KONSEP AEROTROPOLIS: SEBUAH
STRUKTUR RUANG DAN PERTUMBUHAN KOTA 7
Pusat dan Sub Pusat Pelayanan Kota
Pusat kota merupakan pusat segala aktivitas kota, baik politik, sosial budaya, ekonomi, dan teknologi. Pusat kota adalah tempat orang pergi bekerja, tempat mereka "pergi keluar".
Faktor-Faktor Timbulnya Pusat Pelayanan
Perkembangan Kota
Menurut Catanese (1998), faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan kota ini dapat berupa faktor fisik maupun non fisik. Faktor lokasi, faktor letak dimana kota itu berada, akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan kota tersebut. Hal ini terkait dengan kemampuan kota dalam melakukan aktivitas dan interaksi yang dilakukan warganya.
KEBANDARUDARAAN
Definisi Kebandarudaraan
Bandar Udara Domestik adalah bandar udara yang didefinisikan sebagai bandar udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri, jalur penerbangan dalam negeri pada Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar seperti pada Gambar 2.5 dibawah ini. Bandar udara menurut statusnya terdiri atas: .. a) Bandar udara umum, yaitu bandar udara yang dipergunakan untuk melayani kepentingan umum.
Sistranas Bidang Transportasi Udara
Bandar udara umum yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau badan usaha bandar udara. Bandar udara khusus yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan badan hukum Indonesia.
Fungsi dan Peran Bandar Udara
isolasi wilayah terbuka yang digambarkan dengan letak bandar udara yang dapat membuka wilayah keterisolasian karena kondisi geografis dan/atau sulitnya moda transportasi lain; Penanggulangan bencana dicontohkan dengan letak bandar udara yang mempertimbangkan kemudahan transportasi udara untuk menanggulangi bencana alam di wilayah sekitarnya;
Klasifikasi Bandar Udara
Infrastruktur tersebut memperkuat Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara, misalnya dengan lokasi bandara yang terhubung dengan jaringan dan jalur penerbangan yang menyatukan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bandar Udara Kolektor dengan Pelayanan Tingkat Tersier adalah bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang pelayanan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Pusat Kegiatan Daerah (PKW) terdekat yang melayani penumpang dengan jumlah lebih dari atau sama dengan 500.000 (lima). ratus). ribu) dan kurang dari satu juta) orang per tahun.
Sistem Manajemen Kesalamatan
Fasilitas terminal baru Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sangat luas. Fasilitas Pengendalian Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar disajikan pada tabel berikut.
KONSEP AEROTROPOLIS DAN TRANSPORTASI 39
Pertumbuhan Ekonomi Wilayah
PDB mengukur total pengeluaran suatu perekonomian atas berbagai barang dan jasa yang baru diproduksi pada suatu waktu atau tahun serta total pendapatan yang diterima dari seluruh produksi barang dan jasa tersebut atau lebih jelasnya PDB adalah nilai pasar seluruh barang dan jasa. diproduksi di dalam negeri. suatu negara dalam kurun waktu tertentu (Mankiw, 2001:126). Pertumbuhan biasanya dihitung secara riil dengan tujuan menghilangkan inflasi harga dan jasa yang diproduksi sehingga PDB riil mencerminkan perubahan jumlah produksi. Menurut Sukirno, pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai berkembangnya kegiatan perekonomian yang menyebabkan meningkatnya barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.”
Secara umum pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai peningkatan kemampuan perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana kegiatan perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan bagi masyarakat pada suatu periode tertentu.
Transportasi Perkotaan
Jadi, dengan kondisi seperti ini, infrastruktur transportasi akan menjadi penting bagi akses menuju kawasan tersebut dan akan mempengaruhi tingginya minat masyarakat dalam melakukan aktivitas perekonomian. Demikian penjelasan mengenai peran infrastruktur transportasi yang kedua, yakni menunjang pergerakan orang dan barang. Di satu sisi transportasi dapat mendorong tumbuhnya aktivitas perekonomian suatu wilayah, karena dengan adanya infrastruktur transportasi maka suatu wilayah dapat meningkatkan aktivitas perekonomiannya.
Namun di sisi lain, karena tingginya aktivitas perekonomian, dimana pertumbuhan ekonomi meningkat maka akan timbul permasalahan transportasi akibat kemacetan lalu lintas, sehingga perlu adanya penambahan jalur transportasi untuk mengimbangi tingginya aktivitas perekonomian. Pentingnya peranan sektor transportasi bagi kegiatan perekonomian memerlukan adanya sistem transportasi yang handal, efisien dan efektif.
