• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI USABILITY DAN PERBAIKAN DESAIN WEBSITE DENGAN METODE HEURISTIC EVALUATION PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA BALIKPAPAN - Repository ITK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "EVALUASI USABILITY DAN PERBAIKAN DESAIN WEBSITE DENGAN METODE HEURISTIC EVALUATION PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA BALIKPAPAN - Repository ITK"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

Gaya penulisan dan bahasa yang digunakan harus sesuai dengan sasaran pengguna, menghindari kesalahan ketik, tata bahasa, dan tanda baca. Jadi sebuah website bisa dikatakan baik jika sudut pandang yang digunakan tidak hanya dari segi kegunaannya saja, namun juga dari segi estetika. Resize: layout tetap, mengambang atau responsif, terkadang perangkat yang digunakan untuk mengakses website berbeda dengan ukuran layar, dimana ukuran layar tergantung pada perangkat yang digunakan.

Warna dapat dipahami secara psikologis dengan mengetahui simbol-simbol warna berdasarkan Johann Wolfgang von Goethe dan Johannes Itten. Warna yang memberi kesan positif adalah kuning, merah-kuning (oranye) dan kuning-merah (vermeil) yang bermakna semangat dan ambisi. Sedangkan warna yang memberikan kesan negatif adalah biru, biru-merah dan merah-biru yang mempunyai arti gelisah, rentan dan cemas seperti pada tabel 2.1.

Perpaduan warna diperlukan untuk menghasilkan perpaduan warna yang serasi sebagai wujud keserasian beberapa warna yang saling berinteraksi. Ada tiga jenis kombinasi warna yang umum digunakan, yaitu kombinasi slip komplementer, kombinasi triadik, dan kombinasi tetradik (komplementer ganda). Dan kombinasi tetradik terdiri dari empat setelan yang berasal dari sepasang dua setelan yang berlawanan.

Saat membaca teks di layar, mata manusia lebih cepat lelah akibat pengaruh radiasi perangkat yang digunakan dibandingkan saat membaca di kertas.

Gambar 2.3 Tampilan berita
Gambar 2.3 Tampilan berita

Usability

Font "Free Neue" untuk karakter pria, font "Source Serif" untuk karakter resmi, font "Bloody" untuk karakter horor, font "Magnolia Sky" untuk karakter wanita, atau font "Roboto" untuk karakter kasual. 23 Learnability merupakan kategori yang menggambarkan betapa mudahnya pengguna memahami kegunaan dan fungsi suatu website serta betapa mudahnya pengguna mengenali mekanisme navigasi setiap menu (Paramitha, 2017). Tingkat efisiensi diukur berdasarkan waktu yang dibutuhkan pengguna dalam menyelesaikan suatu tugas tertentu, dengan satuan waktu menit atau detik (Ardhianto, Az-Zahra, & Rokhmawati, 2018).

Memorability merupakan tingkat memori pengguna dalam menggunakan sistem, seperti mengingat letak fitur dan tampilan sistem. Kepuasan atau tingkat kepuasan dapat diukur dengan memberikan kuesioner formal kepada pengguna setelah menggunakan sistem atau aplikasi dengan indikator kenyamanan penggunaan sistem dan kemudahan penggunaan (Nielsen J., 2012). Evaluasi kegunaan terdiri dari tiga kategori yaitu inspeksi, pengujian dan investigasi seperti terlihat pada tabel 2.2.

Ada banyak metode pemeriksaan yang cocok untuk memeriksa spesifikasi antarmuka pengguna yang belum diterapkan, artinya pemeriksaan dapat dilakukan pada awal siklus hidup rekayasa kegunaan (Nielsen J., 1994). Hasil evaluasi kurang tepat karena hanya berdasarkan keputusan dan pertanyaan yang diajukan harus berkaitan dengan efek psikologis (Nielsen J., 1994). Suatu metode evaluasi yang memungkinkan pengguna menilai kegunaan suatu website dengan kuesioner evaluasi kegunaan berbasis web (Dewi, Mursityo, & Putri, 2018).

Setelah dilakukan perbandingan seperti pada Tabel 2.4, maka ditentukan bahwa penelitian ini menggunakan 2 kategori evaluasi kegunaan yaitu kategori inspeksi dan inkuiri. Metode yang digunakan pada kategori inspeksi adalah evaluasi heuristik karena merupakan metode yang mempunyai acuan pelaksanaan berupa 10 prinsip heuristik. Metode lain dari kategori inspeksi, mengevaluasi berdasarkan opini pengguna, sehingga hasilnya hanya berdasarkan perkiraan dan tidak diikuti referensi.

