KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN
WARUNG BUAH-BUAHAN YANG MENJADI CAFE KARAOKE (WARUNG REMANG-REMANG) PADA MALAM
HARI
(Studi: di Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman)
ARTIKEL
FITRA NINGSIH 12070022
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG 2016
KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN
WARUNG BUAH-BUAHAN YANG MENJADI CAFE KARAOKE (WARUNG REMANG-REMANG) PADA MALAM
HARI
(Studi: di Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman)
ARTIKEL
FITRA NINGSIH 12070022
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG 2016
KONTROL SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN
WARUNG BUAH-BUAHAN YANG MENJADI CAFE KARAOKE (WARUNG REMANG-REMANG) PADA MALAM
HARI
(Studi: di Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman)
ARTIKEL
FITRA NINGSIH 12070022
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2016
1
Social Control Societies existence of Fruits Shop The Become Karaoke Cafe (point Dimly- lit) At Night (Study: On the Road Shady, Market Obsolete / Sungai Buluh, District of Batang Anai, Padang Pariaman). Thesis Sociology of Education Studies Program, College of
Teacher Training and Education (STKIP) PGRI West Sumatra, Padang 2016 Oleh:
Fitra Ningsih1, Wahyu Pramono2, Rio Tutri3
*The Sosiology Education Student of STKIP PGRI West Sumatera
**The Sosiology Staff of Sosiology Education of STKIP PGRI West Sumatera
ABSTRACT
This research was motivated by the presence of the fruit stalls into a karaoke cafe in Market Obsolete be providing ladies night (prostitution). Evidence on the ground that the number of women who are on the streets or in front of the stalls of fruits into a karaoke cafe that sells its services. There are even some cafe owners to provide shelter for women who work at the karaoke cafe, action or behavior that is already breaking the rules, and still maintain their business. This study aims to (1) describe the form of deviant behavior in the stall fruits into a karaoke cafe, (2) describe the form of social control of society to the presence of fruit stalls into karaoke cafe.
In this study, researchers used a social control theory proposed by Reckless. The method used by the researchers that qualitative research is a research informant fruit stall owner who became cafe karaoke, people who participate demonstrations and people who did not join the demonstration against the presence of a karaoke cafe in Market Obsolete. The data used by researchers is the primary data and secondary data. Methods of data collection are observation, interview and document study. Analysis of the data used by Milles and Huberman interactive model in Sugiono, 1992: 20 namely: data collection, redukdi, data presentation, towing conclusions.
The results of this study show that: First: A group of people in Batang Anai build stalls fruit into a café karaoke at night making concerns about people in the neighborhood Batang Anai, because at these stalls happened an act or behavior that violates norms and values as well as the customs of the people Batang Anai such as: (1) gambling, (2) get drunk (Miras), (3) where sexual transactions. Second: People do social control over where stalls of fruits that became cafe karaoke (dimly lit stalls) are (1) Wali or public figure Batang Anai held a consultation in order to materialize an action to make the order and peace of society Sungai Buluh district, ( 2) verbal warning, (3) the community to do a demonstration against karaoke café that provides Prostitution veiled (PSK) that no longer exists, (4) sudden of inpeksi (sidak) bring community members from government agencies such as the police and municipal police.
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
2Pembimbing I, staf Pengajar Program Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
3Pembimbing II, staf Pengajar Program Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
Fitra Ningsih (12070022) Kontrol Sosial Masyarakat Terhadap Keberadaan Warung Buah- Buahan Yang Menjadi Cafe Karaoke (Warung Remang-Remang) Pada Malam Hari (Studi:
Di Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman).Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi, Sekolah Tinggi Keguruan
Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat, Padang 2016
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keberadaan warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke di Pasar Usang yang menjadi menyediakan wanita-wanita malam (prostitusi terselubung).
