OF NON-CONTROLLING INTEREST Tambahan modal disetor Additional paid-in capital
30. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
Korea Selatan 34.268.633 46.045.914 South Korea
Cina 22.743.675 9.491.298 China
Indonesia 3.136.693 2.096.267 Indonesia
Selandia Baru 2.250.720 - New Zealand
Filipina 1.959.936 5.629.166 Philippines
Malaysia - 4.544.540 Malaysia
Jumlah 64.359.657 67.807.185 Total
30. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
30. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Kelompok Usaha pada saat efektif, dan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan konsolidasian Kelompok Usaha masih diestimasi pada tanggal 20 April 2021:
The accounting standards that have been issued up to the date of issuance of the Group’s consolidated financial statements, but not yet effective are disclosed below. The management intends to adopt these standards that are considered relevant to the Group when they become effective, and the impact to the consolidated financial position and performance of the Group is still being estimated as of April 20, 2021:
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 Effective beginning on or after January 1, 2022
Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Rujukan ke Kerangka Konseptual
Amendments to PSAK 22: Business Combinations regarding Reference to Conceptual Frameworks Amendemen PSAK 22 Kombinasi Bisnis tentang
Rujukan ke Kerangka Konseptual ini mengklarifikasi interaksi antara PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 dan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan.
Secara umum Amendemen PSAK 22 ini:
• Menambahkan deskripsi terkait “liabilitas dan liabilitas kontinjensi dalam ruang lingkup PSAK 57 atau ISAK 30”.
• Mengklarifikasi liabilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi.
• Menambahkan definisi aset kontinjensi dan perlakuan akuntansinya.
The amendments to PSAK 22 Business Combinations regarding Reference to Conceptual Frameworks clarify the interactions between PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 and the Conceptual Framework of Financial Reporting.
In general, the amendments to PSAK 22:
• Add a description regarding “liabilities and contingent liabilities within the scope of PSAK 57 or ISAK 30”.
• Clarifying the contingent liabilities recognized at the acquisition date.
• Adds definition of a contingent asset and its accounting treatment.
93 EFEKTIF (lanjutan)
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 (lanjutan)
Effective beginning on or after January 1, 2022 (continued)
Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Rujukan ke Kerangka Konseptual (lanjutan)
Amendments to PSAK 22: Business Combinations regarding Reference to Conceptual Frameworks (continued)
Amendemen PSAK 22 Kombinasi Bisnis tentang Rujukan ke Kerangka Konseptual ini berlaku efektif pada 1 Januari 2022 dengan penerapan dini diperkenankan.
The amendments to PSAK 22 Business Combinations regarding References to Conceptual Frameworks will become effective on January 1, 2022 with earlier application permitted.
Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak
Amendments to PSAK 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets regarding Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk
memenuhi kontrak yang memberatkan terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak, yang terdiri dari:
1. biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan
2. alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak.
The amendments to PSAK 57 provide that costs to fulfill an onerous contract consist of costs that are directly related to the contract, which consist of:
1. incremental costs to fulfill the contract, and 2. allocation of other costs that are directly related
to fulfilling the contract.
Amendemen PSAK 57 berlaku efektif pada 1 Januari 2022 dengan penerapan dini diperkenankan.
Amendments to PSAK 57 is effective on January 1, 2022 with earlier application permitted
Amandemen PSAK 71: Instrumen Keuangan - Imbalan dalam pengujian '10 persen 'untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Amendments to PSAK 71: Financial Instruments – Fees in the ’10 per cent’ test for derecognition of financial liabilities
Amandemen ini mengklarifikasi biaya yang termasuk dalam entitas ketika menilai apakah persyaratan liabilitas keuangan baru atau yang dimodifikasi secara substansial berbeda dari persyaratan liabilitas keuangan asli. Biaya ini hanya mencakup yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk biaya yang dibayarkan atau diterima baik oleh peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain.
The amendment clarifies the fees that an entity includes when assessing whether the terms of a new or modified financial liability are substantially different from the terms of the original financial liability. These fees include only those paid or received between the borrower and the lender, including fees paid or received by either the borrower or lender on the other’s behalf.
Amandemen ini berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022 dengan penerapan lebih awal diizinkan.
The amendment is effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2022 with earlier adoption permitted.
94 EFEKTIF (lanjutan)
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2022 (lanjutan)
Effective beginning on or after January 1, 2022 (continued)
Amendemen PSAK 69: Agrikultur Amendments to PSAK 69: Agriculture PSAK 69 mengklarifikasi pengakuan dan pengukuran
yang sebelumnya “entitas tidak memperhitungkan arus kas untuk pembiayaan aset, perpajakan atau penumbuhan kembali aset biologis setelah panen”, menjadi “entitas tidak memperhitungkan arus kas untuk pembiayaan aset, atau penumbuhan kembali aset biologis setelah panen”.
Entitas menerapkan amandemen secara prospektif terhadap pengukuran nilai wajar pada atau setelah awal periode pelaporan tahunan pertama yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022 dengan penerapan lebih awal diizinkan.
PSAK 69 clarifies the recognition and measurement that previously "the entity does not take into account cash flows for financing assets, taxation or regeneration of biological assets after harvest", to
"the entity does not account for cash flows for financing assets or regeneration. biological assets after harvest”.
An entity applies the amendment prospectively to fair value measurements on or after the beginning of the first annual reporting period beginning on or after January 1, 2022 with earlier adoption permitted.
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 Effective beginning on or after January 1, 2023
Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang
Amendments to PSAK 1: Presentation of Financial Statements Classification of Liabilities as Current or Non-current
Amandemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan kewajiban sebagai lancar atau tidak lancer dan menjelaskan:
• Apa yang dimaksud dengan hak untuk menunda penyelesaian,
• Bahwa hak untuk menunda harus ada pada akhir periode pelaporan,
• Klasifikasi tersebut tidak terpengaruh oleh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan hak penangguhannya, dan
• Bahwa hanya jika derivatif melekat dalam liabilitas konversi itu sendiri merupakan instrumen ekuitas, ketentuan liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif.
The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non-current and clarify:
• What is meant by a right to defer settlement,
• That a right to defer must exist at the end of the reporting period,
• That classification is unaffected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right, and
• That only if an embedded derivative in a convertible liability is itself an equity instrument would the terms of a liability not impact its classification
The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2023 and must be applied retrospectively.