• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 INTERAKSI ANTAR ACTIVITY (INTENT)

E. Studi kasus Radio Button

public void HandleListView(View view) { Intent intent = new

Intent(this,ListView.class);

startActivity(intent);

}

public void HandleDialogMessage(View view) { Intent intent = new

Intent(this,DialogMessage.class);

78 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE startActivity(intent);

}

3. Bukalah activity_ekspedisi.xml lalu drag and drop RadioGroup terlebih dahulu dalam component tree, selanjutnya drag and drop RadioButton ke dalam RadioGrup yang telah dibuat sebelumnya sehingga struktur komponen tree menjadi seperti dibawah ini

Gambar 6.12 Drag and Drop Radio Button

4. Bentuk tampilan RadioButton adalah vertikal, bagaimana cara mengubahnya ke horizontal ? tulislah pada laporan

5. Bukalah class expedisi.java buatlah deklarasi object dari komponen-komponen yang digunakan seperti berikut ini, untuk TextView tidak perlu di deklarasikan karena hanya digunakan untuk menampilkan Text saja private EditText dari, ke, berat;

private RadioGroup radio_group_1;

private RadioButton rb1,rb2,rb3;

private Button button_hitung;

6. Buatlah program untuk pengenalan komponen seperti dibawah ini :

protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 79 super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.activity_ekspedisi);

dari = findViewById(R.id.id_dari);

ke = findViewById(R.id.id_ke);

berat = findViewById(R.id.id_berat);

button_hitung =

findViewById(R.id.button_hitung);

}

7. Buatlah fungsi HandleHitung () dengan cara sama pada latihan sebelumnya untuk menghandle ketika button Hitung di klik

Intent intent = new

Intent(this,TampilExpedisi.class);

Perintah tersebut digunakan untuk membuka class TampilEkspedisi jika button hitung di klik

8. Masih dalam fungsi HandleHitung() buatlah perintah untuk mengambil text dari EditText menggunakan fungsi putEkstra()

intent.putExtra("key", dari.getText().toString());

intent.putExtra("key2", ke.getText().toString());

9. Untuk mengambil nilai yang dipilih pada RadioButton gunakan fungsi getCheckedRadioButtonId() dimana nomor indeks selalu dimulai dari 0

//membuat ID bagi radio button yang diklik int selectedId =

80 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

Toast.makeText(this, "Tidak ada yang dipilih!", Toast.LENGTH_SHORT).show();

} else{

RadioButton rb =

radio_group_1.findViewById(selectedId);

intent.putExtra("key4", rb.getText());

Toast.makeText(this, "Pilihan Anda adalah

"+ rb.getText(), Toast.LENGTH_SHORT).show();

}

10. Karena nilai yang didapatkan dari EditText defaultnya berupa String, maka untuk berat harus di parsing terlebih dahulu ke tipe data integer agar dapat diproses perhitungan total biayanya, parsing tipe data menggunakan perintah Integer.parseInt ()

11. Bukalah activity_tampil_ekspedisi.xml buat TextView seperti dibawah ini

Gambar 6.13 Halaman activity_tampil_ekspedisi.xml

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 81 12. Bukalah tampil_ekspedisi.java lakukan pendeklarasian

variabel dan pengenalan komponen

private TextView text1, text2, text3, text4, text5;

@Override

text1 = findViewById(R.id.text1);

text2 = findViewById(R.id.text2);

text3 = findViewById(R.id.text3);

text4 = findViewById(R.id.text4);

text5 = findViewById(R.id.text5);

13. Kemudian masih didalam fungsi onCreate () tambahkan perintah untuk mengambil data yang dimasukkan user menggunakan Bundle dan gunakan “key” yang sama

14. Perintah berikut ini digunakan untuk menampilkan nilai pada TextView yang telah dibuat

tampil.setText("Selamat Datang di JNP Express");

text1.setText("Kota Asal = " + asal);

text2.setText("Kota Tujuan = " + tujuan);

text3.setText("Jenis Paket = " + paket);

text4.setText("Berat = " + berat);

