• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urip Iku Urup, Metafora, Video Art.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Urip Iku Urup, Metafora, Video Art."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

METAFORA GUNUNGAN PADA KARYA VIDEO ART URIP IKU URUP

Sigit Purnomo Adi1 dan Mohammad Khizal Mohamed Saat2 Widy Dwi Ajimahendra3 I Gusti Ngurah Tri Marutama4

1 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Indonesia

2 University Sains Of Malaysia (USM) Penang, Malaysia

3 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Indonesia

4 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Indonesia E-mail: [email protected]

[email protected]

ABSTRACT

Video art with the title Urip Iku Urup is a video art work that explores life in the world that must be useful for many people. This video art is a collaborative work between high print art and video art. Gunungan metaphor as a manifesto regarding the three relationships between God, man and nature. Gunungan as something that has a philosophy, especially in life. In this research, the formulation of the problem is how to visualize the metaphorical form of gunungan in Video art with the title Urip Iku Urup.

The purpose of this study is to define the metaphor of the mountains in Urip Iku Urup's video art. This research will provide new knowledge, especially for artists in the field of video art.

Keywords: Urip Iku Urup, Metafora, Video Art.

ABSTRAK

Video art dengan judul Urip Iku Urup merupakan sebuah karya video art yang mengupas mengenai kehidupan di dunia itu harus bermanfaat bagi banyak orang. Video art ini merupakan karya kolaboratif antara seni cetak tinggi dan video art. Metafora gunungan sebagai manifesto mengenai tiga hubungan antara Tuhan, Manusia dan Alam. Gunungan sebagai sesuatu yang mempunyai filosofi terutama dalam kehidupan. Penelitian ini adalah rumusan permasalahan yakni bagaimana visualisasi bentuk metafora gunungan yang ada pada Video art dengan judul Urip Iku Urup. Tujuan penelitian ini adalah mendefinisikan metafora gunungan yang ada pada video art Urip Iku Urup. Penelitian ini akan memberikan ilmu baru terutama para seniman bidang video art.

Kata kunci: Urip Iku Urup, Metafora, Video Art.

1. PENDAHULUAN

Persinggungan antara seni dan teknologi memang marak di dunia seni

rupa, cepat atau lambat pelaku seni harus siap dengan perubahan tersebut.

Seni dan teknologi sudah menyebar diberbagai perhelatan-perhelatan baik

ISSN 2338-428X (Online) ISSN 2086-308X (Cetak)

1

(2)

nasional maupun internasional (Isnanta, 2010).

Video art dengan judul Urip Iku Urup merupakan sebuah karya video art yang mengupas mengenai kehidupan di dunia itu harus bermanfaat bagi banyak orang.

Video art ini merupakan karya kolaboratif antara seni cetak tinggi dan video art.

Seni cetak tinggi merupakan cabang dari seni grafis, atau dapat dikategorikan seni cetak. Seni grafis memang harus mengikuti konvensi-konvensi yang sudah pakem. Akan tetapi sekarang sangat marak seni-seni atau khususnya seni rupa yang berkolaborasi dengan seni pertunjukkan dan sebagainya. Hal tersebut wajar karena seni modern membutuhkan kebaharuan di setiap waktu (Adi, 2019; Adi, Pandanwangi, et al., 2021; Pandanwangi, 2021; sungkar, 2021)

Gambar 1. Proses Pengkaryaan Seni Cetak Tinggi.

(Sumber : Foto Sigit Purnomo Adi)

Seni cetak tinggi berkembang dengan pesatnya, dikarenakan mudahnya dalam berkarya. Seni cetak tinggi banyak yang dikombinasikan dengan seni Lukis dengan teknik monoprintnya, atau dikombinasikan dengan lukisan, sketsa dll (Suseno, 2014)(Supriyanto, 2000).

Seni cetak tinggi memang popular dibanding seni cetak lainnya, dikarenakan mudahnya dalam mencari bahan dan alat serta mempunyai nilai sejarah terutama sebagai alat duplikasi poster perjuangan (Rohidi & Sabana, 2015).

