• Tidak ada hasil yang ditemukan

upaya menumbuhkan kreativitas pemuda melalui

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "upaya menumbuhkan kreativitas pemuda melalui"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

1 UPAYA MENUMBUHKAN KREATIVITAS PEMUDA MELALUI

PROGRAM KARANG TARUNA DI DESA MEKAR SARI NARMADA KECAMATAN NARMADA

LOMBOK BARAT.

Oleh:

ZIA ULHAK NIM. 151.136.236

JURUSAN PENDIDIKAN IPS EKONOMI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM

2017

(2)

2 UPAYA MENUMBUHKAN KREATIVITAS PEMUDA MELALUI

PROGRAM KARANG TARUNA DI DESA MEKAR SARI NARMADA KECAMATAN NARMADA

LOMBOK BARAT.

Oleh:

ZIA ULHAK NIM. 151.136.236

JURUSAN PENDIDIKAN IPS EKONOMI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM

2017

(3)

3

(4)

4

(5)

6

(6)

7 Moto

‘’Kekayaan yang hakiki bukanlah dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah hati yang selalu merasa cukup.’’( HR. Bukhari Muslim )

(7)

8 PERSEMBAHAN

Karya tulis ini kupersembahkan kepada mereka orang-orang yang terdekat dihatiku sebagai bukti kebaktian atas tetesan keringat, doa, kesabaran dan segala nasihat- nasihatnya.

Yang tercinta dan tersayang :

 Ibunda tercinta farida purnawati dan ayahanda tersayang suhaimi‟‟ yang telah melahirkan , membesarkan, mendidik, mendoakan, dan memberikan

kesempatan saya untuk menuntut keridhaan allah swt dan menjadi orang yang terdidik, beliau adalah malaikat yang diutus untuk melindungiku. Didikan kasih sayang yang engkau berikan membuatku bisa sampai seperti ini. Jasamu kan selalu kuingat, tiada kasih setulus kasihmu. Terima kasih setitik bukti dari sebuah kesuksesan yang dapat ananda raih dari perjuangan dan pengorbanan dapat diridhoi oleh allah swt.

 Saudaraku tercinta, serta semua keluargaku terima kasih atas motivasi, dukungan, baik secara rill dan spiritual atas keberhasilanku dalam menyelesaikan study.

 Sahabat-sahabatku tercinta, serta rekan-rekan seperjuanganku khususnya dipendidikan ips ekonomi maupun dijurusan lain yang telah membantu dalam kelancaran penulisan skripsi ini.

 Almamaterku tercinta UIN Mataram

(8)

9 KATA PENGANTAR

Dengan mengucap Puji syukur kehadirat Allah swt, yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-nya kepada penulis sehingga skripsi dengan judul “Upaya Menumbuhkan Kreativitas Pemuda Melalui Program Karang Taruna Di Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat’’ dapat terselesaikan sebagaimana mestinya, sebagai prasyarat untuk mendapatkan gelar sarjana perguruan.

Sebagai hamba Allah yang beriman, kita bisa mengetahui bahwa bershalawat atas Nabi Muhammad Saw adalah memberikan keselamatan dan pujian kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw. Bershalawat atas Nabi yang dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja, karena bacaan shalawat mempunyai keutamaan dan khasiat yang dapat mendatangkan pahala serta keselamatan bagi pembacanya. „‟Allahhummasholliwasallim Ala Sayyidina Muhammad‟‟

Dalam penulisan skripsi ini banyak pihak-pihak yang membantu berupa bimbingan, saran-saran, informasi, tenaga, dan pikiran. Untuk itu, dalam kesempatan ini saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih, terutama kepada:

1. Prof. Dr.H. Mutawali, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram serta seluruh stafnya yang telah banyak memberikan bantuan kepada saya.

2. Dr. Hj. Lubna , M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

(9)

10 3. Dr. H. Jamaluddin , M.A selaku dosen pembimbing I dan Rahmat Akbar Kurniawan, M.Sc selaku dosen pembimbing I dan II yang telah banyak memberikan bimbingan untuk kesempurnaan skripsi ini.

4. Safroni Isrososiawan Mm selaku dosen wali kls f terima kasih atas jasa dan perjuangan mu dalam membimbing kami semua.

5. Bapak dan Ibu Dosen UIN Mataram yang telah banyak memberikan bantuan selama saya melaksanakan studi di UIN Mataram.

6. Seluruh keluarga besar saya yang telah banyak berkorban serta selalu mendorong saya untuk bisa menyelesaikan studi.

7. Kepada semua kawan-kawan yang telah banyak membantu, terutama rekan-rekan seperjuangan kls F

Saya menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna, untuk itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif sangat saya harapkan demi kesempurnaan skripsi ini.

Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin ya robbal alamin.

Mataram, 2019 Penulis,

ZIA ULHAK

(10)

11 UPAYA MENUMBUHKAN KREATIVITAS PEMUDA MELALUI

PROGRAM KARANG TARUNA DI DESA MEKAR SARI NARMADA KECAMATAN NARMADA

LOMBOK BARAT.

Oleh ULHAK NIM: 151.136.236

ABSTRAK

Hal yang menjadi tujuan dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bagaimana upaya menumbuhkan kreativitas pemuda melalui program karang taruna di desa mekar sari narmada, kecamatan narmada lombok barat. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yakni dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi untuk mencari data dan mengumpulkan data yang diperlukan, bahwa pelaksanaan upaya menumbuhkan kreativitas pemuda melalui program karang taruna di desa mekar sari kec. Narmada yang kaya akan sumber daya alamnya, akan tetapi tidak menjadi jaminan menciptakan masyarakatnya sejahtera dan maju, kemerdekaan adalah ilusi semata, kemiskinan masih mejadi pekerjaan, pemuda mekar sari ingin merubah semua itu dengan melalukan perubahan mulai dari bawah dengan membuat kelompok dan membuat usaha kecil dengan mengembangkan sumber daya alam yang ada seperti pisang dan nangka, Maka dari itu karang taruna Narmada membuatkan program untuk pemuda yang ada di desa Mekar sari supaya kelak para pemuda bisa dipungkiri dengan menjadi desa konsumen “kaya“ akan berbagai pengetahuan, informasi dan produk, di tambah dengan makin meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah yang ikut memotivasi pemuda menjadikan desa mekar

(11)

12 sari kec. Narmada ini sebagai salah satu desa yang begitu banyak manfaat akan sumber daya alam yang kita miliki.

Sudah saatnya pemuda bergerak dengan landasan pengembangan, bukan lagi hanya pelestari budaya saja, tetapi sumber daya alamnya yang harus kita bikin kreatif dan di kembangkan.

Kreativitas jika kita telusuri ternyata memiliki potensi yang besar yang dapat memberikan peengaruh besar pula terhadap berbai aspek kehidupan yang kita jalani, peran kreativitas para generasi muda sebagai generasi penerus bangsa harus di tingkatkan karna mereka adalah salah satu kekuatan yang dapat mengoptimalkan suatu desa.