Metode evaluasi heuristik ini dinilai cocok untuk penelitian ini karena dapat menemukan permasalahan kegunaan secara mandiri. Selain metode evaluasi heuristik, metode yang digunakan dalam kategori inkuiri adalah wawancara dan angket. Pemetaan antara evaluasi heuristik dan utilitas untuk menunjukkan hubungan antara faktor utilitas dan indikator pada model evaluasi Nielsen dan heuristik, seperti dijelaskan pada Tabel 2.5 (Aprilian, 2014).

No Factor Usability Indicator Usability Heuristic Evaluation 1 Learnability Easy to understand Fit between system and. 5 Satisfaction System pleasant to use User control and freedom Convenience to use Visibility of system status.

Tabel 2.3 Kategori evaluasi usability (Dewi, Mursityo, & Putri, 2018)
Tabel 2.3 Kategori evaluasi usability (Dewi, Mursityo, & Putri, 2018)

Heuristic Evaluation

Mudah digunakan, mudah dipelajari, HE adalah teknik evaluasi kegunaan diskon untuk deteksi dini masalah kegunaan produk atau sistem utama dengan biaya yang wajar. Teknik ini memerlukan tiga atau lebih penilai untuk menerapkan heuristik kegunaan pada produk perangkat lunak, mengidentifikasi pelanggaran heuristik, dan menilai tingkat keparahan setiap pelanggaran yang terdeteksi (Zhang, Johnson, Patel, Paige, & Kubose, 2003). 1 Visibilitas status sistem Sistem memberikan informasi yang diperlukan kepada pengguna tentang apa yang terjadi dalam sistem.

Informasi dalam sistem familiar dan logis sehingga sistem mudah digunakan 3 Kontrol dan kebebasan pengguna Sistem memberikan kebebasan kepada pengguna. 4 Konsistensi dan standar Dipastikan bahwa informasi dalam sistem tidak membingungkan pengguna, tidak mengubah apa pun dan sesuai dengan fungsinya. 5 Pencegahan Kesalahan Sistem menyediakan desain pesan kesalahan sebagai bentuk penanganan kesalahan agar pengguna mengetahui apa yang salah.

6 Pengenalan alih-alih memanggil Membuat sistem mudah diingat oleh pengguna mungkin memerlukan penggunaan manual. 7 Fleksibilitas dan efisiensi penggunaan Aplikasi dapat digunakan dengan baik oleh pengguna cloud dan pengguna berpengalaman. Pesan error/kesalahan yang terjadi mudah dipahami oleh pengguna karena sistem menggunakan bahasa yang sederhana dan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

Evaluasi heuristik baik digunakan sebagai teknik evaluasi desain karena lebih mudah menemukan masalah kegunaan (Zakaria, 2019). Evaluasi heuristik lebih praktis dari sudut pandang relevansi, jumlah masalah yang dihasilkan dan dari sudut pandang waktu yang dibutuhkan. Severity Rating (SR) adalah nilai yang diberikan oleh penilai untuk menilai tingkat keparahan masalah kegunaan yang telah diperbaiki sebelum penggunaan akhir (Nielsen J., Usability Engineering, 1993).

1 Masalah kosmetik, tidak perlu diperbaiki kecuali ada waktu lebih 2 Masalah kegunaan kecil, masalah kegunaan prioritas rendah 3 Masalah kegunaan besar, masalah kegunaan prioritas tinggi 4 Bencana kegunaan, masalah perlu diperbaiki dan mendesak.

Tabel 2.6 Prinsip Evaluasi Heuristik (Andre & Dinata, 2018)
Tabel 2.6 Prinsip Evaluasi Heuristik (Andre & Dinata, 2018)

Nomogram Harry King

Penentuan besar sampel dengan teknik Harry King Nomogram seperti pada Gambar 2.3 adalah dengan menarik garis lurus dari garis kanan (ukuran populasi), melewati garis tengah (tingkat kesalahan yang diinginkan) dan sampai pada garis kiri (persentase ukuran sampel). . Populasi adalah sesuatu yang berkaitan dengan sekelompok orang, peristiwa dan objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jika populasinya banyak dan keterbatasan dana, tenaga dan waktu bagi peneliti untuk mempelajari segala sesuatu, maka peneliti dapat menggunakan sampel (Firmansyah, 2018).

Pada penelitian ini tingkat kesalahan sebesar 10% disebabkan karena jumlah pengunjung website DISDIKBUD Kota Balikpapan banyak. Dengan menarik garis lurus dari jumlah penduduk kemudian melewati tingkat kesalahan yang diinginkan, maka persentase penduduknya adalah 3%. Jadi jumlah sampel yang diambil adalah jumlah populasi dikali persentase sampel populasi dikali faktor pengganda.