Temuan di lapangan bahwa banyaknya wanita-wanita yang berada di pinggir jalan atau di depan warung buah-buahan menjadi cafe karaoke yang menjual jasanya. Bahkan ada beberapa pemilik cafe menyediakan tempat tinggal untuk wanita-wanita yang bekerja di cafe karaoke tersebut, tindakan atau perilaku yang sudah melanggar aturan, dan tetap mempertahankan usahanya.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk perilaku menyimpang yang ada di dalam warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke, (2) mendeskripsikan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap keberadaan warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori kontrol sosial yang dikemukakan oleh Reckless. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yakni penelitian kualitatif, informan penelitian adalah pemilik warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke, masyarakat yang ikut demontrasi dan masyarakat yang tidak ikut demontrasi terhadap keberadaan cafe karaoke di Pasar Usang. Jenis data yang digunakan peneliti adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan dengan model interaktif Milles dan Huberman dalam Sugiono, 1992:20 yakni:
pengumpulan data, redukdi data, penyajian data, penarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama: Sekelompok masyarakat yang ada di Batang Anai membangun warung buah-buahan yang menjadi café karaoke pada malam hari membuat keresahan terhadap masyarakat di lingkungan Batang Anai, sebab di warung tersebut terjadi sebuah tindakan atau perilaku yang melanggar nilai dan norma serta adat istiadat masyarakat Batang Anai seperti: (1) berjudi, (2) mabuk-mabukan (Miras), (3) tempat transaksi seks. Kedua: Masyarakat melakukan kontrol sosial terhadap keberadaan warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke ( warung remang-remang) adalah (1) Wali Nagari atau tokoh masyarakat Batang Anai mengadakan musyawarah agar terlaksana suatu tindakan untuk membuat ketertiban dan ketentraman masyarakat Nagari Sungai Buluh, (2) peringatan lisan, (3)masyarakat melakukan demontrasi terhadap café karaoke yang menyediakan Prostitusi terselubung (PSK) agar tidak ada lagi, (4) inpeksi mendadak (SIDAK) masyarakat mendatangkan anggota dari lembaga pemerintahan seperti Polisi dan Satpol PP.
PENDAHULUAN
Perkembangan peradaban manusia selalu diikuti oleh perubahan tatanan sosial kemasyarakatan. Perubahan demi perubahan akan selalu kita alami. Sudah banyak nilai yang bergeser bahkan menimbulkan banyak masalah sosial seperti pelacuran, kriminal, dan perjudian. Masalah sosial sering diartikan warga masyarakat sebagai mengganggu, tidak dikehendaki, berbahaya dan merugikan banyak orang (Soekanto, 2000:395).
Dalam melakukan berbagai tindakan di dalam masyarakat seseorang dipandu oleh nilai dan norma. Menurut Bertrand, nilai merupakan sebagai penggambaran terhadap apa-apa yang disukai dan apa yang tak
disukai (Abdulsyani. 2002:51). Norma merupakan potokan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Apabila prilaku tidak sesuai dengan nilai dan norma, maka dianggap sebagai suatu penyimpangan dalam masyarakat (Soekanto, 2000:219).
Prilaku seseorang dapat dikatakan menyimpang bilamana prilaku tersebut dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain dan juga melanggar aturan-aturan, nilai-nilai dan norma baik agama, hukum, maupun adat istiadat (Mudjiran, dkk, 2007:150). Deviation adalah Penyimpangan terhadap kaidah dan nilai-nilai dalam masyarakat. Kaidah timbul dalam masyarakat karena diperlukan sebagai pengatur hubungan antara seseorang dengan
3
orang lain, atau antara seseorang dengan masyarakatnya (Soekanto, 2000:237).
Pola-pola perilaku merupakan cara- cara masyarakat bertindak atau berkelakuan yang sama dan harus diikuti oleh semua anggota masyarakat tersebut (Soekanto, 2000:197). Apabila masyarakat tidak memahami nilai dan norma yang mengatur kehidupan, maka timbul sebuah konflik terhadap tindakan yang dianggap menyimpang oleh masyarakat yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, semua anggota masyarakat yang bersedia menaati aturan yang berlaku, hampir bisa dipastikan kehidupan bermasyarakat akan bisa berlangsung dengan lancar dan tertib.
Tetapi, berharap semua anggota masyarakat bisa berperilaku selalu taat, tentu merupakan hal yang mahal. Di dalam kenyataan, tentu tidak semua orang akan selalu bersedia dan bisa memenuhi ketentuan atau aturan yang berlaku dan bahkan tidak jarang ada orang- orang tertentu yang sengaja melanggar aturan yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompok sehingga terciptanya sebuah pengendalian sosial dalam diri sendiri maupun masyarakat.
