Caranya memandang dunia bagaikan seorang penyair.Setiap kejadian berusaha dijadikannya berkah.Namanya adalah Adrian Lamo,seorang hacker tanpa rumah yang gemar berkelana keliling Amerika Serikat.Daftar perusahaan yang dibobolnya cukup panjang,termasuk Yahoo!,Microsoft,Excite@Home,WorldCom.dan yang membuatnya tertangkap : New York Times.
Tidak seperti pembobol jaringan kebanyakan,Lamo merupakan tipe yang cukup etis.Ia biasanya memberitahu pada ’korban’-nya bagaimana persis cara ia membobol sistem tersebut.Hal ini membantu administrator sistem untuk memperbaiki kesalahan sistem yang ada.Lamo bahkan kerap dipuji sebagai orang yang sangat membantu dan memiliki kemampuan yang luar biasa.
MICHAEL JACKSON
Lamo membekali hidupnya dengan bekerja sebagai sukarelawan maupun lepasan pada berbagai organisasi kecil.Umumnya pekerjaan itu terkait keamanan komputer,misalnya ia membantu sebuah organisasi relawan untuk memperbaiki sistem keamanan mereka.Dari pekerjaan kecil seperti itu Lamo mendapatkan sedikit uang untuk hidupnya sehari-hari Ia berkelilling AS dengan mengendarai bus Greyhound atau kereta api Amtrak.Di kota tertentu ia akan menginap di sofa rumah kenalannya,di lain waktu ia mungkin akan menghabiskan malam-malam di gedung-gedung yang terbengkalai.
”Saya mencoba satu per satu setiap pintu di gedung-gedung terbengkalai sampai ada yang terbuka.Sebuah metafor yang lucu terhadap cara saya membobol jaringan komputer,”tuturnya.
Lamo memanfaatkan kelemahan yang sudah banyak diketahui orang dengan menggunakan piranti lunak yang juga tersedia luas,Ini memancing banyak kritik yang menyebut Lamo tak melakukan sesuatu yang baru namun menuai popularitas yang luas sebagai seorang hacker dengan berkemampuan tinggi.
Oxblood,veteran hacker dari kelompok Cult of the dead cow.”semua orang tahu caranya menari,banyak orang bisa menari,tapi hanya Michael Jackson yang bisa menari seperti itu,:tuturnya.
Lamo tak mencari kekayaan dari kegiatannya membobol jaringan.Suatu kali,setelah membobol Excite@Home,ia diminta membantu memperbaiki jaringan di perusahaan itu.Lamo melakukan itu tanpa imbalan,satu-satunya imbalan yang diterima ujar Lamo
adalah minuman seharga 5 sen yang dibelikan orang-orang Excite@Home saat ia harus.”Itu saja.Itu yang paling besar,”tutur Lamo.
Meski kesannya Low Profile,Lamo tak alergi publisitas.Ia selalu mengakui aksi pembobolannya melalui media massa.Seorang teman Lamo menyebut hal itu sebagai satu-satunya cara agar perusahaan yang dibobol mau mendengarkan adanya kelemahan pada sistem mereka dan memperbaikinya.
NEW YORK TIMES
Namun pada februari 2002 peruntungan Lamo berubah.Lamo mengatakan ia telah membobol New York Times dan mengambil database dari 3000 penulis kolom di koran itu.Ia juga memasukkan namanya dalam database Lexus Nexus yang rekeningnya dimiliki New York Times.
Pembobolan New York Times dan Lexus Nexus itu akhirnya yang membawa Lamo pada pihak berwajib.Ia ditangkap dan mulai diadili pada 2003.
Mengenai penangkapannya Lamo memiliki sedikit kesalahan.Ia kesal akan begitu banyakanya sumber daya penegak hukum yang digunakan demi menangkap seorang Lamo.Penegak hukum memang cukup getol memburu Lamo,termasuk mengawasi rumah orang tuanya.”Akan sangat menggelikan jika aku menggunakan pembelaan,kenapa mereka tidak mencari teroris saja’,aku tidak akan mengatakan itu.Tapi aku pikir mereka bisa menggunakan sumber daya itu untuk hal lain yang lebih baik,”tuturnya dalam sebuag wawancara dengan Cnet.
