• Tidak ada hasil yang ditemukan

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN ASSESMEN DAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN ASSESMEN DAN "

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN ASSESMEN DAN

EVALUASI

(2)

q

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Jadi pengujian validitas itu mengacu pada sejauh mana suatu instrumen dalam menjalankan fungsi.

q

Instrument dikatakan valid jika instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Sebagai contoh, ingin mengukur kemampuan siswa dalam matematika.

q

Kemudian diberikan soal dengan kalimat yang panjang dan yang berbelit-belit sehingga sukar ditangkap maknanya. Akhimya siswa tidak dapat menjawab, akibat tidak

memahami pertanyaannya.

q

Contoh lain, peneliti ingin mengukur kemampuan berbicara,tapi ditanya mengenai tata bahasa atau kesusastraan seperti puisi atau sajak. Pengukur tersebut tidak tepat (valid).

A. Pengertian dan Jenis Validitas

(3)

Jenis Validitas:

01 Validitas isi

Validitas Kriteria

03

Validitas bangun Pengertian dan Jenis (Construct

validity)

02

(4)

Validitas isi

Ø Validitas isi berkenaan dengan kesanggupan instrumen

mengukurisi yang harus diukur.Artinya, alat ukur tersebut mampu mengungkap isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur.

Dalam validitas isi, peneliti atau pemakai tes dapat meminta

bantuan ahli bidang studi untuk menelaah apakah konsep materi yang diajukan telah memadai atau tidak, sebagai sampel tes.

Dengan demikian validitas isi tidak memerlukan uji coba dan

analisis statistik atau dinyatakan dalam bentuk angka-angka

(5)

Validitas bangun Pengertian dan Jenis ( Construct validity )

q Validitas bangun Pengertian dan Jenis (Construct validity) berkenaan dengan kesanggupan alat ukur mengukur Pengertian dan Jenis-Pengertian dan Jenis yang terkandung dalam materi yang diukurnya.

Pengertian dan Jenis-Pengertian dan Jenis yang terkandung dalam konsep kemampuan, minat, sebagai variabel penelitian dalam berbagai bidang kajian harus jelas apa yang hendak diukurnya.

Konsep-konsep tersebut masih abstrak, memerlukan penjabaran yang lebih spesifik, sehingga mudah diukur.Ini berarti setiap konsep harus dikembangkan indikator-indikatornya.

(6)

Validitas Kriteria

Validitas ramalan artinya dikaitkan dengan kriteria tertentu.

Dalam validitas ini yang diutamakan bukan isi tes tapi kriterianya,

apakah alat ukur tersebut dapat digunakan untuk meramalkan suatu ciri atau perilaku tertentu atau kriteria tertentu yang diinginkan.

Misalnya alat ukur motivasi belajar, apakah dapat digunakan untuk

meramal prestasi belajar yang dicapai.Artinya terdapat hubungan yang

positif antara motivasi dengan prestasi.

(7)

Jenis Validitas Kriteria:

01 Validitas konkuren

( concurrent validity )

Validitas konkuren merujuk pada tingkatan sejauh mana data hasil pengukuran berkorelasi dengan hasil pengukuran konsep lain yang diasumsikan sebagai kriteria keadaan mendatang.

Validitas prediktif ( predictive validity )

02

Validitas ini merujuk pada kemampuan suatu perangkat ukur untuk memprediksi suatu keadaan individu di masa mendatang

(8)

Pengertian dan Jenis Reliabilitas

Reliabilitas alat ukur adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya.

Artinya, kapan pun alat ukur tersebut digunakan akan memberikan hasil ukur yang sama.

Contoh paling nyata adalah timbangan atau meteran.

Hal yang sama terjadi untuk alat ukur suatu gejala, tingkah laku, ciri atau sifat individu dan lain-lain.

(9)

Jenis Reliabilitas

Pada reliabilitas jenis ini, suatu alat ukur atau indikator memberikan jawaban vang sama/konsisten bila diujikan pada waktu yang berbeda.

