PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kementerian Sosial menyatakan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia akan melebihi 10% jumlah penduduk pada tahun 2020. Panti tersebut adalah Panti Sosial Lanjut Usia “Sudagaran” yang merupakan salah satu panti asuhan. dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.
Penegasan Istilah
Kesejahteraan sosial merupakan prasyarat terpenuhinya kebutuhan materi, spiritual, dan sosial warga negara agar mereka dapat hidup layak dan mengembangkan diri, sehingga kesejahteraan sosial dapat tercapai bagi mereka. Kesejahteraan lanjut usia adalah keadaan terpenuhinya kebutuhan materil, rohani, dan sosial bagi warga usia paruh baya dan usia yang sudah rentan terhadap berbagai hal, agar dapat hidup layak dan mengembangkan diri, sehingga mampu berprestasi. fungsi sosial mereka.
Rumusan Masalah
Lanjut Usia adalah penduduk yang berumur 60 tahun ke atas.9 Hal ini dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Pelayanan Sosial Lanjutan. Definisi lain menyebutkan bahwa lansia merupakan usia paruh baya dan berada pada usia yang sudah rentan terhadap berbagai hal.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Kajian Pustaka
Upaya peningkatan pelayanan sosial kepada lanjut usia melalui pelayanan home care di Unit Budhi Luhur Panti Sosial Tresna Wredha Yogyakarta (PSTW). 11Lina Dwi Puryanti, Makna Hidup Lansia Penghuni Panti Sosial Lanjut Usia (Ppslu) "Sudagaran" Banyumas, skripsi, (PURWOKERTO, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGARA PURWOKERTO, 2018), hal.
Sistematika Penulisan
Pelayanan Sosial Lanjut Usia (Studi Kasus Enam Tunarungu dan Tunarungu dan Lansia Warga Bansos Pematang Siantar) oleh Nesry Oderista Damanik, Jurnal Kesejahteraan Negara USU, Vol. Persamaan penelitian diatas dengan yang akan saya lakukan adalah sama-sama fokus pada pelayanan sosial bagi lansia di panti, sedangkan perbedaannya terletak pada topik lansia, dan penelitian saya lebih fokus pada peran yayasan dalam pelayanan sosial. . layanan.15.
LANDASAN TEORI
Pelayanan Sosial
18 PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA Nomor 5 Tahun 2018 tentang “STANDAR NASIONAL REHABILITASI SOSIAL ORANG LANJUT”, hal.Bantuan sosial bagi lanjut usia disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial komponen lansia, Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT).
Kesejahteraan Sosial
Tahapan pelayanan kesejahteraan sosial bagi Penerima Manfaat di Panti Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas dilaksanakan sebagai berikut. Besaran masing-masing penerima manfaat disesuaikan dengan kemampuan anggaran Panti Sosial Lanjut Usia “Sudagaran”. Untuk melakukan registrasi data elektronik KTP, Kantor Dukcapil Kabupaten Banyumas melakukan registrasi data penerima manfaat yang bertempat di panti sosial lanjut usia “Sudagaran” Banyumas.
Panti Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas mempersiapkan penerima manfaat dan keluarganya untuk siap dipertemukan kembali. Bagi penerima manfaat yang beragama Islam, pemakaman dan kremasi dilakukan oleh petugas dari Badan Kesejahteraan Sosial Denmark. Seluruh proses pelayanan kesejahteraan sosial bagi penerima manfaat Panti Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas tidak dipungut biaya.
Teori Lansia
Parameter Pelayanan Sosial dalam Meningkatkan Kesejahteraan
Meskipun upaya preventif hanya memberikan ruang gerak yang terbatas, namun hal ini akan berdampak baik bagi kondisi ke depan dimana segala sesuatunya akan lebih tertib. Penyembuhan (Curative), yaitu aspek kuratif dalam pekerjaan sosial, bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan faktor-faktor penyebab kurang berfungsinya seseorang. Fungsi pembangunan ini bertujuan untuk menggunakan sumber daya secara efektif atau membantu masyarakat memanfaatkan secara maksimal kapasitas dan potensinya dalam berinteraksi sosial.
