• Tidak ada hasil yang ditemukan

WILAYAH KABUPATEN KARO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "WILAYAH KABUPATEN KARO "

Copied!
52
0
0

Teks penuh

Hasil penelitian bertajuk 1’ Aspek Fisik, Sosial dan Ekonomi Sumber Daya di Wilayah “Wilayah Kabupaten Karo”. Karo sebagai faktor yang... mempengaruhi penataan ruang dan dipengaruhi secara simultan. Kami berharap hasil penelitian ini dapat membawa manfaat bagi pembaca dan masyarakat luas secara keseluruhan. Disadcu-i bahi;va hasil penelitian ini masih jauh dari sempurna, dikarenakan keterbatasan waktu, pengetahuan dan pengetahuan yang dimiliki. Penetapan Kabupaten Karo sebagai kawasan pertanian dan konservasi telah mendorong perubahan311 fungsi lahan yang ada311 dari lahan hutan lindung311 menjadi lahan pertanian dan konservasi.

Perkembangan terkini: sehingga beberapa tahun terakhir telah mengakibatkan penurunan tajam. hutan di Kabupaten Karo. Rencana Detail Pengelolaan Tata Ruang Kota merupakan suatu rencana pemanfaatan kota dengan metode rinci, yang dirancang untuk menyajikan pelaksanaan ruang yang akan dilaksanakan.

Keadaan U murn

Bentang alam Kabupaten Karo merupakan wilayah dataran tinggi yang relatif luas dikelilingi daerah perbukitan dan pegunungan11 yang berkembang dengan baik di bagian utara, timur, selatan dan barat. VI meskipun di sebagian besar daerah pegunungan seperti di Kabupaten Karo berbagai budidaya non-sawal1 cub1p bc>rl.::ernbang Ivfec1 dianggap pada ketinggian di atas 1000 rn clpl kemungkinan hal tersebut terjadi,_n:ya pengiklan .s1: m Brena ditemukan tanah yang luas dengan kemiringan lebih dari 40. Wilayah Kabupaten Karo terbentang dari tepi perbatasan Kabupaten Aceh Tenggara hingga tengah provinsi Sumatera Utara di daerah pegunungan.

Data curah hujan di wilayah yang dipertimbangkan cukup mudah diakses, namun data suhu dan kelembapan sangat langka, sehingga perlu dilakukan kajian dengan mempertimbangkan korelasi antara ketinggian permukaan laut. Musim kemarau di wilayah Kabupaten Karo kira-kira terjadi pada bulan Juli sampai Agustus dan musim hujan pada bulan September sampai Mei (BMG: rvfedru1, 2000). Intensitas hujan menjadi lebih penting jika dibandingkan dengan kelas lereng dan jenis tanah di daerah setempat.

Lainnya dalam jumlah terbatas, seperti: A.lm-ium hanya terdapat pada 1'.t:c,unatan .i\Iardingd.i.ng; ..-'\ndcsit pangkalan. Niogene Piegen Miosen hanya terdapat di Kecamatan Tigapana11 dan Brand, sedangkan Niogene Piegen Miosen hanya terdapat di Kecamatan Sim})iltlg Empat. Dataran Tinggi Kabanjahe, tumbuh ke arah barat, dengan ketinggian 600 meter hingga 1300 meter di atas permukaan laut.

Penggunaan lahan di Kabupaten Karo terbagi menjadi : pemukiman, persawahan, pekarangan, perkebunan, perkebunan rakyat, tegalan/ladang. humm belukas, ~.ernak dan alang-. hamparan alang-alang, kolam/kolam dan rawa.

Tabel 1 :  Luas \Vilayah Administrasi Kabupaten Karo
Tabel 1 : Luas \Vilayah Administrasi Kabupaten Karo

Perkembangan Luas Tanaman Pangan Lahan Basah dan Lahan Kerlng(Ha)

Neraca Sumber Daya Alam

Hingga saat ini, potensi sumber daya alam sangat menentukan waktu sebagian besar masyarakat. Dalam rangka pembangunan daerah yang berkelanjutan, khususnya dalam pemanfaatan ruang, harus diupayakan keseimbangan dalam pemanfaatannya, guna menjamin kelestarian sumber daya alam tersebut, demi kehidupan masyarakat dan generasi masa kini. jadilah orang yang duduk di sana. Pada tahun 1996, lahan di Kabupaten Karo dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian pangan seluas 21.075 ha.

Ketersediaan air di Kabupaten Karo relatif cukup, namun pengelolaan air harus lebih hati-hati agar tidak muncul masalah kelangkaan air. Salah satu indikator yang patut diperhatikan dalam penataan ruang adalah kualitas lingkungan hidup. Kualitas lingkungan hidup merupakan faktor yang menentukan daya dukung lingkungan bagi kegiatan manusia, baik untuk kegiatan ekonomi maupun kegiatan kehidupan sehari-hari.J.i.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam (NRU) yang tidak memperhatikan lingkungan alam pada akhirnya menimbulkan dampak negatif bagi manusia. Secara keseluruhan pembangunan di Kabupaten Karo ini sudah baik, walaupun terkadang terdapat kerusakan lingkungan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa setiap tahunnya laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Karo cenderung meningkat.

