri dari dua lingkaran terpisah, konstruksi ruang dan tempat. Pembahasan ini menjadi salah satu strategi untuk mengintegrasikan kerangka konseptual produksi sosial dan konstruksi sosial dengan menempatkan materialitas tubuh dan pengetahuan dan kognisi tubuh, yang juga harus dianggap penting untuk memahami ruang dan tempat dari sudut pandang etnografis. Kerangka konseptual ini mengkaji cara-cara di mana bahasa dan wacana membentuk ruang dan tempat dengan menempatkan analisis spasial yang kuat dalam interaksi sosial, strategi komunikasi, dan praktik linguistik.

Tujuan buku ini adalah untuk memajukan studi tentang ruang dan tempat dengan mengeksplorasi dan menjelaskan dua kerangka kerja konseptual yang sudah mapan—produksi sosial dan konstruksi sosial—dan empat yang lebih baru—mewujudkan ruang, bahasa dan wacana, emosi dan pengaruh, dan ruang translokal.

Tabel 1. Hubungan Pertanyaan dengan Pendekatan Ruang
Tabel 1. Hubungan Pertanyaan dengan Pendekatan Ruang

DINAMIKA EKONOMI POLITIK DALAM KEBIJAKAN PERTANIAN DAN PANGAN

Selain institusi politik dalam negeri, struktur pemerintahan internasional juga mempengaruhi kebijakan pertanian dan pangan. Perubahan dalam struktur tata kelola internasional juga memiliki efek dramatis pada kebijakan pertanian dan pangan. Perbedaan dalam NRA ini dengan demikian mencerminkan perbedaan besar dalam kebijakan pertanian dan pangan antara negara kaya dan miskin.

Perubahan struktural yang menyertai pembangunan ekonomi mengubah biaya dan manfaat ekonomi dan politik dari kebijakan pertanian dan pangan. Sepanjang sejarah, instrumen kebijakan perdagangan seperti pajak ekspor dan impor serta subsidi atau pembatasan kuantitatif telah menjadi kebijakan pertanian dan pangan yang paling umum. Hal ini menunjukkan perubahan signifikan dalam kebijakan pertanian dan pangan di negara-negara berkembang.

Sehingga jelas bagaimana mekanisme ekonomi politik dan dinamika intervensi yang membentuk kebijakan pertanian dan pangan.

Gambar 1. Model rantai nilai sederhana. (* Pemilik  tanah, organisasi kredit pedesaan, perusahaan  asuran-si, perusahaan yang memproses benih, pupuk, bahan  kimia pertanian, dll).
Gambar 1. Model rantai nilai sederhana. (* Pemilik tanah, organisasi kredit pedesaan, perusahaan asuran-si, perusahaan yang memproses benih, pupuk, bahan kimia pertanian, dll).

Gambar

Table 1 Strategy to minimise Bias (Morse et al. 2002)
Table 2. Push and Pull Driven Development Paradigm Characteristics Paradigm
Figure 2. Pull Driven Development (Adapted from Bell, 1974)
Gambar 1. Peta potensi gempa di Indonesia tahun 2016 (Sumber: Pusat Studi Gempa Nasional, 2017)
+6

Referensi

Dokumen terkait

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan wacana dengan mengeluarkan RPOJK tentang Disgorgement dan Disgorgement Fund Para pihak yang dapat dikenakan disgorgement adalah