• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Tingkat keterlibatan kebugaran jasmani dalam peningkatan prestasi belajar PJOK pada siswa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "View of Tingkat keterlibatan kebugaran jasmani dalam peningkatan prestasi belajar PJOK pada siswa"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

52 Volume 13, Nomor 2, (2023) hal. 52-60

ISSN: 2722-4686 (Online), ISSN: 2087-3751 (Print)

Journal Homepage:

https://www.jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/motion

Tingkat keterlibatan kebugaran jasmani dalam peningkatan prestasi belajar PJOK pada siswa

Muchammad Faishal Ramadhan¹*, Hasan Basri², Andini Dwi Intani3

¹SDN Cengkareng Timur 21 Pagi, email: [email protected]

2Universitas Islam 45, Indonesia, email: [email protected]

3Universitas Islam 45, Indonesia, email: [email protected]

Info Artikel Abstract

Diajukan: Agustus 2023 Diterima: September 2023 Diterbitkan: September 2023

Keyword:

Physical Fitness, Learning Outcomes, Sport

Kata Kunci:

Kebugaran Jasmani, Hasil Belajar, Olahraga

This study aims to determine the contribution of physical fitness to the learning outcomes of sports and health physical education subjects in class v SDN Cengkareng Timur 21 Pagi. This research is a correlation research.

The population and sample of this study were 32 students of class V at SDN Cengkareng Timur 21 Pagi with a range of ages 10-12 years. The measurement of the Indonesian Physical Fitness Test is carried out by measuring 5 tests, namely, running 40 meters, hanging your elbows, lying down, jumping upright and running 600 meters. Data collection techniques with tests using the TKJI test form. While the learning achievement data was taken from the grades of the even semester report cards for PJOK subjects. The results showed that the physical fitness test was in the moderate category and the student learning outcomes test was in the good category. This is evident from the normality test of the TKJI data, the value of sig = .200 means that the significance value of the data is greater than 0.05, meaning that the normality test is normally distributed, and the results of the normality test of the Learning Outcomes data are obtained sig = .190, which means the significance value of the data greater than 0.05, it means that the normality test is normally distributed. From the results of the correlation test, it was obtained that the two variables obtained r = .650 included in the sufficient criteria, meaning that there was a significant contribution between physical fitness and student learning outcomes.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kebugaran jasmani terhadap hasil belajar mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa kelas v SDN Cengkareng Timur 21 Pagi. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Cengkareng Timur 21 Pagi berjumlah 32 siswa dengan rentan usia 10-12 tahun. Pengukuran Tes Kebugaran Jasmani Indonesia dilakukan dengan mengukur 5 tes yaitu, lari 40 meter, gantung siku tekuk, baring duduk, loncat tegak dan lari 600 meter. Teknik pengumpulan data dnegan tes dengan menggunbakan formulir tes TKJI.

Sedangkan data prestasi belajar diambil dari nilai raport semester genap mata pelajaran PJOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes kebugaran jasmani berada pada kategori sedang dan tes hasil belajar siswa berada pada kategori baik. Hal ini terbukti ari uji normalitas data TKJI di peroleh nilai sig = ,200 berarti nilai signifikansi data tersebut lebih besar dari 0,05, berarti uji normalitas berdistribusi normal, dan Hasil uji normalitas data Hasil Belajar di peroleh sig =,190 berarti nilai signifikansi data lebih

(2)

53

besar dari 0,05, berarti uji normalitas berdistribusi normal. Dari hasil uji korelasi diperoleh kedua variabel tersebut didapatkan r = ,650 termasuk dalam kriteria cukup, artinya terdapat kontribusi yang signifikan antara kebugaran jasmani dengan hasil belajar siswa.

Penulis Korespondensi:

Muchammad Faishal Ramadhan, SDN Cengkareng Timur 21 Pagi Email: [email protected]

© 2023 The Authors. Published by PJKR Universitas Islam 45, Bekasi. Licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan sesorang dengan pendidikan dapat menentukan dan menuntun masa depan dan arah hidup seseorang karena dapat dijadikan tolak ukur kualitas setiap orang (Kusumawati dkk., 2022). Di dalam UU. No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 disebutkan tentang tujuan pendidikan yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis juga bertanggung jawab (Noor, 2018; Syafe’i, 2015).