Aksesibilitas adalah kemudahan yang diberikan kepada semua orang, termasuk penyandang disabilitas dan lanjut usia, untuk mewujudkan peluang dan kesetaraan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.37 Sedangkan menurut James Midgley, kondisi kesejahteraan muncul ketika kehidupan manusia dibuat aman dan bahagia, karena kebutuhan dasar pangan, kesehatan dan ruang, perumahan, pendidikan dan pendapatan dapat terpenuhi. Oleh karena itu, apabila aksesibilitas terpelihara dengan baik maka akan menunjang kebutuhan manusia dan apabila kebutuhan manusia dapat terpenuhi maka kesejahteraan akan tercapai. 37 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan persyaratan konstruksi, (Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ) Perumahan Rakyat Republik Indonesia, 2017).
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Subyek Penelitian
- Obyek Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
Pembinaan mental keagamaan Kristiani diberikan kepada penerima manfaat Kristiani melalui kerjasama antara Panti Sosial Lansia "Sudagaran" Banyumas dengan Gereja Advent Banyumas. Calon penerima manfaat yang memenuhi persyaratan akan diterima dan didaftarkan sebagai penerima manfaat di Panti Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas dengan membawa dokumen persyaratan administrasi tersebut di atas. Kegiatan identifikasi, motivasi dan seleksi serta penerimaan dilakukan oleh tim seleksi dan penerimaan calon penerima manfaat panti sosial lanjut usia “Sudagaran”.
Perumusan rencana penyelesaian masalah memperhatikan kepentingan terbaik Penerima Manfaat dan kemampuan Panti Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembinaan mental keagamaan kristiani diberikan kepada penerima manfaat yang beragama kristiani melalui kerjasama antar Panti Sosial Lansia. Bagi penerima manfaat yang beragama Kristen, Panti Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas bekerja sama dengan Gereja setempat melaksanakan pemakaman dan penguburan sesuai dengan tuntunan agama Kristen.
UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN SOSIAL BAGI
Gambaran Umum Objek Penelitian
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 53 Tahun 2013 tanggal 22 Agustus 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Balai Pelayanan Sosial Penitipan Anak "Budhi Sakti" Banyumas yang mempunyai Unit Rehabilitasi Sosial PGOT "Pamardi Raharjo". Sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 109 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Balai Pelayanan Sosial Anak "Budhi Sakti" Banyumas yang mempunyai Unit Rehabilitasi Sosial PGOT. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 31 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Panti Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas merupakan Panti Tipe B yang dikepalai oleh seorang Pejabat Struktural Eselon IV dan bertanggung jawab atas administrasi satu subbagian.
Untuk mencapai visi di atas, Balai Lansia “Sudagaran” Banyumas mengemban misi sebagai berikut. Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas adalah unsur yang melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu di bidang pelayanan sosial dan melaksanakan satu pelayanan yaitu pelayanan sosial bagi lanjut usia terlantar dengan bantuan. pendekatan pekerjaan sosial profesional. Panti Sosial Lanjut Usia Banyumas “Sudagaran” dipimpin oleh kepala panti yang berkedudukan di lantai bawah dan bertanggung jawab kepada kepala dinas.
Program Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial
Penerima manfaat yang mengikuti jalan sehat adalah mereka yang masih mampu melakukan mobilitas secara mandiri dan memungkinkan mobilitas dengan menggunakan alat bantu. 66 Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan dapat memulihkan atau meningkatkan keberfungsian sosial Penerima Manfaat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pembinaan sosial dilakukan untuk menanggapi permasalahan dan kebutuhan yang berkaitan dengan interaksi atau hubungan sosial antar Penerima Manfaat di panti asuhan. oleh pekerja. Pekerja sosial atau yang ditunjuk pedoman sosial.
Kami berharap melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan sosial rutin di lingkungan lembaga, akan tercipta interaksi sosial yang harmonis di antara para penerima manfaat. Orientasi keterampilan merupakan upaya mengisi waktu luang penerima manfaat dengan kegiatan-kegiatan yang produktif, kreatif dan digemari penerima manfaat. Kegiatan wisata dilakukan dalam bentuk kunjungan ke tempat wisata atau ruang terbuka publik yang aksesibilitasnya terjangkau bagi penerima manfaat.
Proses Tahapan Pelayanan Sosial
Identifikasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh data primer mengenai calon penerima manfaat dan permasalahannya. Berdasarkan keputusan kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah nomor 900/037 Tahun 2019 tentang standar pelayanan publik di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, persyaratan calon penerima panti sosial lanjut usia "Sudagaran" Banyumas adalah sebagai berikut. Keluarga/kerabat atau penanggung jawab akan diminta menandatangani surat pernyataan pengalihan calon penerima manfaat.