(12)

13 DAFTAS ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

NOTA DINAS ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... xii

a. Konteks Penelitian ... 1

b. Fokus Penelitian ... 9

c. Tujuan Dan Mamfaat Peneliti ... 10

d. Ruang Lingkup Penelitian Dan Setting Penelitian ... 10

e. Telaah Pustaka ... 11

f. Landasan Teori ... 17

1. Pengertian Kreatifiatas ... 17

2. Ciri-Ciri Kreatifitas ... 18

3. Pribadi Kreatifitas ... 19

(13)

14

4. Proses Kretaifitas ... 20

5. Lingkungan Kreatifitas... 21

6. Tinjauan Tentang Pemuda... 22

7. Pengertian Karang Taruna... 23

g. Metode Penelitian... 30

1. Pendekatan Penelitian ... 30

2. Kehadiran Peneliti ... 31

3. Lokasi Penelitian ... 32

4. Sumber Data ... 32

5. Metode Pengumpulan Data ... 33

6. Tehknik Analisis Data ... 36

7. Keabsahan Data ... 39

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 42

a. Gamabaran Umum Desa Mekar Sari Kec. Narmada ... 42

b. Bentuk Kreatifitas Pemuda Desa Mekar Sari... 51

1. Pisang Sale ... 52

2. Kripik Pisang ... 54

c. Peran Pemuda Karang Taruna ... 56

BAB III PEMBAHASAN ... 66

a. Analisis Bentuk Aktifitas Pemuda Umum ... 66

b. Bentuk Kreatifitas Pemuda Desa Mekar Sari... 67

c. Peran Pemuda Karang Taruna Dalam Menumbuhkan Kratifitas ... 67

(14)

15

d. Analisis Kegiatan Pemuda Karang Taruna ... 70

BAB IV PENUTUP ... 73

a. Kesimpulan ... 73

b. Saran ... 74 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(15)

16 DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Data Tokoh Masyarakat Yang Berperan Dalam Pemekaran Desa Mekar Sari Kec. Narmada Lombok Barat ... 43

Tabel 2.2. Letak Geografis Batas Wilayah Desa Mekar Sari ... 44

Tabel 2.3 Proporsi Sumber Mata Pencaharian Masyrakat Desa Mekar Sari .. 48

Tabel 1.1 Jumlah Anggota Karang Taruna Desa Mekar Sari Kec. Narmada, Kab.

Lombok Barat... 57

Tabel 1.2 Daftar Nama Pemuda Yang Berperan Mengembangkan Kreatifitas Pemuda Desa Mekar Sari Kec. Narmada, Kab. Lombok Barat ... 60

(16)

17 UPAYA MENUMBUHKAN KREATIVITAS PEMUDA MELALUI PROGRAM KARANG TARUNA DI DESA MEKAR SARINARMADA

KECAMATAN NARMADA LOMBOK BARAT

A.Konteks Penelitian

Masa remaja dikenal sebagai masa yang penuh kesukaran. Bukan saja kesukaran bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi orang tuanya, masyarakat, bahkan sering kali bagi polisi.Hal ini disebabkan masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Masa transisi ini sering kali menghadapkan individu yang bersangkutan kepada situasi yang membingungkan; di satu pihak ia masih kanak-kanak, tetapi dilain pihak ia sudah harus bertingkah laku seperti orang dewasa. Situasi-situasi yang menimbulkan konflik seperti ini, sering menyebabkan prilaku-prilaku yang aneh, canggung dan kalau tidak di control bisa menjadi kenakalan. Dalam usahanya untuk mencari identitas dirinya sediri, seorang remaja sering membantah orang tuanya karna ia muali memiliki pendapat sendiri, cita-cita serta nilai-nilai sendiri yang berbeda dengan orang tuanya. Menurut pendapatnya orang tua tidak dapat lagi dijadikan pegangan, sebaliknya untuk berdiri sendiri ia belum cukup kuat, karena itu ia mudah terjerumus kedalam kelompok remaja dimana anggota-angotanya adalah teman-teman sebaya yang memmpunyai persoalan yang sama. Dalam kelompok- kelompok itu mereka bisa saling memberi dan mendapat dukungan mental.Kalok kelompok remaja itu berbuat sesuatu, misalnya kenakalan atau perkelahian, maka

(17)

18 selalu dilakuan berkelompok.Anggota-anggota kelompok macam itu jarang berani berbuat sesuatu secara perorangan.1

Masa transisi ini ditandai oleh adanya proses pembentukan karakter. Para remaja akan berusaha mengikuti dan mencontoh apa yang dianggapnya mapu menyebbkan dirinya tampil beda dengan orang lain. Hal ini merupakan perwujudan dari proses pencarian jati diri. Dalam konteks yang lebih luas maka jika tidak diimbangi dengan teman bergaul yang dapat mengarahkannya menjadi lebih baik, maka ada kecendrungan untuk bergaul dengan orang yang salah.Kondisi tersebut tidak jarang para remaja menjadi terjebak dalam pergaulan bebas bahkan terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.Maka untuk itu remaja lebih memerlukan tempat untuk belajar.Tidak hanya di sekolah tetapi juga karena dimasyarakat anak remaja dapat belajar langsung darinya yang sudah mempunyai banyak pengalaman dan juga sekaligus bisa langsung untuk mempraktikkannya.

Kontrol orang tua menjadi hal yang mutlak diperlukan dalam rangka memberikan pemahaman dan pengawasan kepada remaja yang masih mengalami masa transisi tersebut.

Pemerintah desa juga memiliki peran dan tanggung jawab moral, Mengingat pentingnya kedudukan peraturan desa dalam menyelenggarakan pemerintahan desa, maka dalam penyusunan peraturan desa tersebut harus didasarkan kepada kebutuhan dan kondisi desa setempat, mengacu kepada

1Sarlito W. Sarwono,”Pengantar Psikologi Umum”, (Jakarta:Raja Grapindo Persada, 2017), hlm 72

(18)

19 peraturan perundang-undang desa, dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi, serta tidak boleh merugikan kepentingan umum.

Lebih dari pada itu, peraturan desa sebage produk politik harus di susun secara demokratis dan partisipatif.Sebage mana dijelaskan didalam PP. No 72 / 2005 pasal 57, bahwa “ Masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan peraturan Desa”.

Setelah peraturan desa di tetapkan oleh kepala desa dan BPD, maka tahap selanjutnya adalah pelaksanaan peraturan desa yang akan dilaksanakan oleh kepala desa. Kemudian , BPD selaku mmitra pemerintah Desa mempunyai hak untuk senantiasa membrikan pengawasan kepada para remaja yang ada di desanya agar memberikan arahan dan kontrol sehingga remaja yang ada di desa tersebut tidak terjebak dalam arus pergaulan yang salah. Tempat yang ada di masyarakat tersebut seperti organisasi Karang Taruna, dengan bergabung diorganisasi tersebut anak remaja dapat belajar banyak hal yang positif guna mengembangkan hal-hal yang ada di dalam diri dan juga untuk menerima bimbingan.Organisasi seperti Karang Taruna untuk bisa mengembangkan hal-hal yang ada pada diri anggotanya.

Demikian pula halnya dengan pemerintah Desa Mekar Sari juga yang memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang cukup banyak.Potensi sumber daya manusia yang dapat digerakkan agar tidak trjebak dalam pergaulan yang salah adalah adanya remaja masjid, kelompok sepak bola, kelompok kesenian gendang belek, kelompok pembuat gula aren.Disamping itu juga potensi

(19)

20 sumber daya alam yang mana 40% merupakan lahan pertanian dan 60% lahan perkebunan.

Kedua komponen tersebut jika mampu dikelola dengan baik oleh organisasi kemasyarakatan yang ada di Desa Mekar Sari dalam hal ini karang taruna, tentu akan dapat melahirkan suatu bentuk kreativitas bagi para remaja.