Pendidikan jasmani merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan pada umumnya yang mempengaruhi potensi peserta didik dalam hal kognitif, afektif, dan psikomotor melalui aktivitas jasmani (Fillah dkk., 2022) dengan aktivitas jasmani anak dapat memperoleh pengalaman yang berharga untuk kehidupannya seperti kelincahan, kecerdasan, kerjasama, keterampilan, dan sebagainya (Ramdhani & Basri, 2023). Kebugaran jasmani merupakan keadaan kemampuan jasmani yang dapat menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap tugas jasmani tertentu dan/atau terhadap keadaan lingkungan yang harus diatasi dengan cara yang efisien, tanpa kelelahan yang berlebihan dan telah pulih sempurna sebelum datang tugas yang sama pada esok hari. Pengembangan kebugaran jasmani dalam pendidikan diberikan sejak usia dini di bangku sekolah dasar melalui pendidikan jasmani (Arifin, 2018;

Darmawan, 2017; Lengkana & Muhtar, 2021). Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik

(3)

54 yang bertujuan untuk meningkatkan individu. Pembinaan kebugaran jasmani yang diberikan pada para pelajar sudah tercantum dalam kurikulum sekolah sesuai dengan jenjang pendidiknnya (Mahfud dkk., 2020; Paryanto & Wati, 2012). Melalui kebugaran jasmani yang baik, siswa akan mampu menerima dan menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru. Selain itu melalui kebugaran jasmani yang baik, setiap siswa juga akan memiliki rasa percaya diri di dalam kegiatan menuntut ilmu karena ia tidak akan mudah lelah, tidak mudah kehilangankonsentrasi, ataupun tidak mudah jatuh sakit karena daya tahan tubuh menurun sehingga akibatnya siswa akan mampu menunjukkan potensi maksimalnya (Suhartoyo dkk., 2019).

Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dalam domain kognitif, afektif dan psikomotorik (Jamaliah & Priono, 2022). Hasil belajar siswa dalam bidang akademik ini secara sederhana dapat diamati melalui rekap hasil belajar yang biasa disebut raport. Dalam raport dapat diamati hasil belajar siswa selama satu semester menempuh kegiatan belajar di sekolah. Tiap-tiap raport mencantumkan nilai-nilai mata pelajaran yang telah diikuti siswa sehari-hari. Nilai raport merupakan nilai yang diberikan guru berdasarkan keaktifan dan kapabilitas muridnya dalam mengikuti dan menerapkan pengajaran yang telah diberikan. Selain itu nilai raport juga merupakan cerminan prestasi akademik yang dapat dirintis oleh siswa. Indikator yang dapat dilihat adalah setiap siswa dapat menikmati manfaat olahraga secara umum melalui tingkat kesegaran jasmani yang semakin baik yang berdampak pada semangat, motivasi dan tingkat kesehatan siswa yang bersangkutan sehingga dapat menempuh kegiatan pembelajaran secara optimal (Dakhi, 2020; Palittin dkk., 2019).

Salah satu sekolah favorit yang berada di wilayah Kecamatan Cengkareng adalah SD Negeri Cengkareng Timur 21 Pagi yang merupakan sekolah negeri dengan predikast unggul (A). SD Negeri Cengkareng Timur 21 Pagi merupakan tempat penelitian untuk membuktikan dan mengetahui apakah dengan status sekolah terakreditasi unggul mempunyai hasil belajar yang baik terutama pada mata pelajaran PJOK dengan melibatkan nilai kontribusi kebugaran jasmani siswa. Berdasarkan uraian terseut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi

(4)

55 kebugaran jasmani terhadap hasil belajar mata pelajaran PJOK pada siswa kelas V SDN Cengkareng Timur 21 Pagi.