15. Untuk biaya, gunakan seleksi kondisi if..else if.. else

82 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE biaya = berat * 8000;

}

text5.setText("Biaya = " + biaya );

16. Selesai, kemudian jalankan program maka akan muncul tampilan sebagai berikut

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 83 Gambar 6.14 Hasil Output Studi Kasus Radio Button

84 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE F. Studi Kasus List View

1. Bukalah activity_list_view dan drag and drop komponen widget ListView, jika tidak menemukan bisa di search, sehingga tampil sebagai berikut

Gambar 6.1 Tampilan activity_list_view

2. ListView digunakan untuk menampilkan pilihan item yang dapat dipilih oleh user

3. Bukalah ListView.java Lakukan pendeklarasian komponen menggunakan perintah berikut

//Pola 1. Pendeklarasian/penginisialisasian komponen

android.widget.ListView list_users;

4. Buatlah array users untuk menyimpan daftar kata yang akan ditampilkan pada list view

String[] users = {

"Malang", "Kediri", "Surabaya", "Tulungagung", "Batu", "Pasuruan", "Probolinggo", "Bojonegoro", "Gresik",

"Tuban", "Bandung", "Jakarta", "Semarang", "Jogja",

"Cirebon", "Klaten", "Sumedang", "Sukabumi", "Bogor", "Banyuwangi", "Ngawi", "Madiun",

"Purwakarta", "Purbalingga", "Jember", "Garut”};

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 85 5. Array Adapter digunakan sebagai jembatan antara

array dan list view (atau recycler view) lakukan pendeklarasian Array Adapter

ArrayAdapter arrayAdapter;

6. Pada fungsi onCreated () tambahkan perintah berikut ini

@Override

protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.activity_list_view);

//Pola 2. Mengenali komponen

list_users = findViewById(R.id.list_users);

arrayAdapter = new ArrayAdapter

(this,android.R.layout.simple_list_item_1,users);

list_users.setAdapter(arrayAdapter);

list_users.setOnItemClickListener(new AdapterView.OnItemClickListener() { @Override

public void onItemClick(AdapterView<?> parent, View view, int position, long id) {

String index =

list_users.getItemAtPosition(position).toString();

Toast.makeText(ListView.this, "Pilihan Anda adalah : " + index, Toast.LENGTH_LONG).show();

}

7. Perintah Toast.makeText digunakan untuk menampilkan text selama beberapa menit dan akhirnya menghilang, tergantung kategori yang dipilih LENGHT_LONG atau LENGHT_SHORT, Teks akan ditampilkan pada bagian bawah atau atas layar smartphone

8. Jalankan program, maka akan muncul tampilan seperti berikut ini, kemudian pilih button List View maka akan tampil pilihan kota, ketika user memilih Tulungagung maka akan muncul toast dibawah layar seperti yang ditandai pada kotak merah

86 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

Gambar 6.2 Hasil Output Studi Kasus List View

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 87 BAB 7

FRAGMENT

A. URAIAN MATERI FRAGMEN

Fragmen adalah bagian dari antarmuka pengguna dalam sebuah FragmentActivity. Fragmen yang terdapat dalam android dapat dikombinasikan maupun digunakan Kembali.

Fragmen membuat UI yang telah dibuat menjadi dinamis dan fleksibel, dimana pengembang dapat mengombinasikan beberapa fragmen dalam satu aktivitas untuk membuat sebuah antarmuka yang multi-panel dan menggunakan Kembali sebuah fragmen dalam aktivitas lainnya.

Pengembang dapat menganggap fragmen sebagai sebuah bagian modular dari aktivitas, dimana fragmen ini memiliki daur hidup sendiri, menerima kejadian masukan sendiri, dan bisa dilakukan proses penambahkan atau penghapusan saat aktivitas berjalan. (semacam "subaktivitas" yang bisa digunakan kembali dalam aktivitas berbeda).

