• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of THE EFFECT OF OXYTOCINES MASSAGE ON BREAST MILK PRODUCTION IN POSTPARTUM MOTHERS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "View of THE EFFECT OF OXYTOCINES MASSAGE ON BREAST MILK PRODUCTION IN POSTPARTUM MOTHERS"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN 2302-4283 (print) ISSN 2580-9571 (online)

Online di https://jurnal.poltekkes-soepraoen.ac.id DOI: 10.47794/jkhws

128 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM

Zara Faiza1, Dewi Rachmawati2, Mujito3

1,2,3Prodi D3 Keperawatan Blitar, Poltekkes Kemenkes Malang (Korespondensi: [email protected])

ABSTRAK

Pendahuluan: Ketidak cukupan pengeluaran ASI dihari pertama setelah melahirkan menjadi hambatan dalam pemberian ASI secara dini pada bayi. Kesulitan ibu dalam menyusui karena asi tidak keluar menyebabkan bendungan asi dan bayi sering menangis. Salah satu upaya yang dilakukan untuk merangsang produksi asi adalah melakukan pijatan pada tulang belakang yang disebut pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin pada ibu postpartum dengan mengidentifikasi produksi ASI sebelum, setelah, dan pengaruh pijat oksitosin. Metode: Desain literatur review adalah tradisional review, metode penelusuran literatur menggunakan PEOS framework yang terdiri dari P (population): ibu postpartum, E (Exposure):pijat oksitosin, O (Outcome): meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum, S (Study Design): Pra-eksperimen one group pretest posttest, Quasi eksperimen the static group comparison, Eksperimenal posttest with control group, Quasi eksperimen posttest only design with control group. Seleksi studi menggunakan kata kunci” produksi ASI, ibu postpartum, pijat oksitosin” pada database google scholar secara keseluruhan ditemukan 2.780 artikel kemudian diseleksi berdasarkan tahun terbit artikel (2015-2021) menjadi 2.500 artikel, kesesuaian topik dan judul menjadi 71 artikel, dapat diunduh fulltext menjadi 23 artikel dan terakhir berdasarkan desain studi didapatkan 7 artikel yang dilakukan literatur review. Hasil: Berdasarkan 7 artikel yang telah dianalisis, menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari pijat oksitosin pada produksi ASI dengan p-value<0,05 karena dengan pijat oksitosin dapat meningkatkan rasa nyaman dan rileks sehingga tubuh mudah melepas hormon oksitosin yang berdampak pada pengeluaran dan peningkatan produksi ASI. Kesimpulan: Untuk itu diperlukam adanya peran tenaga kesehatan sebagai edukator untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang tentang pentingnya melakukan pijat oksitosin pada ibu postpartum.

Kata kunci: Pijat Oksitosin, Produksi ASI, Postpartum

THE EFFECT OF OXYTOCINES MASSAGE ON BREAST MILK PRODUCTION IN POSTPARTUM MOTHERS

ABSTRACT

Introduction: Inadequate expenditure of breast milk on the first day after birth is an obstacle in early breastfeeding in infants. The mother's difficulty in breastfeeding because the milk does

(2)

129 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023

not come out causes the milk to dam up and the baby often cries. One of the efforts made to stimulate breast milk production is to massage the spine, which is called oxytocin massage.

The purpose of this study was to determine the effect of oxytocin massage on postpartum mothers by identifying milk production before, after, and the effect of oxytocin massage.

Methods: The literature review design is a traditional review, the literature search method uses the PEOS framework which consists of P (Population): postpartum mothers, E (Exposure): oxytocin massage, O (Outcome): increase milk production in postpartum mothers, S (Study Design): Pre-experimental one group pretest posttest, Quasi experimental the static group comparison, Experimental posttest with control group, Quasi experiment posttest only design with control group. Study selection used the keywords “milk production, postpartum mothers, oxytocin massage” on the Google Scholar database as a whole found 2,780 articles then were selected based on the year of publication of the articles (2015-2021) to 2,500 articles, topic suitability and title to 71 articles, full text downloadable into 23 articles and finally based on the study design, 7 articles were obtained which carried out a literature review. Results: Based on the 7 articles that have been analyzed, it shows that there is a significant effect of oxytocin massage on milk production with a p-value <0.05 because oxytocin massage can increase feelings of comfort and relaxation so that the body can easily release the hormone oxytocin which has an impact on expenditure and increased production of ASI. Conclusion: For this reason, it is necessary to have the role of health workers as educators to provide health education about the importance of doing oxytocin massage in postpartum mothers.

