HASIL DAN PEMBAHASAN
1.2 Ṭibaq Ijabi Pada Surah „Āli-„Imrān
1.2.1 Ṭibaq yang tersusun dari Isim dengan Isim
1. Kata
ِضْسَلأا
danِءبًََّسنا
terdapat pada ayat : 5َ ّٰاللَ ٕ إ
َٰل خ ٣َ لاَ
َ ٢ كَ ء ٢ شَ ٚ ٤ ِ ػَ٠
َ ع س لْث
َ ٢ كَ لا ٝ َ
َ ءج ٔ غُث
﴿ ۵
﴾
/innallāha lā yakhfā „alaihi syai‟un fi al-arḍi wa lā fis-samā‟I/ “Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan langit”.
(Q.S. „Āli-„Imran : 5) .
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim
/ulā „ikallażīna ḥabiṭat a‟māluhum fid-dunyā wal-ākhirati wa mā lahum min nāṣirīn / “Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong”. (Q.S. akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong”. (Q.S. „Āli-„Imran : 56)
3. Kata
ٌَ ْىُُِيْؤًُْنا
dan kataٍََِْشِف ٰكْنا
terdapat pada ayat : 28/lā yattakhiżil-mu„minụnal-kāfirīna auliyā‟a min dụnil-mu‟minīn/
“Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman”. (Q.S. „Āli-„Imran : 28).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr/ “Katakanlah,
“Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan
5. Kata
ُشَكَّزنا
danً ٰضَُْلْا
terdapat pada ayat : 36 melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan. Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan,/qāla rabbij‟al lī āyah, qāla āyatuka allātukalliman-nāsa ṡalāṡata ayyāmin illā ramzā, ważkur rabbaka kaṡīraw wa sabbiḥ bil-„asyiyyi wal-ibkār/ “Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suntuk tanda.” Allah berfirman,” Tanda bagimu, adalah bahwa engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak, dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu pentang dan pagi hari”. (Q.S. „Āli-„Imran : 41).
27
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yang yaitu kata
٢ ش ؼ ُث /
al-„asyiyyi/ “Petang” dan kataَ سج ٌ د لإث َ /
al-ibkār/ “Pagi” .7. Kata
ِذْهًَنا
dan kataالًْهَك
terdapat pada ayat : 46َ٠ كَ طج ُ٘ثَ ْ ِ ٌ ٣ ٝ
َ ذ ٜ ٔ ُث
َ ٝ َ
ًَلا ٜ ً
َّٰظُثَ ٖ ٓ ٝ َ
َ ٖ ٤ ق ِ
﴿ ۴۶
﴾
/wa yukallimun-nāsa fil-mahdi wa kahlaw wa minaṣ-ṣāliḥīn/ “dan dia berbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang saleh”. (Q.S. „Āli-„Imran : 46).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
َ ذت ٜ ٔ ُث /
al-mahdi/ “buaian” dan kataًَلات ٜ ً
/kahlaw/“dewasa” .
8. Kata
َّك َحنا
dan kataِمِغبَجْنا
terdapat pada ayat : 71َ ْ َُ خٰض ٌ ُثَ َ ٛ ج َ ٰ٣
َ دَ ن قُثَ ٕ ٞ غ ذ ِ ص
َ َ ؽج ذ ُج
َ ٕ ٞ ٔ ض ٌ ص ٝ َ
َ ن قُث َ
َ ٕ ٞ ٔ ِ ؼ صَ ْ ض ٗ ث ٝ َ
﴿ ۷۱
﴾
/yā ahlal-kitābi lima talbisụnal-ḥaqqa bil-bāṭili wa taktumụnal-ḥaqqa wa antum ta'lamụn/ “Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampur adukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? “.(Q.S. „Āli-„Imran : 71).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yang berlawanan yaitu kata
َ نت قُث
/al-ḥaqqa/ “kebenaran” dan kataَ َ ؽج ذ ُث
/a l- bāṭili/ “kebatilan” .9. Kata
باع ْىَغ
dan kataباه ْشَك
terdapat pada ayat : 83 hanya kepada-Nya mereka dikembalikan? ”. (Q.S. „Āli-„Imran : 83).Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang aṣbaḥtum bini‟matihī ikhwānā/ “ Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu ( masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Q.S. „Āli-„Imran : 103).
29
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
ًَءث ذت ػ أ
/a‟dā‟an/ “bermusuhan” dan kataجتًٗث ٞ خ إ َ
/ikhwānā/ “bersaudara” .