Sebuah fragmen memiliki siklus proses sendiri, mengelola dan menentukan tata letaknya sendiri, serta mampu menangani peristiwa inputnya sendiri. Fragmen tidak mempu berjalan sendiri, harus dihosting atau tertanam oleh aktivitas maupun fragmen lainnya, sehingga siklus hidup fragmen ditentukan atau dipengaruhi oleh siklus hidup aktivitas host dan fragmen yang diterimanya memiliki input peristiwa sendiri.

Sebagai contoh saat aktivitas dihentikan sementara, semua fragmen di dalamnya juga secara otomatis dihentikan sementara, dan apabila aktivitas dihapus, semua fragmen juga ikut terhapus. Namun, saat aktivitas berjalan (dalam status daur hidup dilanjutkan), memanipulasi setiap fragmen secara terpisah dapat dilakukan, seperti menambah atau menghapusnya.

Dalam aplikasi Android, kita dapat menggunakan lebih dari satu fragmen dalam satu aktivitas guna membuat UI Multi-Panel dan juga dapat menggunakan satu fragmen dalam

88 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

beberapa aktivitas. Seperti yang ditampilkan dalam Gambar 89.

Fragmen Manager memiliki fungsi sebagai sarana maupubnpenanggung jawab untuk menambah, menghapus maupun mengganti fragmen pada waktu berjalan di aktivitas manapun.

Ketika proses penambahan fragmen sebagai bagian dari layout aktivitas, fragmen tersebut terletak dalam ViewGroup di hirarki tampilan aktivitas tersebut dan fragmen akan mendefinisikan layout tampilannya sendiri.

Fragmen menyediakan modularitas dan fungsi untuk penggunaan Kembali ke dalam UI aktifitas, memungkinkan pengguna untuk membagi UI kedalam bagian-bagian yang terpisah. Aktifitas adalah tempat ideal untuk menempatkan elemen global di bagian sekitar UI aplikasi, umumnya digunakan sebagai panel navigasi. Fragmen cocok digunakan untuk mengelola UI dari satu ataupun Sebagian layer.

Misalkan terdapat sebuah aplikasi yang bisa menampilkan daftar list disebelah kiri layar, dan fragmen lainnya untuk menampilkan. Isi berita di sebelah kanan layar. Kedua fargmen ini muncul dalam satu aktivitas, berdampingan, dan masing-masing fragmen memiliki metode callback daur hidup serta menangani kejadikan dari masukan penggunanya.

Tujuannya adalah agar pengguna bisa memilih list menu dan membaca beritanya dalam sebuah aktivitas yang sama.

Setiap fragmen juga harus didesain sebagai komponen modular dan bisa digunakan Kembali. Setiap fragmen mendefinisikan layout dan perilakunya dengan cara callback daur hidupnya sendiri. Pengembangd apat memasukkan satu fragmen dalam banyak aktivitas, sehingga desainnya harus dapat digunakan Kembali dan mencegah memanipulasi satu fragmen dari fragmen lainnya secara langsung. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena fragmen modular yang telah dibuat sebelumnya dapat mengubah kombinasi fragmen untuk ukutan layar yang berbeda

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 89 Berbagai macam peralatan android misalnya tablet dan smartphone memiliki ukuran layar ang berbeda-beda, pada layer yang memiliki ukuran besar, aplikasi dituntut harus dapat menampilkan panel aplikasi secara statis dimana menu navigasi tersebut nyaman dilihat oleh pengguna, sedangkan di layer yang lebih kecil, aplikasi tentu saja tidak dapat menampilkan seluruh ukuran layer tersebut, dikarenakan resolusi ataupun ukurannya terlalu kecil, namun tetap dituntut untuk dapat menampilkan menu navigasi yang lebih kecil, dengan karakteristik tetap nyaman digunakan oleh pengguna serta daftar tata letak linear harus rapi. Walau ada beberapa bagian yang tidak ditampilkan, dan dalam menampilkannya perlu menekan tombol secara khiusus. Mengelola semua varian tersebut dalam sebuah aktivitas merupakan tugas yang cukup sulit. Pemisahan beberapa elemen navigasi dari sebuah konten dapat mempermudah proses pengelolaan fragmen, kemudian aktivotas tersebut bertugas menampilkan UI navigasi yang benar Ketika fragmen menampilkan daftar dengan tata letak yang sesuai. Dua versi layar yang sama, namun memiliki ukuran layer yang berbeda ditampilkan dalam Gambar 7.1