METODE

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengujian korelasi yang bertujuan untuk menemukan apakah terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih (Gumantan, 2020). Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cengkareng Timur 21 Pagi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang. Pengumpulan data menggunakan Tes Kebugaran Jasmani (TKJI) dan hasil raport untuk hasil belajar siswa. Adapun formulir TKJI dan rentang nilai TKJI yang menjadi intrumen penelitian sebagai berikut :

Tabel 1. Formulir Tes Kebugaran Jasmani (TKJI)

Berdasarkan tabel 1 dalam menentukan klasifikasi tingkat kebugaran jasmani digunakan norma tes kebugaran jasmani Indonesia, dengan nilai klasifikasi (1) jumlah nilai 22-25 mempunyai klasifikasi Baik Sekali, (2) jumlah nilai 18-21 mempunyai klasifikasi Baik, (3) jumlah nilai 14-17 mempunyai klasifikasi Sedang, (4) jumlah nilai 10-13 mempunyai klasifikasi Kurang, dan (5) jumlah nilai 5-9 mempunyai klasifikasi Kurang Sekali (Hakim dkk., 2020).

(5)

56 HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tes kebugaran jasmani Indonesia merupakan tes baku yang digunakan untuk mengukur tingkat kesegaran jasmani orang Indonesia. Tes ini dibuat dengan melihat kondisi orang-orang di Indonesia dengan Negara lain tidak sama. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tentang gambaran akan tingkat kesegaran jasmani orang Indonesia maka diciptakanlah tes kesegaran jasmani Indonesia (Ilyas & Almunawar, 2020; Tapo, 2020). Adapun hasil tes kebugaran jasmani diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Tes Kebugaran Jasmani Siswa Kelas V

No K

lasifikasi

Jumlah Nilai Frekuensi Prosentase

1 Baik Sekali (BS) 22-25 0 0,00

2 Baik (B) 18-21 10 31,25

3 Sedang (S) 14-17 15 46,88

4 Kurang (K) 10-13 7 21,88

5 Kurang Sekali (KS) 5-9 0 0,00

Jumlah 32 100,00

Berdasarkan tabel 2 menunjukkan tingkat kebugaran jasmani siswa-siswi kelas V SD Negeri Cengkareng Timur 21 Pagi adalah 0% memiliki tingkat kebugaran jasmani yang kurang sekali, 21,88% masuk kategori kurang, 46,88 dalam kategori sedang, 31,25 masuk dalam katagori baik, 0% masuk dalam kategori baik sekali.

Secara umum tingkat kebugaran jasmani siswa-siswi SDN Cengkareng Timur 21 Pagi adalah sedang. Sedangkan hasil tes belajar mata pelajaran PJOK diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 3. Deskripsi Hasil Penilaian Prestasi Belajar PJOK

No Klasifikasi Jumlah Nilai Frekuensi Prosentase

1 Sangat Baik 90-100 0 0

2 Baik 80-90 27 84,375

(6)

57

3 Cukup 70-80 5 15,625

4 Perlu Bimbingan <70 0 0

Jumlah 32 100

Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa-siswi SDN Cengkareng Timur 21 Pagi dalam kategori perlu bimbingan 0%, cukup 15,625%, baik 84,375, sangat baik 0%. Secara umum hasil belajar pada siswa-siswi SD Negeri Cengkareng Timur 21 Pagi pada tahub 2022 adalah baik. Dari hasil tes terhadap kedua variabel penelitian, langkah selanjutnya adalah Uji Normalitas dengan menggunakan statistik SPSS 25.0 dengan uji kolmogorov-smirnov dan uji korelasi.

Tabel 4. Hasil Uji Normalitas dan Uji Korelasi Variabel Normalitas – Kolmogrov

Smirnov

Correlations

TKJI

Statistic .115 Perrson Correlation .650**

Df 32 Sig. (2-tailed) .000

Sig .200 N 32

Hasil Belajar

Statistic .129 Perrson Correlation .650**

Df 32 Sig. (2-tailed) .000

Sig .190 N 32

Berdasarkan tabel 4 menunjukkan hasil uji normalitas data TKJI di peroleh nilai sig = 200 berarti nilai signikansi data tersebut lebih besar dari 0,05 dapat ditarik kesimpulan bahwa uji normalitas berdistribusi normal, adapun hasil uji normalitas data hasil belajar di peroleh nilai sig=190 berarti nilai signifikansi data lebih besar dari 0,05 yang berarti uji normalitas berdistribusi normal. Dari hasil perhitungan yang diperoleh kedua variabel tersebut didapatkan r = ,650 artinya terdapat kontribusi antara kebugaran jasmani dengan hasil belajar mata pelajaran PJOK pada siswa kelas V SD Negeri Cengkareng Timur 21 Pagi.