Menurut Soekanto, pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan, yang bertujuan untuk mengajak, membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang ada dalam masyarakat. Pengendalian sosial atau kontrol sosial di masyarakat Pasar Usang Kontrol sosial terhadap pemilik warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke terjadi di daerah Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Semenjak warung buah menjadi cafe karaoke (warung remang-remang) pandangan masyarakat pada umumnya menjadi negatif karena banyaknya muda mudi yang berkunjung ke cafe karaoke itu, sebab penjaga berpakaian seksi, ketat dan pendek yang melihatkan lekuk tubuhnya.
Berdasarkan pada pengamatan awal pada bulan Agustus 2015 yang dilakukan di Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Terhadap warung buah disiang hari dan malam menjadi cafe karaoke
(warung remang-remang), warung ini menyediakan berbagai minum-minuman untuk para pemuda-pemudi yang menjadi pengunjung di cafe tersebut.
Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti mengenai “Kontrol Sosial Masyarakat Terhadap Keberadaan Warung Buah-BuahanYang Menjadi Cafe Karaoke (warung remang-remang) pada malam hari di Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman”.
METODOLOGI
Berdasarkan latar belakang belakang dan kajian teori, maka penelitian ini termasuk kepada pendekatan kualitatif.
Metode ini disebut sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interprektive karena hasil penelitian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan di lapangan (Sugiono, 2013:7-8). Sugiyono, masalah dalam penelitian kualitatif bersifat sementara, tentatif, dan berkembang atau berganti setelah peneliti berada di lapangan.
Tipe penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif menurut Afrizal, (2014:13) penelitian dengan tipe deskriptif.
Deskriptif analisis merupakan metode penelitian data-data sesuai dengan yang sebenarnya kemudian data-data tersebut disusun, diolah, dan dianalisis untuk dapat memberikan gambaran mengenai masalah yang ada. Informan Penelitian ditentukan dengan mengunakan teknik purposive sampling maksudnya kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti sesuai kebutuhan informasi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan dan nama tidak boleh masuk kriteria dalam informan(Afrizal, 2014:140). Orang yang menjadi informan penelitian ini adalah 1).
Pemilik/penjaga cafe karaoke. 2).
Masyarakat yang ikut demo dan masyarakat yang tidak ikut demo. 3)Tokoh masyarakat Nagari Sungai Buluh.
Analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian dilakukan di Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman.
alasan penulis memilih lokasi ini karena
Nagari Sungai Buluh ini salah satu warung buah-buahan yang menjadi café karaoke pada malam hari atau tempat aktivitas wanita malam(PSK) yang membuat keresahan terhadap masyarakat Nagari Sunagai Buluh sehingga terciptanya Kontrol sosial masyarakat terhadap keberadaan warung buah-buahan yang menjadi café karaoke pada malam hari(warung remang- remang).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Wilayah Nagari Sungai Buluh merupakan salah satu dari empat Nagari di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman yang secara geografis,terletak antara 100°27’00' Bujur Timur dan 0°50’
30” Lintang daerahnya, 180,39²km, dengan ketinggian dari permukaan Laut 7-1000 m dpl, yang terdiri dari delapan Nagari, seperti Pasar Usang, Kabun, Kampong Apar, Kali Air, Kuliek, Salisikan, Tanjung Basung I, Tanjung Basung II, dengan kawasan bukit yang cukup luas, beriklim sedang dengan ketinggian dari permukaan Laut + 12 M.
Batas-batas wilayah Nagari Sungai Buluh terdiri dari :Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Alung. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Padang.
Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Kecamatan, Ulakan Tapakis, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Solok. Jumlah penduduk 16.224 Jiwa dengan 3261 KK. Sedangkan jumlah penduduk menurut pendidikan berjumlah 15,757 jiwa. menurut tempat ibadah yang ada di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman yang berjumah 10 Masjid,dan 20 Mushalla, dan jumlah Gereja 2. Mata pencarian atau pekerjaan masyarakat Sungai Buluah adalah petani, pedagang, berkebun, ibu rumah tangga, dan sebagai Pegawai Negeri/Swasta.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Keberadaan Cafe Karaoke (Warung Remang- Remang) Pada Malam Hari.