11. Kata
ْىُرْشَفَك َ ثَ
dan kataْىُكَِبًََِْا
terdapat pada ayat : 106َ ْ ٜ ٛ ٞ ؽ َٝ س د ٞ عثَ ٖ ٣ ز ُثَج ٓ ج كََۚ ٙ ٞ ؽ َُّٝد ٞ غ ص َٝ ٙ ٞ ؽ َٝ ُّغ ٤ ذ صَ ّ ٞ ٣
َ ْ ص ش ل ًَ ث
َ ذ ؼ د َ
َ ْ ٌ ٗج ٔ ٣ ث
َ ٕ ٝ ش ل ٌ صَ ْ ض ٘ ًَج ٔ دَ حث ز ؼ ُثَثٞ ه ٝ ز ك َ
﴿ ۱۸۶
﴾
/yauma tabyaḍḍu wujụhuw wa taswaddu wujụh, fa ammallażīnaswaddat wujụhuhum, a kafartum ba'da īmānikum fa żụqul-'ażāba bimā kuntum takfurụn/ “ pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. (Q.S. „Āli-„Imran : 106).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
َ ْ ص شتت ل ًَ ث /
a kafartum/ “kafir” dan kataَ ْ ٌ ٗجتت ٔ ٣ ث
/īmānikum/ “beriman” .
12. Kata
ِءاَّشَّسنا
dan kataِءاَّشَّعنا
terdapat pada ayat : 134َ٢ كَ ٕٞ و ل ٘ ٣َ ٖ٣ ز ُث
ٍَءث ش غُث
َ ٝ َ
ٍَءث ش ؼُث
َ طج ُ٘ثَ ٖ ػَ ٖ ٤ كج ؼ ُث َٝ ظ ٤ ـ ُثَ ٖ ٤ ٔ ظج ٌ ُث ٝ َ
َ ٖ ٤ ٘ غ ق ٔ ُثَ ُّخ ق ٣َ الل ٝ
﴿ ۱۳۴
﴾
/allażīna yunfiqụna fis-sarrā‟I waḍḍarrā‟I kāẓimīnal-gaiẓa
wal-„āfīna‟anin-nas, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn/ “(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang
„wāhu jahannam/ “Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya di neraka Jahanan? ‟‟. (Q.S. „Āli-„Imran : 162).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
َ ٕث ٞتت ػ س
/riḍwāna/ “keridaan” dan kataٍَؾ ختت غ د /
bisakhaṭim/ “kemurkaan” merupakan kata yang menjadi lawannya.tidak terkandung dalam hatinya”. (Q.S. „Āli-„Imran : 167).
Bila kita perhatikan ayat diatas maka didapati ayat tersebut mencakup Isim yang berlawanan yaitu kata
َ َ ْ ٜ ٛ ٰ ٞتت ك أ
/
afwāhihim/ “mulut” dan kataَ ْ ٜ دٞتت ِ ه
/qulụbihim/ “hati” merupakan kata yang menjadi lawannya.15. Kata
بَر َٰىْيَأ
dan kata ٌءآَُ ْحَأ terdapat pada ayat : 169َّٖ ذ غ ق صَ لا ٝ
َ اللَ َ ٤ ذ عَ٠ كَ ثٞ ِ ض هَ ٖ ٣ ز ُ َٱ
َ ص ٰ ٞ ٓ أ
َ َ دَ جَۚ
آ ٤ ف أ
َ ذ٘ ػَ ء َ
َ ٕٞ ه ص ش ٣َ ْ ِّٜد س َ
﴿ ۱۶٩
﴾
/wa lā taḥsabannallażīna qutilụ fī sabīlillāhi amwātā, bal aḥyā`un 'inda rabbihim yurzaqụn/ “Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki”. (Q.S.
„Āli-„Imran : 169).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
َ َ س ٰ ٞت ٓ أ
/amwātā/ “mati” dan kata ََ ءَآت ٤ ف أ
/aḥyā`un/ “hidup” .
16. Kata
َشُِْجَخنا
dan kataِتَُِّطنا
terdapat pada ayat : 179َ ض ٤ ٔ ٣َ٠ّٰض فَ ٚ ٤ ِ ػَ ْ ض ٗ ثَآ َٓ٠ِٰ ػَ ٖ ٤ ٘ ٓ ؤ ٔ ُثَ س ز ٤ َُ ّٰاللَ ٕج ًَج ٓ
َ ظ ٤ ذ خُث َ
َ ٖ ٓ َ
َ خِّ٤ اُث
َ
ََ ۚ
﴿ ۱۷٩
َ ﴾
/mā kānallāhu liyażaral-mu`minīna 'alā mā antum 'alaihi ḥattāyamīzal-khabīṡa minaṭ-ṭayyib/ “Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik”. (Q.S. „Āli-„Imran : 179).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
َ ظتت ٤ ذ خُث
/al-khabīṡa/ “buruk” dan kataَ
َ خِّ٤ اُث
/aṭ-ṭayyib/ “baik” .17. Kata
ااشَُْخ
dan kataٌّشَش
terdapat pada ayat : 180َ ٞ َٛ ٖٚ ِ ؼ كَ ٖ َٓ ّٰاللَ ْ ٜىٰصٰثَْٓج ٔ دَ ٕ ٞ ِ خ ذ ٣َ ٖ ٣ ز ُثَ ٖ ذ غ ق ٣َ لا ٝ ثًش ٤ خ
َ ٞ َٛ َ دَ َ ْ ٜ ُ َ
َ ش ش
َ َ ْ ٜ ُ َ
َ ع س لاث َٝ س ٰٞ ٰٔ غُثَ طث ش ٤ َٓ ّٰ لِل َٝ َ ز ٰٔ٤ و ُثَ ّ ٞ ٣َٖٚ دَث ٞ ِ خ دَج َٓ ٕ ٞ ه ٞ ا ٤ ع
َ
َ ش ٤ ذ خَ ٕ ٞ ِ ٔ ؼ صَج ٔ دَ ّٰالل ٝ
﴿ ۱۸۸
َ ﴾
َ /wa lā yaḥsabannallażīna yabkhalụna bimā ātāhumullāhu min faḍlihī huwa khairal lahum, bal huwa syarrul lahum, sayuṭawwaqụna mā bakhilụ bihī yaumal-qiyāmah, wa lillāhi mīrāṡus-samāwāti wal-arḍ, wallāhu bimā ta'malụna khabī/ “َDan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka.
Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”.
(Q.S. „Āli-„Imran : 180).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
ثًشت ٤ خ
/khairal/“
baik” dan kataَ َ شت ش
/syarrul/ “ buruk” merupakan kata yang menjadi lawannya.18. Kata
ٌشُِْمَف
dan kataُءآَُُِْؼَأ
terdapat pada ayat : 181َ ق ٗ َٝ ش ٤ و كَ لِلٱَ ٕ إَ ثْٓٞ ُج هَ ٖ ٣ ز ُٱَ ٍ ٞ هَ لِلٱَ غ ٔ عَ ذ و ُ
َۘ ءآ ٤ ٘ ؿ أَ ٖ
﴿ ۱۸۱
﴾
/laqad sami'allāhu qaulallażīna qālū innallāha faqīruw wa naḥnu agniyā`/ “Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya”. (Q.S. „Āli-„Imran : 181).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
َ شتت ٤ و ك َ
/faqīruw/ “miskin” dan kataَ ءآ ٤ ٘ ؿ أ /
agniyā`/ “kaya” .19. Kata
ِسبَُّنا
dan kataَخَُّ َجْنا
terdapat pada ayat : 185...
َ كَ ۚ
َ ٖ ػَ ؿ ض ف صَ ٖ ٔ
َ سج ُ٘ث
َ َ خ د ث ٝ َ
َ ز ٘ ؾُث
َ
ََ َ صج كَ ذ و ك
﴿ ۱۸۵
َ ﴾
/fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhil al-jannata fa qad fāz/ “Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan”. (Q.S. „Āli-„Imran : 185).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
َ سجت ُ٘ث
/al- nāri/ “neraka” dan kataَ
َ ز ٘ ؾُث /
al-jannata/ “surga” .20. Kata
ِمَُّْهنا
dan kataِسبَهُّنا
terdapat pada ayat : 190َ ف لا ض خث َٝ ع س لْث َٝ سث ٞ ٔ غُثَ ن ِ خَ ٢ كَ ٕ ث
َ َ ٤ ُِث
َ ٝ َ
َ سج ٜ ُ٘ث
َ ٢ ُ ٝ لٍَْسج ٣ ٥ َ
َ حج ذ ُ لْث َ
﴿ ۱٩۸
﴾
/inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri la`āyātil li`ulil-albāb/ “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”. (Q.S. „Āli-„Imran : 190).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata
َ َتت ٤ ُِث /
al-laili/ “malam” dan kataَ سجتت ٜ ُ٘ث /
al-nahāri/ “siang” .21. Kata
بايبَُِل
dan kataاادْىُعُل
terdapat pada ayat : 191َ ّٰاللَ ٕ ٝ ش ً ز ٣َ ٖ ٣ ز َ ُث جًٓج ٤ ه
َ ٝ َ ثًد ٞ ؼ ه
َ س ٰٞ ٰٔ غُثَ ن ِ خَ ٢ كَ ٕ ٝ ش ٌ ل ض ٣ َٝ ْ ٜ د ٞ ٘ ؽَ٠ِٰ ػ ٝ
َۚ ع س لاث ٝ َ
﴿ ۱٩۱
﴾
/allażīna yażkurụnallāha qiyāmaw wa qu'ụdaw wa 'alā junụbihim wa yatafakkarụna fī khalqis-samāwāti wal-arḍ/ “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata)”.
(Q.S. „Āli-„Imran : 191).
Pada ayat di atas terdapat tibaq dari bentuk Isim dengan isim yang berlawanan yaitu kata َث
ًَّجت ٤ ه
/qiyāma/ “berdiri” dan kata ثًَد ٞت ؼ ه
/qu'ụda/“duduk” .