Gambar 7.1 Contoh Fragmen di Android

Sebelah kiri, merupakan contoh layar besar yang berisi panel navigasi dan dikontrol olej aktivitas serta list daftar pertak yang dikontrol oleh fragmen. Di sisi kanan, sebuah layar berukuran kecil berisi menu navigasi yang posisinya ada di bawah dan

90 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

dikontrol oleh aktivitas, serta daftar linear yang dikontrol oleh fragmen

Gambar 7.2 Contoh Fragmen di Android

Membagi sebuah UI menjadi lebih dari satu fragmen akan memudahkan pengembang aplikasi dalam mengubah tampilan aktivitas Ketika runtime. Pengembang aplikasi dapat menggunakan beberapa instance dari sebuah class fragmen yang sama dalam aktivitas yang sama, di beberapa aktivitas yang dapat juga sebagai turunan dari fragmen lainnya.

Pengembang hana perlu menyediakan fragmen dengan logika yang diperlukan untuk mengelola UI aplikasi. Disarankan menghindari dependensi atau manipulasi antara fragmen.

B. MEMBUAT FRAGMEN

Dalam membuat fragmen, subclass fragment harus dibuat terlebih dahulu. Kelas fragment memiliki kode yang mirip seperti Activity dan kelas ini juga memiliki metode callback yang mirip dengan Activity, seperti onCreate(), onStart(), onPause(), dan onStop().

Saat mengkonversi aplikasi Andoid untuk menggunakan fragmen.

Memindahkan kode dari metode callback aktivitas ke masing-masing metode callback fragmen dapat dilakukan, dimana umumnya metode daur hidup berikut perlu diimplementasikan.

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 91 1. onCreate: Sistem memanggil metode ini saat membuat

fragmen. Dalam implementasinya, inisialisasi komponen penting dari fragmen yang ingin dipertahankan ketika fragmen dihentikan sementara atau dihentikan, kemudian dilanjutkan perlu diinisialisasi terlebih dahulu.

2. onCreateView(): Sistem akan memanggil metode ini ketika fragmen membuat ataupun menggambar antarmuka penggunanya untuk yang pertama kali. Dalam menggambar UI fragmen, mengembalikan View dari metode ini yang menjadi root-layout fragmen perlu dilakukan. Hasil yang dikembalikan bisa berupa null jika fragmen tidak menyediakan UI.

3. onPause(): Sistem akan memanggil metode ini sebaga sebuahi indikasi pertama bahwa pengguna sedang meninggalkan fragmen, (walau itu tidak selalu berarti fragmen sedang dimusnahkan). Di sinilah biasanya perubahan yang harus dipertahankan di luar sesi pengguna saat ini harus diikat (karena kemungkinan pengguna tidak akan kembali).

Umumnya aplikasi harus menerapkan setidaknya tiga metode diatas untuk setiap fragmen, namun terdapat beberapa metode callback lain yang juga harus digunakan untuk menangani berbagai tahap daur hidup fragmen. Semua metode callback daur hidup dibahas lebih detail di bagian Menangani Daur Hidup Fragmen. Metode - metode fragmen lainnya adalah sebagai berikut:

4. onAttach() metode ini panggil pertama kali bahkan sebelum onCreate() callback dan setelah fragmen telah dipasangkan ke activity.

5. onActivityCreated() Metode ini dipanggil setelah Activity onCreate() Callback telah selesai dieksekusi. Metode ini adalah indikasi activity tersebut telah menyelesaikan eksekusi sebelum kita mencoba mengakses dan memodifikasi elemen UI dari activity secara bebas.

92 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

6. onStart() metode yang dipanggil setelah fragmen terlihat pada activity.

7. onResume() metode ini dipanggil ketika pengguna berinteraksi dengan fragmen dalam activity setelah Activity onResume() callback.

8. onStop() metode ini dipanggil ketika fragmen tidak lagi berinteraksi dengan pengguna baik karena aktivitasnya dihentikan atau operasi fragmen mengubahnya dalam activity.

9. onDestroy() metode ini dipanggil untuk memungkinkan fragmen membersihkan resources yang terkait dengan view yang ada pada activity.

10. onDestroyView() metode ini dipanggil untuk melakukan pembersihan akhir dari status fragmen.

11. onDetach() metode ini dipanggil ke fragmen yang tidak lagi dikaitkan dengan aktivitasnya.

12. onSaveInstanceState() callback ini dipanggil dimana pengguna diizinkan untuk menyimpan beberapa data mengenai peristiwa fragmen tepat sebelum aplikasi di pause, sehingga pengguna kembali ke aplikasi mereka dengan mendapatkan data yang disimpan. Disini dibutuhkan Bundle sehingga pengguna dapat menyimpan data sebagai key atau nilai.

C. Mengelola Daur Hidup Fragmen

Mengelola daur hidup fragmen mirip dengan mengelola daur hidup aktivitas, dimana fragmen bisa berada dalam tiga status:

1. Dilanjutkan, dimana fragmen yang terlihat dalam aktivitas yang berjalan memiliki activity state: Created, dan Fragment Callbacks yang berjalan sesuai urutan adalah:

onAttach() – onCreate() – onCreateView() – onActivityCreated().

2. Dihentikan sementara, dimana aktivitas lain berada di latar depan dan memiliki focus, namun aktivitas tempat fragmen berada masih terlihat. (Aktivitas tidak menutupi seluruh

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 93 layar atau latar depan depan masih terlihat Sebagian) Activity state yang ada di dalam proses ini adalah Started, Resumed dan Paused. Fargemnt Callbacks yang berjalan sesuai urutan adalah: onStart() – onResume() – onPause().

3. Dihentikam, dimana fragmen tidak terlihat, aktivitas host telah dihentikan atau fragmen telah dihapus dari aktivitas, namun ditambahkan ke back-stack. Pada saat ini, fragmen yang dihentikan masih hidup, dimana semua status dan informasi anggota masih disimpan oleh sistem). Namun fragmen tidak terlihat lagi oleh pengguna dan akan dimatikan jika aktivitas dimatikan. Aktivity State dalam kondisi ini adalah: Stopped dan Destroyed. Sedangkan Fragment Callbacks yang berjalan sesuai urutan adalah:

onStop() – onDestroyView() – onDestroy()- onDetach().

D. Kode Fragmen

Sebelum Fragmen diperkenalkan, pengembang hanya dapat menampilkan hanya satu activitas di layar pada satu waktu tertentu. Pengguna tidak dapat membagi layar dan mengontrol bagian yang berbeda secara terpisah. Dengan bantuan Fragmen, pengembang dapat membagi layar di berbagai bagian dan mengontrol bagian-bagian yang berbeda secara terpisah.

Dengan menggunakan Fragmen, pengembang dapat membentuk beberapa Fragmen dalam satu activitas. Fragmen memiliki event, layout, dan status mereka sendiri. Semua hal tersebut memberikan fleksibilitas dan juga meniadakan limitasi dalam activitas tunggal di layar pada suatu waktu. Kode Fragmen dasar dalam XML ditampilkan dalam Gambar 7.3.

Gambar 7.3 Kode Fragment dalam XML E. Cara membuat Kelas Fragmen di Android Studio

Langkah pertama adalah extend kelas Fragmen, lalu override method status utama, lalu memasukkan logic kode aplikasi, mirip

94 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

dengan cara menggunakan kelas activity. Saat membuat Fragment callback onCreateView () harus digunakan dalam menentukan layout dan menjalankan Fragment.

Gambar 7.4 Logic Kode Fragmen

Parameter "inflater" adalah "LayoutInflater" yang digunakan untuk melakukan "inflate layout". Parameter "container" adalah parent ViewGroup (dari layout activity) tempat susunan Fragmen yang akan disisipkan.

Parameter "savedInstanceState" adalah "Bundle" yang menyediakan data tentang "instance" sebelumnya dari Fragmen.

Method inflate() memiliki tiga argumen, pertama adalah "resource layout" yang ingin kita inflate, kedua adalah "ViewGroup" sebgai parent dari layout yang dilakukan inflate. Parameter ketiga adalah nilai boolean yang mengindikasikan apakah layout yang dilakukan inflate haruskah di attach ke ViewGroup (parameter kedua).

F. Implementasi Fragmen di Android Studio

Langkah-langkan dalam mengimplementasikan Fragmen di Android Studio diantaranya:

(1) Membuat Proyek baru, silahkan memberi nama dengan FragmenNamaKalian

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 95 (2) Membuka res>layout>activity_main atau main.xml dan

silahkan modifikasi kode didalamnya seperti dalam Gambar 7.5 berikut:

Gambar 7.5 Langkah-Langkah membuat Fragmen Part 1

4. Membuka MainActivity.java, dalam Langkah ini silahkan buka MainActivity dan tambahkan kode untuk inisiasi tombol. Setelah itu buat event "setOnClickListener" di kedua Button. Pada klik Tombol Pertama kita replace "First Fragment " dan saat klik Tombol Kedua kita akan replace

"Second Fragment" dengan layout (FrameLayout). Untuk mengganti Fragment dengan FrameLayout pertama-tama kita buat Fragment Manager dan kemudian mulai transaksi menggunakan Fragment Transaction dan akhirnya replace Fragment dengan layout yaitu FrameLayout. Proses ini ditampilkan dalam gambar 7.6 berikut:

96 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

Gambar 7.6 Langkah-Langkah membuat Fragmen Part 1

5. Membuat dua fragmen dengan lahkah-langkah: klik kanan pada folder package dan buat class kemudian beri nama class pertama sebagai "FirstFragment" dan beri nama class kedua sebagai "SecondFragment" dan tambahkan kode berikut di masing-masing clas fragment. Gambar 95 adalah kode pada FirstFragment.class dan Gambar 96 adalah kode pada SecondFragment.class. Proses yang terdapat di Gambar 7.7 yaitu: pertama kita inflate layout dan mendapatkan referensi terhadap Button object.

Setelah itu lakukan event setOnClickListener di Button sehingga setiap kali pengguna mengklik tombol. Pesan

"First Fragment" ditampilkan di layar dengan menggunakan Toast.

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 97 Gambar 7.7 Kode FirstFragment.class

Gambar 7.8 Kode SecondFragment.class

6. Membuat dua xml layout. Masing-masing diberi nama sebagai fragment_first dan fragment_second.

Tambahkan kode berikut di file masing-masing. Proses menambahan kode titampilkan dalam Gambar 7.9 untuk fragment_first.xml dan Gambar 7.10 untuk fragment_second.xml

98 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

Gambar 7.9 Kode Fragment_First.xml

Gambar 7.10 Kode fragment_second.xml

7. Membuka res > value > colors.xml. Proses dalam tahap ini adalah mendefinisikan warna yang akan digunakan dalam file xml. Seperti yang ditampilkan dalam Gambar 7.11

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 99 Gambar 7.11 Kode Colors.xml

8. Membuka AndroidManifest.xml. Dalam langkah ini, pengembang membuka buka file Android Manifest yang sebenarnya tidak perlu dilakukan pengeditan sama sekali karena aplikasi ini hanya berisi satu Activity yaitu MainActivity, yang sudah didefinisikan didalamnya. Dalam contoh proyek ini, memang membuat dua fragment tetapi kedua fragment tersebut tidak perlu didefinisikan dalam manifest karena fragment adalah bagian dari activity.