(7)

58 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V SDN Cengkareng Timur 21 Pagi yaitu; adalah 0% memiliki tingkat kebugaran jasmani yang kurang sekali, 21,88% masuk kategori kurang, 46,88% dalam kategori sedang, 31,25% masuk dalam katagori baik, 0% masuk dalam kategori baik sekali.

Secara umum tingkat kebugaran jasmani siswa-siswi SDN Cengkareng Timur 21 Pagi adalah sedang. Adapun hasil belajar pada siswa kelas V SDN Cengkareng Timur 21 Pagi tahun 2022 berkategori cukup sebanyak 5 responden atau 15,625%, dan berkategori baik sebanyak 27 responden atau 84,375% dari 32 siswa yang di teliti.

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar pada siswa kelas V berada dalam katagori baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontribusi terhadap tingkat kebugaran jasmani terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Cengkareng Timur 21 Pagi, hali ini ditunjukkan dari besarnya nilai r yaitu 0,650.

Hasil penelitian terkait tingkat kebugaran jasmani pada siswa berada kategori sedang sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suryadi & Rubiyatno (2022) yang menunjukkan tingkat kebugaran jasmani pada siswa ekstrakulikuler futsal berada pada kategori sedang dengan prosentase sebesar 70%. Tingkat hasil belajar mata pelajaran PJOK pada siswa dalam kategori baik sejalan dengan penelitian Destriana dkk., (2022) yang menyatakan hasil belajar siswa kelas VII SMP Palembang berada pada kategori baik.

Kualias kecerdasan intelektual individu dipandang sebagai faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam meraih kesuksesan belajar. Keberhasilan belajar individu bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tapi juga dapat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor internal dapat mencakup kondisi fisik, seperti kesehatan tubuh, kondisi psikis, seperti kemampuan intelektual, emosional; dan kondisi sosial. Sedangkan faktor internal yaitu dimana kondisi fisik seseorang memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan belajar. Proses belajar seseorang akan terganggu jika berada dalam kondisi yang kurang sehat, cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, mengantuk, ataupun gangguan fungsi alat penginderaan dan organ – organ lainnya.

(8)

59 Sehingga kebugaran jasmani merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Tingkat kebugaran jasmani siswa mempunyai peran, terutama saat melangsunkgan kegiatan belajar. Kebugaran jasmani berperan penting dalam meningkatkan kemauan dan semangat belajar, sehingga dengan kebugaran jasmani yang baik maka dapat mendukung terciptanya hasil belajar yang baik.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasi penelitian dan pembahasan terkait tingkat keterlibatan kebugaran jasmani dalam peningkatan hasil belajar mata pelajaran PJOK pada siswa kelas v SDN Cengkareng Timur Pagi dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa berada pada kategori sedang dan tingkat hasil belajar pada siswa berada pada kategori baik. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya keterlibatan atau kontribusi kebugaran jasmani terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Cengkareng Timur 21 Pagi, hali ini ditunjukkan dari besarnya nilai r yaitu 0,650.

REFERENSI

Arifin, Z. (2018). Pengaruh Latihan Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) Terhadap Tingkat Kebugaran Siswa Kelas V di MIN Donomulyo Kabupaten Malang.

Al-Mudarris: Journal Of Education, 1(1), 22–29.

Dakhi, A. S. (2020). Peningkatan hasil belajar siswa. Jurnal Education and development, 8(2), 468–468.

Darmawan, I. (2017). Upaya meningkatkan kebugaran jasmani siswa melalui penjas.

Jurnal Inspirasi Pendidikan, 7(2), 143–154.

Destriana, D., Elrosa, D., & Syamsuramel, S. (2022). Kebugaran Jasmani Dan Hasil Belajar Siswa. Jambura Health and Sport Journal, 4(2), 69–77.

https://doi.org/10.37311/jhsj.v4i2.14490

Fillah, A. M., Haqiyah, A., & Basri, H. (2022). Sosialisasi Webinar Pengenalan Olahraga Cricket Bagi Guru SMP PJOK Di Kota Bekasi. DEVOSI, 3(2), 23–

28.

Gumantan, A. (2020). Pengembangan Aplikasi Pengukuran Tes kebugaran Jasmani Berbasis Android. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 19(2), 196–205.

