• Tidak ada hasil yang ditemukan

Volume 04 Nomor 01, Juni 2020 - E-Journal UNUJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Volume 04 Nomor 01, Juni 2020 - E-Journal UNUJA"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

They argue for strict adherence to the text and take a literal approach to the text. It is the Koran that should guide Muslims, rather than any so-called modern needs. The meaning of the Qur'an is fixed and universal in its application. The Qur'an is the Word of God, whatever it contains cannot fail to be relevant to the needs of all societies at all times and in all places. There is no need to re-read any part of the Qur'anic text".

They argue for understanding the Qur'an in the light of the political, social, historical, cultural and economic contexts of the revelation. Contextualist approach takes into account both the socio-historical context of the Qur'an at the time of revelation in the first/seventh century and the contemporary concerns and needs of Muslims. The social and historical context must be taken into account with the linguistic criteria to provide a fuller meaning of the Qur'an relevant to the changing needs and circumstances of Muslims.

Konteks sosial dan sejarah harus diperhatikan tanpa mengabaikan aspek kebahasaan untuk memberikan pemahaman Al-Qur'an yang lebih utuh dan relevan dengan perubahan kebutuhan dan kondisi umat Islam saat ini. Tidak ada sesuatu pun yang sakral dalam penafsiran pribadi yang diberikan terhadap suatu ayat, baik oleh sahabat Nabi, atau oleh penerusnya, atau oleh para Imam. Metodologi, terminologi dan konsep yang ditawarkan oleh para ulama klasik penafsiran Al-Qur'an tidak relevan secara permanen".

سعياً وراء كلمات القرآن ولغات القرآن، بدأت كلمات القرآن عندما تم ختم القرآن عندما كُسرت المعدة في وقت العودة عام 2012.

Membaca Ulang Relasi Perempuan dan Laki-laki dalam Keluarga

Misalnya dalam Islam, laki-laki dipercaya sebagai pemimpin dan kepala keluarga serta wajib memberikan nafkah bagi keluarga. Kata لاجرلا merupakan bentuk jamak dari kata لجر yang biasanya diartikan maskulin. Nasaruddin Umar menerjemahkan ayat di atas bahwa laki-laki adalah pelindung dan pemelihara perempuan.

Dan jika merujuk pada terjemahan Kementerian Agama, ayat di atas diterjemahkan seolah-olah laki-laki adalah pemimpin atas perempuan. Sesuai dengan alasan nuzul ayat tersebut, keutamaan laki-laki berkaitan dengan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.18. Muhammad Baltaji berpendapat bahwa makna qawwah>mah dalam konteks ayat di atas diartikan bahwa, dari segi sifat dan akhlak, Allah telah memberikan keutamaan laki-laki atas perempuan.

Jika demikian, kepemimpinan dalam sebuah keluarga bisa datang dari laki-laki (suami) atau perempuan (istri). Beberapa ketetapan Allah yang bersifat ini bersifat khusus, seperti ketentuan laki-laki mempunyai dzakar (benda tumpul yang selalu diingat perempuan) yang berbeda dengan perempuan, farj (alam sempit yang menjadi sumber kelapangan) dan ketentuan Allah. ketentuan yang bersifat umum yang diberikan kepada laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, laki-laki mempunyai hak waris lebih banyak dibandingkan perempuan, karena laki-laki mempunyai kewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya.

Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki/laki-laki secara kodrati lebih unggul dibandingkan perempuan/istri. Hamka dalam tafsir surah al-Nisa (4); 34 tidak menyimpang dari penafsiran umum para ulama yang mengatakan bahwa laki-laki/suami adalah pemimpin bagi perempuan/istri. Lebih tegasnya dinyatakan bahwa ayat ini bukanlah perintah kepada laki-laki untuk menjadi pemimpin bagi perempuan, namun Hamka memaparkan ayat ini sebagai suatu kenyataan, kenyataan sejarah, bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan.

Lebih lanjut Hamka melanjutkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga, kepemimpinan sangat diperlukan, oleh karena itu wajar jika Al-Qur'an mengatakan bahwa laki-laki pada umumnya menjadi pemimpin bagi perempuan. Faktanya, kecemburuan perempuan terhadap superioritas laki-laki dalam hal tertentu tidak hanya terjadi di era modern. Perempuan tidak boleh menginginkan sesuatu yang merupakan hak laki-laki, begitu pula laki-laki.