Karang taruna merupakan salah satu organisasi yang menjadi bagian dari pemerintahan yang ada dalam suatu desa.Keberadaannya diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membangun aktivitas dan kreatifitas para pemuda yang ada dalam suatu desa.Karang taruna sebagai suatu sistem organisasi telah dilengkapi dengan seperangkat aturan dan program kerja yang secara khusus berfungsi untuk menampung dan memberdayakan para pemuda dalam suatu desa.

Hal ini memiliki relevansi dengan pendapat yang mengatakan bahwa Setiap desa telah memiliki beberapa perangkat yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan setiap kegiatan dan dalam rangka memberdayakan setiap masyarakat yang ada di dalamnya.Para pemuda di dorong untuk melakukan kreativitas melalui suatu organisasi yang masuk dalam struktur pemerintah desa yaitu melalui karang taruna.Karang taruna telah diatur sedemikian rupa guna mewujudkan adanyanya peningkatan dan daya kativitas para pemuda di masing-masing desa.Dalam menjalankan tugasnya, Karang Taruna memiliki beberapa program kerja yang disusun secara rapi.Tentunya program ini menyesuaikan keadaan desa setempat.

Salah satunya dalam bidang kesekretariatan.Misalnya, mengadakan pertemuan rutin setiap minggunya, pengadaan seragam, mengadakan iuran wajib

(20)

21 sebagai kas untuk menyelenggarakan suatu program dan lain sebagainya.hal ini dilakukan untuk memupuk kekompakan dan kreatifitas dalam kelompok.

Dalam Bidang lingkungan hidup dan pariwisata, Karang Taruna dapat menyusun beberapa program seperti berikut.Misalnya saja mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang bagaimana pengolahan sampah.Memanfaatkan sampah menjadi barang-barang yang bisa digunakan kembali.

Atau mengadakan tempat sampah organik dan non organik, menggalakkan program menanam apotek hidup dan lain sebagainya.Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sebagai upaya untuk menciptakan desa yang bersih, sehat dan nyaman.

Karang Taruna sebagai wadah generasi muda harapan bangsa merupakan salah satu sarana untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.Program kerja yang bisa dicanangkan adalah melakukan kerja bakti membersihkan jalan, tempat ibadah dan lain sebagainya, atau melakukan bakti sosial ke panti-panti dan lain- lain.

Dan masih banyak lagi beberapa program Karang Taruna yang bagus yang bisa digalakkan.Bisa dalam bidang kewirausahaan, sosial, olah raga, publikasi dan dokumentasi, keagamaan, pengembangan sumber daya manusia dan lain sebagainya.Karang Taruna sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan kreatifitas dalam upaya mengembangkan dan membangun desa agar lebih maju.2

2Moch. Solekhan, penyelenggaraan pemerintahan desa ,(Malang: Setara Press, 2014) hlm. 56-57

(21)

22 Pemerintahan desa. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, pasal 1, ayat ( 2 ) tentang Desa menjelaskan, bahwa pemerintahan desa adalah “Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat daklam sistem pemeritahan Negara kesatuan Reuplik Indonesia”. Sedangkan penyelenggaraan adalah pemenrintah Desa, yaitu kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dan yang di bantu oleh perangkat Desa atau yang di sebut dngan nama lain.

Dimana, dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa tersebut berdasarkan asas:

kepastian hukum, tertib penyelenggaraan pemerintahan, tertib kepentingan umum, keterbukaan, keberagaman, dan partisipatif. Disamping itu, didalam PP. 72 Tahun 2005 tetang Desa, pasal 1 ayat (6) disebutkan, bahawa pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemeritahan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Dengan demikian, dalam menyelenggarakan pemerintahan desa itu ada 2 institusi yang mengendalikannya, yaitu: 1) Pemerintahan Desa, 2) BPD, Dijelaskan juga didalam PP. No. 72 Tahun 2005, bahwa yang dimaksud dengan pemerintah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah Kepala Desa dan Perangkat desa sebage unsur penyelenggaraan pemerintahan desa. Sedangkan BPD atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi

(22)

23 dalam penyelenggaraan pemerintah desa sebage unsur penyelenggara pemerintahan desa.3

Hasil observasi di Desa Mekar Sari menunjukkan bahwa pemerintah desa telah berupaya secara optimal untuk memanfaatkan potensi daerah terutama sumber daya alamnya.Namun dalam praktiknya pihak pemerintah desa kecendrungan mengabaikan pemberdayaan bagi pengembangan kemampuan masyarakat dalam melakukan aktivitas hidupnya secara mandiri.Kondisi ini juga terlihat pada salah satu organisasi kepemudaan yaitu karang taruna.

Karang taruna sebagai salah satu organisasi kepemudaan belum mampu memberikan kontribusi yang baik terhadap pengembangan kemandirian dan peningkatan kreatifitas para pemudanya.Hal ini terlihat dari banyaknya para pemuda yang justru tidak mengetahui fungsi dan tugas organisasi kepemudaan karang taruna.Kondisi ini disebabkan tidak adanya sosialisasi tentang peran dan tugas karang taruna bagi para pemuda.

Potensi sumber daya alamnya Desa Mekar Sari merupakan desa yang memiliki potensi untuk mengembangkan kerajinan tangan dan olahan hasil pertanian.Tidak termanfaatkannya potensi tersebut disebabkan kurangya keterampilan para pemuda untuk menghasilkan nilai tambah dari hasil pertanian yang dimiliki.

Perubahan kerangka berfikir bagi para pemuda mutlak diperlukan dalam rangka meningkatkan kreatifitas para pemuda yang ada di Desa Mekar Sari.Wujud

3ibid,,. hlm.51

(23)

24 nyata dari pentingnya karang taruna melakukan perbaikan pola kerja terlihat dari adanya keinginan para pemuda untuk melakukan aktifitas yang dapat mendatangkan nilai ekonomi. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan terhadap salah seorang pemuda yaitu Wawan ia mengatakan bahwa

Pada dasarnya saya tidak senang menganggur, namun saya hanya memiliki pekerjaan menggarapkan sawahnya orang lain dan ketika telah selesai, makapekerjaan yang dilakukan banyak yang tidak bermanfaat. Saya ingin membuka usaha namun modal dan keahlian dalam tidak memadai.Dorongan untuk merubah kondisi ini sangat besar dan saya sangat berharap agar pihak pemerintah terutama pemerintah desa memberikan bekal keterampilan kepada kami para pemuda yang tidak memiliki keahlian ini.4

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat dilihat adanya keinginan para pemuda untuk diberikan suatu keterampilan yang dapat mendatangkan hasils ekalipun kecil. Namun karena pihak karang taruna kurang begitu peka dan hanya memperhatikan para pemuda dalam dusun tertentu saja maka dusun lain kurang mendapatkan perhatian. Peranserta karang taruna di setiap dusun harus mendapatkan perhatian. Hal ini penting dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan dalam bidang SDM, sehingga tidak terjadi ketimpangan antara dusun yang satu dengan yang lain.

Berdasarkan fenomena tersebut di atas maka ada ketertarikan untuk melakukan penelitian dengan judul “ UPAYA MENUMBUHKAN

4Iwan, Hasil Wawancara tanggal 21 Oktober 2017

(24)

25 KREATIVITAS PEMUDA MELALUI PROGRAM KARANG TARUNA DI DESA MEKAR SARI NARMADA KECAMATAN NARMADA LOMBOK BARAT”.

B.Fokus Penelitian

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka focus penelitian ini yaitu sebagai berikut :

1. Bagaiamanakah bentuk kreativitas para pemuda di Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat?

2. Bagaimanakah upaya menumbuhkan kreativitas pemuda melalui Program karang taruna di Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat?