Selain itu juga menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk masih banyak dipengaruhi oleh angka kelahiran dan pertumbuhan penduduk: angka harapan hidup masih tergolong rendah.

Tabel  9  dapat  dilihat  kecamatan  y1mg  rnerniliki  laju  perlumbuhan penduduk  yang  ne£rntit:  klmsus  bagi  Kecarnatan  ivfaJClinding,  Laubaleng,  Tigabinanga  dan  Kutabuluh
Tabel 9 dapat dilihat kecamatan y1mg rnerniliki laju perlumbuhan penduduk yang ne£rntit: klmsus bagi Kecarnatan ivfaJClinding, Laubaleng, Tigabinanga dan Kutabuluh

Ketcnagakcrjaan

Pendidikan

Tingkat Kes~jahteraan Penduduk

Adat Istiadat

Metode partisipatif penting sebagai alat kolektif untuk menampung pendapat dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, namun penggunaannya hanya sebatas perencanaan masa depan dalam jangka pendek atau menengah. Konsep mekanisme pelibatan pemangku kepentingan (instansi pemerintah, swasta, tokoh masyarakat) masih harus dikembangkan sehingga keterlibatan pemangku kepentingan dapat mengubah atau mengubah strategi kebijakan pembangunan. Pemberdayaan masyarakat dan konteks pembangunan, sifat dan karakter serta berbagai aspek kehidupan masyarakat merupakan potensi yang diperlukan.

Pengaruh adat istiadat agama sedemikian rupa sehingga .:id.:dianggap mampu mempengaruhi kehidupan bermasyarakat, dan pendekatan tradisional selalu diutamakan dalam menyelesaikan suatu perselisihan yang timbul dalam masyarakat atau pw1 dalam aktivitas kehidupan lainnya. Jika dilihat dari gaya hidup atau cara berpikirnya, masyarakat Kabupaten Karo termasuk dalam kelompok yang cepat menerima inovasi baru asalkan tidak bertentangan dengan adat istiadat, tradisi dan nilai-nilai yang telah tertanam dalam masyarakat. kehidupan rakyatnya. Selain itu, wenggang_, gap ba.tnva taJ1a11 merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun temurun serta memiliki nilai tradisional dan sejarah yang tinggi.

Dengan adanya pendapatan yang mengalir antar daerah tersebut (terrnasul<:: .Jlf!"3 iz/k:e luar negeri), yang meliputi upah, sewa, bunga, dividen, dan perolehan pendapatan perseorangan, maka timbullah perbedaan antara produk Daerah dalam negeri dan daerah. adalah produk dalam negeri dan pendapatan dari luar daerah. Iklim investasi yang baik mendorong masuknya investasi langsung dalam negeri (Pl\·1DN) dan asing.

Kabupaten Karo mempunyai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia serta kondisi sosial yang melimpah.L.

Tinjauan Terhadap Perekonomian Sumatera Utara

Kabupaten Karo mempunyai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia serta kondisi sosial yang melimpah. politik dan budaya relatif stabil sehingga kepercayaan investor terus tumbuh dan hal ini akan mendukung proses pembangunan terutama dalam percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Kabupaten Karo memfokuskan output daerahnya pada sektor pertanian sehingga kontribusinya terhadap PDRB Surnatra Utara mengalami penurunan. Pada tahun 1999, kontribusi Kabupaten Karo hanya sebesar 2,55% dalam pembentukan PDRB Sumut, dan pada tahun berikutnya menurun menjadi sekitar 2,54.

Berdasarkan harga konstan tahun 1993, pertumbuhan PDRB Kabupaten Karo dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2000 rata-rata tumbuh sebesar 7,05% per tahun, masih diatas rata-rata pertumbuhan Sumatera Utara.- Rata-rata hanya sekitar 3,39% per tahun. Sebagai perbandingan, pertumbuhan PDB Kabupaten Ka:o terlihat di berbagai wilayah sekitarnya. Pada tahun 1993 hingga tahun 2001, banyak faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan sektor perekonomian Kabupaten Karo, khususnya sektor Indtt-:;tri, sektor perdagangan, hotel dan restoran.:.

Penyajian data secara real time perkembangan pendapatan daerah.. lt;la.pat dapat diartikan sebagai pertumbuhan perekonomian daerah akibat peningkatan produksi dan harga yang artinya masih dipengaruhi oleh faktor inflasi dan deplesi. Pada tahun 1993, peran sektor pertanian mendominasi sektor usaha di Kabupaten Karo, disusul sektor jasa, serta sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Setelah pembangunan berjalan selama 4 tahun, posisi sektor pertanian semakin kuat dengan kontribusi sekitar 64,03%, sedangkan sektor perdagangan, hotel, dan restoran meningkat menjadi hanya sekitar 9,83%.