Dahulunya hanya ada warung lontong dan tempat anak-anak muda berjudi, dari tahun ketahun maka ada perubahan yang terjadi yaitu warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke pada malam hari yang bahkan di dalam cafe itu ada orang mabuk- mabuk dan main judi. Lama-kelamaan cafe tersebut menyediakan beberapa wanita di
dalamnya ditambah dengan alat musik karaoke. Pada Tahun 2002 sudah bertambah cafe karaoke itu menjadi 4 warung sampai sekarang. Awal keberadaan warung buah- buahan yang menjadi cafe karaoke (warung remang-remang) pada malam hari di Jalan Teduh, Pasar usang /Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Banyak menimbulkan permasalahan seperti tidak ada izin bangun usaha terhadap warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke, selain itu kawasan tersebut berada di kawasan pinggir jalan yang berdekatan dengan sekolah dan Masjid.
Keberadaan cafe karaoke tersebut akan merusak moral dan sendi agama sehingga masyarakat yang berada di Kecamatan Batang Anai merasa resah.
Tempat dan daerah tersebut berdirinya cafe karaoke tidak mendukung, karena bentuk cafe/warung seperti biasa saja warung tinggal yang tidak ada penghuninya, bahkan banyak orang-orang tidak mengetahui tentang keberadaan cafe tersebut. Pemilik café karaoke adalah Bapak IT, mendirikan café karaoke pada tahun 2012 memiliki wanita malam 4 orang dengan penghasilan 50.000.000. Buk DW mendirikan café karaoke pada tahun 2013 memiliki wanita (PSK) 5 orang. Bapak YL bapak YL memiliki wanita (PSK) 4orang. buk I memiliki wanita malam 3, penghasilan buk I 45.000.000 sebulan.
B. Bentuk Perilaku Menyimpang Yang Ada Di Cafe Karaoke
(1) Mabuk-mabuk merupakan suatu perilaku yang dianggap menyimpang oleh masyarakat, Miras merupakan minuman yang mengadung zat untuk memabukan seseorang, bahkan akan menghilangkan kesadaran seseorang apabila sudah terlalu banyak meminum-minum berakohol tersebut. (2) Judi (Song, Poker, dan Jokeran) Tanggapan masyarakat berbeda- beda terhadap perjudian dalam masyarakat, ada yang menolak, karena dianggap sebagai perbuatan setan dan dosa, dan haram sifatnya. Penghasilan yang halal itu bukan dari pertaruhan, akan tetapi harus berupa jerih payah kerja dalam usaha kita membesarkan keagungan tuhan. Apalagi agama Islam sangat melarang perjudian, perbuatan judi dan pertaruhan dianggap sebagai dosa atau perbuatan haram (Kartono,
5
1981:78). (3) Tempat Transaksi Seks (Prostitusi Terselubung) Prostitusi atau pelacuran merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat, yang harus dihentikan penyebar-penyebatnya, tanpa mengabaikan usaha pencegahan dan perbaikannya.
C. Bentuk Dan Langkah-Langkah Masyarakat Dalam Melakukan Kontrol Terhadap Keberadaan Cafe Karaoke.
1. Musyawarah, merupakan suatu pertemuan yang diadakan sekelompok masyarakat untuk melaksanakan suatu usaha agar terlaksana dengan lancar.
Tokoh masyarakat Kecamatan Batang Anai mengadakan pertemuan pada tanggal 20 Oktober 2013 yang di hadiri oleh Wali Nagari Sungai Buluh, Sekretaris Wali Nagari, Bundo Kanduang Nagari Sungai Buluh,Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bamus Nagari Sungai Buluh, Dan Pegawai Kantor Wali Nagari Sungai Buluh dalam rangka pembahasan mengenai keberadaan cafe karaoke pada malam hari yang meyediakan wanita-wanita malam (PSK), bahkan apa-apa saja tindakan yang dilakukan oleh masyarakat Batang Anai agar cafe karaoke tersebut di tutup, dan membuka usaha dengan semestinya.