Jalankan aplikasikasi dan contoh dari kegiatan ini ditampilkan dalam Gambar 7.12 dan 7.13.

Gambar 7.12 Hasil Uji Coba Fragmen Di Android Part 1

100 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

Gambar 7.13 Hasil Uji Coba Fragmen Di Android Part 2

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 101 BAB 8

AKSES GOOGLE MAPS, GPS

A. Persiapan Instalasi

Bab ini akan menampilkan Google Maps dengan menunjuk pada koordinat yang telah kita tentukan. Namun sebelum menampilkan Maps, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu:

Instalasi Google Play Service dan mendaftar pada Google Maps API untuk mendapatkan API Key.

Silahkan download project yang telah disediakan pada link berikut Ekstrak dan buka proyek Android tersebut, pastikan bahwa Google Play services telah terinstall pada Android Studio dengan cara buka: Tools > SDK Manager,

maka akan muncul kotak dialog seperti pada gambar di bawah ini.

Pilih tab SDK Tools dan ceklis pada Google Play Services, jika statusnya Not Installed, klik Apply pada bagian bawah untuk memulai proses instalasi. Proses dari langkah ini ditampilkan dalam Gambar 8.1.

Gambar 8.1 Instalasi Google Play Service

102 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE B. Membuat API Key

API key diperlukan untuk mengakses server Google Maps. Key ini bersifat gratis dan dapat digunakan dengan aplikasi apa pun.

Tahapan untuk membuat API Key adalah sebagai berikut:

1. Kunjungi link berikut: [Google developer console]

(https://console.developers.google.com/), kemudian login menggunakan email gmail yang telah dimiliki. Satu akun gmail hanya bisa mendapatkan satu API key.

2. Membuat project baru dengan cara klik Create pada bagian dashboard, atau melalui dropdown Select a Project. Proses ini ditampilkan dalam Gambar 8.2 dan Gambar 8.3 Pada halaman New Project, isikan nama project dan lokasi, kemudian klik tombol Create.

Gambar 8.2 Membuat Project Baru di Google API Part 1

Gambar 8.3 Membuat Project Baru di Google API Part 2

3. Klik link ENABLE APIS AND SERVICES pada dashboard, dan pilih Maps SDK for Android. Proses ini ditampilkan dalam Gambar 8.4.

4. Klik tombol ENABLE . Setelah itu pilih tab Credentials, proses ini ditampilkan dalam Gambar 8.5.

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 103 Gambar 8.4 Membuat Project Baru di Google API Part 3

Gambar 8.5 Membuat Project Baru di Google API Part 4

5. Klik Create Credentials pada dropdown, dan pilih api key untuk membuat key. Proses ini ditampilkan dalam Gambar 8.6. Maka akan muncul popup bahwa API key telah berhasil dibuat.

6. Pada bagian Restrict and rename API key, pilih Android apps, dan selanjutnya simpan perubahan. Proses ini ditampilkan dalam Gambar 8.7.

7. Setelah menyimpan pengaturan, copy API Key untuk digunakan di tahap selanjutnya. Proses ini ditampilkan dalam Gambar 8.8.

104 PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE

Gambar 8.6 Membuat Project Baru di Google API Part 5 Gambar 65:

Gambar 8.7 Membuat Project Baru di Google API Part 6 Gambar 66:

Gambar 8.8 Membuat Project Baru di Google API Part 7

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 105 C. Menambahkan Kunci API ke Aplikasi

PEMROGRAMAN APLIKASI MOBILE 105 C. Menambahkan Kunci API ke Aplikasi