Keywords: Oxytocin Massage, Breast Milk Production, Postpartum

PENDAHULUAN

WHO merekomendasikan pemberian ASI ekslusif selama enam bulan, tetapi hanya 35,5% bayi didunia berusia kurang dari enam bulan yang mendapatkan ASI ekslusif. Rendahnya cakupan pemberian ASI ini berdampak pada kualitas hidup generasi bangsa (Dwi Fara & Tyas Mayasari, 2020).

Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI 2021 dalam Profil Kesehatan Indonesia 2020

menyatakan secara Nasional cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2020 yaitu sebesar 66,06%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2020 yaitu 40%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Nusa Tenggara Barat (87,33%), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Papua Barat (33,96%). Tetapi terdapat empat provinsi yang belum mencapai target Renstra tahun 2020, yaitu Maluku dan Papua Barat.

INFO ARTIKEL Riwayat Artikel:

Diterima: 16 Desember 2022 Disetujui: 23 Maret 2023

Tersedia secara online: 30 April 2023

Alamat Korespondensi:

Nama: Dewi Rachmawati

Afiliasi: Prodi D3 Keperawatan Blitar, Poltekkes Kemenkes Malang

Alamat: Prodi D3 Keperawatan Blitar, Poltekkes Kemenkes Malang

Email: [email protected]

(3)

130 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 Kegagalan dalam pemberian ASI

ekslusif disebabkan karena adanya ketakutan pada ibu akan kurangnya produksi ASI, puting rata, payudara bengkak, abses payudara, puting lecet atau pecah yang mengakibatkan ibu stress sehingga kadar hormon kostisol meningkat menjadikan penurunan kadar hormon oksitosin, maka terjadilah keterlambatan oneset laktasi yang berpengaruh pada produksi dan pengeluaran ASI (Kholisotin dkk., 2019). Ketidakcukupan pengeluaran ASI dihari pertama setelah melahirkan menjadi suatu hambatan dalam pemberian ASI ekslusif (Litasari dkk, 2020).

Untuk itu diperlukan tindakan nonfarmakologi untuk mempercepat pengeluaran ASI di awal menyusui dengan cara melakukan perawatan payudara, pijat payudara dan pijatan atau rangsangan pada tulang belakang yang disebut pijat oksitosin (Magdalena dkk, 2020). Pijat oksitosin merupakan pemijatan tulang belakang costae lima hingga enam sampai scapula dengan gerakan memutar yang dilakukan pada ibu setelah melahirkan untuk membantu kerja hormon oksitosin menyampaikan sinyal ke hipotalamus agar merangsang kerja oksitosin dalam mengalirkan ASI keluar (Litasari dkk, 2020).

Dalam penelitian yang dilakukan (Asih, 2018), untuk meningkatkan produksi ASI dengan cara pijat oksitosin pada ibu

nifas tiga jam postpartum di BPM Lia Maria. Dari 16 responden yang melakukan pijat oksitosin, 15 responden mengalami produksi ASI cukup dan satu responden dengan produksi ASI kurang. Hal ini sejalan dengan teori yang ada bahwa pijat oksitosin mampu merangsang hormon oksitosin untuk memperlancar produksi ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu postpartum.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah traditional review, yaitu metode tinjauan pustaka yang hasilnya ditemukan pada survei paper.

Strategi dalam pencarian literature digunakan strategi PEOS framework yang terdiri dari P (population): ibu postpartum, E (Exposure):pijat oksitosin, O (Outcome):

meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum, S (Study Design): Pra- eksperimen one group pretest posttest, Quasi eksperimen the static group comparison, Eksperimenal posttest with control group, Quasi eksperimen posttest only design with control group.

