NAMA : NADYA ANANDA RAMADANI NPM / KELAS : 20051010069 / A
DOSEN PENGAMPU : HERU SUBIYANTORO, ST. MT.
WENDY SUNARYA ,S.T.,M.BSc
WEEK 5 (30 September 2021)
RESUME :
“Karakteristik Perancangan Daerah Tropis Lembab”
Di daerah tropis berada di lingkaran sabuk khatulistiwa ada berbagai macam, ada Tropis Kering dan ada Tropis Lembab. di Timur Tengah adalah tropis kering, asia tenggara, amerika selatan termasuk ke dalam tropis lembab.
jika kita nerancang pada daerah tropis lembab harus memperhtikan berbagai permasalahan pada kondisi lingkungannya, seperti :
Iklim Tropis Lembab
Tropikal basah merupakan iklim yang berada pada posisi latitude dari equator berjarak 15 sampai 25 derajat. Dalam iklim ini smeua bulan mempunyai rata-rata temperatur lebih besar dari 18 derajat celcius. Iklim ini umumnya ditemukan di asia tenggara, afrika tengah, dan amerika tengah.
Karakteristiknya antara lain :
- kelembapan dan curah hujan tinggi sepanjang tahun.
- temperatur tinggi sepanjang tahun.
- temperatur diurnal bervariasi sekitar 8 derajat celcius.
- sedikit variasi dalam temperatur.
- lahan datar dan angin laut mempunyai peranan utama di wilayah pantai.
- intensitas radiasi matahari bervariasi dengan kondisi berawan.
- angin menjadi faktor penting dalam kegiatan merancang, terutama pada daerah tropis lembab. maka dari itu penggunaan kipas angin sangat umum karena tingkat kelembapannya tinggi.
Contoh :
1. di sebagian wilayah Afrika. ada gabon, kamerun, republik kongo yang berada di daerah sabuk khatulistiwa. banyak juga tanaman karena tanaman mudah tumbuh pada daerah tersebut.
Karakteristik lingkungan :
- tanah lapang yang ditumbuhi tanaman
- rumah hampir sama seperti yang ada di Indonesia
2. di area asia tenggara. seperti Indonesia yang dilewati sabuk khatulistiwa atau ekuator.
Karakteristik lingkungan : - atap miring karena ada hujan - banyak tanaman
- interaksi sosial
- karakteristik bangunan yang mewakili arsitektur rakyat atau arsitektur tradisional/vernakular yang saat ini sudah berkembang.
- bahan material bangunan rumah tidak berat, mereka membangun di lingkungan yang vegetasinya cukup lembab, karena ciri di daerah khatulistiwa adalah tumbuhan mudah tumbuh.
- tropis lembab hangat karena adanya pertemuan temperatur.
3. di daerah amerika tengah. wilayahnya yang dilewati garis ekuador meliputi sekitar brasil, peru, suriname, kolombia yang berada pada daerah tropis lembab.
suriname penduduk besarnya adalah orang jawa, karena nenek moyang berasal dari jawa yang dulunya dibawa oleh penjajah sebagai pekerja dan akhirnya beranak pinak dan menjadi penduduk tetap dan juga pengelola di suriname.
Karakteristik lingkungan:
- rumah beratap miring
- banyak tanaman dan bervariasi - berkolaborasi dengan vegetasi
Prinsip-Prinsip Desain
gunakan pintu dan jendela yang besar untuk menjalankan ventilasi silang.
karena supaya memenuhi ruang, agar satu ruang mendapat aliran udara, bukaan dizigzag.
perencanaan secara terbuka dan luas, usahakan terdapat jarak antar bangunan.
hukum bernauli yang membahas tentang tekanna udara, dapat dipahami bahwa jarak dan bangunan menentukan faktor aliran udara.
angkat bangunan atau panggung agar lantai dingin dan menaikkan jendela untuk ventilasi yang lebih baik. memiliki syarat karena jika lingkungan tidak mendukung maka tidak terlalu signifikan.
orientasi bangunan diusahakan memperhitungkan aliraj datangnya udara segar. harus menentukan orientasi bangunan terhadap aliran udara yang paling besar. keindahan bangunan dapat muncul pada saat memodifikasi bangunan itu sendiri, ide-ide yang cantik sebenarnya adalah ide yang natural yang mana disana ada prinsip desain yang diakibatkan oleh faktor-faktor lingkungan, daoat dipelajari pada arsitektur vernakular/tradisional.