RPK diperuntukkan bagi penerima manfaat yang sudah tidak mampu lagi melakukan aktivitas aktif sehari-hari (ADL) secara mandiri. Resosialisasi merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan mempersiapkan penerima manfaat dan keluarganya untuk reunifikasi. Setiap penerima manfaat yang meninggal berhak mendapatkan pelayanan visum dan pemakaman sesuai dengan pedoman agamanya.
Peningkatan Pelayanan Sosial di PPSLU Sudagaran Banyumas
Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian “Upaya peningkatan pelayanan sosial untuk kesejahteraan lanjut usia di Panti Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran Banyumas”, maka dapat disimpulkan bahwa. Para lansia atau yang disebut Penerima Manfaat (PM) di Panti Sosial Dinsos Sudagaran Banyumas mendapatkan pelayanan yang layak karena proses pelayanannya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Terdapat beberapa program bimbingan di Panti Sosial Lansia Sudagaran Banyumas, seperti: bimbingan aktivitas hidup sehari-hari (Activity Daily Living), bimbingan jasmani (olahraga lansia dan jalan sehat), bimbingan mental spiritual, bimbingan mental agama islam, konseling kristiani. . kepemimpinan pemikiran keagamaan, kepemimpinan psikososial, kepemimpinan sosial, bimbingan keterampilan (seperti: pembuatan taman kesed, pembuatan sapu, pembuatan telur asin, pembuatan bulu taman, dan pembuatan kerajinan tangan) dan kepemimpinan rekreasional (seni dan pariwisata).
Makna hidup lansia penghuni Panti Sosial Lanjut Usia (Ppslu) “Sudagaran” Banyumas”. Skripsi Program Studi Bimbingan Konseling Islam Institut Agama Islam Negeri Purwokerto). Peran Keluarga dalam Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Jambu Hargosari Dusun Tanjungsari Gunungkidul", Tesis Kesejahteraan Sosial, UIN Sunan Kalijaga. 2013. "Pelayanan Sosial Lanjut Usia (Studi Kasus Enam Warga Bantuan Sosial Tuna Rungu Wicara dan Lansia Pematang Siantar)", Jurnal Negara Kesejahteraan USU.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan peneliti merupakan potret kehidupan di Panti Sosial Lansia. Latihan bagi warga lanjut usia berlangsung di halaman panti dengan dipimpin oleh instruktur dari staf Panti Jompo “Sudagaran” Banyumas. Panti Sosial Lanjut Usia “Sudagaran” Banyumas bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan kegiatan bimbingan mental keagamaan.
65 Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 09.00 WIB di Aula Panti Sosial Lanjut Usia. Sosialisasi tersebut diselenggarakan dalam rangka sosialisasi terkait program kesejahteraan sosial bagi lanjut usia di Panti Sosial Lanjut Usia "Sudagaran" Banyumas. Kegiatan orientasi, konsultasi dan sosialisasi dilakukan oleh Tim Sosialisasi Program Pelayanan Kesejahteraan Sosial "Sudagaran" Banyumas pada Panti Sosial Lanjut Usia.
Senam lansia yang dilaksanakan di Panti Jompo “Sudagaran” Banyumas antara lain : Senam lansia dilaksanakan di halaman rumah dengan dipimpin oleh instruktur dari staf Panti Jompo “Sudagaran” Banyumas. Untuk mewujudkan pembinaan mental spiritual yang tepat sasaran dan sesuai hak asasi manusia, Panti Sosial Lanjut Usia “Sudagaran”.
Saran
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kenyamanan Bangunan Gedung. Hacking Social Policy for the Poor: Introducing Fair Social Services”, disampaikan pada Seminar Pengenalan Model Pelayanan Sosial yang Adil, Departemen Sosiologi, Fisipol UGM Yogyakarta. Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat Duri Di Tengah Social Distancing Pandemi Covid 19”, Jurnal Al Qolam Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, STAI Hubbulwathan Duri.
Peran akses kesehatan dalam memediasi variabel pendapatan, tingkat pendidikan dan status pekerjaan terhadap kesejahteraan penduduk lanjut usia di Kota Denpasar, (E-Journal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 6.5). “Upaya Peningkatan Pelayanan Sosial Kepada Lanjut Usia Melalui Pelayanan Home Care di Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) Unit Budhi Luhur Yogyakarta” Tesis Pendidikan Luar Sekolah, FIP UNY.