Seleksi studi menggunakan dengan kata kunci “produksi ASI, ibu postpartum, pijat oksitosin” pada database google scholar secara keseluruhan ditemukan 2.780 artikel kemudian diseleksi

(4)

131 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 berdasarkan rentang waktu enam tahun

terakhir terdapat 2.500 artikel. Dari artikel tersebut dipilih sesuai dengan judul atau topik pembahasan terdapat 71 artikel, kemudian dipilih jurnal yang dapat diakses fulltext terdapat 23 artikel. Dari 23 artikel ini kemudian diseleksi kembali berdasarkan desain studi didapatkan 7 artikel yang akan di review.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi hasil literatur review didapatkan dari database Google Scholar.

Dilakukan seleksi dan diperoleh tujuh jurnal yang memenuhi kriteria inklusi, penelitian dari berbagai wilayah di Indonesia dengan desain pra- eksperimental, quasi eksperimen dan eksperimental. Dari ketujuh jurnal didapatkan hasil dengan pijat oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum.

PEMBAHASAN

1. Produksi ASI Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin

Berdasarkan hasil review dari tujuh jurnal, ditemukan fakta bahwa produksi ASI sebelum dilakukan pijat oksitosin hanya sedikit atau kurang. Ini sesuai dengan Magdalena dkk (2020) yang menyatakan saat ibu hamil, kadar esterogen dan progesteron tinggi sehingga ASI belum dapat keluar. Saat hari kedua dan ketiga

setelah melahirkan produksi esterogen dan progesteron menurun sehingga terjadilah sekresi ASI. Saat bayi menghisap menghasilkan rangsangan saraf pada grandula pituitaria posterior sehingga keluarlah hormon oksitosin menyebabkan sel miopitel disekitar alveoli mengalami kontraksi dan mendorong ASI masuk pembuluh ampula. Kurang lancarnya produksi ASI di hari pertama setelah melahirkan dikarenakan kurangnya rangsangan hormon oksitosin yang berperan penting dalam produksi ASI.

Diperkuat oleh Yantina & Fitriani (2018) yang menyatakan dari 15 responden yang tidak dilakukan pijat oksitosin terdapat 12 responden (80%) mempunyai produksi ASI yang kurang. Selain itu setelah melahirkan adanya rasa khawatir pada ibu karena tidak bisa menyusui bayinya sehingga menimbulkan ketidaknyaman, ketegangan emosional dan rasa tidak percaya diri yang mengakibatkan penurunan produksi oksitosin dan hambatan down refleks sehingga produksi ASI menurun (Saputri dkk, 2019)

2. Produksi ASI Setelah Dilakukan Pijat Oksitosin

Berdasarkan hasil review pada tujuh artikel jurnal didapatkan produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitosin mengalami peningkatan. Pijat oksitosin berguna untuk merangsang reflek

(5)

132 |Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023

Gambar 1. Diagram Flow Chart Literatur Review Pengaruh Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI

Pencarian menggunakan keyword melalui data base Google Scholar (n=2780)

Artikel terbitan tahun 2015- 2021 (n=2500)

Artikel terbitan tahun 2015- 2021 (n=780)

Artikel sesuai eligibility criteria (n=71)

Artikel dapat diunduh fulltext (n=23)

Artikel sesuai desain studi (n=7)

Artikel tidak sesuai dengan kajian (n=2429)

Artikel tidak dapat diunduh fulltext (n=48)

Artikel tidak sesuai desain studi (n=16)

(6)

133 |Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 No Judul, Tahun,

Penulis, dan Kota

Metode (Desain, Sampel, Variabel,

Analisis)

Hasil Utama Riset Kesimpulan

1. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru 2019 oleh Magdalena, Dina Auliya, Usraleli, Melly, Idayanti (2020)