overhang yang panjang untuk melindungi sinar matahari langsung. sinar matahari di daerah tropis dihindari, karena habitat kita sudah mempunyai temperatur permukaan yang cukup tinggi, diurnalnya tidak terlalu besar range 24,25,28,29 kadang 30 dan 31 dan itu tetap panas jika paparannya terlalu lama. memasukkan sinar matahari langsung ke dalam bangunan
diperbolehkan. karena pada saat jam 6 pagi matahari berasal dari timur dan dapat dimasukkan ke dalam ruangan agar segar karena memiliki temperatur yang rendah. sedangkan pada saat jam 2 siang merupakan titik temperatur tertinggi.
gunakan sliding screen untuk melindungi badai dan serangga pada malam hari. badai pasir di tropis kering, dan badai hujan pada saat tropis lembab.
mulai sore hingga malam biasanya banyak serangga yang akan memasuki rumah, khususnya nyamuk.
gunakan material dengan thermal mass rendah untuk meminimalisirkan heat storage. beton merupakan penyimpan panas karena beton menyerap panas dari luar, hal itu daoat dibuktikan pada saat malam hari suasana dalam ruang lebih panas dibandingkan dengan suhu yang ada di luar ruangan. hal itu terjadi karena temperatur di dalam ruangan lebih rendah, maka dari itu beton melepaskan panas yang sudah disimpannya.
gunakan double roofs dengan 2 layer dan ventilasi. untuk ventilasi pada atap merupakan komponen yang penting untuk bisa membuat sirkulasi oanas yang dapat dihalau. pada atap pelana, biasanya di ujung-ujungnya terdapat lubang pada depan muka atap.
gunakan material atap dengan insulasi tinggi. biasanya memang bagus tetapi untuk harga cukup mahal. pada atap genteng, korositasnya cukup besar karena terdapat lubang-lubang kecil dikarenakan penyusunan genteng dengan cara satu persatu. hal tetsebut dapat dimanfaatkan untuk pengeluaran udara panas yang terdapat pada dalam ruangan.
Iklim Tropis Hangat Lembab
strategi yang dianjurkan antara lain adalah:
pastikan temperatur dalam ruangan tidak meningkat diatas temperatur di luar ruangan, bagaimana caranya untuk menurunkan.
sediakan cukup ventilasi untuk mengeluarkan panas dalan ruangan. bagaimana mencari solusi untuk mengeluarkan panas dari dalam ruangan, mengacu pada pasif desain.
usahakan temperatur dalam ruangan serendah mungkin.
gunakan refelctive roof. tidak smudsh itu karena harus memperhatikan sisi lingkungan karena tidak menguntungkan, apalagi berada pada bangunan yang padat seperti di perkotaan.
gunakan plafon untuk memisahkan baguan atap dengan ruangan. hal itu harus diingat karena proses konduksi yang terjadi di bagian luar atao itu berjalan sepanjang hari, dan akhirnya akumulasi terkumpul disana. jika tanpa plafon, nantinya bagian atap akan panas.
kecuali jika lingkungan yang ada disekitar mendukung dan sudah ternaungi untuk rumah.
karena kualitas udara sudah tersuplai dari banyak tanaman dan udara yang dikeluarkan menjadi dingin karena kadar air yang dikeluarkan dari daun-daunnya.
buatlah ventilasi pada ruang atap. lubang-lubang pada atap berfungsi untuk mengeluarkan panas dari dalam ruangan.
gunakan material atao dengan emisifitas rendah.
kurangi arah hadap timur dan barat, atau jika terpaksa menghadap arah timur dan
khusunya barat gunakan jendela yang menerima sinar matahari rendah dan dinding pada arah ini sebaiknya reflektif dan insulatif. jika sudah terlanjur, dapat diinisiatif dengan pernaungan. bisa juga mengatur overhang atau penutup atau diberi vegetasi yang berada di luar bangunan untuk memghalangi dan mengatur pada jam berapa saja sinar matahari masuk ke dalam ruangan.