2

(3)

Gambar 2 . Proses Pengkaryaan Seni Cetak Tinggi. (Sumber : Foto Sigit Purnomo Adi)

ISSN 2338-428X (Online) ISSN 2086-308X (Cetak)

3

(4)

Video art dengan judul Urip Iku Urup ini memvisualisasikan matrik dari karya seni grafis dengan tambahan permainan efek lampu dan juga tarian dengan hasil akhirnya menggunakan video art sebagai ekseskusinya.

Penelitian ini membahas metafora yang terjadi pada Video art dengan judul Urip Iku Urup, dengan tujuan memberikan pengertian mengenai metafora dari hasil visualisasi karya video art.

Penelitian ini rumusan permasalahan yakni bagaimana visualisasi bentuk metafora gunungan yang ada pada Video art dengan judul Urip Iku Urup.

Gambar 3. Wujud karya video art Urip Iku Urup (Sumber : Foto Sigit Purnomo Adi)

Tujuan penelitian ini adalah mendefinisikan metafora gunungan yang ada pada video art Urip Iku Urup.

Penelitian ini akan memberikan ilmu baru terutama para seniman bidang video art.

2. TINJAUAN PUSTAKA

Metafora atau metafor merupakan berasal dari latin dan Yunani kuno yang dapat didefinisikan sebagai membawa sesuatu ke lokasi lainnya. Dengan itu, metafora bermaksud sesuatu perkara, objek atau benda dijadikan sebagai perlambangan kepada sesuatu penceritaan atau tema yang ingin disampaikan dalam sebuah karya seni. Penggunaan metafora yang dipilih itu mestilah mempunyai keserasiaan bagi suatu penceritaan yang hendak disampaikan sebagai satu simbol perlambangan disebalik penceritaan atau makna yang ingin disampaikan oleh artis (Donald Davidson, 1978).

Manakala Merujuk William Shakespeare (2000) metafora merupakan sesuatu cara menerangkan dan mengambarkan sesuatu maksud bagi sebuah karya secara ringkas dan mudah dilihat atau ditafsir bagi mengambarkan sesuatu subjek atau objek yang bersesuaian dengan membuat andaian menggunakan objek ini sebagai makna perlambangan sebuah karya.

Menurut I.A Richards (1936) metafora mengandungi dua bahagian iaitu "Tenor" dan "Vehicle".

Tenor merupakan subjek utama yang mempunyai sifat dan penceritaan sesuatu yang ingin disampaikan manakala Vehicle pula merupakan satu objek yang dipilih untuk dipinjamkan kepada subjek utama kerana Vehicle ini mempunyai sifatsifat atau persamaan dengan cerita subjek utama. Oleh itu, jika sesorang artis itu memilih subjek sebagai metafora didalam karya seni kontemporari, metafora boleh berlaku

(5)

kerana seni visual ini sendiri adalah vehicle yang diilhamkan oleh artis untuk menerangkan sesuatu penceritaan sebagai perlambangan ataupun perumpamaan.

Menurut Donald Davidson (1978) metafora sebenarnya tidak bertapak diatas makna semata - mata tetapi tertumpu kepada penggunaan metafora tersebut . Fungsi metafora dalam seni catan ini adalah untuk memberikan satu ilustrasi sesuatu topik yang hendak disampaikan dan penggunaan metafora ini dapat membuat pengkritik seni dapat mentafsir dan menilai sesuatu karya dengan merangsang minda terhadap visual karya daripada artis. Selain itu juga, metafora merupakan satu bahasa kiasan yang paling kerap menjadi alat sebagai perlambangan bagi sesuatu maksud dalam menghasilkan sesuatu karya seni. Dengan itu, metafora sebagai bahasa komunikasi yang dijelaskan dengan cara bahasa kiasan atau bahasa yang lebih halus untuk disampaikan kepada orang ramai sekiranya ingin menerapkan unsur nasihat, sindiran dan teguran dalam pemilihan subjek metafora dalam karya (Hamidah Abdul Hamid, 1995). Dengan itu, penggunaan subjek sebagai metafora dalam karya seni kontemporari oleh artis itu perlu peka dari segi sensitiviti maksud bagi pemilihan subjek metafora dan perlambangan yang ingin disampaikan mengikut kesesuaian bagi sebuah penceritaan dalam karya. Pemilihan subjek yang tepat sebagai metafora dalam karya

dapat memberi impak yang tinggi kepada pengkritik seni untuk dibahaskan dan 167 dibincang dengan lebih mendalam tentang maksud yang ingin disampaikan oleh artis tersebut.