1. Reliabilitas Stabilitas ( Stability Reliabitity )

Reliabilitas ekuivalensi terjadi jika suatu alat ukur dapat memberikan hasil yang

sama/konsisten dengan pengukuran lain yang serupa atau pengukuran yang dilakukan

olehpengamat/peneliti lain yang menggunakan alat ukur yang sama

2. Reliabilitas Ekuivalensi

(10)

Reliabilitas Ekuivalensi

Metode

alternatif/paralel Uji reliabilitas

interkoder/peneliti Analisis

subpopulasi Reliabilitas Homogenitas

(11)

q Validitas instrumen dapat dibuktikan dengan beberapa bukti. Bukti-bukti tersebut antara lain secara konten, atau dikenal dengan validitas konten atau validitas isi, secara konstruk, atau dikenal dengan validitas konstruk, dan secara kriteria, atau dikenal dengan validitas kriteria.

C. Validitas Instrumen

(12)

1. Validitas Konten

Validitas konten atau validitas isi fokus memberikan bukti pada elemen-elemen yang ada pada alat ukur dan diproses dengan analisis rasional.

Validitas konten dinilai oleh ahli.

Saat alat ukur diuraikan dengan detail maka penilaian akan semakin mudah dilakukan

(13)

Untuk menguji validitas konstruk, dapat digunakan pendapat dari ahli (judgment experts). Dalam hal ini setelah instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teri tertentu, maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli.

Validitas konstruk fokus pada sejauh mana alat ukur menunjukkan hasil pengukuran yang sesuai dengan definisinya. Definisi variabel harus jelas agar penilaian validitas konstruk mudah.

2. Validitas Konstruk

(14)

3. Validitas Kriteria

Validitas kriteria fokus pada membandingkan instrumen yang telah dikembangkan dengan instrumen lain yang dianggap sebanding dengan apa yang akan dinilai oleh instrumen yang telah

dikembangkan. Instrumen lain ini disebut sebagai kriteria.

Ada dua jenis validitas kriteria: 1) Validitas Kriteria Prediktif dan 2)

Validitas Kriteria Bersamaan (Concurrent)

(15)
(16)

Pengukuran Reliabilitas

Reliabilitas instrumen dapat diuji dengan beberapa uji reliabilitas.

Beberapa uji reliabilitas suatu instrumen yang bisa digunakan

antara lain test-retest, ekuivalen, dan internal consistency.

(17)

a. Test-Retest

Pengujian reliabilias dengan test-retest dilakukan dengan cara mencobakan satu jenis instrumen beberapa kali pada subjek (responden) yang sama.

Reliabilitas instrumen diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan percobaan selanjutnya.

Instrumen dinyatakan reliabel jika koefisien korelasi positif dan signifikan. Korelasi antara hasil uji pertama dengan hasil uji

selanjutnya diuji dengan korelasi Product Moment untuk mencari

koefisien korelasinya.

(18)
(19)
(20)

b. Equivalent

Pengujian reliabilias dengan uji equivalent dilakukan dengan cara mencobakan instrumen yang berbeda tetapi ekuivalen

(sebanding/sepadan). Percobaan dilakukan satu kali saja pada responden yang sama.

Reliabilitas instrumen diukur dari koefisien korelasi antara percobaan instrumen satu dengan percobaan instrumen yang

lainnya. Instrumen dinyatakan reliabel jika koefisien korelasi positif

dan signifikan.

(21)

c. Internal Consistency

Pengujian reliabilias dengan uji internal consistency, dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja pada subjek penelitian.

Pengujian ini dapat dilakukan dengan teknik belah dua (split half) dari Spearman Brown, KR 20, KR 21, atau dengan teknik Alfa

Cronbach.

Hasil pengujian tersebut kemudian dianalisis dengan teknik

tertentu tergantung jenis instrumennya

(22)

1. Spearman Brown (Split Half)

(23)

2. KR 20 dan KR 21

Teknik pengujian reliabilitas dengan uji internal consistency yang selanjutnya dibahas adalah teknik Kuder Richardson atau sering disingkat KR.

Instrumen yang dapat diuji reliabilitasnya menggunakan KR adalah

instrumen dengan satu jawaban benar saja. Rumus KR yang sering

digunakan adalah KR 20 dan KR 21.

(24)
(25)

Saat instrumen dapat dipastikan memiliki tingkat kesulitan yang

sama untuk setiap item soal, maka untuk menguji reliabilitasnya

digunakan rumus:

(26)

3. Alfa Cronbach

(27)
(28)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait