Setelah memahami bagaimana proses perencanaan dan siapa yang bertanggung jawab dalam pengelolaan situs tersebut, maka peneliti menganalisa bahwa dalam proses selanjutnya dimana melibatkan para pihak yang merupakan stake-holder kementerian di daerah, ada begitu banyak kendala, pertanyaan ini kami ajukan kepada Bapak Reza Rahmana Kaloka, Kasubbid Publikasi Media Online:
“Apa kendala terbesar dalam mengelola serta mengkinikan situs www.indonesia.travel agar selalu menarik bagi pengunjung situs setiap saat?”
Jawab : Mendapatkan materi dengan dukungan gambar yang menarik, dukungan artikel yang sesuai, mengisi serta mengkinikan informasi situs di periode saat kontrak dengan vendor atau pihak ketiga pendukung berakhir di bulan Desember. Otomatis kosong dukungan luar yaitu antara Januari – Maret setiap tahunnya. Otomatis upaya pengkinian dilakukan sendiri oleh team internal kami yang satu orang itu yaitu Pak Himawan. Untuk itulah saat mendiseminasikan informasi kepada para pihak di daerah, pihak pusat sudah harus memahami kesulitan-kesulitan di daerah agar obyektif pemerintah dalam memajukan suatu daerah mendapatkan dukungan informasi serta tersosialisasikan dengan baik dikalangan masyarakat tersebut.
Saat peneliti melihat informasi yang disampaikan oleh Pemda misalnya saja dari Pemda NTT, baru satu daerah saja sudah menginformasikan list kegiatan daerah begitu banyak, padahal seperti kita ketahui Indonesia memiliki 34 propinsi.
Sehingga pihak pusat memiliki kendala untuk mengkonsolidasikan ratusan informasi dari daerah, memilih yang paling sesuai dengan tujuan mengkomunikasikan 10 destinasi wisata di Indonesia. Belum lagi apabila informasi masuk bersamaan di antara bulan Januari hingga Maret di tahun berjalan. Sementara di kondisi yang lain, dukungan vendor web administrator telah berakhir di akhir tahun sebelumnya, sehingga proses pengkinian dilakukan secara swadaya oleh pihak internal yang tersedia. Dalam kasus ini maka pihak yang diwawancara untuk kebutuhan riset ini sedang mengalami kesulitan untuk mengkinikan kondisi konten Pesona Indonesia yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Wonderful Indonesia.
Dalam upaya meningkatkan interaksi pengunjung situs wisata ini agar terkoneksi dengan tujuan wisata, peneliti mengajukan pertanyaan kepada Bapak Reza Rahmana Kaloka, Kasubbid Publikasi Media Online:
“Dalam upaya agar situs ini terkoneksi dengan pengunjung, maka ada akses untuk pemesanan tiket Garuda selaku BUMN yang memudahkan wisatawan dalam merencanakan tujuan. Apakah ada pihak pendukung lain yang direncanakan untuk hadir di situs resmi pariwisata ini?”
Jawab : Saat ini memang baru Garuda Indonesia yang berhasil memiliki akses untuk direct reservation di situs pariwisata tapi selain itu, Kemenpar juga menggandengan TripAdvisor untuk memasarkan pariwisata Indonesia di tingkat global. Namun untuk fasilitas lain misalnya Kereta Api atau Pelayaran belum dapat kami lakukan mengingat perusahaan tersebutlah yang harus membangun akses ke situs kami untuk transaksi online dan saat ini baru Garuda yang bisa melakukannya.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya menggandeng TripAdvisor mulai September 2016 yang lalu dalam rangka mengikuti perubahan yang terus terjadi membuat pihak Kementerian pun merasa bahwa cara menjual produk wisata pun juga harus berubah, termasuk juga strategi komunikasi wisata yang sebelumnya banyak branding, tahun ini mulai meningkatkan penjualan. Di abad ini pemasaran digital tidak boleh diabaikan, mencari informasi digital harus mudah dan terus terupdate agar tidak ditinggalkan. Garuda telah memiliki platform digital e-commerce yang bisa memenuhi kebutuhan transaksi digital telah digandeng oleh www.indonesia.travel untuk menjadi bagian dari pemanfaatan situs ini.
Selanjutnya peneliti menanyakan upaya Budpar apa yang telah dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas keberadaan situs wisata resmi ini.
Pertanyaan ditujukan kepada Bapak Reza Rahmana Kaloka, Kasubbid Publikasi Media Online:
“Apakah ada upaya untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat atas hadirnya informasi pada Pesona Indonesia?”
Jawab : Wonderful Indonesia merupakan kunci untuk masuk ke situs Pesona Indonesia, namun dengan pengelolaan yang berbeda Pesona Indonesia turut melengkapi hadirnya Wonderful Indonesia. Harapan saya pribadi adalah upaya untuk terkoneksi dengan masyarakat sebaiknya ditindaklanjuti misalnya masukkan dari masyarakat atas kesulitan transportasi atau akomodasi yang disampaikan melalui media sosial di Pesona Indonesia harusnya bisa segera direspon untuk kebaikan kita bersama. Selain itu upaya untuk membuka akses situs ini melalui transaksi online di market place semoga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat atas kehadiran Pesona Indonesia. Jadi masyarakat yang memberikan masukkan tidak terasa sia-sia.
Saat ini kami hanya bisa menyampaikan informasi yang disampaikan ke kami kepad instansi terkait lainnya namun eksekusinya atau tergantung pada instansi terkait tersebut.
Melalui informasi yang terlihat di Pesona Indonesia, informasi-informasi yang disampaikan kadangkala kurang informatif misalnya saja, sarana dan fasilitas pendukung yang tidak terinformasikan dengan baik, bisa menghambat minat masyarakat yang berkeinginan untuk berwisata ke lokasi tersebut dikarenakan kurang didukung oleh standard amenities yang seharusnya menjadi bagian dari pariwisata itu sendiri. Untuk itu, pihak Kementerian Pariwisata hanya bisa menyampaikan informasi serta masukan dari masyarakat kepada pihak berwenang di instansi lainnya untuk ditindaklanjuti oleh para pihak masing-masing.
Kepada Kasubid Publikasi Media Ruang, Ibu Endang Priamisih, secara khusus peneliti menanyakan mengenai upaya mensosialisasikan wisata dalam negeri daripada keluar negeri kepada karyawan di lingkungan BudPar yang tersebar di seluruh Indonesian dan bisa menjadi asset penggaung wisata di daaerahnya.
“Apakah dikalangan BudPar, rutin digaungkan wisata dalam negeri atau kegiatan-kegiatan agenda wisata yang menarik untuk menyebarkan informasi pariwisata melalui karyawan sendiri”
Jawab : Budpar memanfaatkan media ruang di lingkungan Budpar sebagai bagian dari sosialisasi kegiatan wisata Indonesia. Kalau dilihat di pintu masuk gedung ini kan ada juga logo dan branding Pesona Indonesia walaupun tidak sebanyak Wonderful Indonesia atau Indonesia Travel di pintu-pintu lift dan poster-poster yang ada. Namun memang tidak ada sih promosi khusus untuk karyawan.
Melalui pertanyaan ini sebetulnya peneliti ingin mengetahui apakah ada program yang dikomunikasikan kepada karyawan di lingkungan Budpar sendiri untuk mensosialisasikan kehadiran situs www.indonesia.travel ataupun kegiatan khusus yang akan dilangsungkan saat akan berlangsungnya agenda wisata di kota
4.2.6 Evaluation
Dalam melengkapi informasi mengenai pemahaman atas situs www.indonesia.travel ini, peneliti juga mencoba untuk mendapatkan pemahaman dari pihak awam yang dianggap sebagai pelancong atau frequent traveler di Indonesia yang peneliti kenal untuk memahami sejauh mana pemahaman tersebut dapat melengkapi upaya peneliti untuk mendapatkan gambaran apakah informasi pariwisata dibutuhkan oleh pelancong dalam negeri dan apakah informasi wisata resmi yang diteliti ini dikenal baik oleh para pelancong wisata dalam negeri; yaitu Bapak Derry Dharmanto, VP IT PT Asuransi FWD Indonesia, Ibu Hellen Lewis, Penerjemah Specialist, dalam melengkapi penulisan ini.
Pertanyaan kepada Bapak Derry
“Bagaimana Bapak Derry mendapatkan atau memilih destinasi wisata sebelum melakukan kunjungan?”
Jawab : Kebanyakan dari internet,karena selain menyediakan voucher hotel dan pembelian tiket pesawat yang lebih murah mereka juga sekaligus menginformasikan daerah kunjungan yang dekat dan menarik .
Pertanyaan kepada Ibu Hellen
“Bagaimana Ibu Hellen mendapatkan atau memilih destinasi wisata sebelum melakukan kunjungan?”
Jawab : Sebagian besar dengan tujuan khusus apakah karena acara menggambar sendiri atau dengan komunitas saya atau memang karena ingin melakukan perjalanan. Dari tujuan yang ingin saya tuju, yang paling susah adalah Sumatra Barat, kalau bukan destinasi favorit wisatawan informasinya agak sulit. Saya biasanya cari keyword di google, cari di tripadvisor daripada blog pribadi, nah saya dapat informasi daerah tujuan dari situ.
Secara umum dijaman sekarang ini aktivitas selancar di media internet merupakan hal yang umum dimana setiap orang mencari informasi apapun melalui jaringan maya. Begitu juga e-commerce yang saat ini menawarkan kemudahan pembelajaan mulai dari tiket pesawat, voucher hotel melalui pembelian online, sudah mulai memasukkan link atau akses yang mendukung kota tujuan yang akan dikunjungi tersebut sebagai informasi tambahan dan rupanya cukup berguna bagi para pelancong.
Pertanyaan kepada Bapak Derry
“Apakah Bapak Derry pernah ke destinasi tertentu yang unik atau spesial?Bagaimana cara dapat informasinya?”
Jawab : Paling saya ke Bali ke Ubud. Cara cari tahunya ya dari Agoda, website tiket travel, internet lah.
Pertanyaan kepada Ibu Hellen
“Apakah Ibu Hellen pernah ke destinasi tertentu yang unik atau spesial?Bagaimana cara dapat informasinya?”
Jawab : Di google daerah wisata yang kurang umum dan tidak sering dikunjungi wisatawan informasi ulasannya kurang banyak. Saya kalau pergi sendiri, siapkan sendiri, searching sendiri, kadang saya cari dari situs Pemda daerah wisata yang ingin dituju atau dari TripAdvisor, karena saya kurang suka blog pribadi.
Dua kali peneliti memancing pertanyaan dan kembali rekan peneliti yang juga merupakan pelancong dalam negeri, memilih untuk mencari informasi melalui internet namun tanpa sekalipun menyebut situs Pesona Indonesia maupun Wonderful Indonsiea bahkan juga tidak Indonesia Travel.
Pertanyaan kepada Bapak Derry
“Apakah Bapak Derry pernah tahu atau pernah dengar informasi pariwisata Indonesia Travel?”
Jawab : Indonesia travel itu adalah istilah common, tapi saya belum pernah dengar bahwa ada situs Indonesia travel sebagai situs resmi pariwisata Indonesia.
Pertanyaan kepada Ibu Hellen
“Apakah Ibu Hellen pernah tahu atau pernah dengar informasi pariwisata Indonesia Travel?”
Jawab : Saya belum pernah dengar ada situs resmi yang namanya Indonesia Travel, tapi saya pernah dapat merchandise waktu melakukan kunjungan ke salah satu daerah tulisannya Pesona Indonesia. Padahal saya sering google, malahan saya cari di situs Pemda daerah yang mau dituju.Nanti waktu visit biasanya malah menemukan eco-tourism nah jadi nambah deh tujuan travelnya.
Ternyata di kalangan rekan-rekan peneliti yang sering bepergian ini, situs Indonesia Travel sama sekali belum pernah mendengarnya. Apakah karena memang tidak tahu atau gaung Indonesia Travel lebih sering didengung-dengungkan di luar negeri daripada di negeri sendiri.Untuk itu kemudian peneliti membuka situs dan menunjukkan akses dan bagaimana tampilan situs tersebut Pertanyaan kepada Bapak Derry
“Mari kita coba lihat indonesia travel dan wonderful Indonesia bersama seperti tadi bapak sampaikan, belum pernah dengar dan belum pernah lihat”
Jawab : Saya ini orang digital. Coba kita akses pakai android dengan browser yang sudah biasa.. lama banget. Artinya situs ini dibangung di platform yang salah. Hari gini kebanyakan orang pakai smartphone bukan desktop.
My comment cukup valid karena saya juga termasuk orang digital insurance yang menjadikan digital insurance saat diperkenalkan di Indonesia. Google from your desk or your pocket.
The first 15 seconds apabila diakses melalu smartphone tidak masuk maka orang sudah pasti akan tinggal atau lupakan. Penting memahami behavior orang yang kalau buat website bukan cuma bagus tapi aksesibilitasnya.
Pertanyaan kepada Ibu Hellen
“Mari kita coba lihat indonesia travel dan wonderful Indonesia untuk masuk ke Pesona Indonesia bersama untuk bantu Bu Hellen ke lokasi wisata berikutnya?”
Jawab : Tampilan depan sih cakep ya,by provinsi tapi informasinya kok kosong ya. Harusnya sih informatif dan komprehensif ya. Kenapa gak dari tiap Pemda tinggal dimasukkin saja ke sini Kan sudah ada di website Pemda tersebut. Informasi penginapan, transportasi masih susah. Lebih gampang harus nyari pendapat-pendapat orang yang sudah pernah pakai sewa mobil, yang drivernya aman dan sebagainya. Untuk akomodasi saya percaya booking.com atau agoda, plus pengalaman orang dari TripAdvisor.
Saya juga pernah dapat informasi kegiatan wisata dan agenda didaerah-daerah. Ada Badui festival, ada performance art di Cirebon, ada perayaan Tabot di Bengkulu, saya dapat dari Whatsup dari teman saya.Barangkali dari Indonesia travel ya, tiap bulan ada kegiatannya. Platformnya sudah ada tapi kalau di klik sayangnya informasi yang saya cari masih kosong.
Peneliti bisa simpulkan bahwa kedua rekan yang merupakan pelancong dalam negeri ini, masih belum pernah mendengar informasi wisata resmi Kementrian Pariwisata baik melalui www.indonesia.travel maupun wonderful Indonesia termasuk juga pesona Indonesia. Salah satu informan, Hellen Lewis menyatakan bahwa ia terbiasa mencari informasi dari Pemda lokasi yang akan dikunjungi, termasuk juga TripAdvisor dan penggunaan keywords umum lainnya, namun belum pernah mengakses situs wisata Indonesia tersebut. Begitu juga dengan salah satu informasi Derry Dharmanto yang merupakan pelaku professional bisnis digital insurance, ternyata bahwa platform yang digunakan untuk mengakses situs pun sudah tidak nyaman (kurang aksesibilitas) untuk penggunaan smartphone
Pengelolaan situs ini akan terus membutuhkan kesempurnaan sesuai dengan perkembangan teknologi media sosial dan elektronik di dunia mengingat situs ini memang ditujukan untuk masyarakat di berbagai belahan dunia. Belum lagi upaya-upaya negatif dari para pihak yang mungkin ingin melakukan hal-hal yang kurang terpuji yang dikhawatirkan akan menimbulkan efek reputasi bagi pemilik situs www.indonesia.travel yaitu pemerintah dan bangsa Indonesia, karenanya para pihak di Kementerian Pariwisata terus bekerja keras untuk meningkatkan performanya. Peneliti menanyakan evaluasi penggunaan situs kepada pihak pengelola di Kementrian Pariwisata, Bapak Reza Rahmana Kaloka.
“Apakah setiap konten di situs www.travel.indonesia ini perlu mendapakan persetujuan dari Kominfo, misalnya untuk interaktif youtube atau komentar dari pengunjung situs. Demi menjaga citra dan etika komunikasi di situs tersebut mengingat komentar interaktif bisa datang dari dalam dan luar negeri.”
Jawab : Tidak. Malahan sepengetahuan saja sejak tahun 2015 hingga 2016 saat maraknya peraturan mengenai IT, belum pernah ada audit terhadap penggunaan serta pengaktifan situs ini.
Berdasarkan penjelasan di atas maka evaluasi hampir tidak pernah dilaksanakan secara khusus begitu juga dengan proses audit. Dengan kata lain perencanaan dibangun dengan baik namun proses evaluasi merupakan hal yang dilakukan sambil jalan bukan merupakan bagian proses standar prosedur.
Memperkuat kondisi tersebut, peneliti menanyakan mengenai evaluasi atas akses media sosial di situs resmi pariwisata Indonesia ini kepada Bapak Reza Rahmana Kaloka :
“Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia telah memiliki sosial media, siapa yang mengelola sosial media tersebut mengingat situs formal ini mewakili pariwisata nasional?”
Jawab : Saat ini kami mempercayakan pengelolaan sosial media tersebut kepada pihak ketiga yang ditunjuk, kurang lebih sama dengan vendor atau pihak ketiga yang mengelola dan mengkinikan situs.
Berdasarkan penjelasan di atas maka evaluasi penggunan sosial media hampir tidak pernah dilaksanakan namun mempercayakan begitu saja pada pihak ketiga yang durasi kontraknya pun setahun sekali diperbaharui dimana berdasarkan informasi yang digali sebelumnya, ada masa kosong antara Januari - Maret yaitu periode pitching dengan pihak ketiga sebelum menunjuk pemenang pekerjaan yang akan menangani operasional situs sepanjang setahun ke depan hingga akhir tahun Desember di tahun tersebut.
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, telah dijelaskan bahwa ada beberapa proses penting yang harus dilakukan dalam pengelolaan situs yakni fact finding untuk menemukan masalah yang timbul, action – communication – execution merupakan satu kesatuan dimana para kontributor dari situs ini datang dari banyak pihak yang terus memperkaya dan mengkinikan berbagai informasi di dalamnya. Serta evaluation yang merupakan tahapan akhir sekaligus merupakan proses audit dari informasi serta materi yang tersedia terutama mengingat situs ini mewakili negara Republik Indonesia, adalah merupakan tanggung jawab besar bagi siapa pun pengelola situs ini.
Walaupun dalam pengelolaannya situs wisata resmi Indonesia ini ditangani
Kementerian Pariwisata tetap ada yaitu pada saat pihak Humas membuat informasi publik berupa News Release di surat kabar nasional atau dotcom lainnya. Misalnya saat Kementerian Pariwisata melakukan kerjasama (MOU) dengan TripAdvisor (lihat Lampiran 8), membuat informasi resmi di situs resmi Kementerian www.kemenpar.go.id, melakukan pengkinian informasi-informasi lain misalnya statistik hunian hotel untuk informasi stakeholder lainnya.
Gambar 11 – Illustrasi Kanal Informasi yang Digunakan Humas dalam Mendukung Pariwisata Melalui Situs Resmi Kementerian Pariwisata
Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang program dan strategi pemasaran, analisis data pasar, pengembangan segmen pasar personal, bisnis, dan pemerintah, serta pengembangan komunikasi pemasaran pariwisata nusantara merupakan fungsi kehumasan internal yang dilaksanakan oleh bidang pemasaran pariwisata nusantara. Pada praktek pembagian tugasnya fungsi Humas di
Kementerian Pariwisata adalah menangani kegiatan eksternal yang berhubungan dengan diseminasi media serta diseminasi informasi kebijakan yang perlu diketahui oleh pihak internal dan eksternal melalui situs lain yaitu kemenpar.go.id.
Dilihat dari data temuan peneliti dan hasil wawancara dengan Nara Sumber, situs www.indonesia.travel dinilai sudah cukup baik menciptakan citra positif Pariwisata Indonesia. Meskipun ditemukan masih ada yang perlu disempurnakan lagi, konsistensi konten khususnya untuk situs Pesona Indonesia dibandingkan dengan Wonderful Indonesia yang tersedia dalam berbagai bahasa. Kekurangan tersebut seharusnya bisa ditangkap oleh Humas Kementerian untuk disampaikan kepada pihak pengelola sehingga harapan pengelola bersambung dengan harapan pengguna dan tujuan dibuatnya situs resmi Kementerian Pariwisata ini dapat dirasakan oleh semua pihak baik pemilik maupun publik yang dituju.
Diperlukan adanya kesungguhan untuk merubah administrasi operasional di dalam kementerian yang mengakibatkan kekurangan sumber daya di periode-periode tertentu terulang setiap tahun sebelum pihak ketiga yang ditunjuk dapat melaksanakan tugasnya sebagaimana ditetapkan dalam kontrak oleh pihak Kementrian di tahun tersebut. Selain itu juga kurangnya evaluasi yang merupakan feed-back atas keberadaan situs, misalnya hanya cepat dapat diakses melalui internet berbasis desk-top atau computer meja, namun kurang nyaman dan kurang cepat apabila diakses melalui internet berbasis telpon android atau berbasis smartphone yang banyak digunakan orang saat ini, artinya apakah perlu dikaji