C.Tujuandan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan fokus penelitian di atas maka tujuan penelitian ini yaitu a. Untuk mengetahui bentuk kreativitas para pemuda di Desa Mekar Sari

Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat

b. Untuk mengetahui upaya menumbuhkan kreativitas pemuda melalui Program Karang Taruna di Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat.

2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis

(25)

26 Adapun kegunaan secara teoritis dari penelitian ini ialah sebagai berikut:

1) Hasil penelitian ini, diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan tentang terutama berkaitan dengan kreativitas pemuda.

2) Hasil penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan acuan kerangka berfikir terutama yang berkaitan dengan cara meningkatkan kesadaran dalam mengikuti perkembanganan dan mengarahkan kebijakan pemerintah desa

b. Manfaat Praktis

Adapun kegunaan secara praktis dari penelitian ini ialah sebagai berikut:

1) Dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan upaya menumbuhkan kreativitas pemuda melalui Program Karang Taruna di Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat.

2) Dapat menentukan langkah selanjutnya dan langkah-langkah terbaik dalam meningkatkan kesadaran pemuda untuk ikut terlibat dalam memajukan desa.

D.Ruang Lingkup Penelitian dan Setting Penelitian

Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah terkait dengan kreativitas pemuda yang mendorong adanya perubahan dalam masyarakat.Program karang taruna sebagai bagian penting dalam menampung aspirasi pemuda harus mampu membuat program yang terukur dan dapat dilaksanakan dengan baik oleh para

(26)

27 pemuda. Perubahan aktivitas pemuda yang produktif harus menjadi prinsip dalam membuat program sehingga keterlibatan para pemuda akan menjadi titi tumpu dalam pelaksanaan program. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat. Dipilihnya lokasi ini disebabkan banyaknya para pemuda yang belum terentuh dengan program kerja dari karang taruna. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan oktober sampai dengan bulan November 2018.

E.Telaah Pustaka

Untuk menghindari adanya plagiasi, duplikasi dan repetisi, maka dilakukan pengkajian terhadap karya-karya terdahulu yang memiliki kedekatan dengan penelitian ini diantaranya.

1. Ernani Hadiyati, 2011, Kreativitas adalah inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang yang kreatif adalah : terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih,

(27)

28 sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektif.

2. Memahami kreativitas (daya cipta) akan memberikan dasar yang kuat untuk membuat modul atau perangkat tentang kewirausahaan. Peran sentral dalam kewirausahaan adalah adanya kemampuan yang kuat untuk menciptakan (to create or to innovate) sesuatu yang baru, misalnya: sebuah organisasi baru, pandangan baru tentang pasar, nilai-nilai corporate baru, proses-proses manufacture yang baru, produkproduk dan jasa-jasa baru, cara-cara baru dalam mengelola sesuatu, cara-cara baru dalam pengambilan keputusan.

3. Suryana (2003) menyatakan bahwa kreativitas adalah: “Berpikir sesuatu yang baru”. “Kreativitas sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dalam menghadapi peluang”.

4. Kreativitas merupakan suatu topik yang relevan tidak hanya bagi wirausaha yang baru memulai, tetapi juga bagi bisnis dan kegiatan bisnis pada umumnya, Kretivitas merupakan sumber penting dalam penciptaan daya saing untuk semua organisasi yang peduli terhadap growth (pertumbuhan) dan change (perubahan). A. Roe dalam Frinces (2004) menyatakanbahwa syarat-syarat orang yang kreatif yaitu:

a. Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience).

(28)

29 b. Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observanvce seeing

things in unusual ways).

c. Keinginan (curiosity) Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance of apporites) d. Kemandirian dalam penilaian, pikiran dan tindakan (independencein

judgement, thought and action)

e. Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy) f. Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-reliance)

g. Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject to group standart and control).

h. Ketersediaan untuk mengambil resiko yang diperhitungakan (willing to take calculated risks). Pada penelitian Kreativitas meliputi terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir, bertindak dan percaya diri.5

5. Elisa Nur Cahyanti, 2011, Pemuda merupakan bagian dari sumber daya manusia yang perlu mendapat banyak perhatian karena di tangan generasi mudalah kelak akan meneruskan perjuangan pembangunan bangsa ini.

Permasalahan yang muncul dalam proses pertumbuhan dan perkembangan generasi muda banyak mengalami masalah sosial seperti kenakalan remaja,

5Hadiyati, E,Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, Vol.13, No. 1, Maret 2011: 8-16

(29)

30 narkotika, anak jalanan, pergaulan bebas, dan putus sekolah yang disebabkan faktor di dalam dirinya maupun diluar dirinya. Jika keadaan ini dibiarkan terusmenerus akan mengakibatkan penurunan kualitas yang tajam. Penurunan kualitas tersebut dapat berupa kemampuan berfikir, kemampuan berusaha, dan bahkan kemauan diri mengembangkan pikiran.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan disebutkan bahwa, “Dalam pembaruan dan pembangunan bangsa, pemuda mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis sehingga perlu dikembangkan potensi dan perannya melalui penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan sebagai bagian dari pembangunan Nasional”.Dalam rangka untuk menanggulangi adanya penurunan kualitas pada generasi muda perlu dilakukannya kegiatan yang dapat berjalan terus-menerus yang melibatkan semua kalangan.Seperti kalangan keluarga, kalangan lembaga pendidikan, lingkungan masyarakat dan terutama pemuda itu sendiri sehingga potensi dan kreativitasnya dapat tersalurkan dengan baik. Dengan demikian, perlu adanya kerja sama pada semua kalangan, bukan hanya pada lembaga pendidikan saja yang pada umumnya bertugas menyalurkan potensi, kemampuan, dan sikap peserta didik untuk mewujudkan tujuan Nasional. Tidak cukup melalui lembaga pendidikan melainkan melalui lingkungan masyarakat juga diperlukan, yaitu

(30)

31 berupa organisasi agar dapat meningkatkan potensi kreativitas yang dimiliki para pemuda.6

6. Elisa Nur Cahyanti, 2011, Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 77/

HUK/ 2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna disebutkan bahwa, “Karang Taruna adalah Organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.” Organisasi Karang Taruna dibentuk untuk mengentaskan permasalahan di bidang usaha kesejahteraan sosial yang menyangkut perorangan, keluarga, atau kelompok yang tidak berfungsi secara fisik, psikologi, ekonomi, sosial-budaya sehingga dapat melaksanakan fungsinya dengan baik seperti tidak dapat terpenuhinya segala kebutuhan material, spiritual, dan sosial untuk dapat hidup selayaknya dan mampu mengembangkan diri.

Salah satu Organisasi Karang Taruna yang masih aktif hingga saat ini adalah Organisasi Karang Taruna Mitra di Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan hasil observasi awal, masih terdapat beberapa program-program kerja Organisasi Karang Taruna tersebut yang

6 Cahyani E, N, Peran Karang Taruna Dalam Mengurangi Pengangguran Pemuda Di Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Kajian Moral dan Kewarganegaraan. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015, 892-906

(31)

32 dijalankan hingga saat ini daripada Karang Taruna lainnya di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro (O. Minggu, 1 Maret 2015).7

Berdasarkan Tiga penelitian terdahulu di atas, maka penelitian tersebut berbeda dengan penelitian yang akan dilakukan ini. Pada penelitian yang dilakukan oleh Erni Hidayati lebih menekankan tentang inisiatif kita terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru, yang bersifat Kreativitas. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Elisa Nur Cahyanti Lebih menekankan tentang perlu mendapatkan yang namanya banyak perhatian karena di tangan generasi mudalah kelak akan meneruskan perjuangan pembangunan. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan Elisa Nur Cahyanti lebih mengedepankan bagaemana Karang Taruna itu bisa mengembangkan setiap anggota masyarakat bisa tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab terutama generasi muda.