Jumlah populasi sebanyak 2000 dengan margin of error 10% atau tingkat kepercayaan 90%, persentase populasi yang diambil sebagai sampel berkisar 3%. Tujuan dilakukannya uji validitas adalah untuk mengetahui sejauh mana ketepatan alat ukur dalam menjalankan fungsinya. Pengujian reliabilitas merupakan pengukuran keakuratan suatu instrumen dengan tujuan untuk memastikan konsistensi, stabilitas dan keandalan instrumen.

Cronbach’s alpha merupakan indikator yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur reliabilitas indikator dalam kuesioner penelitian.

Penelitian Terdahul

Penelitian yang dilakukan oleh Ardhianto (2018) untuk mengevaluasi kegunaan dan meningkatkan desain antarmuka pengguna website PT. Dua evaluasi dilakukan yaitu pada antarmuka lama dan evaluasi perbaikan desain untuk mendapatkan feedback pengguna. Masalah yang sama dalam penelitian ini adalah pengguna membutuhkan banyak waktu untuk mencari konten yang mereka butuhkan.

Penelitian yang dilakukan oleh Nadhirah (2019) adalah melakukan evaluasi usability dan perbaikan desain website Dinas Pendidikan Kota Malang menggunakan evaluasi heuristik dengan prinsip usability G-Quality, dimana prinsip ini merupakan perpanjangan dari prinsip heuristik Nielsen yang diadaptasi pada e-Government. item situs web. Hasil evaluasi perbaikan desain menunjukkan bahwa perbaikan desain yang disampaikan berpengaruh terhadap temuan masalah. Penelitian yang dilakukan oleh Krisnayani (2016) bertujuan untuk menganalisis tingkat kegunaan website UNDIKSHA dengan menggunakan metode evaluasi heuristik dengan 10 variabel kegunaan dan merancang desain antarmuka website.

Hasil dari penelitian ini adalah evaluasi perbaikan tampilan mampu memenuhi kriteria kegunaan website. Mirip dengan penelitian saat ini, metode evaluasi yang sama digunakan untuk menganalisis tingkat permasalahan dan merancang desain antarmuka website serta menggunakan kuesioner sehingga jumlah responden minimal 30. Penelitian yang dilakukan oleh Yusuf (2018) mengevaluasi perancangan user interface pada website Dinas Pemerintah Kabupaten Blitar menggunakan metode usability test untuk mengukur tingkat usability dari 5 faktor.

Hasil penelitian ini adalah berdasarkan permasalahan yang diperoleh maka disusun rekomendasi perbaikan website berdasarkan pedoman pengembangan website pemerintah daerah peserta Proyek Reformasi Pembangunan Sektor Perkotaan. Penelitian yang dilakukan Paramitha (2017) dilakukan pada situs ITS Surabaya dengan menggunakan metode Eye Tracking dengan permasalahan redundant data yang sama dengan permasalahan pada penelitian kali ini dan situs yang ditampilkan saat ini kurang mewakili ITS Surabaya dengan baik. Meskipun penelitian yang dilakukan Fajrianti (2018) tidak menggunakan metode evaluasi heuristik, namun penelitian ini menggunakan pendekatan Human Centered Design yang sama dengan penelitian yang dilakukan saat ini.

Serta penelitian yang dilakukan oleh Firmansyah (2018), dimana peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode evaluasi heuristik penggunaan web dan penilaian tingkat keparahan. Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mempunyai beberapa permasalahan dan menggunakan metode serta tes dengan kuisioner yang sama dengan penelitian kali ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Heuristic Evaluation, karena metode ini mempunyai acuan pelaksanaan berdasarkan 10 prinsip heuristik, sehingga lebih terstruktur dan fokus, tidak memerlukan alat atau mengeluarkan biaya yang besar untuk pengujiannya, dan mampu ditemukan secara mandiri. masalah kegunaan (Zhang, Johnson, Patel, Paige, & Kubose, 2003).

Tujuan dari evaluasi heuristik adalah untuk memperbaiki desain secara efektif ketika desain dilakukan berdasarkan kriteria yang dilanggar. Metode evaluasi ini baik digunakan karena lebih mudah menemukan permasalahan yang muncul (Krisnayani, Arthana, & Darmawiguna, 2016).

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi
Gambar  2.2  berikut  adalah  tampilan  halaman  utama  website  DISDIKBUD  Kota Balikpapan
Gambar 2.3 Tampilan berita
Gambar 2.4 Tampilan kirim email berita
+7

Referensi

Dokumen terkait

Methodology  Clear and detailed description of methodology may consist of field work, sampling techniques, interview session, analysis ; lab work of different phases, experimental