Tata Guna Lahan
Perubahan penggunaan lahan pada dasarnya adalah perubahan fungsi lahan yang semula digunakan untuk tujuan tertentu menjadi penggunaan tertentu (lainnya). Dengan adanya perubahan penggunaan lahan tersebut maka kawasan tersebut mengalami perkembangan terutama perkembangan sejumlah sarana dan prasarana fisik berupa perekonomian, jalan dan prasarana lainnya. Selain sebaran perubahan penggunaan lahan juga akan terdapat pola-pola perubahan penggunaan lahan, menurut Bintarto (1977), sebaran perubahan penggunaan lahan pada dasarnya dikelompokkan menjadi:
Faktor utama pendorong perubahan penggunaan lahan adalah pertumbuhan penduduk yang mendorong mereka untuk melakukan alih fungsi lahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran perubahan penggunaan lahan pada dasarnya adalah topografi dan potensi yang ada pada setiap wilayah serta migrasi penduduk.
Lahan Pertanian
Fasilitas PKP-PK di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sebagian besar masih dalam kondisi baik. Berikut data perkembangan arus lalu lintas penumpang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin periode 2016-2020 dapat dilihat pada tabel berikut. Klaim lainnya adalah pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, responden menjawab sangat berkembang sebanyak 73 responden atau 73%, berkembang sebanyak 15 responden atau sekitar 15% dan cukup berkembang sebanyak 12 responden atau 12%.
Hal ini menggambarkan bahwa karakteristik kepadatan penduduk di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin semakin meningkat dari tahun ke tahun. Di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin sebanyak 27 responden menjawab sangat baik atau sekitar 27%, 62 responden atau sekitar 62% menjawab sangat baik, dan 11 responden atau sekitar 11% menjawab cukup baik.
PROFIL KABUPATEN MAROS DAN BANDARA
Profil Umum Kabupaten Maros
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rata-rata suhu udara bulanan di Kabupaten Maros adalah 28°C setiap bulannya. Sebagian besar bentang alam di Kabupaten Maros-Pangkep merupakan kawasan karst yang bercirikan tower karst, karst yang berbentuk menara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Maro tahun 2019, diketahui bahwa pada tahun 2017 hingga tahun 2019, jumlah penduduk di setiap kecamatan terus mengalami peningkatan.
Jumlah penduduk di Kabupaten Maros sebanyak 314.790 jiwa pada tahun 2019, dengan jumlah penduduk perempuan melebihi jumlah penduduk laki-laki. Jumlah penduduk perempuan di Kabupaten Maros sebanyak 160.804 jiwa, sedangkan penduduk laki-laki sebanyak 153.986 jiwa.
Profil Wilayah Kecamatan Mandai
Berdasarkan hasil jawaban responden diatas terlihat pada indikator rute pelayanan pernyataan pertama yaitu : Selama ini tersedia banyak rute penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin sebanyak 61 responden menjawab sangat mudah atau sekitar 61 %, mudah sebanyak 23 responden atau sekitar 23% dan cukup mudah sebanyak 16 responden atau sekitar 16%. Dari hasil jawaban responden diatas terlihat bahwa pada indikator tingkat kepadatan penduduk dengan pernyataan yaitu tingkat kepadatan penduduk di sekitar anda, responden menjawab sangat berkembang sebanyak 24 responden atau sekitar 24%. . , berkembang penuh 58 responden atau sekitar 58% dan cukup berkembang penuh 18 responden atau sekitar 18%. Berdasarkan hasil jawaban responden diatas terlihat bahwa Indikator Ketinggian Bangunan dengan pernyataan tersebut adalah Ketinggian Bangunan Di Sekitar Bandara Sudah Dianggap KKOP Bandara., 40 responden menjawab sangat setuju atau sekitar 40%, 51 responden atau sekitar 51% setuju dan sangat setuju, sebanyak 9 responden atau sekitar 9%.
Berdasarkan hasil jawaban responden diatas terlihat bahwa untuk indikator harga tanah dengan pernyataan yaitu harga tanah di sekitar bandara mengalami kenaikan, sebanyak 17 responden menjawab sangat setuju atau sekitar 17%, 56 responden setuju atau sekitar 56%, sedangkan 27 responden atau sekitar 27% sangat setuju. Dari hasil jawaban responden diatas terlihat bahwa untuk indikator Ketersediaan fasilitas dan pelayanan komersial, pernyataan pertama yaitu pembangunan fasilitas komersial dan pelayanan di bandara dan sekitarnya sangat didukung oleh 9 responden. atau sekitar 9%, didukung oleh 69 responden atau sekitar 69% dan cukup mendukung 22 responden atau sekitar 22%. Pernyataan lainnya yaitu dengan diberlakukannya aerotropolis di Bandara Sultan Hasanuddin akan memberikan fasilitas perdagangan dan jasa, responden menjawab sebanyak 71 responden atau 71% sangat setuju, sebanyak 25 responden atau sekitar 25% setuju dan sebanyak setuju sekali 4 responden atau 4%.
Berdasarkan hasil jawaban responden diatas terlihat bahwa pada indikator ketersediaan jaringan jalan pernyataan pertama yaitu kondisi jaringan jalan yang tersedia menghubungkan bandara dan asal anda dijawab sebanyak 78 responden. sangat baik atau sekitar 78%, 20 responden atau sekitar 20% menjawab sangat baik, dan 20 responden atau sekitar 20% menjawab sangat baik dan cukup baik, sebanyak 2 responden atau sekitar 2%.
Profil Bandar Udara Internasioanl Sultan
Karakteristik Responden Penelitian
Karakteristik responden yang diuraikan pada bagian ini antara lain responden terdiri dari responden masyarakat yang beraktivitas di sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan sekitar bandara yang berjumlah 100 responden dari total populasi. Karakteristik tingkat pendidikan responden akan diuraikan pada tabel 4.26, terlihat bahwa tingkat pendidikan tertinggi responden adalah SLTA sebanyak 56 orang atau 56% yaitu sebanyak 22 orang. atau 22% memiliki gelar sarjana, dan juga sekolah menengah pertama. sebanyak 8 orang atau 8%, ijazah sebanyak 14 orang atau 14% dan SD tidak disurvei. Dari data kuisioner yang dibagikan kepada 100 responden terlihat 6 responden berprofesi sebagai pelajar sebanyak 6%, responden berprofesi sebagai pedagang sebanyak 18 responden atau 18%, responden yang berprofesi sebagai wiraswasta sebanyak 52 responden atau 52%. yang berprofesi sebagai wiraswasta sebanyak 52 responden atau 52%.
Analisis Karakeristi Pelayanan Bandara
Berdasarkan hasil jawaban responden diatas terlihat bahwa pada indikator cakupan pelayanan dengan pernyataan tersebut yaitu frekuensi cakupan pelayanan penerbangan bandara yang melayani penerbangan domestik dan internasional sebanyak 65 responden menjawab sangat mendukung atau sekitar 65 % yaitu sebanyak 32 responden atau sekitar 32% mendukung dan cukup sebanyak 3 responden atau sekitar 3% mendukung. Pernyataan kedua, biaya penggunaan jasa transportasi udara sangat sesuai, 59 responden menjawab setuju atau 59%, 33 responden setuju atau sekitar 33% dan 8 responden atau 8% sangat setuju. Berdasarkan hasil jawaban responden diatas terlihat bahwa pada indikator nilai tanah pernyataan pertama yaitu jika konsep Aetropolis diterapkan maka nilai jual tanah akan meningkat, 24 responden menjawab setuju atau Tentang 24%, 58 responden atau sekitar 58% setuju dan setuju, sebanyak 18 responden atau sekitar 18%.
Pernyataan kedua yaitu mengenai fenomena perubahan intensitas penggunaan lahan dijawab oleh 42 responden atau 42%, 36 responden atau sekitar 36% setuju, dan 22 responden atau 22% setuju. Berdasarkan hasil jawaban responden diatas terlihat bahwa pada indikator Ketersediaan Moda Transportasi pernyataan pertama yaitu ketersediaan moda transportasi di bandara dan untuk menghubungkan negara asal anda sebanyak 82 responden menjawab sangat mudah. atau sekitar 82%, Mudah sebanyak 12 responden atau sekitar 12% dan cukup mudah sebanyak 6 responden atau sekitar 6.
Konsep Pengembangan Aerotropolis
Berdasarkan pengamatan saat ini Bandara Sultan Hasanuddin mengalami perubahan, hal ini dipengaruhi oleh permintaan sehingga pihak bandara melakukan perubahan untuk menampung kapasitas bandara. Berdasarkan hasil analisis menggunakan analisis jalur, dalam penelitian ini dengan menggunakan metode uji Sobel dilakukan analisis untuk mencari nilai z dengan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung. Preacher mengatakan nilai p yang dilaporkan (dibulatkan menjadi 8 desimal) diambil dari distribusi normal satuan dengan asumsi uji z dua sisi dari hipotesis bahwa efek yang dimediasi sama dengan nol pada populasi.
Dari hasil perhitungan di atas, yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap aerotropolis secara tidak langsung terletak pada prinsip integrasi dan konektivitas.
PENUTUP
Kesimpulan
Pengembangan konsep aerotropolis berdasarkan karakteristik pelayanan dapat dilakukan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan mengembangkan prinsip integrasi dan konektivitas yang berarti ketersediaan moda transportasi, ketersediaan jalan dan fasilitas sosial/umum yang akan dikembangkan. awal. Karena prinsip ini sangat penting di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, maka prinsip ini menjadi landasan dasar dalam pengembangan bandar udara dalam pengembangan aerocity menuju konsep pengembangan aerotropolis.
Saran
Kajian Perkembangan Penggunaan Lahan Terkait Perdagangan dan Industri Batik di Desa Trusmi Kulon, Plered, Kabupaten Cirebon.