Adapun persamaan dari penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan ini yaitu sama-sama mengakaji aspek yang berkaitan dengan karang

7Cahyani E, N, Peran Karang Taruna Dalam Mengurangi Pengangguran Pemuda Di Desa Plesungan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Kajian Moral dan Kewarganegaraan. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015, 892-906

(32)

33 taruna. Demikian pula halnya dengan metode penelitian yang digunakan sama- sama menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriftif.

F. Landasan Teori 1. Kreativitas

Csiksentmihalyi (1996) Untuk memahami kreativitas harus dilihat dari satu kesatuan yang dibangun dari tiga system yang saling berhubungan, yakni domain (kawasan), field (bidang), dan person (orang). Jadi, yang dimaksud dengan kreativitas adalah tindakan, ide, atau produk apa saja yang mengubah kawasan yang ada, atau mentransformasi kawasan yang ada kedalam suatu kawasan yang baru.8 Memandang dari seluruh system yang dibatasi pada tiga komponen utama: kawasan, bidang, dan orang sebagai satu kesatuan komponen yang membangun kreativitas. Oleh karena itu, kreativitas bukan hanya sekedar pernyataan pikiran, melainkan berbagai tindakan baik dalam bentuk proses dan produk yang dihasilkan.9

Kreativitas merupakan sumber utama makna dalam kehidupan dengan dua alasan utama.Pertama, kebanyakan sesuatu yang menarik perhatian, yang sangat penting dalam kehidupan adalah hasil dari kreativitas.Apa yang dapat dilihat dari nilai-nilai, budaya, teknologi, dan lain-lain merupakan hasil dari kepintaran manusia yang di peroleh melalui proses belajar. Kedua, kreativitas begitu mempesona sehingga kita melibatkan diri kita sendiri dalamnya, kita

8Ngalimun, M.Pd Dkk „‟ perkembangan dan pengembangan kreativitas „‟,(yogyakarta, aswaja pressindo, 2013), hal. 95

9Ibid. hal. 96

(33)

34 merasa seolah-olah kita telah berada pada puncak kehidupan yang sesungguhnya.10

2. Ciri-ciri kreativitas

Guilford mengemukakan ciri-ciri dari kreativitas antara lain:

a. Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat.

Dalam kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas.

b. Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara berpikir yang baru.

10Ibid. hal. 97

(34)

35 c. Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.

d. Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.

3. Pribadi Kreatif

Csiksentmihalyi (1996) mengemukakan sepuluh ciri pribadi yang kreatif flusterdapat ciri lain yang ikut mempengaruhi terbentuknya pribadi yang kreatif. Untuk memberikan deskripsi singkat dan sederhana tentang kesepuluh ciri tersebut, maka akan di jabarkan dalam table berikut ini.

a. Sepuluh ciri pribadi kreatif dan ciri lain yang melekat : 1) Energy fisik kuat tenang dan rileks

2) Cerdas dan bijaksana.

3) Disiplin bertanggung jawab main-main, humor (komb.) 4) Imajinasi (realitas) fantasi (realitas)

5) Introversi ekstroveksi

6) Rendah hati bannga atas hasil karya

7) Lepas dari gender wanita mungkin dari dominan dan laki mungkin lebih lebih sensitive

8) Mandiri dan suka menattang tradisional dan konservatif 9) Bersemangat (passionate) objective

10) Gembira menderita

(35)

36 Kesepuluh ciri yang telah dikemukakan dalam buku ini nampaknya dapat berlaku di USA khususnya di chicago sebagai tempat penelitian Csicksentmihalyi dan mungkin di beberapa Negara barat lainnya. Di Indonesia, sseperti ang ditemukan oleh munandar (1999: 56) merumuskan 10 ciri pribadi yang kreatif yang hakekatnya hamper sama teati secara hierarki berbeda.

Kesepuluh ciri yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Imajinatif 2. Inisiatif

3. Mempunyai minat luas 4. Mandiri dalam berpikir 5. Ingin tahu

6. Senang berpetualang 7. Penuh energi

8. Percaya diri

9. Berrsedia mengambil resiko

10. Berani dalam pendirian dan keyakinan11 4. Proses kreativitas

Secara tradisional, proses kreatif dapat dideskripsi melalui lima fase.

Pertama fase persiapan, menjadi satu, secara sadar atau tidak, dalam rangkaian isu-isu problematik yang menarik dan menimbulkan keingintahuan.Kedua, fase

11Ngalimun, M.Pd Dkk „‟ perkembangan dan pengembangan kreativitas „‟,(yogyakarta, aswaja pressindo, 2013), hal, 99-100

(36)

37 inkubasi, pengeraman, di mana ide-ide diaduk diolah di bawah ambang kesadaran.Ketiga, fase insight, pengertian yang mendalam, yang kadang- kadang di kenal dengan istilah masa “AHA” (menandakan hadirnya rasa kesenangan karena berada dalam suatukemenangan).Keempat adalah fase evaluasi, ketika seseorang harus memutuskan apakah pengertian ang mendalam itu adalah upaya yang bernilaidan bermanfaat. Tahap kelima atau terakhir komponen proses kreativitas adalah pase elaborasi. Pada fase ini mungkin seseorang menggunakan banak waktu dan melibatkan pekerjaan yang amat berat. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan ioleh Edison bahwa kreativitas terdiri atas 1% inspirasi 99% perspiration, hasil keringat.12

5. Lingkungan kreatif

Lingkungan membawa dampak yang begitu besar daalam kehidupan seseorang. Paling tidak terdapat lima kondisi yang dapat menciptakan lingkungan kreatif:

a) Harus berada pada tempat yang benar, dimana lingkungan tempat seorang hidup, tumbuh, dan berkembang memegang peranan penting dengan tiga alasan mendasar; pertama, posisi yang memungkinkan untuk mengakses kawasan pekerjaan yang mengasilkan produk kreativitas. Kedua, stimulasi sesuatu yang baru belum terdistribusikan. Lingkungan tentu memiliki kepadatan interaksi yang beasr dan menyediakan modal kebahagiaan serta sekumpulan ide yang menarik untuk dikelol dan dipoles kedalam suatu

12Ibid. hal. 106-107

(37)

38 bentuk aktifitas yang kreatif. Ketiga, akses menuju bidang pekerjaan belum terdistribusikan.

b) Terciptanya kondisi lingkungan inspiratif. Artinya, orang krestif akan mampu mengembangkan kreativitas dengan baik jika kondisi lingkungan dapat memberikan inspirasi baru yang berharga untuk menumbuhkan keinginan untuk menghasilkan suatu karya nyata dalam kehidupan.

c) Menciptakan lingkungan yang kreatif. Jika menghadapi lingkungan yang tidak mungkin kondusif utuk terbangunnya sesuatu kegiatan kreatif, maka orang yang kreatif harus menciptakan lingkungan yang memungkinkan terciptanya pola kerja ang memancing kreativitas.

d) Memola kegiatan. Orang yang kreatif adalah orang yang sealu membuat kegiatan secara terprogram utnuk menghasilkan suatu karya.13

6. Tinjauan tentang Pemuda

Telah kita ketahui bahwa ”pemuda atau generasi muda”merupakan konsep-konsep yang selalu di kaitkan dengan masalah nilai, hal ini sering lebih merupakan pengertian ideologi dan kultural dari pada pengertian ilmiah.