Kepemimpinan didasarkan pada sudut pandang keunggulan jasmani dan rohani dan tidak lain adalah laki-laki. Artinya ketika beliau mengatakan bahwa Islam telah mengatur secara lengkap dan laki-laki dipercayakan peranannya sebagai pemimpin dan kepala keluarga serta wajib mengabdi demi kelangsungan hidup keluarga.

Kesimpulan : Tekstual dan Kontekstual: Manakah yang Relevan?

Yang terpenting maksud dan tujuan pemberian hukuman potong tangan, yaitu untuk memenuhi efek jera dari hukuman ganti rugi. Sebab, sebagaimana diketahui, tujuan utama pemidanaan adalah untuk mencegah pelaku mengulangi tindak pidananya. Bagaimana jika kita membawa penangguhan hukuman potong tangan terhadap alam Indonesia yang kita cintai.

Fazlur Rahman sebagai bapak kontekstualisme menolak hukuman potong tangan karena potong tangan sudah tidak lagi kontekstual dan tidak relevan dengan dunia saat ini. Pertanyaan kritis yang kemudian akan penulis ajukan adalah benarkah pernyataan kaum kontekstualis bahwa hukum Al-Quran sudah tidak relevan lagi. Jika pilihan penafsiran konteks misalnya jatuh pada hukuman penjara, karena yang berlaku dalam masyarakat dunia saat ini adalah hukuman penjara, maka penafsiran konteks tak lain hanyalah penafsiran yang cenderung pragmatis dan menganut positivisme.

Ia tidak lebih dari alat untuk memvalidasi hukum/tafsir yang sedang tren pada suatu periode tertentu. Dalam konteks Indonesia, pidana penjara bagi pelaku kejahatan khususnya koruptor seakan-akan sudah tidak berdaya lagi, tidak bergigi dan tidak mempunyai efek jera. Jika demikian, maka tujuan pemidanaan, yaitu untuk mencegah dan meminimalkan kejahatan, tidak akan terwujud, dan menjadi batal.

Jika benar keikutsertaan istri dalam pekerjaan membuat hubungan keluarga menjadi kurang harmonis, apalagi jika istri berprofesi sebagai tukang becak atau ojek, maka tidak bijak jika memaksakan konsep gender dalam keluarga seperti itu. Ketika anak-anak kehilangan kasih sayang terhadap ibu mereka, konsep gender perlu dikaji ulang. Menurut penulis, titik awal penafsirannya haruslah apa yang menjadi pohon ukur-so Melayu Singapura.

Begitu pula penafsiran kontekstual hanyalah penaklukan terhadap realitas dan penguasa peradaban jika tidak dilandasi kemaslahatan. Syarifuddin, Amir. Ushul Fiqih Jilid 2 (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999) al-Khalla>f, 'Abd al-Wahhab. Maka>natu al-mar`ati fi> al-Qur`n al-Kari>m wa al-sunnah al-shahi>hati (Kairo; Dar al-salam).

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat terjadi karena menurut Greenhaus dan Beutell (1985) menjelaskan sumber-sumber penyebab konflik peran diantaranya, yaitu 1) Semakin banyak waktu untuk

Hasil jadi smock pada gaun dengan teknik draping menggunakan pola ukuran smock 3 cm dikatakan baik karena dari semua aspek smock, bentuk diagonal pada smock The Lattice

Keberadaan kelompok BKB ini menjadi penting karena sangat bermanfaat bagi keluarga-keluarga yang mempunyai anak Balita untuk bisa mengurus dan merawat anak serta

yang mungkin terjadi darinya yang lebih besar, karena dia dapat menemui seorang wanita dan berduaan dengannya tanpa ada yang melarang- nya, berbeda dengan lelaki lain

Apalagi pada saat persalinan jika ibu hamil tidak mendapatkan motivasi dan support dari lingkungan dan keluarga khususnya suami, ibu akan mengalami rasa khawatir, cemas

Oleh karena itu, kondisi eosinofilia bisa menunjukkan kemungkinan adanya infeksi cacing STH, namun hubungan jumlah eosinofil terhadap kejadian infeksi STH pada pasien

Ginting, Perangin-angin dan Tarigan. Namun kini, di Desa Juhar juga terdapat marga Sembiring dan Karo-karo yang merupakan pendatang karena pernikahan ataupun

Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dan perilaku anggota keluarga dengan kejadian