1. Desain :

Pra-Eksperimen One grup pretest postest

2. Sampel :

Purposive sample 16 responden ibu menyusui yang produksi ASInya sedikit

3. Variabel :

Independent : pijat oksitosin

Dependent : produksi ASI

4. Analisis : Wilcoxon

a. Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin Frekuensi menyusui bayi 16 responden (100%) <8-12 kali sehari (tidak baik) dan frekuensi BAK bayi 16 responden (100%) <6-8 kali sehari (tidak baik).

b. Setelah Dilakukan Pijat Oksitosin Pijat oksitosin 10-15 menit selama 3 hari dari 16 responden terdapat 9 responden (56,2%) frekuensi menyusu bayinya ≥8-12 kali sehari (baik) dan frekuensi BAK bayinya ≥6-8 kali sehari (baik). 7 responden (43,8%) frekuensi menyusu bayinya <8-12 kali sehari (tidak baik) dan frekuensi BAK bayinya <6-8 kali sehari (tidak baik).

c. Signifikansi

Hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan nilai Z frekuensi menyusui sebesar - 3.573a, p-value 0.000 pada α 5% dan nilai Z frekuensi BAK bayi -3.547a, p- value 0.000 pada α 5% yang berarti p- value < α. Hal ini terbukti adanya peningkatan frekuensi menyusui dan BAK bayi setelah dilakukan pijat oksitosin.

Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh dari pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu menyusui karena pijat oksitosin merelaksasikan

ibu sehingga

pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin meningkat, demikian sebaliknya. Semakin ASI keluar, produksi ASI akan semakin meningkat.

2. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI (Air Susu Ibu) pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Namlea

Kabupaten Baru 2020 oleh Dewi Susanti,

Arindiah Puspo Windari, Iren Niak

(2021)

1. Desain :

Pra-Eksperimental One grup pretest postest

2. Sampel : Accidental sampling 15 responden ibu postpartum yang mengalami kesulitan menyusui dikarenakan ASI tidak keluar sehingga anak rewel 3. Variabel :

Independent : pijat oksitosin

Dependent : produksi ASI

4. Analisis : Wilcoxon

a. Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin Ibu postpartum mengalami ASI kurang lancar sebanyak 14 orang (93,3%) dan cukup lancar sebanyak 1 orang (6,7%) dengan nilai median 6,00

b. Sesudah Dilakukan Pijat Oksitosin Ibu postpartum mengalami produksi ASI yang lancar yaitu 15 orang (100%) dengan nilai median 12,00

c. Signifikansi

Hasil uji Wilcoxon didapatkan p-value 0,001 (<0,05). Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produksi ASI antara sebelum dan setelah dilakukan pijat oksitosin. Dibuktikan dengan semua responden memiliki produksi ASI yang lancar setelah dilakukan pijat oksitosin.

Pijat oksitosin terbukti

efektif untuk

meningkatkan produksi ASI karena peningkatan rasa rileks dan nyaman secara otomatis merangsang keluarnya hormon oksitosin yang akan merangsang keluarnya ASI dan melacarkan sirkulasi darah sehingga dapat mencegah penyumbatan saluran ASI.

3. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum di Klinik Prataam Nining Pelawati

1. Desain : Pra-Eksperimen One grup pretest postest

2. Sampel :

Accidental sampling 10 responden dengan kriteria ibu postpartum

a. Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin Rerata produksi ASI ibu yang diukur menggunakan gelas ukur adalah 9,90 dengan standar deviasi 5,782.

b. Sesudah Dilakukan Pijat Oksitosin Rerata produksi ASI ibu yang diukur menggunakan gelas ukur adalah 13,50 dengan standar deviasi 6,416.

Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin karena pengaruh dari pijat oksitosin dapat Tabel 1. Data Hasil Literatur Review Penelitian Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI

Pada Ibu Postpartum

(7)

134 |Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 No Judul, Tahun,

Penulis, dan Kota

Metode (Desain, Sampel, Variabel,

Analisis)

Hasil Utama Riset Kesimpulan

Lubuk Pekam Sumatera Utara 2019 oleh Ika Nur Saputri, Desideria Yosepha Ginting, Ilusi Ceria Zendato (2019)

hari pertama-ketiga dan tanpa kelainan

payudara 3. Variabel :

Independent : pijat oksitosin

Dependent : produksi ASI

4. Analisis : Wilcoxon

c. Signifikansi

Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai Z -2,673 dan p-value 0,008 (p≤0,05).

Dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata jumlah produksi ASI sebelum dan sesudah pijat oksitosin.

mengurangi

ketidaknyamanan dan membantu relaksasi secara otomatis merangsang keluarnya hormon oksitosin yang akan merangsang pengeluaran ASI sehingga produksi ASI meningkat.

4. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di BPM Lia Maria Sukarame Bandar

Lampung 2017 oleh Yusari Asih (2018)

1. Desain :

Eksperimental dengan rancangan postest kelompok kontrol 2. Sampel :

Purposive sampling 32 responden ibu nifas 3 jam postpartum terdiri dari 16 orang sebagai responden yang di intervensi dan 16 orang sebagai variabel kontrol

3. Variabel :

Independent : pijat oksitosin

Dependent : produksi ASI

4. Analisi : Chi-square

a. Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin Terdapat 9 orang (56,2%) mengalami produksi ASI yang cukup dan 7 orang (43,8%) mengalami produksi ASI yang kurang.

b. Setelah Dilakukan Pijat Oksitosin Didapatkan 15 orang (93,75%) mengalami produksi ASI yang cukup dan 1 orang (6,25%) produksi ASInya kurang.

c. Signifikansi

Hasil Uji statistik menggunakan chi- square diperoleh p-value 0,037 (≤0,05).

Berarti adanya pengaruh signifikan antara pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum dengan OR=11,667 berpeluang mengalami produksi ASI yang cukup dibandingkan ibu yang tidak melakukan pijat oksitosin. Dibuktikan dengan peningkatan produksi ASI setelah dilakukannya pijat oksitosin selama 5 hari setiap pagi dan sore.

Ada pengaruh yang signifikan antara pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas karena pijat oksitosin merangsang hormon oksitosin agar memperlancar ASI dan meningkatkan

kenyamanan.

5. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum di Wilayah kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar

Lampung Tahun 2015 oleh Yuli Yantina dan Popi Fitriani (2015)

1. Desain :

Quasi Eksperimen Static Group Comparison 2. Sampel :

Purposive sampel 30 responden ibu postpartum normal yang ASInya sudah keluar di Wilayah Kerja PKM Raja Basa Indah Bandar Lampung dengan 15 responden eksperimen dan 15 responden kontrol 3. Variabel :

Independent : pijat oksitosin

a. Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin Sebanyak 3 responden (20%) produksi ASI baik dan 12 responden (80%) produksi ASI kurang baik.

b. Setelah Dilakukan Pijat Oksitosin Sebanyak 13 responden (86,7%) produksi ASI baik dan 2 responden (13,3%) produksi ASI kurang baik.

c. Signifikansi

Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan frekuensi produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin dengan frekuensi BAK 6-8x/hari dan BAB berwarna kuning kehijauan.

Didapatkan nilai p-value 0.01<0.05 dan

Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu postpartum karena adanya rangsangan reflek hormon oksitosin membuat ibu merasa nyaman, mendapat cukup sentuhan, cukup temperature dan tidak ada stress maka produksi ASI akan meningkat.

Tabel 1. Data Hasil Literatur Review Penelitian Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum

(8)

135 |Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 No Judul, Tahun,

Penulis, dan Kota

Metode (Desain, Sampel, Variabel,

Analisis)

Hasil Utama Riset Kesimpulan

Dependent : produksi ASI

4. Analisi : Chy square

nilai OR=26.000 yang berarti berpeluang mengalami produksi ASI baik dibandingkan responden yang tidak diberikan pijat oksitosin.

6. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum di puskesmas Woha Bimadan NTB Tahun 2017 oleh Dhany Dahniarti (2017)

1. Desain :

Quasi Eksperimen Static Group Comparison 2. Sampel :

Purposive sampel 30 responden ibu postpartum yang dirawat di ruang nifas Puskesmas Woha dengan 15 responden eksperimen dan 15 responden kontrol 3. Variabel :

Independent : pijat oksitosin

Dependent : produksi ASI

4. Analisi : Chi Square

a. Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin Terdapat 11 responden (73,3%) produksi ASI kategori cukup, sedangkan 4 responden (26,7%) produksi ASI kategori tidak cukup.

b. Setelah Dilakukan Pijat Oksitosin 15 responden (100%) produksi ASI dalam kategori cukup.

c. Signifikansi

Hasil uji statistik menggunakan uji Chi- Square diperoleh p-value 0,032 < 0,05.

Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum dibuktikan dengan responden yang melakukan pijat oksitosin memiliki produksi ASI katregori cukup.

Dengan diberikan pijat oksitosin akan lebih memperlancar produksi

ASI pada ibu

postpartum. Selain pijatan, usia, status gizi, dan multipara juga mempengaruhi

kelancaran pengeluaran ASI karena adanya pengalaman dan keyakinan pada menyusui. Keyakinan ini merangsang hormon oksitosin sehingga ASI keluar dengan lancar.

7. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Dan Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Ciamis 2018 oleh Resna Litasari, Yeni Mahwati, Adjat Sedjati Rasyad (2020)

1. Desain :

Quasi Eksperimen Postest only design with control group 2. Sampel :

Non probability sampling dengan jenis purposive sampling.

28 responden ibu nifas dengan 14 orang kelompok kontrol dan 14 orang kelompok perlakuan

3. Variabel :

Independent : pijat oksitosin

Dependent : produksi ASI

4. Analisi : Chi-square

a. Sebelum Dilakukan Pijat Oksitosin Terdapat 6 orang (42,9%) produksi ASI lancar dan 8 orang (57,1%) tidak lancar.

b. Setelah Dilakukan Pijat Oksitosin Terdapat 12 orang (85,7%) produksi ASI kategori lancar dan 2 orang (14,3%) tidak lancar

c. Signifikansi

Diperoleh nilai p-value kurang dari α (0,049<0,05). Berarti adanya pengaruh dari pijat oksitosin dibuktikan dengan meningkatnya jumlah responden dengan produksi ASI kategori lancar.

Dengan demikian terdapat pengaruh signifikan pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas dengan cara memberikan efek rileks dan nyaman untuk memperlancar

pengeluaran ASI.

Tabel 1. Data Hasil Literatur Review Penelitian Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum

(9)

136 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 dari hormon oksitosin atau reflek letdown

melalui stimulasi sensori dari sistem afferen. Pijat oksitosin dilakukan dengan cara memijat punggung sepanjang kedua sisi tulang belakang bertujuan agar ibu lebih rileks dan lelah yang dirasakan setelah melahirkan hilang. Setelah dilakukan pijat oksitosin ibu merasa lebih nyaman, santai dan tidak merasa kelelahan yang dapat membantu merangsang keluarnya hormon oksitosin sehingga pengeluaran ASI akan menjadi lancar (Apreliasari & Risnawati, 2020). Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Mardiyaningsih dkk., (2011) yang menyatakan dengan dilakukan pijat oksitosin, ibu akan merasa rileks, nyaman, lelah setelah melahirkan hilang sehingga akan merangsang hormon oksitosin dan ASI cepat keluar. Didukung dengan penelitian yang dilakukan Yantina &

Fitriani, (2018) yang menyatakan dari 15 responden yang diberikan pijat oksitosin terdapat 13 responden (86,7%) produksi ASI nya baik dengan kriteria BAB bayi 6-8 kali sehari dengan warna jernih kekuningan atau kuning kehijauan. Selain pijat oksitosin masalah kurangnya produksi ASI pada ibu postpartum juga dapat dikurang dengan menyusui bayinya dengan benar dan sesering mungkin yang akan merangsang pengeluaran ASI.

3. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI

Adanya pengaruh yang signifikan terhadap produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin karena pijat oksitosin memberikan rasa nyaman dan rileks sehingga produksi ASI meningkat. Sejalan dengan penelitian (Saputri dkk., 2019), bahwa teknik pemijatan merupakan terapi nonfarmakologis yang memberikan rasa nyaman dan rileks, secara otomatis dapat merangsang keluarnya hormon oksitosin sehingga merangsang pengeluaran ASI pada ibu.

Apabila ibu khawatir, akan menimbulkan stress dan ketidaknyamanan yang mengakibatkan hambatan refleks let down sehingga menurunkan produksi ASI.

Maka diperlukan tindakan untuk meningkatkan rasa nyaman untuk menurunkan kadar epineprin dan norepineprin dalam darah untuk meningkatkan keseimbangan dengan cara pijat oksitosin. Dengan pijatan disepanjang tulang belakang, neurotransmitter akan merangsang medulla oblongata mengirim pesan ke hipotalamus untuk mengeluarkan oksitosin. Pijat oksitosin ini juga akan merileksasikan ketegangan dan menghilangkan stress sehingga meningkatkan rasa nyaman.

Saat ibu nyaman, tubuh akan mudah melepaskan hormon oksitosin. Hormon oksitosin diproduksi oleh kelenjar hippofisi posterior. Setelah diproduksi, oksitosin

(10)

137 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023 akan memasuki darah kemudian

merangsang sel meopitel mendorong ASI keluar dari alveolus mammae melalui duktus laktiferus menuju sinus laktiferus dan disana ASI akan disimpan. Saat bayi menghisap puting susu, ASI yang tersimpan di sinus laktiferus akan tertekan keluar kemulut bayi (Widyasih, 2013).

Menurut (Nadiya, 2020), let down reflex sangat dipengaruhi oleh psikologis ibu seperti memikirkan bayi, mencium, melihat bayi dan mendengarkan suara bayi.

Sedangkan faktor yang menghambat adalah strees, gelisah, kurang percaya diri, takut, nyeri dan cemas. Tanda let down refleks baik dengan adanya tetesan ASI sebelum bayi mulai menyusu. Agar let down refleks baik, perlu stimulasi pengeluaran hormon oksitosin dengan merangsang titik di punggung dengan pijatan yang dapat juga meningkatkan refleks nyaman pada ibu.

Gambar 2. Pijat Oksitosin (Sumber:Vaikoh, 2017)

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil review artikel dari tujuh jurnal didapatkan kesimpulan : 1. Produksi ASI sebelum dilakukan pijat

oksitosin kurang baik karenakan ASI tidak dapat keluar atau produksinya kurang lancar dikarenakan pikiran negatif yang menghambat refleks oksitosin. Jika ibu khawatir dan takut ASInya tidak cukup, maka akan menghambat produksi ASInya.

2. Produksi ASI setelah dilakukan pijat oksitosin meningkat karenakan pijat oksitosin dapat meningkatkan kenyamanan dan merangsang keluarnya hormon oksitosin dan prolaktin yang berfungsi meningkatkan kelancaran produksi ASI.

3. Adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu postpartum dikarenakan pijat oksitosin dapat meningkatkan rasa nyaman dan rileks sehingga tubuh mudah melepas hormon oksitosin yang berdampak peningkatan produksi ASI.

DAFTAR PUSTAKA

Apreliasari, H., & Risnawati, R. (2020).

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga,

5(1), 48–52.

https://doi.org/10.36409/jika.v5i1.103 Asih, Y. (2018). Pengaruh Pijat Oksitosin

terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas.

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik,

(11)

138 | Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti; Volume 11 Nomor 01, April 2023

13(2), 209–214.

https://doi.org/10.26630/JKEP.V13I2.

931

Dahniarti, D. (2017). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Wohabima Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 3(2), 284–289.

Dwi Fara, Y., & Tyas Mayasari, A. (2020).

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI Ibu Postpartum. 2(2), 269.

https://wellness.journalpress.id/wellne ss

Kementerian Kesehatan RI. 2021. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020.

Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Link:

https://www.kemkes.go.id/downloads/

resources/download/pusdatin/profil- kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan- Indonesia-Tahun-2020.pdf

Kholisotin, K., Munir, Z., & Astutik, L. Y.

(2019). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Primipara Di RSIA Srikandi IBI. Jurnal Keperawatan

Profesional, 7(2).

https://doi.org/10.33650/jkp.v7i2.598 Litasari, R., Mahwati, Y., & Rasyad, A. S.

(2020). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Dan Produksi ASI Pada Ibu Nifas. Jurnal Kesehatan STIKes Muhammadiyah Ciamis, 5(2).

https://doi.org/10.52221/jurkes.v5i2.3 7

Magdalena, M., Auliya, D., Usraleli, U., Melly, M., & Idayanti, I. (2020).

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 344.

https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.9 39

Mardiyaningsih, E. (Eko), Setyowati, S.

(Setyowati), & Sabri, L. (Luknis).

(2011). Efektifitas Kombinasi Teknik Marmet Dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Post Seksio Di Rumah Sakit Wilayah Jawa Tengah.

Soedirman Journal of Nursing, 6(1), 31–38.

https://doi.org/10.20884/1.JKS.2011.6 .1.321

Nadiya, S. (2020). Pengaruh Pijat Stimulus Oksitosin Terhadap Let Down Reflek Pada Ibu Postpartum Di Bpm Muaddah, S.Sit Desa Meunasah Gadong Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. In Journal of Healthcare Technology and Medicine (Vol. 6, Issue 2).

Saputri, I. N., Ginting, D. Y., & Zendato, I.

C. (2019). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum. Jurnal Kebidanan Kestra

(JKK), 2(1), 68–73.

https://doi.org/10.35451/jkk.v2i1.249 Susanti, D., Windari, A. P., & Niak, I.

(2021). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Namlea Kabupaten Baru. Forum Ilmiah Kesehatan (FORIKES), 11(2), 84–86.

https://doi.org/10.33846/2trik11203 Yantina, Y., & Fitriani, P. (2018). Pengaruh

Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah Bandar Lampung Tahun 2015. Jurnal Kebidanan Malahayati, 1(2), 98–102.

https://doi.org/10.33024/JKM.V1I2.55 2

Widyasih, H., & Suhernidan, Rahmawati, A. (2013), Perawatan Masa Nifas, Fitramaya, Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Ada hubungan rawat gabung dengan produksi ASI pada ibu nifas di ruang melati RSUD Kabupaten Jombang yakni produksi ASI pada ibu yang dilakukan rawat gabung lebih

Oksitosin yang dikeluarkan melalui rangsangan breast massase, selain untuk kontraksi otot-otot payudara yang berguna mempercepat produksi ASI juga merangsang

Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling , sebanyak 27 ibu postpartum primipara, dibagi 3 kelompok (kelompok acupressure points for lactation , pijat

Hasil tersebut menunjukkan ada peningkatan produksi ASI sebelum dan sesudah mengonsumsi daun katuk, sebelum diberikan daun katuk produksi ASI ibu post partum termasuk kurang untuk

Berdasarkan tabel 4.6 kelancaran pengeluaran ASI setelah posttest dilakukan woolwich massage selama 3 hari H0-H2 postpartum pada kelompok eksperimen, semua responden keluaran ASI

Tahapan metode pengabdian, yaitu: 1 Mengadakan penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pada Kader dan Ayah ASI, kader yang ikut pada penyuluhan ada 6 orang, untuk ayah ASI

29 % SIMILARITY INDEX 1 2 3 4 5 6 7 8 9 OPTIMIZING THE ENDORPHIN AND OXYTOCIN MASSAGES TO INCREASE BREAST MILK PRODUCTION AMONG POSTPARTUM MOTHERS IN INDONESIA ORIGINALITY REPORT

Results: Based on the results of this study, it was found that anxiety during the COVID-19 pandemic in 31 postpartum mothers in the working area of the Sekaran Lamongan Health Center,