Misalnya ”pemuda harapan bangsa”,”pemuda pemilik masa depan” dan lain sebagainya yang kesemuanya merupakan beban moral bagi pemuda.

Di atas telah dikemukakan bahwa pemuda sering disebut ”generasi muda”, merupakan istilah demokrafis dan sosiologis dalam konteks tertentu.

13Ibid. hal. 109-110

(38)

39 Dalam Pola Dasar Pembinaan Generasi Muda bahwa yang dimaksud pemuda adalah:

a. Dilihat dari segi biologis, Bayi : 0 – 1 tahun, Anak : 1 – 12 tahun Remaja : 12 - 15 tahun Pemuda : 15 – 30 tahun Dewasa : 30 tahun keatas

b. Dilihat dari segi budaya atau fungsional di kenal istilah : Anak : 0 – 12 tahun, Remaja : 13 – 18 tahun Dewasa : 18 – 21 tahun keatas

c. Dilihat dari angkatan kerja, ada istilah tenaga muda dan tenaga tua. Tenaga muda adalah calon-calon yang dapat di terima sebagai tenaga kerja yang di ambil antara 18 – 22 tahun.

d. Dilihat dari perencanaan modern, digunakan istilah sumber-sumber daya manusia muda (young human resources) sebagai salah satu dari 3 sumber- sumber pembangunan yaitu : Sumber-sumber alam (Natural Resources ) e. Sumber-sumber dana ( Financial Resources ) Sumber-sumber daya manusia

( Human Resources ), Yang di maksud dengan sumber-sumber daya manusia muda adalah 0 – 18 tahun

f. Dilihat dari ideologis politis, maka generasi muda adalah calon pengganti terdahulu, dalam hal ini berumur antara 18 – 30 tahun, dan kadang-kadang sampai umur 40 tahun.14

7. Karang Taruna

a. Pengertian Karang Taruna

14Ibid

(39)

40 Menurut Robert J. Havighust (Hurlock, 1990), mengatakan bahwa Karang Taruna adalah sikap dan perilaku dirinya sendiri dalam menyikapi lingkungan disekitarnya.15

Pendapat lain mengatakan bahwa Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan dan terutama bergerak di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial.16 Rumusan tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Karang Taruna adalah suatu organisasi sosial, perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) 2) Sebagai wadah pengembangan generasi muda, Karang Taruna

merupakan tempat diselenggarakannya berbagai upaya atau kegiatan untuk meningkatkan dan mengembangkan cipta, rasa, karsa, dan karya generasi muda dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM).

3) Karang Taruna tumbuh dan berkembang atas dasar adanya kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggung jawab sosial untuk turut berusaha menanganinya. Kesadaran

15Haris Padillah, Perkembangan Dan Pengembangan, (Yogyakarta: Aswaja Peressindo, 2013), hlm 66

16Husaini, Bina Karang Taruna, (Jakarta: Direktorat Bina Karang Taruna, 2005), hlm 12

(40)

41 dan tanggung jawab sosial tersebut merupakan modal dasar tumbuh dan berkembangnya Karang Taruna.

4) Karang Taruna tumbuh dan berkembang dari generasi muda, diurus atau dikelola oleh generasi muda dan untuk kepentingan generasi muda dan masyarakat di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat.

Karenanya setiap desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dapatmenumbuhkan dan mengembangkan Karang Tarunanya sendiri.

5) Gerakannya di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial berarti bahwa semua upaya program dan kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna ditujukan guna mewujudkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama generasimudanya.

b. Tujuan Karang Taruna

Karang Taruna sebagai organisasi kemasyarakatan yang paling bawah dari structural pemerintahan desa memiliki tujuan yang sangat baik.

Adapun tujuan Karang Taruna adalah sebagai berikut:

1) Menyelenggafakan urusan rumah tangga desa,

2) Melaksanakan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan,

3) Adanya peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam pembangunan, dan lain sebagenya,

4) Melaksanakan pembinaan perekonomian desa,

5) Melaksanakan pembinaan partisipasi dan suwadaya gontong royong masyarakat,

(41)

42 6) Melaksanakan pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat 7) Melaksanakan musyawarah penyelesaian perselisihan, dan lain

sebagenya.17 c. Peran karang Taruna

Untuk Peran meminimalisir kenakalan remaja dan pemuda yang marak terjadi belakangan ini harus menjadi perhatian dan tanggungjawab semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna yang ada disetiap Kelurahan dan desa fungsinya harus dioptimalkan lagi.Kenakalan di usia produktif sudah mengarah ke perilaku yang lebih memperihatinkan, organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna harus menjadi garda terdepan oleh karenanya perannya harus lebih dioptimalkan lagi dengan melakukan kegiatan sosial positif di tingkat desa maupun ditingkat kelurahan. Sebetulnya peran Karang Taruna jika dijalankan sangatmembantu pemerintah dalam hal pembangunan, baik pembangunan SDM maupun mental khusus di kalangan pemuda.

Peran karang taruna dalam rangka menumbuhkan kreativitas para pemuda dalam konteks Desa Mekar Sari adalah dengan melakukan pembinaan remaja masjid, pembinaan kelompok olah raga, pembinaan kelompok kesenian gendang belek, dan pembinaan terhadap kelompok pembuat gula aren.

17Moch. Solekhan, Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, (Malang: SetaraPess, 2014), hlm. 52

(42)

43 Pembinaan remaja masjid dapat dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada masing-masing remaja masjid yang ada di setiap Kadus dan RT tentang tata cara berorganisasi yang baik dan benar. Pembinaan pemanfaatan penerimaan masjid berupa infak, zakat, maupun shodaqah, pembinaan tentang pola pelaksanaan TPQ yang produktif, keterampilan membuat anyaman, pelatihan untuk pemanfaatan sampah menjadi pupuk organik.

Sementara itu dalam konteks pembinaan kelompok olahraga, karang taruna dapat melakukan pembinaan tentang tata cara berorganisasi yang baik, melakukan pembinaan dimasing-masing dusun dalam rangka mencari bibit-bibit berbakat dengan cara mengadakan kompetisi di masing-masing dusun, memberikan fasilitas berupa pelatih maupun prasarana lainnya.

Sedangkan untuk pembinaan kelompok gendang kesenian gendang belek, dilakukan pembinaan tentang strategi agar mampu membuatkelompok tersebut menjadi organisasi kesenian yang mapan, memberikan pelatihan tentang manajemen tentang pengelolaan kesenian yang efektif dan efesien, pembinaan tentang pola atraksi yang lebih menyenangkan, dan pelatihan tentang teknik pemasaran. Demikian pula halnya dengan fungsi karang taruna dalam membina kelompok pembuat gula aren dimana harus memberikan pelatihan tentang strategi agar dapat meningkatkan kualitas hasil produksi gula aren, memberikan fasilitas agar memperoleh bantuan

(43)

44 modal, memberikan pelatihan tentang pola pengelolaan manajemen usaha yang baik.

d. Kelembagaan Karang Taruna

Menurut Kementerian Sosial RI, Karang Taruna adalah adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggungjawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial. Selain itu, Karang Taruna merupakan Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi Muda yang mampu menampilkan karakternya melalui cipta, rasa, karsa, dan karya di bidang kesejahteraan sosial sekaligus sebagai modal sosial strategis untuk mewujudkan keserasia, keharmonisan, keselarasa dalam kerangka memperkuat kesetiakawanan sosial, kebersamaan, kejuangan, dan pengabdian terutama di bidang Kesejahteraan sosial.18

e. Keanggotaan dan Tugas Karang Taruna

Keanggotaan karang taruna menganut sistem stelsel pasif yang berarti seluruh generasi muda dalam lingkungan desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang berusia 11 tahun sampai dengan 45 tahun, selanjutnya disebut sebagai warga Karang Taruna. Setiap generasi muda dalam kedudukanya sebagai warga Karang Taruna mempunyai hak dan

18Kurniawan, Pemberdayaan Karang Taruna, (Jakarta: Depsos, 2009), hlm 32

(44)

45 kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan, golongan, suku dan budaya, jenis kelamin, kedudukan social, pendirian politik dan agama.19

Dari pengertian di atas dapat di jelaskan bahwa keanggotaan karang taruna adalah seluruh generasi muda secara otomatis di lingkunhan desa/kelurahan tanpa membeda-bedakan ras, agama, jenis kalamin dan sebagainya.Setiap karang taruna mempunyai tugas pokok secara bersama- sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainya untuk menanggulangi berbagaimana kesejahteraan sosial terutama yang di hadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkunganya.

f. Program Kerja Karang Tarun

Program kerja karang taruna adalah sesuai dengan kondisi obyektif generasi muda dan masyarakat lingkunganya. Keobyektifan dimaksudkan meliputi permasalahan nyata generasi muda dan lingkunganya, potensi yang ada, sumber-sumber yang dapat digali dan dimanfaatkan dalam pelaksanaan kegiatan serta kebutuhan-kebutuhan yang dirasa mendesak baik oleh masyarakat maupun generasi muda.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program Karang taruna yaitu Sasaran program meliputi sasaran umum, fungsional dan sasaran khusus. Program kerja yang menempatkan sasaran kegiatan pada

19Jazuli, Karang Taruna dan Aspeknya (Jakarta: Permensos RI No.83/HUK/2005), hlm 11

(45)

46 kepentingan umum masyarakat dan terkait dengan pembangunan nasional pada umumnya, seperti,

1. Kependudukan dan lingkungan hidup, 2. Kesehatan dan gizi,

3. Keluarga berencana (KB), 4. Pertanian.

Program kerja yang menempatkan sasaran kegiatan pada usaha kreativitas generasi muda dan masyarakat, seperti,

1. Melakukan pembimbingan kepada pemuda dan masyarakat, 2. Melakukan suatu dorongan pada pemuda agar selalu berpartisipasi,

3. Memberikan usaha pada pemuda dan masyarakat yang kurang penghasilan atau tidak memiliki penghasilan, kegiatan ini dinamai dengan Usaha Ekonomi Produktif (UEP),

4. Pelayanan dan rehabilitasi social, 5. Menciptakan lapangan pekerjaan.

G.Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandasan pada pilsafat postpositivisme, digunakan untuk meeneliti pada kondisi obyek yang alamiyah, (sebagae lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagae instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi

(46)

47 (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dqan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. 20

Dalam penelitian ini pendekatan yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif yang merupakan cara untuk mengetahui data dengan memanfaatkan teori-teori yang ada, guna tercapainya tujuan penelitian, baik secara konsisten dan serasi. Peneliti sebagai instrumen yang secara langsung mengumpulkan data melalui observasi, dokumentasi dan interview di lapangan, sesuai dengan fokus penelitian di atas maka data yang dikumpulkan adalah bukan dalam bentuk angka atau non statistik yang didapat melalui hasil observasi dan interview.

2. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti di lapangan adalah mutlak diperlukan, karena peneliti berfungsi sebagai instrumen kunci. Pengertian instumen disini, peneliti menjadi alat dari keseluruhan proses penelitian, peneliti sebagai perencana, pengumpul data, penafsir data, sekaligus sebagai pelapor dari hasil penelitian. Kehadiran peneliti ditempat penelitian, berperan sebagai pengamat yang tidak berperan serta, maksudnya peneliti tidak melakukan dua fungsi sekaligus yaitu sebagai pengamat dan peneliti menyatu sebagai bagian dari kehidupan subjek tetapi hanya sebagai pengamat.

20Sugiyono, Metode penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2017), hlm 9

(47)

48 Dalam melakukan penelitian melalui pengamatan, peneliti mengamati objek penelitian pada situasi yang diinginkan untuk dipahami. Jadi jelas peneliti akan mengamati peristiwa-peristiwa yang terkait dengan obyek penelitian.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakandi Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat. Lokasi ini dipilih karena kondisi organisasi Karang Taruna perlu mendapatkan pembaharuan dalam hal pemerataan program maupun peningkatan kinerja agar fungsi dan perannya dapat berjalan sesuai dengan tujuan keberadaannya sebagai penampung dan menumbuhkan kreatifitas para pemuda yang ada di Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada Lombok Barat.

4. Sumber Data

Sumber data atausubyek penelitian dalampenelitian adalah subyek dari mana data diperoleh, yang dimaksud dengan subyek disini yaitu bisa berupa informasi, situasi atau kejadian dan waktu.21 Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala Desa, Masyarakat. Adapun jumlah sumber data yang dijadikan responden dibatasi, karena yang dibutuhkan adalah diperolehnya esensi persoalan yang diteliti, bukan pada banyaknya responden. Penentuan responden

21Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek(Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), h.. 102.

(48)

49 dilakukan dengan pertimbangan bahwa responden tersebut mampu memberikan infomasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Data yang peneliti peroleh, dikategorikan ke dalam: (1) data primer, yaitu data yang peneliti kumpulkan langsung dari lapangan, baik dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara maupun metode dokumentasi, dan (2) data sekunder yaitu data yang peneliti peroleh dari peneliti terdahulu, dokumen-dokumen atau berupa literatur yang ada kaitannya dengan fokus penelitian.22 Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Mekar Sari Narmada, Perangkat Desa, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda yang ada di Desa Mekar Sari Narmada.

Sumber data skunder diperoleh dari instansi terkait serta buku-buku yang sesuai dengan penelitian ini.

5. Metode Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan data adalah suatu cara yang digunakan dalam upaya memperoleh dan mengumpulkan data yang diperlukan dalam sebuah penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Metode observasi

Metode observasi adalah pengamatan yang dilakukan dengan sengaja, sistematik mengenai fenomena sosial dan gejala-gejala psikis untuk

22 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian (Jakarta:Raja Grafindo Persada,2003), h. 39.

