• Tidak ada hasil yang ditemukan

USULAN JADWAL PENGGANTIAN PART SEBAGAI PREVENTIF MAINTENANCE KENDARAAN TRUK DI PT. TTNT

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "USULAN JADWAL PENGGANTIAN PART SEBAGAI PREVENTIF MAINTENANCE KENDARAAN TRUK DI PT. TTNT"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Skripsi yang berjudul “Usulan Jadwal Penggantian Part sebagai Pemeliharaan Preventif Kendaraan Truk di PT.TTNT”, yang disusun dan diajukan oleh Muhammad Ichsan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana (S1) di Fakultas Teknik telah dikaji dan dipertimbangkan untuk memenuhi persyaratan skripsi. Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Usul Jadwal Penggantian Suku Cadang Sebagai Preventif Maintenance Truk Di PT. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa , atas berkat, nikmat dan hidayah-Nya yang selalu menyertai, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Proposal Jadwal Penggantian Part sebagai Pemeliharaan Kendaraan Truk Preventif di PT.

Penulisan laporan ini merupakan salah satu syarat bagi penulis untuk memperoleh gelar sarjana teknik dari Jurusan Teknik Industri President University. Penulis ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam laporan penelitian ini, terutama Hon. Papah Mamah sebagai orang tua yang selalu mendukung penulis untuk menyelesaikan studi S1 ​​ini, kakak Uni Egi yang selalu memberikan masukan positif, adik Lia Nur Alia Rahmah yang memberikan motivasi dengan master yang dia jalani, bersama Kayla dan Ren, dua orang tersayang untukku keponakan, yang selalu menjadi motivasi ketika segala sesuatu tampak mustahil.

Mutiara Ramrika yang telah banyak memberikan bantuan, nasihat dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan penelitian skripsi ini. Seluruh jajaran staf di lingkungan President University yang banyak membantu penulis dalam kelancaran kegiatan selama perkuliahan.

  • Latar Belakang Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Batasan Masalah
  • Asumsi
  • Sistematika Penulisan

Hal ini menyebabkan truk mogok sehingga truk tidak dapat digunakan untuk mengantarkan, atau keterlambatan pengiriman karena harus menunggu truk diperbaiki terlebih dahulu. TTNT dikarenakan belum adanya jadwal pemeliharaan preventif yang komprehensif untuk truk seperti PT. Adapun komponen kendaraan truk yang cukup sering mengalami kerusakan pada saat ini adalah lampu, aki, sayap dan rem.

Dalam penelitian tugas akhir ini permasalahan yang ingin dipecahkan adalah bagaimana merencanakan perawatan preventif untuk menghindari kerusakan korektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan perencanaan perawatan preventif truk sehingga perbaikan kerusakan dapat dicegah. Data truk yang digunakan adalah truk untuk pengiriman ke customer YIMM dengan mengambil area barang di Egypt-Delta.

Tidak ada perbedaan topografi dan infrastruktur jalan di setiap wilayah yang dilalui truk. Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, pokok permasalahan, tujuan penelitian, batasan masalah, asumsi dan sistematika penulisan.

Pengertian Total Productive Maintanance

Pengertian Maintenance

Pengertian Keandalan

Distribusi Kerusakan

Uji Anderson Darling

Definisi P-Value

Definisi Truk

Observasi Pendahuluan

Identifikasi Masalah

Studi Pustaka

Pengolahan Data dan Analisis

Simpulan dan Saran

Studi Pendahuluan

Pada subbab ini akan dilakukan observasi terhadap truk TTNT yang dibuat pada tahun 2008 mengenai jumlah jam kerja truk dan data kerusakan yang terjadi pada truk. Data yang diperoleh akan digunakan sebagai pedoman atau acuan dasar dalam menentukan langkah-langkah kebijakan untuk mengatur jadwal perbaikan preventif dan korektif. Pada data ini akan ditampilkan jumlah jam kerusakan kendaraan sebagai gambaran jumlah permasalahan truk yang terjadi di PT.

Data yang akan digunakan dalam pembahasan ini adalah data periode Januari-Desember 2015, seperti terlihat pada tabel berikut. Rata-rata jumlah truk rusak pada tahun 2008 sebanyak 23 truk, dengan truk rusak ringan dengan kode 837 dengan 14, dan truk dengan kerusakan paling banyak dengan kode 830 dengan 70. Oleh karena itu, pembahasan survey kerusakan ini akan difokuskan pada truk dengan kode 830 yaitu truk dengan tingkat kerusakan paling tinggi, dan pada truk dengan kode 837 yaitu truk dengan tingkat kerusakan paling kecil yang dapat menyebabkan lebih banyak lagi jika tidak tidak melakukan pemeliharaan preventif atas kerusakan dan kehilangan.

Data jumlah jam operasional merupakan data total waktu operasional truk selama kurun waktu tertentu dalam satuan jam. Data yang dikumpulkan adalah data periode Januari – Desember 2015 yang dapat dilihat pada tabel berikut. Untuk truk 830 jam operasional frekuensi tertinggi pada bulan Maret 2015 sebanyak 438 jam operasional, dan frekuensi jam operasional terendah pada bulan Januari dan Februari 2015 sebanyak 280 jam operasional.

Sedangkan pada Truck 837 terlihat bahwa frekuensi jam operasi tertinggi terjadi pada bulan Juni 2015 dengan jumlah jam operasi 495 jam, sedangkan frekuensi jam operasi terendah terjadi pada bulan Mei 2015 dengan jumlah jam operasi 240 jam. Berdasarkan data dari tabel 4.3 dan tabel 4.4, jenis dan frekuensi jumlah kerusakan dapat dilihat pada truk 830 dan 837. Pada truk 830 yaitu truk dengan kerusakan terbanyak yaitu sebanyak 70 kali kerusakan pada lampu, baterai dan sayap truk.