2. Peringatan lisan, merupakan usaha yang dilakukan oleh masyarakat Batang Anai merupakan kontrol sosial yang bersifat represif (memperbaiki). Bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang terjadi akibat adanya pelanggaran norma atau perilaku menyimpang sosial Peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 Oktober 2015.
3. Aksi Demontrasi Oleh Masyarakat merupakan suatu kejadian yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat untuk menindak lanjut tentang apa yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan atau diharapkan oleh masyarakat. Demo disini terjadi pada sekelompok masyarakat Batang Anai terhadap warung buah-buahan yang menjadi cafe karaoke (warung remang-remang) pada malam hari, aksi demontrasi oleh masyarakat ini terjadi pada tanggal 20 November 2015.
4. Inpeksi Mendadak (SIDAK), merupakan usaha yang dilakukan oleh sekelompok anggota dari lembaga pemerintahan untuk menjaga ketertiban di suatu wilayah yang tidak sesuai dengan nilai dan norma. dilakukan pada tangal 24 November 2015, sampai sekarang masih berjalan Inpeksi Mendadak (SIDAK) terhadap warung buah- buahan yang menjadi cafe karaoke.
KESIMPULAN
Masyarakat merasakan keresahan terhadap keberadaan cafe karaoke yang ada di Nagari Sungai Buluh, sebab keberadaan cafe tersebut hanya akan merusak moral anak-anak dan memberikan pandangan jelek terhadap masyarakat yang ada. Di dalam café karaoke itu ada perilaku yang tidak baik seperti mabuk-mabuk, berjudi, dan tempat prostitusi terselubung. Pemilik cafe karaoke tidak memiliki kesadaran untuk menutup aktivitas yang dilakukannya, bahkan pemilik cafe tidak menghiraukan inpeksi mendadak/razia, dan datangnya Satpol PP dan Polisi tiap malam untuk melarang aktivitas yang ada dalam cafe karaoke itu.
SARAN
Penelitian ini mengenai kontrol sosial masyarakat terhadap keberadaan warung buah-buahan yang menjadi café karaoke (warung remang-remang) pada malam hari di Jalan Teduh, Pasar Usang/Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman masih jauh dari kesempurnaan dalam pembuatannya.
Adapun saran-saran penulis adalah:
1. Kepada peneliti selanjutnya yang akan membahas mengenai sosiologi murni khususnya terhadap control sosial masyarakat terhadap keberadaan warung buah-buahan yang menjadi café karaoke (warung remang-remang) pada malam hari dapat membedakan dalam bidang yang berbeda dengan penelitian ini 2. Kepada masyarakat, khususnya di
Kecamatan Batang Anai memberikan bimbingan atau arahan kepada pemilik warung, dan memberikan bimbingan terhadap wanita-wanita yang bekerja di cafe
karaoke itu agar mereka mencari kerja yang lebih baik dari tempat cafe karaoke itu.
3. Kepada wanita malam(PSK), diharapkan menyadari perbuatan yang dilakukan agar dapat memperdalam pengetahuan agama, yang bisa dilakukan dengan cara memperbanyak membaca buku keislaman, rajin mengikuti ceramah keagamaan, mengikuti kegiatan atau organisasi keagamaan atau organisasi lain yang bermanfaat, bergaul dengan teman-teman yang baik. Dengan cara-cara tersebut dapat terhindar dari pengaruh buruk
lingkungan yang akan
menjerumuskan dalam perbuatan maksiat, yang merupakan pelanggaran terhadap nilai sosial dan norma dalam masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Afrizal, 2014. Metode penelitian Kualitatif.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Abdulsyani. 2002. Sosiologi Skematika, Teori, Dan Terapan. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
Kons, Mudjiran, dkk.2007. Perkembangan Peserta Didik: Bahan Belajar Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Padang: UNP Press
Kartono,Kartini.1983. Patologi Sosial.
Bandung : CV. Rajawali.
Sugiono. 2013. Memahami Penelitian kualiatatif. Bandung: Alfabeta.
Soekanto, Soejono. 2000. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.