(Wan Nurhasyimah Bt. W. Mohd Apandi , Dr. Ahmad Rashdi Bin Yan Ibrahim). (2018).

Metafora merupakan pemaknaan yang lebih khusus pemakaian nama atau lainnya untuk dikenakan pada objek tertentu atau kegiatan tertentu tapi tidak diartikan secara makna harfiah (Martinus Dwi Marianto, 2020).

Metafora tidak hanya sebagai tempelan saja, akan tetapi metafora bisa lebih dalam lagi yaitu menemukan logika yang bersifat baru (Susanto, 2011) (Tri Marutama et al., 2019).

Ketika berkarya atau menciptakan karya seni rupa atau seni lainnya sesungguhnya sangat membutuhkan sebuah metafora atau metafor. Karya seni tanpa adanya metafor akan terasa garing tanpa ada kekuatan di dalam karya tersebut (M. Marianto, 2017)(M. Marianto, 2015)(M. Dwi Marianto, 2011).

(6)

3. METODE

Penelitian yang digunakan merupakann penelitian deskriptif kualitatif.

Penelitian bahan utamanya berasal dari video art Urip Iku Urup, yang diamati dan diteliti dengan pendekatan Metafora.

Gambar 4. Wujud karya video art Urip Iku Urup (Sumber : Foto Sigit Purnomo Adi)

4. PEMBAHASAN

Video art Urip Iku Urup merupakan video art yang menggabungkan karya seni cetak tinggi dengan gerak dan suara. Pesan yang disampaikan berasal dari visual tersebut.

4.1.Metafora Urip Iku Urup

Urip Iku Urup mampu memvisualisasikan mengenai gambaran simbolik bahwa dalam kehidupan seseorang harus berguna bagi seseorang. Hal tersebut digambarkan dengan

karya-karya seni rupa yang diwakili matrik maupun karya grafis di atas kanvas yang mempergunakan sampah atau bahan limbah plastik yang dibuat banyak warna dibuat mencolok agar menarik. Seperti kita tahu, sampah plastik makin lama makin banyak, diharapkan dengan berkarya seni rupa menggunakan plastik dapat mengurangi sampah plastik. Dengan penambahan musik tradisi jawa dan tarian dapat menguatkan bahwa dalam berkarya juga harus memasukkan nafas tradisi agar dapat bersaing di kancah Internasional.

Penelitian ini menemukan sebuah metafora yaitu visualisasi karya seni cetak tinggi dengan menggunakan plastik yang berbentuk gunungan.

Gambar 5. Wujud Metafora gunungan pada karya visual yang berwujud gunungan.

(Sumber : Foto Sigit Purnomo Adi)

(7)

Metafora gunungan sebagai manifesto mengenai tiga hubungan antara Tuhan, manusia dan alam.Gunungan sebagai sesuatu yang mempunyai filosofi terutama dalam kehidupan. Ajaran pada filosofi kehidupan. Gunungan atau kekayon dapat dinamakan sebagai pohon hayat yang dapat menyiratkan mengenai keinginan manusia ataupun harapan untuk meraih kebaikan di masa datang (Adi, Sukerta, et al., 2021; Kartika, 2016). Keinginan manusia untuk dapat melestarikan lingkungan hidupnya agar menjadi lebih baik, termasuk pelestarian budaya Jawa.

Gambar 6. Wujud Metafora gunungan pada karya visual yang berwujud gunungan.

(Sumber : Foto Sigit Purnomo Adi)

Kesimpulan

Video art dengan judul Urip Iku Urup merupakan sebuah karya video art yang mengupas mengenai kehidupan di dunia itu harus bermanfaat bagi banyak orang. Video art ini merupakan karya kolaboratif antara seni cetak tinggi dan video art. Penelitian ini menemukan sebuah metafora yaitu visualisasi karya seni cetak tinggi dengan menggunakan plastik yang berbentuk gunungan.