Jenis kerusakan ini merupakan jenis kerusakan yang terjadi lebih dari 6 kejadian dalam setahun, oleh karena itu berdasarkan data sebanyak 830 truk ini, kajian akan difokuskan pada 3 jenis kerusakan. Sedangkan pada truk 837 yang merupakan truk dengan kerusakan paling kecil yaitu sebanyak 14 kali kerusakan dapat diketahui persentase kontribusi kerusakan truk sebesar 36% adalah jenis kerusakan rem. Jenis kerusakan ini merupakan jenis kerusakan yang terjadi lebih dari 4 kejadian dalam setahun, oleh karena itu berdasarkan data sebanyak 837 truk ini, kajian akan difokuskan pada 1 jenis kerusakan.

Tabel 4.2 Jam Operasi Truk 830 dan Truk 837
Tabel 4.2 Jam Operasi Truk 830 dan Truk 837

Pengolahan Data

Setelah mendapatkan data TTR dan TTF, langkah selanjutnya adalah mencari pola distribusi yang tepat digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan software Minitab, dapat diketahui pola distribusi mana yang benar untuk setiap komponen. Pada tahap selanjutnya, pola distribusi dan parameter waktu perbaikan ketiga komponen truk 830 diidentifikasi sehingga tercapai hasil distribusi yang tepat.

Sehingga dengan menggunakan software Minitab didapatkan hasil pola distribusi yang benar seperti pada tabel berikut. Berdasarkan tabel di atas, perangkat lunak dapat menunjukkan bahwa sudah waktunya untuk memperbaiki pola distribusi setiap komponen. Komponen cahaya berdistribusi log-normal karena menghasilkan nilai AD terkecil dari pola distribusi lainnya, yaitu sebesar 0,581.

Pada komponen accu, waktu untuk memperbaiki pola distribusi memiliki nilai p pada semua distribusi <0,005 yaitu kurang dari α yaitu 0,05 yang menyebabkan kita menolak H0. Sehingga tidak terdapat distribusi yang sesuai maka pemilihan pola distribusi lognormal dengan nilai AD yang dihasilkan sebesar 1,138 merupakan hasil pendekatan diantara pola distribusi lainnya. Untuk komponen sayap pola distribusi TTR yang digunakan adalah distribusi lognormal yang memiliki nilai AD terkecil dibandingkan dengan pola distribusi lainnya yaitu sebesar 0,2773.

Setelah didapatkan pola sebaran yang sebenarnya untuk setiap komponen, langkah selanjutnya adalah menganalisis pola sebaran yang sesuai. Pada tahap selanjutnya akan diidentifikasi pola distribusi dan parameter waktu perbaikan untuk komponen truk 837 yaitu rem sehingga diperoleh hasil distribusi yang sebenarnya. Sehingga dengan menggunakan software Minitab akan didapatkan hasil pola distribusi yang sebenarnya seperti terlihat pada tabel berikut.

Setelah didapatkan pola distribusi yang benar untuk setiap komponen rem, langkah selanjutnya adalah menganalisis pola distribusi normalnya, sehingga sama halnya dengan komponen accu, pola distribusi TTF yang digunakan adalah pola distribusi normal yang memiliki nilai AD sebesar 0,417. Untuk komponen sayap, pola distribusi TTF yang digunakan adalah pola distribusi lognormal yang memiliki nilai AD sebesar 0,082.

Pada pola distribusi komponen rem diperoleh nilai AD terkecil pada distribusi lognormal yaitu 0,287 dan nilai P lebih besar dari α yaitu 0,400 sehingga kita menerima Ho yang berarti data yang diperoleh adalah normal distribusi. Berdasarkan pola distribusi yang diperoleh sebelumnya, yaitu distribusi lognormal, digunakan perhitungan sebagai berikut.

Tabel 4.5 TTR dan TTF Untuk Kerusakan Komponen Lampu  No  Tanggal  Failure Start Time
Tabel 4.5 TTR dan TTF Untuk Kerusakan Komponen Lampu No Tanggal Failure Start Time

Analisa data

Simpulan

Dari hasil analisis dan pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa dengan perawatan sebelumnya, diperoleh metode atau saran baru untuk melakukan perawatan truk. Perawatan truk yang terjadwal akan mempengaruhi keawetan/keandalan komponen truk dan akan memakan waktu lebih lama dari perawatan korektif, sehingga metode yang digunakan dalam perawatan truk adalah mencegah kerusakan daripada memperbaiki kerusakan. Dari segi biaya, adanya preventive maintenance akan mempengaruhi biaya perawatan truk sehingga terjadi kenaikan biaya sebesar 122%.

TTNT dengan hasil yang baik setelah perawatan preventif mampu mengintegrasikan jadwal pengiriman truk dan jadwal perawatan preventif di PT. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya mengenai penyebab kerusakan truk khususnya truk kode 830 yang memiliki jumlah kerusakan paling tinggi dibandingkan truk lainnya di PT.

Table of Statistics
Table of Statistics

Saran

Gambar

Gambar 2.4 Lampu Truk
Gambar 2.5 Accu Truk
Gambar 2.6 Wing Truk
Gambar 2.8 Ban Truk
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hasil penilain dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1 Hasil Validasi Terhadap Aspek Bahan Ajar Tabel 2 Hasil Uji Validasi Bahan Ajar Secara Keseluruhan No Komponen