Rincian kontribusi PDRB Kabupaten Karo menurut sektor usaha pada periode tersebut disajikan pada Tabel 13.

Tabel 12:  Pertumbuhan  PDRB  Kabupaten/Kota  Di  Sumatera  Utara  Afas  I  Dasar Harga Konstan 1993Tahun1995-2000  (%)
Tabel 12: Pertumbuhan PDRB Kabupaten/Kota Di Sumatera Utara Afas I Dasar Harga Konstan 1993Tahun1995-2000 (%)

Pertumbuhan Ekonomi \Vilayah

Sektor transportasi dan komunikasi tumbuh rata-rata lebih lambat dibandingkan rata-rata pada periode tersebut. Secara global, PDB per kapita merupakan ukuran yang digunakan untuk menentukan tingkat kesejahteraan penduduk suatu wilayah dan juga untuk menentukan output perekonomiannya. Berkembangnya sektor-sektor ekonomi dalam pembangunan suatu wilayah didorong oleh peningkatan pendapatan per kapita. populasi di wilayah tersebut.

Tabel 15 menunjukkan perkembangan laju pertumbuhan PDRB per kapita Kabupaten Karo dari tahun 1995 sampai dengan tahun 2001 berdasarkan perubahan harga11 dan berdasarkan harga konstan pada tahun 1993. PDRB per kapita di wilayah tersebut meningkat dari tahun 1995 menjadi 1,2001 berdasarkan harga berlaku, dimana mengalami kenaikan. menjadi 53,96 pada puncak krisis ekonomi. Berdasarkan harga yang berlaku tidak mencerminkan keadaan pendapatan masyarakat yang sebenarnya, karena inflasi atau unsur ha.rga-lrn.rga sm1g.it mempunyai dampak, apalagi pada tahun 1998 harga-l:a.rga melonjak tinggi. .

Pada tahun 1995 hingga tahun 1997 terjadi peningkatan PDB per penduduk dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi. Namun penurunan tajam terjadi seiring dengan krisis yang terjadi pada tahun 1998 dengan angka mmus tahunan sebesar 0,61.

Perkembangan Pcndapatan Asli Dacrah (PAD)

Pendanaan Kabupaten Karo untuk pembangunan di wilayah ini mengalami penurunan akibat krisis ekonomi. Kabupaten Karo berada di bawah kota Pematang Sim1tar dalam hal kemandirian keuangan dan pendapatan dengan PAD dan ba.tk 11 kbih dibandingkan daerah sekitarnya. Proses dan dinamika konstruksi yang berlangsung di masyarakat sesuai dengan kebutuhan hidup telah menyebabkan terjadinya perubahan pemanfaatan fungsi LMT, seperti hutan lindung, hutan produksi, hutan cagar alam, dan lain-lain.

Pembangunan yang dilakukan di wilayah Karo perlu mendapat perhatian, khususnya sektor pembangunan perkotaan. Penggunaan sumber daya alam (NRD) yang tidak memperhatikan lingkungan alam pada akhirnya akan berdampak buruk bagi manusia. Bentuk-bentuk pembangunan lingkungan alam yang terjadi antara lain adalah pemanfaatan hutan yang tidak tepat dan tidak ramah lingkungan, seperti

11~bm1ga11 hutan secara ilegal c.hui a.kegiatan lain yang menyebabkan:·pengrusakan hutan J1 dan hngkungan.n. Secara kasar, angka tersebut dapat dijadikan sebagai indikator beban perekonomian penduduk di suatu daerah. Penduduk seklar1gkar1 berumur 15-64 tahun d.iangg:.iJ.• sebagai penduduk usia kerja: walaupun pw1 as.i1 clim1aranya belum tentu bekerja.

Masyarakat Kabupaten Karo termasuk dalam kelompok yang cepat dalam mengadopsi inovasi-inovasi baru yang tidak bertentangan dengan adat istiadat, agama dan nilai-nilai yang telah tertanam dalam kehidupan masyarakatnya.

Tabel 16:  Perkembangan Pendapatan Asti Daerah Kabupaten Karo
Tabel 16: Perkembangan Pendapatan Asti Daerah Kabupaten Karo

Gambar

Tabel 1 :  Luas \Vilayah Administrasi Kabupaten Karo
Tabel 3:  Perkembangan  Luas  Tanaman  Palawija  (Ha)  Per  Komoditi  '
Tabel 4:  Pcrkembangan  Luas  Tamuuan  SaJur-sa,-m·•m  (lfa)  Per  Komoditi  Kabupaten Karo, Tahun 1996 - 2001
Tabel 6:  Perkembangan  Luas  Tanaman  Keras  (Ha)  Per  Komoditi  Kabupaten Karo, Tahun 1996 - 2001
+6

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintahan Kota Padang: Padang Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah Kota Bukittinggi 2021 -2026 Data Timbulan Sampah Bukittinggi 2019-2020.. Sumber Informasi Pengelolahan