Hakim, A. L., Subandowo, M., & Rohman, U. (2020). Pengaruh circuit training dan interval training dalam tes kebugaran jasmani pada ektrakurikuler futsal siswa SMP. Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani Dan Olah Raga), 5(1), 86–95.

Ilyas, I., & Almunawar, A. (2020). Profil kebugaran jasmani siswa ekstrakurikuler bola voli. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI), 1(1), 37–45.

Jamaliah, N., & Priono, J. (2022). Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui Permainan Tradisional Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1

(9)

60 Meranti. All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety, 2(1), 416–427.

Kusumawati, M., Abidin, D., Bujang, B., Haqiyah, A., Mylsidayu, A., Basri, H., Ridlo, A. F., Iskandar, T., Siregar, Y. L., & Mamesah, E. D. (2022).

Implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 1–9.

Lengkana, A. S., & Muhtar, T. (2021). Pembelajaran Kebugaran Jasmani. CV Salam Insan Mulia.

Mahfud, I., Gumantan, A., & Nugroho, R. A. (2020). Pelatihan Pembinaan Kebugaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Olahraga. Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan, 3(1), 56–61.

Noor, T. (2018). Rumusan tujuan pendidikan nasional pasal 3 undang-undang sistem pendidikan nasional No 20 Tahun 2003. Wahana Karya Ilmiah Pendidikan, 2(01).

Palittin, I. D., Wolo, W., & Purwanty, R. (2019). Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa. Magistra: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 6(2), 101–109.

Paryanto, R., & Wati, I. D. P. (2012). Upaya meningkatkan kebugaran jasmani siswa melalui pendidikan jasmani. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 2(5).

Ramdhani, L., & Basri, H. (2023). Survey of Understanding Levels of Futsal Game Rules (Laws of The Game) on Futsal Extracurricular Participants. Paradigma, 20(1), 38–48.

Suhartoyo, T., Budi, D. R., Kusuma, M. N. H., Syafei, M., Listiandi, A. D., &

Hidayat, R. (2019). Identifikasi Kebugaran Jasmani Siswa SMP Di Daerah Dataran Tinggi Kabupaten Banyumas. Physical Activity Journal (PAJU), 1(1), 8–17.

Suryadi, D., & Rubiyatno, R. (2022). Kebugaran jasmani pada siswa yang mengikuti ekstrakulikuler futsal. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 5(1), 1.

https://doi.org/10.26418/jilo.v5i1.51718

Syafe’i, I. (2015). Tujuan Pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 151–166.

Tapo, Y. B. O. (2020). Evaluasi status kebugaran jasmani dan tingkat penguasaan keterampilan olahraga sepak bola dan bola voli mahasiswa PJKR semester V STKIP Citra Bakti Ngada berdasarkan aktivitas perkuliahan praktek dan pembinaan kegiatan UKM. Ejurnal IMEDTECH, 4(1), 37–54.

Referensi

Dokumen terkait

Mengingat begitu pentingnya tingkat kebugaran jasmani untuk mencapai prestasi yang baik khususnya bagi prestasi belajar siswa kelas V SDN 5 Sumbe-rejo Kecamatan Kemiling

Hasil uji normalitas pada tabel di atas, dijelaskan bahwa nilai signifikasi dari tes kebugaran jasmani menggunakan MFT (Multistage Fitness Test) dan hasil belajar mata

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai tes kebugaran jasmani pegawai Administrasi FKIP Untan maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkat kebugaran

Berdasarkan analisis data penelitian yang ditemukan, penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa sebanyak 25 orang subjek yang melaksanakan tes kebugaran jasmani anak Indonesia 4%

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh hasil dari tingkat kebugaran jasmani pada siswa SMA YP PGRI 1 Makassar sebagian besar berkategori baik sekali terdapat 0 Putera

PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa Kelas IV Sekolah Dasar dengan menggunakan 5 item tes untuk kebugaran jasmani dapat mengetahui tingkat kebugaran

Samarinda: Program Studi Pendidikan Olahraga, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, 2023 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebugaran jasmani dengan

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, disimpulkan hasil Tes Kebugaran Jasmani Indonesia TKJI pada sekolah yang terdapat di Kecamatan Simpang Oku