Metafora gunungan sebagai manifesto mengenai tiga hubungan antara Tuhan, manusia dan alam.

Gunungan sebagai sesuatu yang mempunyai filosofi terutama dalam kehidupan. Ajaran pada filosofi kehidupan. Gunungan atau kekayon dapat dinamakan sebagai pohon hayat yang dapat menyiratkan mengenai keinginan manusia ataupun harapan untuk meraih kebaikan di masa datang (Adi, Sukerta, et al., 2021; Kartika, 2016). Keinginan manusia untuk dapat melestarikan lingkungan hidupnya agar menjadi lebih baik, termasuk pelestarian budaya Jawa.

192

(8)

5. DAFTAR ACUAN

XAdi, S. P. (2019). Pemanfaatan Kolase dengan Media Kertas dan Plastik Bekas Dalam Karya Monoprint Yang Ramah Lingkungan. Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik Dan Wacana Seni Budaya Rupa, 11(1), 70–75.

https://doi.org/10.33153/brikolase.v11i1.2668 Adi, S. P., Pandanwangi, A., Ngurah, I. G., &

Marutama, T. (2021). PENCIPTAAN KARYA CETAK TINGGI BERBASIS TRADISI JAWA MENGGUNAKAN. 13(1), 77–84.

https://doi.org/10.33153/brikolase.v13i1.3570 Adi, S. P., Sukerta, P. M., Marianto, M. D., Hadi, S.,

Sebelas, U., & Surakarta, M. (2021). EARTH ’ S CREATION STIMULUS : CREATION OF GRAPHIC. 2(1), 33–41.

https://doi.org/10.33153/artistic.v2i1.3634 Isnanta, S. D. (2010). Fusi Seni Dan Teknologi

Mendorong Metamorfosis Bentuk Karya Seni Rupa (Studi penciptaan karya Video

Performance). Brikolas, 2(2), 1–3.

Kartika, S. D. (2016). Kreasi Artistik perjumpaan tradisi modern dalam paradigma kekaryaan seni.

Citra Sains.

Marianto, M. (2015). Art & Levitation: Seni dalam Cakrawala Quantum. Pohon Cahaya.

Marianto, M. (2017). Art & Life Force In A Quantum Perspective. Scritto Books.

Marianto, M. Dwi. (2011). Menempa Quanta Mengurai Seni. Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Marianto, Martinus Dwi. (2020). Ecoart through various efforts and ways. 3, 1–10.

Pandanwangi, A. (2021). Peradaban Batik Nilai dan Perkembangan. Ideas Publishing.

Rohidi, T. R., & Sabana, S. (2015). Seni grafis sebagai ekspresi budaya dan jejak teraannya dalam kancah seni rupa dan pendidikan seni di indonesia. Imajinasi, IX(2), 79–88.

Sumargo, A., & Adi, S. P. (2013). Perkembangan Seni Urban di Surakarta. In Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain (Vol. 10, Issue 1, pp. 43–58).

sungkar, anna dkk. (2021). MURAL :Menguak Narasi Visual dari Berbagai Perspektif Ilmu. Ideas Publishing.

Supriyanto, E. (2000). Setengah Abad Seni Grafis Indonesia. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Susanto, M. (2011). Diksi Rupa: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. DictiArt Lab.

Suseno, B. A. (2014). Eksistensi Seni Grafis Monoprint dalam Kesenirupaan Yogyakarta. Journal of

Urban Society’s Arts, 1(2), 110–120.

https://doi.org/10.24821/jousa.v1i2.792 Tri Marutama, I., SP Adi, Wulandari, E., & W.

Herlambang, R. (2019). Tri Pramana As Visual Communication Design Approach.

207(Reka), 329–332.

https://doi.org/10.2991/reka-18.2018.72

Wan Nurhasyimah Bt. W. Mohd Apandi , Dr.

Ahmad Rashdi Bin Yan Ibrahim. (2018).

Metafora Dalam Seni Kontemporari. Idealogy, 3(2) 165-170, 2018

Referensi

Dokumen terkait