(49)

50 kemudian dilakukan pencatatan.23 Sedangkan menurut pendapat Arikunto dikatakan bahwa yang dimaksud dengan observasi adalah pemusatan pemikiran terhadap suatu obyek yang menggunakan seluruh alat indera.24 Di sisi lain dikatakan bahwa metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.25

Observasi dikelompokkan menjadi dua jenis, yaiti: 1) Observasi partisipan, 2) Observasi non partisipan. Observasi partisipan yaitu observasi yang dilakukan dengan terlibat langsung pada objek yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan yaitu observasi yang dilakukan dengan hanya mengamati gejala yang ada tanpa ikut terlibat dalam kegiatan yang ada pada objek penelitian.26

Observasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi non partisipan. jadi saya melihat pemuda membuat kerajinan dari buah nangka dan pisang untuk mengolah menjadi dodol nangka dan keripik pisang, adapun yang terlibat membuat dodol nangka dan keripik pisang itu sebanyak (10 pemuda). Hal ini disebabkan keterbatasan waktu yang dimilikinya dan biaya yang dimiliki. tujuan peneliti menggunakan metode observasi ini adalah untuk mendapatkan data tentang upaya menumbuhkan kreativitas

23Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktik (Bandung: Rineka Cipta.1999), h.. 63.

24Arikunto Suharsimi., h.. 136.

25 Yatim Riyanto,Metodologi Penelitian Pendidikan,(Surabaya: PT SIC, 2001), h.. 99.

26 Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktik, h. 65

(50)

51 pemuda melalui Program karang taruna di Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat.

b. Metode interview (wawancara)

Metode interview/wawancara merupakan metode pengumpulan data yang menghendaki komunikasi langsung antara penyelidik dengan subyek atau responden.27

Sedangkan menurut Arikunto adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari yang terwawancara.28 Interview/wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan- keterangan. Model wawancara dikelompokkan mejadi tiga model, yaitu: 1) wawancara bebas yaitu kegiatan wawancara yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan dengan tidak mengacu pada pedoman wawancara namun tetap disesuaikan dengan data yang akan dikumpulkan, 2) wawancara terpimpin yaitu wawancara yang dilakukan pewawancara dengan membawa sederatan pertanyaan lengkap dan terperinci, 3) wawancara bebas terpimpin yaitu kombinasi antara wawancara bebas dan terpimpin.29

Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan interview bebas terpimpin yaitu kombinasi antara interview bebas dengan interview

27Ibid, , h.. 82.

28Sutrisno Hadi, Metode Penelitian Kualitatif, (Surabaya: SIC, 1998), h.145.

29Ibid, 147

(51)

52 terpimpin. Dalam hal ini peneliti menggunakan pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.

Adapun tujuan peneliti menggunakan metode ini adalah untuk mendapatkan informasi Karang Taruna seberapa perkembangan membuat kreativitas/kerajinan dan bagemana cara mengembangkaannya, oleh karna itu kita menggunakan interview bebas supaya bisa langsung menanyakan melalui Kepala Desa, ketua karang taruna dan anggota karang taruna di Desa Mekar Sari Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat.

c. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah salah satu metode yang digunakan untuk menulusuri data historis.30 Jadi, dokumentasi merupakan laporan tertulis dari suatu peristiwa yang isinya terdiri atas penjelasan atau fikiran terhadap peristiwa dan ditulis dengan sengaja untuk menyimpan dan meneruskan keterangan mengenai peristiwa tersebut. Adapun maksud peneliti menggunakan metode dokumentasi ini untuk mendapatkan data atau informasi tentang.

6. Teknik Analisis Data

30 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif (Jakarta: Surya Kencana, 2007), h.. 121.

(52)

53 Setelah data terkumpul selama penelitian, maka perlu dianalisis dan diinterpretasikan dengan teliti, ulet dan kecakapan sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang objektif dari suatu penelitian. Analisis data adalah kegiatan untuk memaparkan data, sehingga diperoleh suatu kebenaran atau ketidakbenaran dari suatu hipotesa31.

Menganalisis data merupakan suatu langkah yang sangat kritis dalam penelitian, data yang terkumpul tersebut dibahasakan, ditafsirkan, dan dibahas secara metode induksi sehingga dapat diberikan gambaran yang tepat mengenai hal-hal yang sebenarnya terjadi. Mengingat penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, maka penulis menggunakan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yaitu:

a. Reduksi Data, berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan hal-hal yang penting mengenai pokok permasalahan yang diteliti dari data yang diperoleh di lapangan.

b. Display Data/penyajian Data, yaitu menyajikan data yang telah diperoleh dan dipilih. melalui display data/penyajian data maka data yang diperoleh di lapangan akan lebih terorganisir, tersusun dalam pola hubungan sehingga nantinya akan semakin mudah dipahami.

c. Verifikasi data/kesimpulan awal, yaitu membuat kesimpulan awal, Verifikasi data yang dikemukakan masih bersifat sementara. Apabila kesimpulan awal

31Ibid, h.. 123.

(53)

54 didukung bukti yang valid dan konsisten saat kembali ke lapangan maka kesimpulan tersebut bersifat kredibel.32

Model langkah analisis interaktif dalam Upaya Menumbuhkan Kreativitas Pemuda Melalui Program Karang Taruna Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.33

Berdasarkan gambar tersebut, proses analisis data dalam penelitian ini akan di mulai dari pengumpulan data. Data-data yang berasal dari berbagai sumber data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi akan dikumpulkan menjadi satu. Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah melakukan reduksi data. Data yang diperoleh di lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Karena semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data yang diperoleh akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu dilakukan analisis data melalui reduksi data.

32 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV Alfabeta, 2010), h.. 90.

33Ibid, h.. 277

Pengumpulan Data

Penyajian Data

Reduksi Data

Kesimpulan-kesimpulan Penarikan/verifikasi

(54)

55 Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah melakukan penyajian data atau display data. Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks yang bersifat naratif, seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu yang paling sering digunakan untuk penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif.34

Langkah terakhir analisis data dalam penelitian ini adalah melakukan penarikan kesimpulan. Berangkat dari langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya, maka peneliti memberikan kesimpulan terhadap data yang ada.

Kesimpulan awal masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Dengan demikian, antara data yang diperoleh dan kesimpulan yang diberikan terdapat kesesuaian.

7. Keabsahan Data

Keabsahan data bertujuan untuk membuktikan bahwa apa yang diamati oleh peneliti sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam kenyataan, apakah penjelasan yang diberikan tentang dunia kenyataan sesuai dengan sebenarnya yang terjadi.

34Ibid, h.. 280

(55)

56 Untuk memperoleh keabsahan data atau data yang valid diperlukan teknik pemeriksaan, supaya diperoleh temuan-temuan dari informasi yang absah dapat digunakan teknik-teknik sebagai berikut :

a. Ketekunan Pengamatan

Guna memperoleh hasil penelitian yang valid, maka akan dilakukan pengamatan secara seksama dan melakukan interaksi aktif dengan subyek penelitian. Pengamatan ini dilakukan dengan aktif melihat interaksi kepala Desa dengan Masyarakat. Disamping itu juga peneliti akan mengamati perbahan sikap yang dimiliki masyarakat.

b. Triangulasi

Triangulasi dalam penelitian ini adalah untuk mengecek data tertentu dengan membandingkan data yang diperoleh dengan sumber lain.

Triangulasi yang dipergunakan adalah triangulasi sumber, dan triangulasi metode. Triangulasi sumber dilakukan untuk mendapatkan informasi dari informan atau sumber lain yang berbeda. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara :

2) Membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara.

3) Membandingkan hasil wawancara dengan hasil dokumentasi.

4) Membandingkan persepsi orang dengan pendapat dan pandangan orang lain.

Sedangkan yang dimaksud dengan triangulasi metode adalah dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data yang ditujukan untuk

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah Anggota Karang Taruna Desa Mekar Sari  Kecamatan Narmada Lombok Barat

Referensi

Dokumen terkait