Saat ditangkap,Lamo sempat ditahan sebelum sidang untuk jaminan.Pengalaman dalam tahanan itu dijadikannya sebagai pengalaman yang membawa berkah.Lamo mengaku ia bersahabat dengan sesama tahanan,pihak U.S Marshall juga ada yang berperilaku baik kepadanya.Awalnya,petugas menganggap Lamo sebagai orang yang berbahaya,namun kemudia ia mendapat perlakuan yang cukup sopan.
”Saat pertama masuk ke sana,bertemu orang-orang dalam sel yang sempit itu,awalnya memang terasa seperti film-film penjahat.tapi kenyataannya,beri mereka kesempatan menjadi manusia.akhirnya kami bercakap-cakap dengan hangat.Semuanya bersikap mendukung.Mereka berbagi nasihat dan pengalaman,juga masalah dan alasan mereka masuk tahanan.Kami berjabat tangan,yah sebisa mungkin dengan rantai pada tangan dan kaki kami.Ya,benar-benar rantai pada tangan dan kaki kami,bukan sekedar borgol,”Lamo menuturkan.
Lamo bisa bebas dengan jaminan pada persidangannya,artinya ia tak perlu mendekam di tahanan hingga pengadilan dimulai.Namun kebebasan itu mensyarakat Lamo untuk tidak lagi mengembara,ia harus memilih antara bersekolah atau bekerja sambil menjalani masa jaminan menunggu persidangan.
Lamo mengatakan ia memilih untuk sekolah paruh waktu demi memenuhi syarat itu.ia juga tak mau melakukan pekerjaan dalam bidang keamanan bersama pemerintah.”Aku tak mau melacurkan kemampuanku pada mereka,”tukasnya.
FAITH MANAGES
Dalam sebuah kesempatan wawancara Lamo ditanyakan apakah ia memikirkan akan seperti apa rasanya dipenjara.Jawaban Lamo adalah sebuah kalimat sederhana yang kerap diucapkannya juga dalam kesempatan lain,faith manages,Jika diterjemahkan kira-kira kata-kata itu berarti,cukuplah iman atau cukuplah Tuhan.
”Artinya adalah,tak ada apapun yang kita lakukan terbuang dan bahwa alam semesta yang kita tempati ini adalah sistem tertutup yang tunduk pada hukum fisika bahwa energi adalah kekal dan semua yang kita lakukan akan tersebar dan terdaur ulang pada tempatnya.Aku tak berhak menanyakan hal-hal seperti ini,”ujar Lamo berusaha menjelaskan makna ungkapan itu.
Kepercayaan Lamo pada Tuhan adalah sesuatu yang sulit dipastikan.Ia misalnya pernah mengatakan bahwa segala perbuatan manusia bagaikan riak yang ikut membentuk kejadian di alam semesta.Dengan kata lain,ia tidak percaya takdir sebagai sesuatu yang kaku tapi sebagai sesuatu yang merupakan dampak dari perbuatan manusia.
Tapi di sisi lain Lamo menolak memberikan darahnya untuk pemeriksaan dan disimpan dalam database FBI.menurut Lamo pemberian darah itu bertolak belakang dengan ajaran agama yang dianutnya.Darah tersebut akan digunakan oleh penegak hukum untuk membuat database DNA bagi semua penjahat kelas federal,seperti Lamo.Lamo menawarkan alternatif untuk mendapatkan DNA dirinya,semisal lewat rambut,kuku,maupun ludahnya.Namun ia tugas menolak untuk memberikan darahnya. Setelah tertangkap sang pengembara tak lagi tuna wisma.Namun ia tetap memiliki gairah untuk menjelajah.Dalam sebuah wawancara dengan majalah Wired ia menutup percakapan dengan kalimat berikut ini:”Saya telah mengalami hari,bulan,dan tahun yang melelahkan.Bermimpi akan tempat yang hangat dan aman.”